Mafia And Me

Mafia And Me
HAPPI WEDDING ERDO & RIA



Hari ini adalah hari dimana Erdo dan Ria akan melangsungkan pernikahan mereka.


Kini seorang gadis tengah duduk di depan sebuah cermin yang memantulkan bayangan diri nya, wajahnya telah di bumbui oleh make up terkenal dengan corak gaya yang begitu anggun.


" Aku akan segera menikah, berarti sebentar lagi aku bukanlah seorang gadis yang bisa bebas kemana pun aku pergi, aku akan terikat oleh suamiku, bukan kah setiap manusia menginginkan hari hari seperti ini? aku memang sangat menantikan hari ini, tapi mengapa aku sangat gugup sekali?" Gumam Ria seraya meraba raba wajah nya sendiri.


" Huf.... baiklah! Ria, kamu harus bisa tenang, jangan gugup! jangan sampai kamu pingsan karena kegugupan mu nanti, jika itu terjadi? maka tamatlah riwayat ku, aku sama saja mempermalukan orang orang terdekat ku, terlebih calon suamiku sendiri." Gumam nya lagi.


" Nona, pengantin pria sudah menunggu di luar, mari kita keluar!" Seorang perias masuk menghampiri Ria.


' Kegugupan memang selalu ada bagi setiap orang yang akan menikah, tapi aku percaya! aku bisa meninggalkan kegugupan ku!'


" Em.... sebelum saya ikut mendampingi mempelai pria, apa saya bisa minta minum dulu?" Tanya Ria ragu ragu, ia bisa bisa mati karena kegugupan apalagi jika ia tidak minum.


Perias itu tersenyum kepada Ria, dan langsung berjalan mengambil kan satu gelas air putih lalu memberikan nya pada Ria.


" Makasih!" Ria mulai meneguk air putih itu.


Ria mulai bangkit berdiri kemudian melangkahkan kakinya berjalan keluar dan di ikuti oleh perias tersebut dari belakang.


Ria keluar dari ruangan tersebut, dan tampaklah sosok mempelai pria yaitu Erdo, Ria menatap erdo dari atas sampai bawah, dan dari bawah sampai ke atas.


' Tampan!' Batin Ria.


' Cantik juga!' Batin Erdo.


Ria mengalungkan tangan nya di tangan Erdo, mereka berdua pun berjalan beriringan dengan membawa senyum manis mereka melewati setiap undangan yang datang.


Mereka berdua pun berlutut menunduk ketika Pendeta telah berdiri di depan mereka berdua.


Pendeta pun memulai acara ibadah dan akhir dari acara adalah acara pemberkatan, lalu Erdo dan Ria mengucapkan janji suci pernikahan secara bergantian, hingga dalam beberapa menit setelah itu, mereka menandatangi surat{ akta nikah} hingga mereka pun sudah sah menjadi sepasang suami istri di hadapan pendeta, para undangan, dan pastinya terlebih di hadapan Tuhan.


Pendeta pun undur diri setelah acara pemberkatan selesai, karena bagi nya acara pesta pesta besar tidak lah terlalu bermakna, makanya ia langsung berjalan pergi.


Erdo dan Ria mengucapkan kata terimakasih pada Pendeta itu sebelum Pendeta tersebut pergi.


" Cucuku..... selamat ya nak!" Nenek Luna memeluk Ria dengan hangat, kebahagian memancar dari padanya, dimana cucu satu satu nya telah mendapatkan pendamping hidup nya untuk masa depan yang akan datang.


" Nenek.... makasih Nek!" Mata Ria berkaca kaca menatap Luna dengan penuh bahagia yang bercampur aduk.


" Nak Erdo, jaga cucu Nenek baik baik ya! Nenek titip dia pada kamu!" Ucap Nenek Luna kepada Erdo.


" Iya Nek! Erdo janji!" Balas Erdo sopan.


" Erdo.... cucu angkat kesayangan Nenek, Nenek udah anggap kamu sebagai cucu Nenek juga, Nenek bahagia karena kamu sudah menikah!" Nenek Feny memeluk Erdo dengan penuh kasih sayang.


" Makasih Nek! Keluarga Scrith adalah keluarga satu satu nya yang Erdo punya!" Balas Erdo sendu.


" Kami sudah menganggap mu menjadi bagian dari keluarga Scrith nak! selamat ya!"


" Gadis, Nenek dengar kamu sahabat terbaik Anyer kan?" Tanya Nenek Feny pada Ria.


Ria mengangguk mengiyakan. "Benar Nek!" Jawab nya lembut.


" Selamat ya nak! kamu adalah wanita yang sangat spesial, asal kamu tau nak, tidak ada seorang wanita pun yang mampu menggoncangkan hati Erdo, tapi Nenek kagum padamu, dari sorot mata Erdo, Nenek sudah bisa baca bahwa kamu memang sangat spesial baginya, bahkan sorotam cinta selalu ia dipancarkan untuk mu. Jadi Nenek harap,kamu bisa menjadi pendamping Erdo yang terbaik nak, awal nya Nenek juga berfikir, mungkin Erdo tidak akan menikah lagi heheh mengingat umur nya yang sudah mencapai kepala tiga hehehehe, tapi nenek salah, ternyata ada wanita spesial yang Tuhan titipkan untuk dia, selamat nak untuk kalian berdua! semoga cepat dapat momongan, biar cucu Nenek cepat cepat banyak hehe." Ujar Nenek Feny sambil terkekeh.


" Amin! makasih Nek!" Balas Ria lembut.


" Selamat ya Do!" Pram menepuk nepuk pundak Erdo.


" Makasih Uncle!"


" Selamat nak!" Pram menatap Ria, dan Ria tersenyum manis.


" Selamat ya buat kalian bersua! Tante bahagia sekali, akhirnya kamu menikah juga Do hehhe!" Iras tersenyum kepada mereka berdua.


" Makasih Tan!"


" Iya iya!"


" Ehmmm....." Deheman seseorang yaitu sang boss.


" Tuan...." Erdo menunduk ketika melihat Evans yang kini tengah berdiri di depan mereka.


" Kamu memenangkan perjanjian itu Do! sebagai seorang boss yang baik hati saya akan menepati janji saya kepadamu! katakan, apa mau mu?" Evans terlihat santai.


" Benarkah tuan muda?" Erdo masih tidak yakin.


" Jika kamu masih banyak tanya! maka saya akan berubah pikiran!"


" Maaf tuan muda!"


" Cepat katakan!"


" Saya hanya ingin meminta satu hal pada tuan muda!"


Evans menaikkan sebelah alis nya, memandang remeh kepada Erdo. " Apa itu?"Imbuhnya.


"Saya tidak minta apa apa! waktu itu tuan muda kan bilang, bahwa akan memenuhi apa saja yang saya pinta?"


" Trus?" Evans jadi ragu akan ucapan Erdo kali ini.


" Jadi permintaan saya kali ini gampang saja! yaitu adalah..."


" Cepat katakan!" Sela Evans yang sudah raba raba cemas.


" Saya ingin tuan muda menari sambil bernyanyi di atas panggung ini!" Ucap Erdo penuh harap.


" What?"


" Apa tuan muda tidak bisa memenuhi nya?"


' Kurang ajar kamu Do!! dasar brengsek!berani berani nya kamu mau mengerjai saya! jika saya tidak menurut, pasti yang lain berfikir saya tidak tepat janji! Erdo brengsek!! awas saja kau!'


" Apa tuan muda tidak mau? baiklah, saya tidak akan memaksa!"


" Siapa bilang saya tidak mau?saya akan menepati janji saya! saya adalah orang yang tepat janji!" Bantah Evans.


Semua nya terkejut akan ucapan Evans.


" Hubby.... apa kamu yakin?" Tanua Anyer ragu, meski sebenarnya ia pun ingin juga pertunjukan konyol yang Erdo pinta.


"Aku yakin!" Sombong Evans.


" Baiklah! kami percaya padamu Hubby!" Anyer tersenyum manis.


' Senyuman Niye berbeda dari biasanya! apa lagi yang mereka rencanakan ini? arggggg!!!!"


*****


LIKE, KOMEN, AND VOTE


SALAM ^^