Mafia And Me

Mafia And Me
UNGKAPAN TERKONYOL!



Masih dengan waktu dan tempat yang sama.


Sekarang mereka telah selesai makan, yang pastinya sudah mandi donk.


Tadi itu, Ria meminjam pakaian Anyer, dan kalau Erdo, ia sudah menyediakan setiap saat baju ganti di dalam bagasi mobil, sehingga tidak jadi gegabah, sementara nenek Luna, ia pun dibelikan baju oleh Erdo atas perintah Evans, hanya dalam beberapa menit saja, pakaian nenek Luna sudah sampai, bahkan sangat banyak sekali, sampai sampai berisikan satu lemari, yaps betul! pakaian nenek Luna sudah langsung tersusun rapi di dalam lemari tersebut, dan hanya merenovasi dimana letaknya lemari tersebut.


Evans pun memerintah Erdo untuk menyuruh orang itu membawa lemari sekaligus pakaian nenek Luna ke apartement yang sudah di persiapkan oleh Evans, dan hal itu semakin membuat Ria dan nenek Luna semakin merasa tidak enak hati dan di tambah lagi atas semua perlakuan Evans pada mereka.


" Terimakasih banyak tuan!" Ucap nenek Luna dengan tulus.


Evans tersenyum kecil. " Iya nek, bersikap lah biasa saja!"


Anyer kini semakin merasa bahagia telah memiliki Evans sebagai seorang suami nya.


' Kamu benar benar berubah dastis Hubby, dulu nya aku berfikir bahwa kau adalah makhluk yang tidak memiliki rasa simpati sedikit pun tapi kini aku tau bahwa seburuk apa pun perilaku setiap orang, ia pasti memiliki sisi baik nya.' Batin Anyer.


" Do, mungkin nenek ini butuh istirahat, jadi lebih baik jika kau bawa saja nenek ini ke apartement yang sudah ku siapkan!" Titah Evans tegas, ia seperti tau bahwa nenek Luna memang sudah sangat lelah sekarang ini, apalagi mengingat umur nya yang sudah lanjut usia, semakin menambah rasa simpati dirinya.


" Baik tuan muda! " Sahut Erdo tegas.


" Dan jangan lupakan calon mempelai perempuan itu, bawa dia juga ke apartement yang sudah ku siapkan, jangan bawa dia ke apartement mu sebelum kau memiliki nya!" Akhirnya ungkapan yang sudah di tahan Evans pun, kini dapat di ucapkan nya secara terang terang nya di depan Ria dan nenek Luna.


Anyer melotot kan matanya dengan sempurna dengan ucapan Evans barusan, dan yang tidak kala terkejut nya juga dengan Ria.


Erdo menelan saliva nya dengan kasar. " Maaf tuan! tapi maksud anda siapa?" Erdo berpura pura untuk tidak mengerti, walau sejujurnya ia yang hampir mati karena terkejut tadi.


Evans tersenyum miring seraya menatap Erdo dengan penuh kemenangan. " Jangan berpura pura tidak mengerti Do!! yang sekarang harus kau lakukan adalah, bagaimana caranya mendapatkan mempelai perempuan dan jangan lupakan restu dari wali nya!" Evans terang terangan tanpa memandang keadaan lagi.


' Apa maksud ucapan nya tuan barusan adalah mengarah kepada saya? arghhhhh!!! mengapa aku semakin gugup begini? ini tidak boleh terjadi, aku harus bisa bersikap layak nya orang be*o yang tidak mengerti!' Batin Ria.


" Hubby, apa maksud ucapan mu adalah, bahwa sekretaris Erdo akan segera menikah? tapi dengan siapa dia menikah?" Anyer masih tidak loading juga.


Erdo terpaku akan ungkapan Anyer barusan,sementara Evans kini penuh dengan kemenangan pada Erdo, sedangkan Nenek Luna, ia hanya diam saja, toh ia juga sudah sedikit pikun, dan tidak mau ikut ikutan soal anak muda.


" Kita tinggal menunggu surat undangan nya, Niye sayang!" Sahut Evans seraya merangkul pinggang Anyer dari samping.


" Benarkah? itu adalah berita terbaik! aku menanti undangan mu sekretaris Erdo!" Anyer juga tampk gembira.


" Iya nona, tuan!!" Erdo hanya bisa pasrah saja.


' Ini adalah hal terkonyol sepanjang masa yang pernah tuan muda ungkapkan!! arghhh!!! mau di taruh dimana wajah ku di depan Ria?' Batin Erdo.


***


LIKE,KOMEN,DAN VOTE OK


SALAM^^