
Lea tidak ada kabar hari ini, Fina dan Jena menjadi khawatir pada Lea sehingga mereka nekad datang ke rumah Lea.
Mereka sampai, membuka gagang pintu kemudian melangkah masuk. "Lea,,,, Lea,,," panggil mereka namun tiada sahutan dari empunya nama.
" Lea,,,," dengan penuh keberanian mereka pun berupaya membuka pintu kamar Lea.
" Ceklek...." Alhasil ternyata Lea tengah duduk diatas kasur dengan beberapa obat obatan di tangannya.
" Lea,,,," Melihat Jena dan Fina yang mendekat padanya, dengan gemetaran Lea langsung memasukkan pil tersebut kemulut nya.
" Lea,,,," Jena dan Fina langsung mendekat pada Lea, " Pak....." Jena menampar pipi Lea sekeras mungkin sehingga pil tersebut tak sampai tertelan oleh Lea. Pipinya memar akibat tamparan Jena.
Jena menghela nafasnya dengan kasar seraya menatap Lea lekat. " Lea,,,," ucapnya dengan hembusan nafas yang tersengal-sengal.
" Hiksss..... hikss...." Lea menangis dengan memeluk kedua lututnya seraya menundukkan kepala.
" Lea,,, maafin aku. Aku gak bermaksud untuk melakukan itu tadi tapi tidak ada cara lain sebelum terlambat kamu menelan pil berbahaya itu," ungkap Jena merasa bersalah, Fina duduk disamping Lea seraya mengelus punggung Lea.
" Hikss...hikss...."
"Lea,, mengapa kamu senekad itu? kamu tidak memikirkan bahwa itu akan sangat menimbulkan dampak negatif?" Ujar Fina.
" Lea,,, kami memang tidak berada di posisi mu tetapi kamu harus pikirkan matang-matang. Kalau sampai kamu menggugurkan kandungan kamu ini maka dampak yang akan kamu terima lebih menyakitkan. Coba kamu pikirkan kalau sampai janin kamu ini sudah tidak ada lagi maka kelak kamu sendiri yang akan menyesal. Ingat Lea, justru kamu harus mempertahankan janin ini, kelak jika dia besar nanti maka kamu akan mempunyai seseorang dalam hidupmu. Dan juga apa kamu tidak memikirkan dosa yang akan kamu dapatkan akan sangat besar?Tuhan tidak pernah membenarkan perbuatan tercela seperti perbuatan kamu tadi. Jadi tolong, pikirkan baik baik, mungkin memang akan sangat sulit untuk kamu lewati tapi semuanya juga ada tahap yang harus di lalui. Semua manusia di dunia ini pasti harus melewati tahap tahap terlebih dahulu. Soal masa depan jangan kuatir, Tuhan sudah sediakan pelangi asal kamu tidak mengeluh dalam segala perkara. Apa kamu bisa mengerti maksudku Lea?"Jelas Jena panjang lebar, Lea terkesiap mendengar penuturan kata dari Jena. Ucapan Jena memang dapat dibenarkan tidak dapat disalahkan, terkecuali memang Lea sendiri yang harus disalahkan.
" Hikss...hikss... aku tidak tahu lagi apa yang harus ku perbuat Jen, Fin," balas Lea.
" Lea,,, kamu pasti bisa asalkan kamu tidak terlalu bawa kehati masalah omongan orang orang nantinya. Cukup jadi diri sendiri dan jangan pernah patah semangat hanya karena gosip orang orang yang gak bisa rasain di posisi kamu," jelas Fina.
"Aku gak bisa jamin itu, aku juga bakal mikir lebih dalam lagi. Tapi dengan penuh keyakinan aku akan tetap tegar dan teguh. Makasih buat setiap dukungan dari kalian berdua," ucap Lea dengan lirih, Jena dan Fina tersenyum legah akhirnya Lea bisa memilih jalan yang terbaik.
" Sama sama Lea, kami bakal terus beri dukungan kepada kamu. Kalau kamu memang kesepian disini kamu bisa kok datang ke kosan kami cuma beda gang doank." Ujar Jena.
" Em.. aku pasti bisa kok, aku bakal tetap tinggal disini Jen, Fin,"
" Ok, asal itu dah keputusan kamu, kami bisa apa," Jena dan Fina memeluk hangat tubuh Lea. Itulah artinya sebuah persahabatan selalu ada setiap ada masalah susah maupun senang.
***
Like komen dan vote
SALAM ^^