Mafia And Me

Mafia And Me
MAFIA AND ME 2 (EPS 17)



Malam Hari


Lea memeluk lututnya dengan posisi terduduk dilantai kamarnya. Ia tidaklah mengerti mengapa dirinya menjadi trauma jika di sentuh oleh Pria. Perlakuan Cio tadi siang selalu terngiang dalam benaknya, setiap ada sentuhan dari Pria manapun membuat dirinya seakan ingin tumbang seketika.


Kejadian itu kembali terungkit hanya karena sentuhan kecil saja dari Cio, akan kah aku mampu melewati semuanya ini? itulah yang telak kini dalam benaknya. Meraungi nasib yang kian menjadi jadi.


" Bahkan perlakuan sekecil itu saja sudah membuatku gemetaran dan ketakutan, lalu bagaimana masa depan ku selanjutnya? apakah aku memang akan menjadi single Mama sampai selamanya? tidak mungkin kan. Tuhan, setidaknya ada seseorang yang bisa menjadi pendamping hidupku kelak. Seenggaknya tidak hanya aku sendiri yang menanggung semuanya ini." Lirih Lea.


" Bahkan sampai detik ini pun aku tidak mengetahui siapa Ayah dari anak ku. Meski aku juga tidak menginginkan pertanggungjawaban darinya. Setidaknya aku bisa lebih waspada untuk menjauhkan Hansel dari dia, karena aku tidak ingin kehilangan anak ku."


Seketika pikiran Lea malah nyangkut akan Pria yang kemarin di Resto itu." Dia! iya, siapa sebenarnya dia? dan bahkan aku sampai bermimpi buruk karena Pria itu. Dia memang sangat mirip dengan Hansel, tidak mungkin dia,,,,,, TIDAK!!!!" Pekiknya di ujung kata katanya.


" Tidak! itu tidaklah mungkin. Bagaimana pun Hansel akan tetap bersamaku, siapa pun Pria brengsek yang sudah menodaiku malam itu aku tidak akan sudi memberikan Hansel padanya. Itu tidak akan pernah terjadi!!!!!!"


Disela ketakutan Lea, pintu kamar terbuka terlihat Hansel masuk dengan muka kusut menatap Lea. " Mommy," katanya seraya duduk di atas ranjang.


Lea mencoba memendam diri dengan ikut duduk bersama Hansel. " Iya Hans, kenapa kesini? bukan kah Hans seharusnya tidur?" jawabnya.


Hansel menggeleng dengan tersenyum paksa kepada Lea. Lea memicingkan matanya keheranan mengapa Hansel seperti itu? pikirnya. " Hans, kamu kenapa?kok seperti kusut begini?"


" Mom, Hans sudah pintar membaca dan menulis. Kata Mommy setelah Hans pintar baru Hans boleh sekolah, dan sekarang Hans dah pintar. Hans mau sekolah Mom," Seru Hansel dengan sendu. Mata coklatnya menatap Lea dengan penuh harap, hal itu mampu menyentuh hati Lea membuat dirinya seakan meleleh seketika.


" Hans, Mommy gak lupa kok. Jadi Hans memang ingin sekolah?" Hans mengangguk, Lea tersenyum karena mengingat bonus yang Cio berikan siang tadi maka itu yang akan ia gunakan untuk mendaftar Hansel besok. Ya, lebih cepat lebih baik agar Hansel tidak selalu kesepian dirumah sendirian.


" Baiklah, Hans tidur saja. Besok Mommy akan bawa Hans untuk daftar sekolah. Hans mau kan?"


" Mau Mom, Hans senang!!!!" Kata Hansel girang, bagi Lea setiap senyum dan kebahagiaan Hansel adalah sebuah pelangi yang selalu ia lihat.


" Ok, kalau gitu Hans langsung tidur aja ya ok. Esok, baru kita bersiap siap untuk daftarin Hans ok."


" Siap Mom, Good night Mom Dear." Hansel mengecup pipi Lea dengan lembut.


" Good night to Hans." Lea mengecup kening Hansel lalu Hansel pun melangkah kembali ke kamarnya.


" Aku bisa! kebahagiaan anak ku adalah pelangi untukku!" Batin Lea.


_____


" Sudah Hans?" Lea bertanya seraya mengetuk pintu kamar Hansel. Lea sendikit keheranan karena tadinya Hansel langsung mengunci pintu kamar nya. Entahlah apa yang Hans sembunyikan atau lakukan.


" Bentar Mom, Hans dah hampir selesai kok." Teriakan Hansel dari dalam kamar.


" Huff,, apa anak ku sedang mencoba menjadi orang dewasa?" Gumam Lea sedikit lucu.


" Mommy,,," Tiba tiba suara Hansel melengking tinggi dibelakang Lea. Lea menoleh, dan ternyata,,, ulala! Hansel sangat lah tampan menggunakan stelan seragam sekolah untuk anak TK yang sempat Lea belikan pagi tadi.


" Wau,, anak Mommy sangat tampan." Puji Lea, Hansel tersenyum bangga kepada Lea.


" Jelas donk Mom," bangga nya Hansel.


" Sudah, jangan terlalu bangga Hans." Goda Lea, sehingga senyum kebanggaan Hansel pun hilang seketika.


" Mommy,,"


Perjalanan yang mereka tempuh tidaklah terlalu jauh, mereka turun di depan gerbang sekolah TK yang sangat besar sekali. Lea dan Hansel bahkan terkagum kagum sekali.


" Mom, sekolah ini besar sekali!" Ucap Hansel kagum.


" Iya nak,"


' Astaga, ternyata aku salah alamat. Ternyata TK ini yang ku temui sebesar ini. Pasti biaya pendaftaran nya sangatlah mahal, jika aku membawa Hansel kembali pasti dia akan sangat kecewa. Tapi jika aku ikut melangsungkan pendaftaran ini, bagaimana dengan biaya pendaftaran nya?'


" Mom, ayo masuk biar Hansel langsung masuk sekolah." Kata Hansel dengan menarik narik tangan Lea.


Lea menghela nafas panjang untuk tenang, ia tidak ingin menujukkan keraguan akan biaya kepada Hansel.


" Iya, iya Hans,,,Mommy bakal masuk kok."


Satpam gerbang sekolah TK itu bahkan tersedia dua orang yang siap siaga untuk membuka dan menutup." Selamat pagi, apa ada yang bisa kami bantu?" ucap satpam itu pada Lea yang hendak masuk.


" Benar Pak, saya ingin bertemu dengan kepala sekolah disini karena saya ingin mendaftar kan anak saya sekolah disini." Jelas Lea sedikit gugup. Satpam itu menatap Lea dari atas sampai bawah, pakaian longgar, wajah tidak di rias sedikit pun bahkan rambut Lea hanya ia gulung asalan saja. Dapat dikatakan seperti tidak pantas untuk memasuki sekolah yang besar dan super elit itu.


" Apa Ibu yakin?" Tanya satpam itu lagi.


Ibu? dasar sangat menjengkelkan, satpam itu malah menyebut Lea seperti ibu ibu, apakah begitu tua? pikir Lea sedikit jengkel.


" Iya benar! saya ingin mendaftar anak saya kesekolah ini. Apa tidak boleh?" Balas Lea penuh kegeraman.


" Om,,," Hansel tersenyum menatap kedua satpam itu. Kedua satpam tersebut pun baru sadar bahwa ada anak kecil yang sedari tadi tidak mereka perhatikan. Dan lebih mengejutkan mereka adalah,,,,


" Dia anak ibu?" Tanya satpam itu seraya menunjuk ke arah Hansel. Lea semakin kesal pada kedua satpam yang banyak tanya itu.


" Iya donk Pak! dia anak saya," cletuk Lea.


" Mengapa anak kecil ini seperti sosok seseorang yang sangat berpegaruh?" bisik satpam itu pada satpam sebelah nya.


" CkM! diamlah, kamu lihat Mama muda itu, dia sudah sangat jengkel pada kamu seperti kebakaran jenggot. Lebih baik persilahakn dia masuk!"


" Ibu boleh masuk!" ucap keduanya bersamaan.


" Makasih Om,,," Kata Hansel sambil tersenyum lucu.


" Astaga, kamu lihat anak kecil itu? bukankah benar yang ku katakan? dia sangat mirip dengan,,"


" Stsss!!! jaga ucapan mu, apa kamu pikir para deterjen banyak bertebaran apa kamu mau di gorok." Balas satpam satu lagi.


" Heheh, ok ok!"


____


LIKE KOMEN DAN VOTE NYA.


SALAM ^^