
" Kea, aku pergi ya." Kata Lea saat jam makan siang telah tiba. Ia harus segera pergi menjemput Hansel kesekolah.
" Ok! jangan lupa untuk kembali lagi ya hehehe," canda Kea sambil terkekeh. Lea tersenyum lalu segera melangkah pergi.
Waktu yang Lea tempuh berkisar Lima belas menit naik taxi. Namun jalan malah macet lagi sehingga membuat Lea sudah penuh dengan kecemasan.
" Lama lagi ya Pak?" Tanya Lea pada supir taxi itu.
" Iya mbak, mungkin ada kecelakaan didepan sana. Tidak dapat dipastikan jika keadaan sudah seperti ini."Jelas supir itu sedikit ragu.
Lea mengangguk penuh rasa frustasi, menghela nafas panjang pikiran dan benaknya hanya tertuju pada seseorang yaitu Hansel. Entah apa yang Hansel rasakan saat ini, mungkin Hansel berfikir bahwa Lea akan membuat dirinya menunggu kembali.
' Aduh, ini memang sangat lama sekali. Lalu bagaimana ini? Hansel pasti kelamaan menunggu jika aku terus berdiam diri disini sementara anakku sudah lelah menunggu.' Batin Lea.
Tiada pilihan lain Lea pun mengambil keputusan untuk mencari gojek saja. Ia turun dari taxi dan langsung membayar biaya nya.
" Aku harus segera sampai." Lea bergumam lirih dalam langkahnya melewati mobil mobil yang terparkir di jalanan.
" Aku harus kuat!" Gumamnya lagi meski peluh tengah bercucuran terus.
Lima menit berlalu Lea sudah terasa lelah sekali, macet pun sudah ia lewati dengan sendiri. Kini jalanan sudah kembali seperti semula, para kendaraan sudah berlalu lalang.
" Aku benar benar lelah huff huff..." Lirihnya penuh dengan peluh.
" Sekolah Hansel masih lumayan jauh. Padahal taxi dan pangkalan ojek tidak ada lagi disini. Lalu aku harus melakukan apa ya Tuhan?"
Saat bersamaan Elena baru saja keluar dari Mall membeli beberapa macam pakaian dan lain lain. Tanpa sengaja ia melihat Lea yang tampak sangat cemas, tanpa rara ragu Elena mendekat kepada Lea.
" Hallo,,," ucapnya sambil tersenyum kepada Lea.
Lea kaget karena ada suara yang tiba tiba menghampiri nya. Ia mendongak heran menatap Lea gadis cantik dan terlihat bukan orang biasa biasa.
" Hay,,,," balas Lea denahn canggung.
" Mengapa kamu disini? dan terlihat sangat cemas begitu?" Tanya Elena prihatin.
Lea benar benar keheranan atas sikap Elena yang terlihat peduli padanya.
" Saya, saya ingin mencari taxi atau ojek tapi tak kunjung ada yang lewat." Jawab Lea.
" Ouh, bagaimana kalau kamu ikut saja denganku? soalnya aku juga punya banyak waktu kok. Apa kamu mau?"Tawar Elena penuh rasa keprimanusiaan.
' Mengapa dia baik sekali? sampai menawarkan ku ikut menaiki mobilnya. Bahkan dia terlihat tanpa rasa terpaksa sedikit pun. Apa dia benar benar tulus atau hanya sekedar kebaikan semata saja?' Batin Lea.
" Hello, aku bukan bermaksud untuk sok terlihat baik tapi aku benar benar tulus membantu mu jika kamu memang butuh bantuan. Jika tidak mau juga tidak mengapa, kalau begitu aku pergi, permisi,,"
" Tunggu!" Sela Lea sebelum Elena berhasil masuk kedalam mobil.
" Yes,,"Elena berhenti seraya menoleh kepada Lea.
" Maaf, bukan begitu maksud saya. Saya hanya merasa aneh saja karena jarang jarang ada orang sebaik kamu yang mau menawarkan diri untuk membantu saya. Padahal saya sendiri tidak mengenal kamu dan begitu juga sebaliknya." Kata Lea sedikit ragu, ia takut nantinya Elena malah tersinggung.
Elena tersenyum tulus kepada Lea seraya menggeleng. " Nama kamu siapa?" Tanyanya.
" Lea,,,," Lea mengulurkan tangannya.
" Hay, aku Elena! nama kita hampir sama. Kamu Lea, sedangkan aku biasa dipanggil Ele hehehe." Balas Elena seraya membalas uluran tangan Lea.
Lea semakin yakin bahwa Elena memang orang yang tulus. Tidak ada terlihat sedikit pun rasa terpaksa darinya.
" Hay,,,," ucap Lea juga.
" Kalau begitu kamu percayakan padaku. Apa kamu butuh bantuan ku?"Tawar Elena lagi.
" Astaga! sangat! sangat perlu, anakku sudah pasti menungguku." Ucap Lea yang baru sadar akan tujuan nya.
" Anak?" Elena terlihat keheranan.
" Nanti aku jelaskan! sekarang bisakah kamu membantuku?"
" Dengan senang hati." Elena tersenyum, Lea pun langsung masuk kedalam mobil Elena dengan penuh kecemasan.
Elena mengerti itu, sehingga ia pun memilih untuk diam saja.
" Kelihatannya kamu lebih tua dariku. Berapa umurmu?" Tanya Elena karena merasa sepi sekali.
" Aku? aku dua puluh dua tahun. Aku mempunyai seorang anak laki laki." Jelas Lea dengan jujur.
"Jadi kamu sudah punya anak?" Elena masih tak percaya.
" Hu um,,,"
" Lalu suamimu dimana?" Tanya Elena.
" Emmm...."
" Maafkan aku Ele, aku tidak bisa menceritakan tentang kehidupan ku pada orang lain. Karena masa lalu begitu menyakitkan, maka aku harap kamu bisa mengerti itu," ucap Lea dengan sendu.
" Ou,, okey! maaf jika membuatmu merasa tidak nyaman." Elena merasa tidak enak hati jadinya.
" Tidak, lagian hanya kamu seorang saja yang tahu bahwa aku memiliki seorang anak. Bahkan Manager tempat bekerja ku dan yang lainnya saja tidak tahu bahwa aku punya anak kecuali kamu."
" Mengapa begitu?"
" Aku hanya tidak ingin saja anakku menjadi bahan omongan orang orang yang tidak mengerti apa kebenaran nya."
" Baiklah, karena aku tidak di posisi mu maka aku hanya bisa tersenyum dan berterima kasih karena mau menceritakan sedikit tentangmu. Oh iya, maaf karena aku tidak sopan. Umurku baru dua puluh tahun dan kita hanya beda dua tahun, tetapi dalam keluarga ku berbeda semenit saja harus tetap menghormati. Maka aku akan memanggil dengan sebutan Kakak, apa kamu bisa terima itu?" Ujar Elena.
" Iya, iya!" Balas Lea canggung.
" Jangan terlalu canggung Kak," kata Elena lagi, Lea mengangguk sambil tersenyum.
" Oh iya, dimana sekolah anak Kakak?" Tanya Elena.
" Disana sebelah kiri yang ada pampek TK." Jelas Lea.
Elena seperti merasa tidak asing dengan sekolah yang di tunjukkan oleh Lea. Setelah sampai diarah yang Lea tunjukkan, ternyata....
" Anak Kakak sekolah disini?" Tanya Elena setelah mereka turun.
" Iya,"
" Mommy,,," suara dari depan yabg ternyata adalah Hansel.
" Hans,,,," Lea langsung memeluk Hansel dengan rasa bersalah.
" Maafin Mommy ya nak. Sekali lagi Mommy minta maaf." Kata Elena.
" Sudahlah Mom, Hans tidak mengapa." Jawab Hansel.
" Maafkan Mommy ya nak."
" Iya Mom"
' Ya Tuhan,,, dunia begitu sempit? ternyata dia adalah Ibu dari anak kecil itu?' Batin Elena.
" Aunty,,,," ucap Hansel setelah melihat Elena yang berdiri dibelakang mereka.
" Kamu kenal aunty ini nak?" Heran Lea.
" Iya Mom, aunty ini yang Hans bilang semalam yang temani Hans sebelum Mom datang." Jelas Hansel.
Benar benar dunia sempit sekali, pikir Lea.
" Benarkah Ele?" Tanya Lea.
" Iya itu benar, dan aku saja tidak menyangka bahwa Kakak adalah Ibunya Hansel." Jawab Elena.
" Makasih, kamu seperti seorang penolong bagiku dan anakku." Kata Lea dengan tulus.
" Sama sama, selama butuh bantuan aku bisa kok membantu Kakak dan Hansel. Aku juga merasa seakan mempunyai keponakan sendiri jika bersama Hansel." Jelas Elena.
" Aunty, aunty bisa kok anggap Hans jadi keponakan aunty. Benarkan Mom?" Kata Hansel dengan berbinar.
" Iya,, iya,, asalkan aunty nya tidak keberatan."Jawab Lea.
" Gak, aku gak keberatan kok. Aku malah senang sekali," ucap Elena dengan tulus.
" Thank you aunty." Hansel langsung memeluk Elena layaknya seorang keponakan dengan tantenya.
_____
HELLO SAY, KALI INI EPS NYA GIMANA? SENANG GAK? ATAU NYEBELIN HEHEHE.
OH IYA, AUTHOR MAU BILANG YA EPS SELANJUTNYA SIAPKAN IMAN YA BACANYA WKWKWK SOALNYA BAKAL ADA KEJUTAN DI BAB BERIKUTNYA. INTINYA SIAP SIAP AJA DEH HEHEHEH.
DAN SATU LAGI,
**SELAMAT HARI NATAL:) MUNGKIN BESOK AUTHOR CUMA UP SATU EPS DOANK KARENA AUTHOR ADA ACARA NATAL;)
PAYYY PAYY SAYANG SAYANG KU (✿ ♡‿♡**)
LIKE KOMEN DAN VOTE
SALAM^^