Mafia And Me

Mafia And Me
UNDANGAN DARI ERDO DAN RIA



♡ Malam Hari ♡


" Nenek..... apa Nenek tidak akan pulang lagi?" Kesal Evans yang sedari tadi habis habisan di cuekin bahkan di pojokkan oleh keluarga nya.


Nenek Feny melemparkan tatapan tajam nya kepada Evans. "Dasar cucu durhaka!!! teta tega nya kamu ingin mengusir Nenek mu!" Nenek Feny mendekat ke arah Evans dan langsung menjewer telinga Evans sampai memar.


" Auh... Nenek!!! apa Nenek begitu keji nya pada cucu mu ini?" Rintih Evans yang semakin kesal saja.


" Biar saja!! kamu yang berani berani nya mengusir Nenek!! tidak tahu sopan santun!" Cletuk Nenek Feny.


" Kasihan nasib mu bang.... bang.... hahahahha!!!! hajar aja terus Nek! itu karena bang Evans iri, dari tadi dia habis di cuekin, makanya dia jadi lesu kegitu!!!" Ejek Endra terkekeh.


" Abang mu ini memang sangat suka membuat Nenek jengkel!! sudah tau Nenek sedang bahagia bersama cucu menantu Nenek, eh dia malah sewot!!" Kesal Nenek Luna.


" Itu bercampur karena bang Evans tukang cemburu wkwkkww!" Endra menimpali.


Sorot mata Evans tertuju pada Endra, lagi lagi ia harus selalu dikucilkan seperti ini. "Dasar tawon! suka sekali menyengat orang orang agar membuatku kesal!" Umpat Evans dengan tatapan tajam nya tertuju pada Endra.


" Hahahahha...... bang.... bang.... abang sangat lucu sekali jika kesal!! Endra nngak takut sama tatapan abang itu!!!" Endra bersikap santai.


" Dasar tawon!!! berani berani nya kamu menyepelekan ku!"


" Boy.... jangan terlalu kesal!! santai saja, tapi ada benarnya ucapan Nenek dan adik mu! dari yang Daddy lihat kamu memang tukang cemburu!" Pram membuka suara.


" Ckk!! Daddy, Nenek, si Tawon sama saja!!" Sinis Evans.


" Bagaimana kamu tidak tukang cemburu! Daddy mu saja dulu lebih posesif, sampai sampai cemburuan nya berlebihan sekali pada Mommy! makanya bibit bobot nya itu ketularan sama kamu!" Iras membuka suara, mendengar ucapan Iras barusan membuat Evans penuh kemenangan, ia berfikir bahwa kini ada titik kemenangan nya.


" Hmmm... Kalian dengarkan!! ini semua awalnya salah Daddy! jadi karena bibit dari Daddy jadi kesampaian deh ke Evans!" Seru Evans sambil tersenyum meremehkan.


" Dasar anak durhaka!! tega tega nya kamu membawa bawa Daddy mu!" Pram tidak terima.


" Kan memang benar, awal nya semua salah Daddy!Titik!!"


" Nak, kalau kamu besar nanti, jangan jadi tukang cemburu ya seperti kakek mu!" Evans mengelus ngelus perut Anyer.


" Tidak salah itu? harusnya kamu berdoa Boy, agar kelak anakmu tidak meniru sikap bodoh mu!" Sinis Pram.


" Sudahlah! Tetap sama! Daddy yang bawa bibit cemburu!! kalau sampai anak Evans nanti jadi pencemburu, maka Daddy lah dalang semua nya itu!" Evans tetap pada pendirian nya.


" Dasar anak durhaka!" Pram berdecak kesal.


" Dasar Daddy dalang semua nya!"


" Hahahaha......" Semua suara tertawa menyaksikan kegaduhan antara Daddy dengan anak nya.


"Cucu menantuku sayang... malam ini kita tidur bersama ya!" Ucap Nenek Feny dan langsung menarik Anyer ikut bersamanya.


" Tidak boleh!" Evans menghalangi jalan mereka berdua.


" Apa kamu mau Nenek kutuk jadi kucing mengaung?" Kesal Nenek Feny.


" Bukan begitu Nek! tapi kalau nanti Niyeku tidur dengan Nenek, terus Evans tidur dimana Nek?"


" Kamu tidur sama adikmu sana!" Titah Nenek Feny.


" What?"


" Jangan membantah ucapan Nenek! kamu tau? ini sudah larut malam, tidak bagus untuk bumil begadang lagi!" Nenek Feny langsung berjalan menarik Anyer ikut bersamanya, dan Evans hanya bisa pasrah saja.


" Baiklah! Vans, Mommy dan Daddy nginap di rumah kamu ya! Biar Mommy dan Key tidur satu kamar! dan kalian bertiga pikirkan saja hendak tidur dimana!" Iras langsung menarik Key ikut bersamanya.


" Apa???"


Dan alhasil ketiga pria itu pun terpaksa tidur di kamar yang berbeda beda, untungnya banyak stok kamar di rumah bagaikan istana itu.


****


♡Disisi Lain♡


" Nek...." Ria dan Erdo mendekat kearah Nenek Luna yang kini tengah duduk santai di dalam apartement.


" Ada apa nak?" Sahut Nenek Luna lembut.


" Ada yang ingin Ria, dan Erdo sampaikan ke Nenek!" Ucap Ria langsung to the poin.


Nenek Luna jadi harap harap cemas. " Ada apa? apa yang hendak kaliam sampaikan?" Nenek Luna semakin penasaran.


"Huf.... jadi.... saya dan cucu Nenek sudah mengambil keputusan bahwa kami akan melangsungkan pernikahan! dan kami berdua ingin meminta restu Nenek!" Erdo yang menjelaskan.


Seketika Mata Nenek Luna tampak berkaca kaca mendengar penuturan kata dari Erdo barusan. " Apa kalian tidak sedang bercanda Nak?" Imbuhnya.


" Kami serius Nek!"


" Nenek sangat bahagia sekali!! Nenek sangat merestui kalian berdua!! Nenek setuju!" Ucap Nenek Luna terharu.


" Benarkah Nek?"


" Benar!"


****


♡Pagi Hari♡


" Permisi Tuan...." Erdo dan Ria masuk ke dalam rumah Evans.


" Erdo....." Nenek Feny yang baru keluar dari kamar bersama Anyer turun menghampiri Erdo.


" Nenek...." Erdo juga ikut bahagia melihat Nenek Feny yang sudah kembali sehat.


" Nenek sudah pulih?"


" Sudah donk!! lihat ini, Nenek semakin bugar bukan?" Nenek Feny bangga.


Erdo dan Ria pun tersenyum kepada Nenek Feny.


" Ada apa Do?" Tanya Evans langsung, dan saat bersaman, Pram, Endra,Iras, dan key ikut duduk bersama mereka semua.


" Begini tuan! kebetulan semua nya telah berkumpul disini, saya ingin menyampaikan sebuah hal pada semua nya!" Ungkap Erdo.


" Apa?" Sahut Evans datar.


" Kami berdua akan segera melangsungkan pernikahan tiga hari lagi! dan kami ingin doa restu dari semua nya, terlebih dari Nenek, dan juga, Uncle san Tante Iras!" Ucap Erdo tegas.


Semua mata melotot kepada mereka berdua.


" Apa kamu tidak bercanda sekretaris Do?" Anyer tak percaya.


" Kami sungguhan Nona!"


" Iya Nyer! kami akan melangsungkan pernikahan!" Ria menimpali.


" Ya tuhan! akhirnya sahabat terbaikku akan segera menikah!" Mata Anyer berkaca kaca karena terharu dan langsung memeluk erat sahabat nya itu.


" Selamat ya Ri! aku bahagia sekali!" Anyer melepaskan pelukan mereka.


" Makasih Nyer!"


" Akhirnya kamu memberitakan hal ini Do! baiklah! sesuai perjanjian kita waktu itu, maka kamu boleh meminta apa saja yang kamu mau!" Seru Evans.


" Ouh... jadi semua ini rencana kalian berdua?" Anyer baru mengerti sekarang, ia langsung menjewer telinga Evans sampai memar.


" Bukan begitu Niye sayang! arggg!!" Lagi lagi dia yang tersalahkan.


" Bukan begitu apanya?"


" Ouh... jadi itu alasan kamu sampai memberiku pilihan waktu itu?" Ria menatap Erdo dengan tajam.


" Bu... bukan begitu! dulu itu memang karena tantangan dari tuan Evans! tapi sungguh, aku mau menikah denganmu karena aku benar benar sangat mencintaimu!" Ucap Erdo dengan tulus.


" Cie....." Goda Anyer, dan hal itu membuat Ria jadi merona karena malu.


" Apaan sih!" Ria benar benar malu sekali jadinya.


" Kamu pintar juga ya Boy, karena tantangan mu, Erdo si kaku jadi bisa bucin sperti ini, dan akan segera menikah!" Pram membuka suara.


"Jelas donk Dad! kalau bukan karena Evans, mana mungkin si kaku itu bakal melangsungkan pernikahan!" Evans tampak bangga.


' Anda memanfaatkan situasi tuan muda! argg!!!' Batin Erdo.


" Baiklah! Uncle dan Tante mu merestui kalian berdua!" Ucap Pram yang diangguki oleh Iras yang juga setuju.


" Makasih Uncel, Tante!" Ucap Ria dan Erdo bersamaan.


" Nenek juga merestui kalian berdua! dan tinggal menunggu surat undangan!" Ucap Nenek Feny.


" Baik Nek! makasih!"


" Acie.... akhirnya kamu bakal nikah bang!!" Si tawon membuka suara.


Erdo dan Ria hanya tersenyum manis menanggapi ucapan Endra.


" Dan juga kalain harus datang ke pernikahan ku, seminggu lagi!" Ucap Endra lagi.


" Pernikahan?" Erdo dan Ria terkejut.


" Benar! pernikahan! tunggu saja undangannya!"


" Baiklah! kami menunggu!"


****


LIKE, KOMEN, AND VOTE


SALAM ^^