Mafia And Me

Mafia And Me
I Fell In Love With The Devil



Sebelumnya...


“Seharusnya kau mendengarkan apa yang dikatakan Jessie kepadamu, kau tak harus pergi ke London sendirian untuk menyusul kekasihmu yang brengsek itu.


"Karena Jessie sudah mengetahui semua kebusukan Mike Shander, meski Jessie tahu Mike tak akan melukaimu dan Mike pun tak akan pernah membuatmu terluka, tetapi…”


Ryander menghela napasnya sejenak menoleh ke samping yang mana Ale masih menunggu Ryander untuk melanjutkan perkatanya yang tidak pernah ia ketahui.


Sebenarnya siapa Mike Shander, yang sama sekali dirinya tidak mengetahuinya. Alea terdiam dengan pikiranya sendiri, rasa ingin tahunya begitu memenuhi akan siapa sebenarnya sosok kekasih yang ia cintai itu.


“Tetapi apa?”


Ryander menatap kedua bola mata Alea yang penuh rasa keingintahuan tentang Mike Shander. Sebenarnya Ryander sudah berjanji tidak akan menceritakan siapa sebenarnya Mike Shander yang sebenarnya pada Alea.


Jessie meminta pada dirinya untuk tidak menceritakan siapa Mike Shander yang sebenarnya pada Alea, karena wanita itu tidak akan percaya akan kebenaran ini.


Jessie meminta pada Ryander untuk menyelidiki siapa sebenarnya Mika Shander dan tercengang ketika Jessie mengetahui yang kenyataannya siapa Mike Shander yang sebenarnya dari Ryander.


Alea penasaran akan siapa kekasihnya yang sebenarnya, menghela napas dalam sembari menoleh ke arah Ryander yang terlihat focus pada jalan. Ia menerka-nerka sendiri akan siapa sebenarnya kekasih yang ia cintai itu, kenapa Mike punuh dengan rahasia yang tidak ia ketahui.


"Tetapi apa Ryander. Kau tak akan menceritakanya?" tanya Alea menunggu Ryander untuk menceritakan siapa sebenarnya kekasihnya itu.


Alea menoleh ke samping kirinya melihat Ryander yang terlihat enggan untuk menceritakan kebenaran akan kekasihnya itu.


“Mike Shander kekasihmu itu, yang sangat kau cintai itu dan yang sudah membuatmu buta karena cintanya. Mike Shander pun sama iblisnya dengan pria tua bangka itu dan pria yang hampir membunuhmu barusan.


"Kau tidak tahu bukan, jika Mike seorang Mafia London yang memiliki banyak bisnis ilegalnya? Bahkan kau tidak tahu, jika Mike tidak akan segan-segan menghabisi orang dengan tanganya sendiri? termasuk Gina yang Mike akan membunuh sahabatnya sendiri karena sudah berani menjualmu pada mafia yang tidak lain musuhnya.”


Alea tercengang menutup mulutnya rapat-rapat. Jelas ia terkejut akan apa yang sudah Ryader ceritakan kepadanya.


Sejujurnya Ia masih belum percaya akan penjelasan Ryander, jika Mike Shander kekasihnya adalah seorang mafia.


Jika Mike seorang mafia, kenapa ia tidak menujukan seperti layaknya iblis seperti pria tadi? Mike kekasihnya selalu terlihat tenang dan santai dan tidak seperti mafia lainya yang memiliki banyak pengawal seperti layaknya filem mafia yang pernah ia lihat.


Alea kembali menanyakan kebenaranya.


“Apaa…Mike seorang Mafia?” tanya Alea tersentak kaget, masih tidak percaya.


Ia kembali mencerna perkataan Ryander.


“Ya. Kau terkejut bukan dan kau tidak percaya bukan? Jika kekasihmu itu sama iblisnya dengan kedua pria tadi, Alea. Jika Evans Colliettie devil yang paling berbahaya di Italia namun kekasihmu lah Mike Shander devil yang berbahaya dari deretan semua mafia di London ini!!”


Alea terkesiap, kedua matanya nyaris saja keluar akan kata-kata yang baru saja ia dengar dari Ryander.


Alea terdiam dengan pikiranya sendiri yang masih belum percaya, mendengarkanya saja dadanya saja sudah sesak akan hal yang mengejutkan ini dari pria yang belum lama ini melamarnya.


“Aku tidak percaya Ryander, kalau Mike seorang Mafia di sini,” seru Alea dengan tatapan kosong menatap lurus ke depan.


Ryander sudah menebak, pasti Alea tidak akan percaya akan kenyataan yang sebenarnya ini. Wanita berhati baik itu sudah lama mengenal sisi baik Mike yang menyerupai angel namun sisi lainya Mike seperti iblis yang tidak ada belas kasih.


Wajah Mike Shander yang rupawan itu seolah seperti topeng yang menutup wajah rupawannya yang seperti angel.


Namun sisi gelap tidak bisa dipungkiri, jika Mike adalah seorang devil yang menyerupai angel yang tidak pernah telihat kebusukanya, meski wajahnya banyak di puja oleh banyak wanita di luaran sana termasuk, Alea.


“Apa Jeon tahu kalau Mike Shander itu seorang mafia?”


Ryander menggeleng.


Karena Jeon pria Korea itu pastinya tidak tahu akan jati diri seorang Mike Shander yang seorang mafia berbahaya di sini.


Jika Jeon mengetahui siapa Mike sebenarnya sudah di pastikan Jeon tidak akan memberikan adik kesayangannya itu jatuh cinta dengan devil seperti Mike Shander.


“Hanya Jessie yang tahu semuanya walau belum lama ini. Makanya Jessie melarangmu keras untuk pergi kemari.”


“Kau tidak tahu bagaiman seorang Mike Shander datang ke seorang mafia yang sudah Gina menjualmu ke pria tua bangka itu. Mike datang seorang sendiri tampa ada pengawal dan kau pun merasa heran bukan seorang devil yang berwujud seperti malaikat seperti Mike Shander itu ke mana-mana sendiri?


"Tidak mempunyai pengawal layaknya mafia-mafia yang berada di filem-filem? Kekasihmu itu lebih pintar bukan, menyembunyikan kaki tangannya yang selalu mengikuti ke mana langkah kakinya pergi seperti pengawal bayang.”


“Jadi selama ini aku jatuh cinta pada iblis seperti Mike Shander?” tanya Ale terbelalak.


'I Fell in Love with the devil, selama ini,' lirih Ale.


“Ya, bisa di katakan seperti itu.”


Menyesalkah Ale saat ini mengetahui siapa sebenarnya kekasihnya itu?


Jawabanya, Alea tidak tahu apa ia harus menyesal atau tidak karena hatinya saat ini masih terbayang akan sosok aura hitam yang baru saja ia temui.


“Lekaslah kau pulang kembali ke negaramu. Aku yakin jika kau ada di dekat Jeon tidak ada seorang pun yang berani mendekatimu.”


“Apa Jeon pun sama, mafia seperti Mike?”


Ryander menggedikan bahunya, ia tidak tahu jati diri seorang Jeon Park, bertemu pun ia hanya sekali seumur hidupnya dan itu pun dari jauh.


Ryander tidak mengenal secara dekat akan pria Korea tersebut, meski ia yakin jika Alea akan aman bersama dengan Jeon di sana.


Alea diam, menurunkan padanganya meremas sesuatu yang sejak tadi di pegangnya. Saat kepalannya merenggang, terlihat kalung berbentuk salib dengan ukiran yang cantik yang terdapat tulisan sebuah nama di salib tersebut, yang tidak sengaja ia temukan saat terjatuh tadi.


Alea menggenggam kalung itu dengan erat, ia berharap tidak akan bertemu kembali dengan Evans Colliettie suatu hari nanti, meski ada keraguan di dalam hatinya saat melihat kalung di tanganya.


Ia berpikir jika sang pemilik kalung ini pasti akan mencarinya hingga ke ujung mana pun yang kemungkinan ia tidak akan bisa meloloskan diri lagi.


Evans Colliettie seorang pimpinan mafia berbahaya dari Italia itu meskipun ketampananya masih membekas di dalam ingatanya.


Tetapi, jika Mike tahu bukanya pria itu akan melindunginya?


Karena Mike pun sama-sama mafia yang sama bahayanya di kota ini?


Mengingat tentang Mike, ia jadi penasaran bagaimana keadaan Mike saat ini.


“Kau masih memikirkan pria itu? Mike atau Evans?” tanya Ryander menoleh sebentar dan terfokus kembali ke jalanan.


Ryander menduga jika Alea masih terkejut akan sosok devil seperti Evans Colliettie yang menakutkan di matanya, tidak seperti Mike Shander yang terlihat seperti malaikat di mata wanita berparas cantik itu.


“Kau tahu apa julukanya keduanya?"


Alea menggelengkan kepala, tidak tahu.


“The Black Rose julukan untuk Evans Colliettie kau pasti sudah menduga bukan jika Evans memiliki julukan seperti yang mana banyak terdapat dari dirinya?


"Bahkan aku mendengar, jika Evans mempunyai kebun mawar hitam sendiri di mansionnya yang diambil langsung dari tempat tumbuhnya,Turki dan kekasihmu itu di juluki dengan White Snake, namun aku tak tahu kekasihmu itu memiliki peliharaan ular atau tidak di mansionya karena yang aku dengar, tidak ada orang yang menginjakan kaki ke mansion Mike Shander meskipun itu saudaranya sendiri.”


Alea membayangkan sosoknya keduanya di kepalanya seraya berbisik.


“The Black Rose, seraya memikat memiliki sisi gelap yang mematikan, namun berbahaya, keberanian dan juga kekuatan dan White Snake, putih bersih tampa cacat, memikat memiliki sisi terang namun mematikan seperti bisa ular dan licik. Namun kedua wajahnya yang rupawan seperti devil yang menyerupai angel.”


Ryander mengangguk setuju akan yang di ucapkan oleh Alea.


Ale mengalihkan tatapanya keluar dan bergumam sendiri.


“Tapi kesetiannya tidak perlu diragukan lagi. Mawar hitam tidak akan pernah berubah warna meski di campur dengan warna apapun, hitam tetap lah hitam dan warna putih di campur dengan apa pun pasti akan berubah warnanya."


Alea menyadarkan tubuhnya memejamkan mata sejenak dengan hembusan nafas panjangnya akan pikiranya yang kini penuh akan sosok keduanya.


Kenapa ia harus bertemu dengan dua sosok devil sekaligus dengan waktu yang singkat ini, keduanya di juluki sama-sama berbahaya.


Namu ada hati yang berat ketika pikiranya teringat akan Evans Colliettie yang benar-benar sosok devil yang lebih berbahaya yang sudah melukainya dan memberikan bekas cengkraman tangannya yang masih menyisa rasa sakit.


‘Aku dalam masalah. Apakah ada seseorang yang bisa menyelamatkanku dari masalah ini? Apa Mike akan menyelamatkan aku dari kejaran Evan Colliettie yang aku yakin pria itu pasti tidak akan membiarkan aku lolos begitu saja dari cengkramanya,’ batin Alea.


"Tuan tak apa?"


"Cari tahu siapa wanita itu,” pintanya pada anak buahnya.


'Tunggu aku Alea. Aku akan menjemput kematianmu,' lirihnya dengan sorotan mata yang tajam.


***


Apartemen Tiara, London.


Tiara membentangkan kedua tangannya menyambut kedatangan Ale di depan lobi yang berjalan bersama Ryander yang berada di belakang Alea.


Isak tangis wanita muda itu begitu saja berjatuhan di pipi Tiara memeluk Alea dengan erat, betapa wanita muda itu terlihat mengkhawatir akan keadaan Alea saat ini.


“Kita lekas masuk, aku akan mengobatimu.”


Alea mengangguk pelan dengan Tiara merangkul bahu Alea.


Duduk saling berhadapan di mana Tiara mengobati luka-lukanya dengan sedikit bercerita akan Gina yang sudah mengatur semua rencananya.


Tiara tentu terkejut akan apa yang dialamai oleh Alea, ia bahkan membayangkan bagaimana Alea menghindari orang-orang suruhan Gina ketika mengejarnya.


“Sebaiknya kau besok pulang, aku akan menyiapkan semuanya kau tidak aman di sini Ale, karena orang-orang Gina pasti akan mengejarmu kembali,” ujar Tiara.


Alea yang sudah diobati luka-lukanya pun hanya mengangguk setuju. Lebih baik ia kembali ke Singapore demi keselamatanya.


Tiara membantu Alea packing untuk kepulangnya ke Singapore, dengan sedikit obrolan yang kini menceritakan tentang Mike Shander.


“Aku tidak tahu masalah kalian sebenarnya seperti apa, tetapi jika aku mengamati dari ceritamu, Mike tak mungkin melukaimu Ale meski ia seorang devil sekali pun, dan buktinya kau pun tahu dan merasakanya bukan?”


Alea hanya diam mentata semua barang-barangnya dengan pikiran yang bekerja menangkap semua pembicaraan Tiara. Benar yang di katakan oleh Tiara, meskipun Mike seorang mafia ia tak mungkin mencelakainya bahkan pria itu menyelamatkan nyawanya.


Alea menghela napas dengan kedua tangannya yang belum selesai memasuk-masukan pakainya.


Pembicaraan itu pun sudah di akhir ketika Ale yang sudah merebahkan tubuhnya di ranjang kecil menatap langit-langit kamarnya, dengan helaan napas panjang dan tangan menggenggam kalung berbentuk salip, mengamati bentuknya dan menemukan ukiran nama di sisinya liontin tersebut.


Satu nama yang berhasil terucap di bibir Alea menatap sesakmat dan menggenggamnya kembali. Terpintas begitu saja yang ada di isi otanya itu akan Evans Colliettie.


'Semoga aku tidak akan bertemu kembali dengan pria itu baik Mike Shander atau Evans Colliettie,' lirih Ale memejamkan kedua matanya untuk beristirahat.


“Sial!!! kita tidak bisa mengambil wanita bodoh itu jika ada pria itu di apartemanya.”


Bersambung...