
03.50 Subuh
"Semuanya sudah beres?"suara dingin Edward kepada Eder.
" Sudah Tuan," balas Eder. Semua dokumen dan berkas berkas penting sudah ia susun rapi di tas hitam khusus bagian dokumen terpenting. Tanpa membuka suara, Edward langsung melangkah masuk kedalam jet pribadi dan disusul oleh Eder.
Beberapa menit kemudian penerbangan pun berlangsung siap terjun ke Negera lain.
_____
Thailand waktu setempat....
Penerbangan lepas landas dengan selamat di bandara di Thailand tepatnya pukul 13.05 siang. Perbandingan waktu dari New York ke Thailand yaitu dua belas jam dan di Thailand lebih cepat dari New York.
Edward dan Eder memutuskan ke Hotel untuk beristirahat sejenak sebelum ke lapangan proyek.
" Eder, sekitar pukul 14.00 nanti bersiaplah karena kita harus segera menemui penangan AF GROUP."Titah Edward, Eder mengangguk. Kemudian Edward melangkah masuk ke kamar hotel.
Rasa penat dan gerah yang membara membuat Edward enggan untuk melakuan aktivitas apa lagi selain meringkuk malas di atas ranjang.
Melepas dasi, tetapi...
" Arggg, tidak ada waktu untuk membuka sepatu lagi. Sangat melelahkan, seandainya ada sosok seseorang yang bisa menemaniku di ranjang ini." Lirihnya penuh harap. Berulang kali sudah ia mengucek mata. Tidak tahu apa lagi Edward melangkah masuk ke dalam kamar mandi dengan bertelanjang dada untuk berendam di dalam bathup.
Setelah berendam didalam air hangat, Edward kembali fit dan serasa lebih segar.
Dengan cekatan Edward langsung mengenakan stelan jas hitam yang baru dan mengenakan kembali sepatunya.
" Masih ada waktu lima belas menit lagi." Gumamnya, menyemprotkan parfum dengan bau bak pria yang sangat diinginkan oleh banyak wanita. Ia tersenyum sendiri menatap pantulan wajahnya di depan cermin. Namun seketika senyumnya hilang, teringat pada Lea atas kejadian malam itu.
" Seandainya aku tidak bodoh dan bertanya lebih dulu apakah dia wanita ****** atau tidak pasti kejadian bodoh itu tidak akan menyimpan dendam kebencian dalam diri Lea. Mengapa wanita yang satu itu sangat sulit untuk ku dapatkan? hatinya seakan sekeras batu. Apakah kepribadiannya memang pendendam? arggg! jika terus seperti ini pasti sangat sulit untuk membawa Hansel masuk ke dalam keluarga Scrith. Padahal Grandma dan Grandpa sudah ngebut minta cicit. Problema yang sangat rumit!" ucapnya dengan sendu. Edward kembali menatap pantulan dirinya sambil tersenyum miring membunuh.
" Saya seorang Bos Mafia terkenal sangat kejam di Negara ini, tidak pernah ada kata wanita yang tepat untuk menjadi pendampingku. Tapi mengapa hanya karena Hansel aku sampai rela dimaki oleh wanita sialan itu?apa karena dia Ibunya anakku? tapi sifat seorang wanita seperti dia sangat tidak ada dalam kriteria yang tertentukan. Tapi,,, tunggu saja Lea! dapat kupastikan kamu akan sampai cinta mati dan terhanyut hanyut dalam semua ilusi yang akan tercipta bagimu. Tunggu saja, untuk saat ini banyak problema dan urusan penting yang harus terselesaikan. Setelah semua itu selesai maka kamu bersiaplah!" Senyum picik dengan segala ide ia siapkan dengan matang.
_____
LAPANGAN PROYEK AF GROUP....
" Sebuah kehormatan terbesar bagi kami atas kehadiran Tuan Edward ke lapangan proyek kami AF GROUP. Terima kasih sudah menyempatkan diri untuk datang ke tempat ini." Wakil direktur AF GROUP menunduk mempersilahkan Edward dan Eder bergabung untuk duduk. Tanpa bergeming membuka suara Edward hanya memperlihatkan ekspresi datar kemudian duduk dengan mereka.
"To The Poin!" Suara dingin Edward memberikan aba aba sigap bagi entertainment bagian AF GROUP. Semua yang mereka sudah siapkan mereka jelaskan dengan detail sembari berdiri dan melangkah memperlihatkan bagian bagian yang akan di proyeksikan dalam kerja sama antar perusahaan mereka.
Edward dan Eder mencerna seluruhnya sampai benar benar yakin mengiyakan permintaan kerjasama AF GROUP.
" Terima kasih banyak Tuan, senang bekerja sama dengan anda." Presdir AF dan wakil direktur berjabat tangan dengan Edward.
" Same!" Hanya kata singkat itu yang Edward ucapkan.
_____
LIKE KOMEN DAN VOTE
SALAM ^^