
♡ Esok nya♡
" Hoek....hoek... hoek...." Anyer memuntahkan semua isi perut di dalam kamar mandi.
" Hoek...." Lagi lagi ia menjadi tak berdaya jadinya.
" Huf.... makin hari aku semakin di landa oleh perut yang selalu mules, bahkan untuk makan pun tidak berselera! oh Tuhan, tolong hambamu ini!" Gumam Anyer lirih.
" Apakah seperti ini juga perjuangan ibu waktu mengandung ku!" Anyer malah teringat akan ibu nya.
" Ibu.... aku telah mengandung, dan apakah aku dapat melewati semua ini!" Gumam Anyer lirih, seraya mengelus ngelus perut nya dengan lembut.
" Morning sickness memang sangat menganggu di usia kandungan ku yang masih sangat muda!" Tiba tiba suara muncul dari arah belakang, ternyata itu adalah asal suara Evans.
" Hubby...." Lirih nya dengan mata berkaca kaca.
"Ibu hamil memang seperti itu sayang, itulah sebab nya ibu ibu adalah pahlawan terkuat di dalam rumah tangga, bahkan melihat mu setiap pagi mual mual begini, membuatku tidak tegaan kepadamu! makanya dengan susah payah aku pun menahan hasrat ku padamu, karena aku telah membaca banyak artikel tetang bumil, di usia kandungan seperti ini sangat rentan untuk keguguran, apalagi jika kita melakukan hubungan suami istri, yang ada akan mengguncangkan kandungan mu! kamu adalah titik terkuat sayang!" Ungkap Evans, kata kata yang Evans ucapkan membuat Anyer menjadi terharu, ia tidak menyangka ternyata Evans bisa mengetahui hal sebanyak itu, dan lebih heran nya adalah, Evans menjadi bijak sekali.
Anyer langsung masuk dalam dekapan Evans dan memeluk nya dengan erat.
" Maaf kan aku Hubby! aku juga bukan nya tak ingin untuk melakukan kewajiban ku sebagai seorang istri, hanya saja aku tidak mampu, dan maaf karena beberapa hari ini aku sering mengusir mu jauh dariku, jujur.... itu bukan nya mau ku, hanya saja itu seakan mood yang selalu berubah ubah! jika kamu di dekat ku kadang membuatku kesal, tapi jika kamu jauh dariku, aku merasa kehilangan, mood ku selalu begini! aku bersyukur akhirnya kamu bisa ngertiin keadaan ku!" Seru Anyer dengan lirih.
" Aku juga tidak lah mengerti tentang bumil, namun aku mencari carinya, hingga aku dapar menemukan nya!" Evans mengelus ngelus rambut Anyer dengan penuh kasih sayang.
" HOEK......" Anyer menutup mulut nya, dan kembali membersihkan pakai air.
" Hubby.... tubuh ku rasanya sangat lemah!" Setelah mengatakan itu....
" Bugh..." Anyer terkulai lemas, untung nya Evans dengan sigap menahan Anyer, hingga Anyer jatuh di pelukan nya, ia langsung menggendong Anyer dan meletakkan nya di atas ranjang.
" Niye.... Niye... bangun sayang!" Evans membelai wajah Anyer dengan lembut.
" Segera datang ke rumah!" Titah Evans yang kini melepon seseorang.
" Baik tu..." Belum selesai berbicara sambungan telfon sudah di putuskan.
***
" Bagaimana keadaan Niyeku? kenapa dia belum sadar juga?" Terlihat jelas raut wajah Evans bahwa ia benar benar sangat khawatir sekali pada Anyer.
Dokter Sam hanya tersenyum menyaksikan kekhawatiran Evans dengan.
" Hey... mengapa diam saja? ayo jawab!! malah senyum senyum sendiri, mau ku musnahkan kamu dari Australia ini?" Ancam Evans yang di selimuti rasa kesal dan juga kecemasan.
" Tuan.... nona Anyer baik baik saja! itu biasa bagi bumil di awal kehamilan, apalagi usia kandungan yang masih sangat muda, ini namanya morning sickness, mungkin nona Anyer terlalu lelah dan kurang tidur!" Dokter Sam menjelaskan.
" Kurang tidur bagaimana maksud mu?" Evans menyiratkan tatapan tajam pada Dokter Sam.
" Ckk!!tidak ada ucapan mu yang lebih bermakna?"
" Maaf tuan!"
" Pergilah!" Usir Evans sinis.
" Ini obat nya tuan beserta resep nya!" Dokter Sam menyerahkan pada Evans, setelah menerima obatan itu, Evans mengibaskan tangan nya, yang artinya mengusir Dokter Sam pergi.
" Saya permisi tuan muda! semoga nona Anyer sehat sehat selalu!" Dokter Sam berlalu pergi.
" Tunggu!" Sela Evans.
Dokter Sam berbalik dan menghadap ke arah Evans." Ada apa tuan?" Imbuhnya.
" Apa jenis kelamin nya sudah bisa di deteksi?" Tanya Evans dengan nada dingin.
Mendengar ucapan Evans ingin rasanya Dokter Sam tertawa sekeras nya saat itu juga.
' Dari mana jalan nya jenis kelamin bisa di deteksi di usia kandungan seperti itu tuan muda? anda sangarlt konyol sekali, ingin rasanya aku tertawa sekeras keras nya sekarang ini di depan anda!' Bisik hati Dokter Sam.
" Untuk sekarang ini belum bisa di deteksi tuan! perkiraan nya setelah usia kandungan berkisar tujuh atau delapan bulan, karena bagian bagian tertentu telah terbentuk, itu pun mungkin masih terlihat samar samar!" Ungkap Dokter Sam menahan tawa nya.
" Kamu boleh pergi!" Usir Evans lagi.
" Saya permisi tuan!" Dokter Sam berjalan dengan cekatan, dan ketika telah keluar dari dalam rumah Evans.
" Wuahahhahahaha!" Tawa Dokter Sam bergelegar dengan keras.
" Anda sangat konyol tuan muda!" Gumam Dokter Sam di sela tawa nya.
" Ternyata keluarga Scrith ada juga yang konyol seperti tuan Evans!" Ungkap nya pada dirinya sendiri.
Pak Ren yang melihat Dokter Sam sangat aneh, berjalan mendekat.
" Mengapa Dokter Sam? apa ada yang aneh?" Pak Ren menghampiri Dokter Sam.
" Tidak Pak Ren! saya permisi!" Dokter Sam bersikap biasa saja dan langsung masuk ke dalam mobil dna segera melajukan nya.
" Dokter Sma sangat aneh! apa ada yang lucu? dia terlihat habis tertawa!" Gumam Pak Ren.
***
LIKE, KOMEN, DAN VOTE
SALAM ^^