Mafia And Me

Mafia And Me
MAFIA AND ME 2 (EPS 18)



" Permisi,,," Lea memasuki kantor Kepala sekolah TK dengan menggenggam tangan Hansel yang sedari tadi tak lekas menghilangkan senyuman yang sangat lebar. Sehingga Lea pun berusaha untuk lebih yakin untuk mendaftar kan Hansel bagiamana pun caranya.


" Masuk,,,," sahutan dari dalam kantor yabg ternyata Bapak kepala sekolah.


" Ada apa Ibu?" Tanya Kepala sekolah kepada Lea yang kini tengah duduk di hadapannya.


Lea berusaha mengumpulkan keberanian untuk berbicara sebaik mungkin." Saya kemari ingin mendaftar anak saya untuk bersekolah di TK ini, apakah bisa?" ucapnya dengan tenang.


Kepala sekolah itu memperhatikan Lea sama seperti kedua satpam tadi yang menatap Lea dengan lekat. " Bisa saja, tapi sebelumnya apa Ibu sudah tahu tentang rumor mengenai TK ini?" imbuhnya.


Lea kebingungan, jelas sangat kebingungan. Rumor?apakah sekolah ini ada asal usul yang menyeramkan? pikirnya.


" Rumor apa ya Pak? apa sekolah ini angker atau,,,"


" Bu, sebelumnya saya minta maaf, tetapi pikiran anda terlalu dangkal. Begini saja, jika Ibu ingin mendaftar anak Ibu pasti Ibu sudah menyiapkan biayanya kan?" Sela Kepala sekolah sedikit jengkel. Bisa bisanya Lea mengucapkan kata bodoh itu tentang sekolah super elit.


" Biaya ya?" Lea menggigit bibir bawahnya, seketika ia tidak berani lagi membuka suara.


" Apa Ibu tidak ada menyiapkan biayanya?"Kepala sekolah itu memicingkan matanya menatap sepele kepada Lea.


' Bagaimana ini?aku bahkan hanya membawa uang isi amplop itu. Dan isi nya juga hanya,, sudah pasti sangat tidak cukup untuk pendaftaran Hansel.' Batin Lea.


" Mommy, Mommy sudah siapkan biayanya kan?" tanya Hansel penuh harap.


' Tuhan,, tolonglah aku. Aku tidak tega melihat anak ku seperti ini. Tuhan, aku mohon lakukanlah kuasa-Mu bagiku.' Batin Lea.


" Ibu, jika Ibu lebih banyak melamun seperti ini, maka lebih baik Ibu keluar saja karena saya punya banyak pekerjaan lain."Sinis Kepala sekolah itu.


Tidak, seketika Hansel terlihat kecewa sepertinya benar apa yang di katakan oleh kepala sekolah itu bahwa Lea tidak ada menyiapkan biaya, pikir Hansel.


" Pak, aku mau masuk sekolah. Bapak bisa kan masukkan saya, saya janji akan menjadi murid yang baik dan pintar di sekolah ini." Hansel membuka suara yang begitu berani, sontak Kepala sekolah itu pun mendongak kaget karena sedari tadi ia juga tidak terlalu memperhatikan Hansel.


" Pak, iya ya!! yayyayayay," bujuk Hansel terus.


Naluri ketidaktegaan kepada seorang anak kecil membuat kepala sekolah itu sangat tersentuh. Apalagi wajah Hansel yang terlihat sangat memelas dan wajah tampan Hansel yang seakan membuat kepala sekolah itu tidak mampu untuk menolak.


" Baiklah! baik, jika anak ini nantinya bisa menjadi salah seorang murid yang baik dan disukai oleh banyak Guru pasti dia akan mendapatkan beasiswa. Jadi untuk pendaftaran nya tidak perlu untuk biaya selama sebulan ini. Tetapi jika lebih dari sebulan tidak ada tanda tanda bahwa anak Ibu bisa mendapatkan prestasi yang terbaik maka Ibu harus siapkan dana nya." Tegas kepala sekolah.


Lea melotot keheranan, hanya karena bujukan Hansel mampu meluluhkan hati kepala sekolah sesinis itu?


" Bapak yakin?" Tanya Lea memastikan.


" Saya tidak ingin mengucapkan hal yang sama. Mulai besok anak Ibu sudah bisa masuk ke TK elit ini." Jelas nya lagi.


" Makasih Pak,"Hansel tersenyum lebar kegirangan tiada tara.


" Makasih Pak, kalau begitu kami permisi," kata Lea seraya membawa Hansel ikut melangkah keluar.


" *Sangat aneh, mengapa semua orang yang melihat anak ku seperti sangat familiar. Apa ada yang salah dari Hansel? kurasa tidak!' Batin Lea.


****


Ikuti Author lambean ok:) buat yang punya Ig juga boleh kok follow Ig saya\=> Jel4237.


Kalau mau Author folbck bisa DM ya ok*!)


***Like komen dan vote jgn lupa


Salam*** ^^