Mafia And Me

Mafia And Me
MEMINTA PENJELASAN



♡Australia ♡


" Ini cemilan dan juga jus Tuan, Nyonya!" Bi Tara dan bi Tere meletakkan makanan di meja ruang tamu.


" Thanks Bi!" Balas Anyer.


" Iya Nya!" Bi Tara dan bi Tere berlalu pergi.


" Hubby mengapa kamu tidak ke kantor? ini sudah hari ketiga Hubby!" Anyer tampak heran.


Evans menatap Anyer dengan sangat lekat. " Emang ada yang marah jika aku tidak ke kantor?" Balas nya.


" Terserah kamu saja Hubby!" Pasrah Anyer seraya melahap makanan nya.


" Apa kamu marah sayang?"


" Tidak! aku tidak marah sama sekali padamu Hubby. Hanya saja aku ingin tau apa alasan mu sehinnga tidak masuk kantor sampai hari ini."


" Kamu sangat perhatian Niye! alasan ku itu mudah, karena aku ingin selalu berada dekat dengan istriku! itu saja. Kalau soal kantor kamu jangan khawatir Niye. Ayu yang akan mengendalikan semua nya di dalam kantor." Jelas Evans.


" Ayu? siapa dia?" Anyer kini tampak tidak senang setelah Evans mengucapkan nama Ayu barusan.


' Bisa panjang cerita nya ini! mengapa aku bisa keceplosan bilang nama Ayu. Jelas Anyer tidak akan tinggal diam nanti nya.'


" Siapa Ayu Hubby?" Tanya Anyer lagi.


" Tenang lah sayang ku! Ayu itu adalah sekertaris ku di kantor. Jadi dia yang akan mengambil ahli seluruhnya bagian perusahaan, kamu jangan berfikiran yang aneh aneh Niye." Jelas Evans lagi.


' Aku masih penasaran siapa Ayu itu! kok aku jadi ingat kata Ria waktu itu ya, baiklah! aku harus ke kantor Hubby hari ini!'


" Kamu tidak bohong Hubby?"


" Aku tidak mungkin berbohong sayang!"


" Kalau kamu tidak berbohong! maka ayo kita ke kantor mu hari ini juga."


' Gawat! yang ada Anyer akan bertindak aneh nanti! tapi aku juga tidak mau kalau sampai orang orang di Kantor melihat dengan nyata wajah Niyeku. Aku tidak mau berbagi dengan mereka, cukup hanya dalam kamera saja mereka bisa melihat wajah Niyeku, tidak dengan kenyataan nya.'


" Tidak! kita jangan ke kantor ya sayang!"


' Hubby menolak aku pergi ke kantor! berarti benar, dia punya simpanan. Coba saja jika itu benar, akan ku pastikan saat itu juga aku akan minta cerai dari nya!'


" Berarti kamu memang menyembunyikan sesuatu dariku Hubby! maka hari ini juga, kamu harus membawaku ke kantor mu. Jika kamu tidak mau, maka aku akan pergi sendirian!" Anyer bangkit berdiri dengan raut wajah yang sudah berubah 180●


"Niye.... jangan berfikiran yang negatif sayang, jadi kamu tidak percaya lagi pada suami mu ini?"


" Jika aku berfikiran negatif apa itu salah? jelas kamu sendiri bilang ada Ayu yang mengendalikan kantor. Aku hanya ingin pembuktian, jadi kalau kamu memang tidak berbohong. Bawa aku ke kantor ku hari ini juga!"


' Sial!! terpaksa ini akan terjadi!' Batin Evans.


" Ok! fine! kita akan ke perusahaan sekarang, tapi aku mau ganti baju dulu, kamu juga ganti pakaian sayang!"


" Ok!"


****


♡ ***E. SCRITH GROUP ♡***


" Selamat datang Tuan, Nona!" Satpam menunduk hormat pada Evans dan juga Anyer yang baru turun dari dalam mobil.


Anyer tersenyum menanggapi ucapan satpam barusan.


" Jangan terlalu banyak senyum pada mereka!" Bisik Evans di telinga Anyer.


" Ckk!!berlebihan!" Balas Anyer pelan.


Mereka pun berjalan lagi masuk ke dalam kantor besar itu dengan posisi dimana Evans merangkul pinggang Anyer dari samping dengan begitu erat.


" Ya Tuhan! lihat itu, Presdir kita merangkul seorang wanita!" Bisik seorang karyawan dengan yang lain nya.


" Jadi dia istri Presdir kita? aku sampai lupa. Karena ini pertama kalinya Nyonya Presdir datang ke kantor."


" Aku juga! ini pertama kalinya aku melihat Nyonya Presdir dalam keadaan nyata. Ternyata tidak hanya cantik, tapi terlihat rendah hati sekali."


" Nyonya Presdir suka tersenyum, aku kagum padanya. Padahal jelas dia adalah istri sang Presdir yang sangat kaya di Australia. Sungguh mengangumkan!" Bisik yang lain lagi.


" Benar, aku juga berfkir seperti itu!"


Banyak para karyawan yang bekerja di lantai bawah berbisik bisik tetangga tentang kedatangan Anyer untuk pertama kalinya di Kantor.


Kini Evans dan Anyer tengah berdiri di atas tangga lantai dua atas, Evans tampak akan mengumumkan sesuatu.


" PERHATIAN SEMUANYA!" Suara Evans bergelar dari lantai dua sampai lantai bawah.


" WANITA YANG BERSAMA SAYA SEKARANG INI ADALAH ISTRI SAYA. DIA ADALAH NYONYA SCRITH YANG SAH, JADI KALIAN SEMUA HARUS BERSIKAP HORMAT DAN PATUH SEBAGAIMANA MESTINYA KALIAN HORMAT PADA SAYA! PAHAM?!" Setelah mengucapkan kata itu, Evans dan Anyer pun naik ke lantai paling atas menggunakan Lift khusus , dimana lantai paling tertinggi di perusahaan. Dan hanya sang Presdir dan juga sekretaris dan yang berada di lantai tertinggi itu.


" Selamat pagi Tuan,No...na!" Ayu menyambut Evans dan Anyer dengan menunduk penuh hormat.


" Kebetulan kamu disini, jelaskan pada Nyonya Scrith, apa saja pekerjaan mu di perusahaan ini." Ucap Evans langsung pada Ayu.


" Baik Tuan!"


" Nyonya, perkenalkan nama saya adalah Ayu sekretaris Tuan Evans selama di kantor. Saya bekerja selama lima tahun sudah Nyonya di perusahaan ini. Tugas saya adalah mengendalikan perusahaan selama Tuan Evans dan Sekretaris Erdo tidak masuk ke dalam kantor, maka saya yang akan mengambil ahli seluruh nya. Baik dalam rapat, masalah yang ada di kantor dan juga bagian keseluruhan dalam kantor!" Jelas Ayu dengan tutur kata yang sopan.


" Ouh..!" Anyer tampak mangut mangut sendiri.


' Jadi Hubby tidak berbohong?'


Anyer melirik Evans sekilas, dan di balas senyum miring oleh Evans." Kamu sudah percaya?" Bisik Evans.


" Apa kamu sudah menikah?" Tanya Anyer lebih detail lagi.


Ayu pun tersenyum pada Anyer, sedangkan Evans sudah melototkan matanya pada Anyer.


" Niye! kamu kan sudah dengar sendiri bahwa dia adalah sekretaris ku di kantor. Jangan bertanya soal kehidupan prbadi nya!" Evans hendak membawa Anyer masuk ke dalam ruangan nya, namun....


" Tidak masalah Tuan! mungkin Nyonya Scrith ingin tau saja." Sela Ayu.


" Nyonya, sebenarnya saya sudah menikah, namun sekarang saya sudah seorang janda dengan satu orang anak. Saya adalah Sekretaris yang di pilihkan oleh Tuan Pram menjadi sekretaris Tuan Evans sampai sekarang ini. Kalau saya ceritakan mungkin ceritanya sangat panjang Nyonya." Jelas Ayu dengan getir.


' Ya Tuhan! apa yang telah ku perbuat? aku sama saja melukai hatinya dengan bertanya sehingga membuatnya mengingat kenangan masa lalu lagi!' Batin Anyer.


" Maaf, saya tidak bermaksud untuk itu!" Lirih Anyer merasa bersalah.


" Tidak Nyonya, itu biasa! karena anda tidak pernah datang ke kantor, jadi Nyonya ingin sebuah penjelasan yang pasti!" Balas Ayu sambil tersenyum manis.


" Sekali lagi saya minta maaf!"


" Niye ayo kita ke dalam!" Evans merangkul pinggang Anyer dan membawa nya masuk ke dalam ruangan nya.


" Bagimana? apa kamu sudah percaya Niye?" Tanya Evans setelah mereka di dalam ruangan Evans.


" Hiks... maafkan aku Hubby, aku tidak percaya padamu sewaktu di rumah! aku minta maaf!" Anyer langsung berhambur ke pelukan Evans, dan Evans pun langsung memeluk sang istri dengan erat.


" Sudahlah! aku tidak mempermasalahkan itu, tapi yang ku permasalahan yaitu kini semua karyawan di kantor sudah melihat mu dengan mata mereka sendiri. Padahal aku hanya ingin aku saja yang bisa menatap istriku yang cantik ini dengan dekat!" Balas Evans.


" Kamu sangat berlebihan Hubby!"


" Tidak masalah! pada istri sendiri apa masalahnya?"


" Huf.. terserah mu Hubby!"


****


Like komen dan vote


SALAM ^^