
Pagi ini Anyer terlihat sibuk menyiapkan bekal untuk mereka pergi liburan ke Pantai. Bi Tara dan Bi Tere juga ikut membantu, karena mereka juga akan ikut bersama.
" Mommy..." Terlihat Edward melangkah mendekat kepada Anyer.
" Anak Mommy... sudah bersih bersih belum?" Tanya Anyer seraya berjongkok di depan Edward.
" Sudah Mom..." Seru Edward sambil tersenyum kecil.Ia mengecup pipi Anyer sekilas, itu adalah kebiasaan nya di pagi hari.
" Anak Mommy..." Anyer mengacak ngacak rambut Edward dengan penuh kasih sayang. Karena rambut nya di acak membuat Edward jadi kesal.
" Mom.. Edward udah capek loh rapiin rambut Edward, tapi Mommy hancurkan lagi." Kesal Edward, kepribadian nya sangat lah mirip dengan Evans.
" Hehhee... sudahlah, mau rambut kamu tidak ada sekalipun tetap saja anak Mommy tampan." Puji Anyer, Edward pun jadi tersenyum kecut.
" Mommy selalu saja berkata seperti itu. Sudah ah, Ed mau ganti baju dulu biar lebih keren." Kata Edward kemudian berlalu pergi menuju kamar nya.
Namun saat Edward hendak masuk ke dalam kamar, ia berpapasan dengan adik cantik nya yaitu Elena.
" Ele..." Panggil Edward. Elena sok tidak mau menatap Edward dan berputra pura tidak dengar.
" Ele... adik Kakak yang super cantik dan bawel..... kok gak nyahut?" Goda Edward, ia melangkah mendekat pada Elena.
" Kak Ed ebelin... " Elena memoyongkan bibirnya seraya menatap tembok.
" Ele.... Kakak bukan nyebelin, tapi Kakak cuma nngak mau aja di ganggu kalau lagi belajar. Apalagi kalau sama Eder, jadi Ele harus pergertian ya sayang." Kata Edward dengan bijak, ia sangat menyayangi adik cantik itu. Bahkan semanja apa pun Elena, meski kadang membuat Edward kesal, tidak pernah sekalipun Edward memarahi adik cantik nya itu.
Pernah sewaktu waktu Edward marah pada Elena karena Elena tidak sengaja membasahkan buku tugas Edward bahkan sampai terkoyak koyak membuat Edward marah sekali. Ia menahan amarah nya dan langsung masuk ke dalam kamar, tapi sayangnya Edward lupa mengunci sehingga Elena tidak sengaja mengintip bahwa Edward melemparkan semua barang barang unik yang terbuat dari kaca dan berserakan di lantai sampai hancur berkeping keping. Elena menangis tersedu sedu karena tau pasti Edward marah karena ulahnya. Karena mengetahui Elena yang mengintip perbuatan nya sehingga Edward pun langsung sadar dan memeluk erat adik nya itu, dan ia berjanji tidak akan pernah marah sekalipun pada Elena lagi.
" Kak Ed...." Elena langsung memeluk Edward sambil tersenyum manis sekali.
" Adik Kakak yang cantik ini jangan cemburut lagi ya, ok!" Kata Edward seraya melepaskan pelukan Elena.
" Hu um." Elena mengangguk.
" Kamu belum mandi ya?" Ejek Edward.
" Belum... ini mau anggil Mommy biar andiin Ele." Balasnya.
" Baiklah! Kakak ke kamar dulu ya mau ganti baju dulu."
" Ok."
Elena pun melangkah menuju dapur untuk menghampiri Anyer.
" Mom..." Elena tiba di belakang Anyer.
" Ele..." Anyer berbalik dan menunduk menghadap putri nya itu.
" Ele mau andi, Mommy andiin Ele ya." Pinta Elena.
" Baiklah! ayo, tapi Ele cium Mommy dulu." Kata Anyer seraya menunjuk pipi nya.
" Umuach..." Elena mengecup pipi Anyer.
" Ok, ayo Mommy mandiin." Anyer menggendong Elena dan melangkah menuju kamar.
" Hmm...." Evans tampak menuruni tangga dan malah berpapasan dengan istri dan Putrinya.
" Daddy..." Elena memperlihatkan senyum termanisnya.
" Ele... putri Daddy paling cantik,"balas Evans ikut tersenyum.
" Hubby... kamu tunggu saja di bawah ya, aku mau mandiin Ele dulu." Kata Anyer pada Evans.
" Baiklah, jangan lama lama. Daddy bosan nanti, Daddy udah siap nih untuk pergi ke pantai, entah Daddy berubah pikiran loh."
" Hubby... " Anyer melototkan matanya.
" Bercanda sayang... kalian bersih bersih lah."
" Ok! "
*********
Pantai Soge Kab. Pacitan.
Suguhan panaroma Pantai Soge di Pacitan ini meskipun dapat dinikmati dari pinggir jalan, namun tidak lengkap rasanya jika tidak mendekatkan diri pada air laut. Di sekitar pantai ini dapat di temukan kubangan air yang menyerupai danau yang berbentuk akibat pasir yang menghalangi air pasang untuk kembali ke laut. Kubangan air tersebut juga tidak terlalu besar akan tetapi bsia di gunakan untuk mandi di sana. Selain itu, ada juga pohon kelapa yang mengelilingi pantai ini yang membuat suasananya sangat Pantai sekali.
Seperti sekarang ini, Evans dan keluarga kecil nya telah menikmati air laut yang begitu sejuk dan menyegarkan.
" Wau... benarkah sayang?" Balas Evans pada putri nya itu. Ia melangkah mendekat pada Elena dan dapat merasakan angin sepoi sepoi yang semakin membuat pikiran terasa tenang.
" Iya Dad...." Elena langsung meringkuk melompat pada Evans, Evans pun langsung menggendong Elena dengan penuh kebahagiaan.
" Ele... Kakak juga senang loh.," Edward ikut menghampiri mereka, dan juga Anyer yang berjalan di belakang.
" Kak Ed... Ele cangat cenang cekali.... aaaaa...... " Elena terus berteriak bahagia.
" Kakak juga bisa loh teriak seperti Ele." Ucap Edward menantang.
" Ayo kita adu." Tantang Elena, ia meminta Evans untuk menurunkan nya agar ia bisa menantang Kakak nya itu.
" Ayo! suara siapa yang paling kuat." Balas Edward tak mau kalah.
" Ayo, atu.... dua...ti..."
" Tunnggu dulu Ele, tuh lihat Eder juga datang loh! gimana kalau kita bertiga beradu?" Sela Edward karena melihat Eder dan juga Erdo yang mendekat pada mereka.
" Ayo capa takut." Tantang Ele percaya diri.
" Tuan Edward." Eder berjalan mendekat pada Edward dan juga Elena.
" Eder, kamu nngak ikut adu sama kita?" Tawar Edward sambil tersenyum miring pada Eder.
" Adu apa ya?" Eder tak mengerti.
" Kak Eder... kita adu uaraa capa ang Aling kuat." Ucap Elena menjelaskan pada Eder.
" Oh... baiklah, aku ikut." Eder ikut bahagia.
" Baiklah, yakin ya! Kita mulai, satu.... dua.... ti..."
" Tunggu!" Sela Evans langsung, sontak semuanya pun menatap Evans dengan heran.
" Mengapa Dad?padahal Edward udah tarik nafas dalam dalam." Cletuk Edward, dan juga ikut di angguki oleh Elena.
" Enapa Dad?" Tanya Elena sedikit cemberut.
" Kalau hanya bertiga saja kan tidak seru! bagaimana kalau Daddy, Mommy, dan juga paman Erdo ikut teriak teriakan?" Ide Evans.
" Yey... itu ide yang bagus Dad!" Balas Edward bahagia.
" Bagaimana? setuju?" Evans meminta jawaban pada yang lain.
" SETUJU!!" Jawab semua serentak.
" Ok! biar Ele yang itung." Ucap Elena dan ai angguki oleh semua.
" SATU.... DUA..... TI.....GA........"
" AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA"
Dan terjadi kehebohan diantara mereka ber enam, suara mereka sangat kencang sehingga semua sorot tatapan setiap orang tertuju pada mereka. Mereka biasa saja dan terus berteriak sampai merasa legah dan ketenangan.
Pesan Moral yang dapat di ambil adalah:
*Begitulah hidup, jangan pernah mengeluh sebelum mencoba. Setiap orang pasti di berikan ujian dan cobaan yang berbeda beda dari yang kuasa. Tapi yakinlah, Tuhan tidak pernah memberikan cobaan melebihi batas kemampuan umatnya. Setiap cobaan itu adalah makna nya dan menguji kita apakah mampu menjalani hari hari selanjutnya? atau tetap teguh dan melangkah sehingga menjadi yang terdahulu.
Tetap lah kuat, percayalah bahwa kamu tidak pernah sendiri dalam menjalani hidup. Tuhan selalu berada di samping mu, ia menuntun setiap langkah mu, ia tidak pernah membawamu ke jalan yang sesat melainkan ke jalan yang benar. Jangan pernah menyerah, jangan berputus asah, muzizat Tuhan nyata bagi yang setia dan percaya*.
***Tokoh tokoh nya dan sikap yang perlu kita petik.
EVANS: Jangan mau terbodohi karena cinta yang buta seperti dia yang Sampai di bodoh oleh Rena, tapi pada akhirnya menemukan cinta sejati yang sedia menunggu yaitu Cinta dari sang istri, yaitu ANYER. kamu boleh mencintai seseorang, tapi ingat! jangan sampai buta dan terbodohi karena cinta yang palsu, tapi carilah kenyamanan dari seseorang yang mampu membuat mu bahagia meski dalam keadaan apa pun.
ANYER: Tetaplah bersabar menanti hal yang selalu di katakan, " Indah pada waktunya" kesabaran itu adalah salah satu buah terpenting yang harus dimiliki setiap orang terlebih dalam menghadapi masalah apa pun. Dan setialah menunggu cinta sejati yang sesungguhnya.
ERDO: Jadilah seseorang yang tetap kuat meski selalu di terpa banyak Lika liku kehidupan, sangat jarang ditemukan sosok pria yang mampu bertahan merawat dan membesarkan seorang anak dengan seorang diri. Jika kamu sudah bersumpah pada dirimu sendiri, maka ingatlah bahwa itu adalah jalan yang akan kamu lalui. Kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidup kita memang sangat sulit untuk diterima. Tapi percayalah, di balik semua itu sudah ada pelangi yang indah yang akan di perlihatkan untuk mu.
RIA: Cinta memang segalanya, karena cinta seseorang bisa gila, karena cinta seseorang bisa bodoh dan karena cinta lah seseorang mau berjuang dan berkorban. Berkorban demi orang yang di cintai tidak lah salah, asalkan kamu sudah yakin pada dirimu sendiri bahwa pilihan mu itu adalah pilihan yang terbaik. Kerinduan setiap orang memang selalu ingin bersama dengan orang yang ia cintai sehidup dan semati. Tapi tetap saja setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, begitulah kisah hidup ini. Tuhan adalah scenario paling sempurna dalam kehidupan***.
❤️TAMAT❤️
Makasih buat kalian semua yang udah baca cerita author ya🤗 terimakasih buat setiap like komen dan vote kalian yang membuat Author terus berjuang sampai rela relaan up sampai tengah malam, tapi yang terpenting semua pembaca bahagia maka author pun Demikian 🙂
❤️SARANGHEO❤️
SALAM AUTHOR LAMBEAN
FOLLOW IG AUTHOR : JEL4237😘JIKA KALIAN UDH FOLLOW MAKA AUTHOR BAKAL BUAT INFO DI STORY'NANTINYA TTG KARYA AUTHOR 😇