
Anyer terbangun dari tidur nya, dan ia dapat merasakan mual, dengan segera Anyer pun langsung beranjak turun menuju kamar mandi.
"Hoek....hoek....hoek..." Anyer memuntahkan semua isi perut nya.
" Hoek.....hoek....hoek.."
" Huf...." Anyer kembali merasa lega setelah mengeluarkan semuanya.
" Nak, semoga kamu sehat sehat selalu ya di dalam!" Anyer mengelus ngelus perut nya yang masih rata.
" Hoek...." Anyer kembali muntah, namun tidak ada yang keluar.
" Sayang...." Tampaklah sosok sang suami yang kini terlihat cemas menatap Anyer.
" Hubby!" Anyer menoleh kearah Evans yang kini memijit mijit kepala nya.
" Jangan banyak bicara! biar aku pijitin dulu!" Titah Evans, seraya membawa Anyer duduk di sofa.
' Hubby terlihat sangat manis jika seperti ini!upsss, dia itu suamiku! suamiku!' Batin Anyer.
" Mengapa memandangi ku terus?" Sindir Evans, namun tetap memijit mijit kepala Anyer.
" Tidak! tapi aku ingin saja!"
Evans menatap Anyer dengan sangat lekat. " Kamu yakin sayang?" Imbuhnya, dan langsung dibalas anggukan oleh Anyer.
Evans langsung diam dan tidak membuka suara lagi.
" Hubby!" Anyer memeluk lengan Evans dengan manja.
" Hmm!" Evans berhenti memijat kepala Anyer.
" Apa aku bisa meminta sesuatu?" Anyer menatap Evans dengan dalam.
" Hmm!"
" Hubby...." Anyer menatap Evans dengan mata berkaca kaca.
" Ckk!! apa?" Evans tidak bisa diam lagi.
"Apa aku bisa meminta sesuatu?" Tanya Anyer lagi.
" Huf... apa itu?"
" Em... aku ingin makan bakso gedek di bumbui dengan saos,cabe, daun sop, dan juga kecap!" Ungkap Anyer penuh harap.
" What?" Evans menggeleng gelengkan kepala nya.
" Hubby... apa kamu tidak bisa membawakan nya untuk ku?"Ucap Anyer lirih.
" Niye... kitakan bisa minta di buatkan bi Tara dan bi Tere!"
" Aku tidak mau!" Tolak Anyer dengan.
" Huf... ayolah sayang, jangan seperti ini! makanan seperti itu tidak lah sehat untuk kandungan mu!" Ucap Evans frustasi.
" Tapi aku benar benar ingin makan bakso ditempat aku sering beli sewaktu bekerja dulu!" Ungkap Anyer lirih.
" Huf... Niye, aku bukan nya ingin menolak, hanya saja aku tidak ingin nantinya kandungan mu bermasalah!"
" Kamu jahat Hubby! kamu pikir aku juga ingin anak dalam kandungan ku bermasalah? hanya saja aku mau makan itu! itu saja Hubby! hiks...hiks... kamu jahat!" Anyer menangis dan langsung berjalan menuju kamar mandi kembali.
" Niye...! sokey aku minta maaf! tapi kumohon jangan ngambek lagi ya!" Ucap Evans lagi.
" Tauk!" Balasan singkat dari dalam kamar mandi.
' Arggg!!!! bisa bisa aku gila jika seperti ini terus! huf... apakah ini hukuman untukku? argg!!'Batin Evans.
Dengan sangat terpaksa Evans pun beranjak pergi kebawah untuk mandi di kamar mandi bawah.
***
" Ini tuan!" Erdo menyerahkan bungkusan kepada Evans.
" Kamu tidak salah beli kan? benarkan di tempat yang Niyeku dan dia biasa beli?" Evans melirik Erdo dan Ria secara bergantian.
" Benar tuan! kami membeli nya di tempat saya dan Anyer biasa makan bakso!" Jawab Ria meyakinkan.
" Hmm! Do, hari ini mungkin saya tidak ke kantor, dan kamu harus gantikan perkerjaan saya semua urusan kantor!" Titah Evans tegas. " Dan dia, bawa saja ke kantor bersama mu, untuk menemanimu!" Imbuhnya lagi.
" Baik tuan!" Jawab Erdo dan Ria bersamaan.
***
" Ini sayang!" Evans menyerahkan mangkuk berisi bakso seperti yang Anyer pinta.
"Benarkah? thank you Hubby!" Anyer menerima mangkuk tersebut dengan mata berbinar.
" Hmm! tapi jangan ngambek seperti tadi lagi!" Balas Evans datar.
" Aku janji! tapi jika aku ingkar, maka aku janji lagi!" Anyer memasukkan satu bakso kedalam mulut nya.
Dan saat telah di kunyah oleh Anyer, tiba tiba...
" Hubby!" Mata Anyer kini kembali berkaca kaca.
' Gawat! apa lagi ini? mengapa Niye seperti ini lagi!'
" Yes my wife! ada apa? apa bakso nya tidak enak? kan sudah ku katakan, bakso pinggiran jalan tidak lah sehat untukmu, makanya kamu menyesalkan?" Evans tampak bangga.
" Kamu jahat Hubby! hiks...hiks... aku kan sudah bilang, aku ingin makan bakso pakai saos, cabe,daun sop, dan kecap! tapi mengapa ini pakai kerupuk? kamu membohongi ku! kamu jahat Hubby! kamu jahat!!! hiks...hiks..." Anyer meletakkan mangkuk tersebut dengan kasar di atas meja.
' Astaga! benar benar ketahuan ini, tapi mengapa Niye bisa ingat yang dia katakan tadi? kupikir dia hanya asal asalan saja mengatakan nya! argggg!!! ini salahku tidak memberitahu hal itu tadi pada Erdo, tapi tetap saja Erdo salah! Erdo yang salah!'
" Niyee... mungkin tukang bakso nya lupa sayang!" Bujuk Evans belagak sok tidak salah.
" Kamu jahat Hubby! jangan mencoba membohongi ku lagi hiks....hiks...! aku marah padamu! mulai nanti malam, jangan harap tidur di atas ranjang, kamu tidur di sofa!" Titah Anyer dan langsung berjalan keluar.
"Niye..." Evans mencoba menghadang Anyer, namun usaha nya sia sia, Anyer sudah turun dengan cepat.
" Arggg!!!! sangat menjengkelkan!!!!! aku mana bisa tidur tanpa memeluk Niye!! arggg!!!" Evans frustasi sekali, dan tetap harus menerima permintaan sang istri.
" Ibu hamil memang sangat berbeda dari sikap biasanya!" Gumam Evans lirih.
***
Hallo readers, maaf ya author hanya bisa up satu eps, soal nya author baru sampek rumah, dan sekarang baru sempat ngetik:( jadi author harap kalian bisa ngerti:(
LIKE,KOMEN DAN VOTE OK
SALAM ^^