Mafia And Me

Mafia And Me
MAFIA AND ME 2 (EPS 24)



Esoknya.....


Hari ini Lea akan pergi kepasar, ia sudah bersiap-siap untuk segera berangkat. Karena hari ini adalah hari Weekend maka Lea akan menggunakan waktu tuk membelanjakan keperluan rumah seperlunya.


Hansel baru saja keluar dari kamarnya dengan menghampiri Lea yang kini hendak melangkah pergi.


" Mommy," ucap Hansel sehingga membuat langkah Lea terhenti.


" Hans,," Lea berbalik arah.


" Mommy mau kemana?"


" Mommy mau ke pasar dulu."


" Kenapa gak ajak Hans?"Kata Hansel.


Lea tersenyum sambil mengecup pipi Hansel penuh kasih sayang. " Hans, Mommy cuma sebentar saja di pasar. Setelah itu Mommy akan kembali juga kok, jadi lebih baik Hans dirumah aja ya. Belajar aja dikamar, Mommy akan kunci rumah dari luar dan Hans juga kunci dari dalam dan kunci kamar juga dari dalam, ok?!" imbuhnya.


" Jadi Hans gak ikut?" Tanya Hansel penuh harap, Lea mengerti pasti Hansel sangatlah bosan dirumah. Namun tetap saja Lea harus bisa meyakinkan Hansel agar tidak ada berniat buruk jika tahu Hansel adalah anaknya.


" Tidak! Hans di rumah saja ya." Titah Lea.


" Fiuh, baiklah." Lagi lagi Hansel harus terus dirumah jika hari libur.


sebenarnya Lea juga ingin sekali membawa Hansel namun ia harus bisa memikirkan semuanya dengan baik. Kemudian ia pun langsung melangkah keluar dari rumah.


_____


" Bawang putih bawang merah sudah, cabai sudah, sayur sudah, ikan sudah,lalu apalagi ya yang kurang?" Gumam Lea yang sedang memikirkan sesuatu hal lain untuk keperluan dapur.


" Emmm, rasaku semuanya sudah! berarti selesai dari sini aku singgah dulu cari oleh oleh untuk Hansel nanti." Gumamnya lagi.


Lea menapaki pinggir jalan raya dengan senyuman yang tak kunjung ia lepaskan. Ia memilih untuk berjalan kaki saja karena masih pagi begini dan juga matahari belum terlalu terik. Lea berjalan cukup lama sehingga ia menemukan banyak tukang jualan dipinggir jalan dengan beragam macam makanan.


" Aku pilih makanan apa yah untuk Hansel." Gumam Lea, ia sangat bingung sekali apalagi dengan banyaknya makanan yang tersedia sehingga menggiurkan selera. Andai seperti orang kaya pasti sudah ia beli seluruhnya.


" Emmm, mungkin beli chicken aja kali ya." Gumam Lea mengingat Hansel yang sangat menyukai Chicken apalagi yang bagian sayapnya.


" Bu, Chicken dua yang sayapnya ya," Lea memesan pada penjualan itu.


" Ini Mbak, makasih ya." Ucap tukang jualan sembari menyerahkan kantong plastik chicken itu pada Lea. Lea pun langsung menyerahkan bayarannya kemudian melangkah pergi.


Lea berhenti disebuah bangku panjang dipinggir jalan dengan tujuan untuk memberhentikan taxi yang nantinya lewat.


" Sudah pukul 10.03 pantas saja matahari hampir terasa panas nya." Gumamnya yang merasakan cahaya matahari sedikit menyilaukan mata.


Sudah sepuluh menit berlalu namun tak kunjung ada taxi yang lewat. Mana handphone Lea pun tidak ia bawa, sehingga tidak dapat memesan taxi online.


" Mengapa tidak ada taxi yang lewat sedari tadi?" Lea sudah merasa kebosanan.


Dan saat bersamaan ada mobil yang tiba tiba berhenti tepat didepan Lea.Sontak Lea terkejut karena kedatangan mobil itu.


" Nona,,,,," seorang Pria turun dari mobil dan menghampiri Lea.


Lea tertegun melihat Pria berjas hitam dengan tampilan yang bak seorang terpampang.


Siapa Pria itu? Lea bertanya tanya dirinya sendiri.


" Nona,,,,," Pria itu melambaikan tangan di depan Lea.


" Ia, siapa anda?" Balas Lea sedikit gugup.


" Saya Eder! Nona, Tuan sudah menunggu dirumah anda. Apakah anda akan tetap berdiam diri disini? atau ikut dengan saya?" Ucap Pria yang ternyata dia adalah Eder.


Tuan? tuan siapa maksudnya? dan mengapa bisa dirumah Lea?


Lea kembali tertegun, ia berpikir bahwa Eder hanya salah orang atau lupa minum obat.


" Emm, maaf! sepertinya anda lupa minum obat. Lebih baik anda pergi saja karena saya kesulitan untuk memberhentikan taxi yang lewat." Ucap Lea mencoba berpikir waras.


' Dia mengataiku lupa minum obat? apakah gadis ini begitu lugu atau bagaimana? penampilan sebaik ini masih dikatai lupa minum obat? benar benar sangat aneh. Apakah Tuan Edward akan menerima kekonyolan gadis yang menjelma menjadi Ibu dari anaknya? sungguh drama yang sangat menarik.' Batin Eder.


" Nona, sebelum saya minta maaf jika tiba tiba mengatakan hal itu. Jika anda tidak percaya alangkah baiknya jika anda ikut dengan saya maka anda akan lihat kebenarannya sendiri." Kata Eder.


" No! bagaimana mungkin saya ikut dengan Pria seperti anda. Saya masih waras dan tidak sebodoh itu."


" Baiklah, jika anda bersikeras untuk tetap disini. Tetapi jangan menyesal jika sampai subuh pun satu taxi tidak akan ada yang lewat bahkan kendaraan bermotor pun atau kendaraan lainnya tidak akan lewat. Sehingga anda hanya bisa meraungi penyesalan pada diri sendiri." Ucap Eder, ia hendak masuk kembali kedalam mobil. Namun...


" Tunggu!"


' Benar juga yang dia katakan, bahkan sudah hampir setengah jam aku menunggu namun tak kunjung ada kendaraan yang lewat bahkan sampai detik ini kecuali mobilnya dia.' Batin Lea.


" Ada apa Nona? maaf saya tidak punya banyak waktu untuk menunggu anda berpikir lebih lama lagi." Jelas Eder yang kini merasa berhasil menjebak Lea.


" Iya iya! aku ingin, tapi awas saja jika berani macam macam maka habislah anda!" Ancam Lea lalu ikut masuk kedalam mobil.


' Huf,,, tanpa anda berkata seperti itu pun pasti saya akan habis. Waktu yang diberikan untuk membujuk anda saya hanya lima menit bahkan hanya percakapan saja sudah lebih dari sepuluh menit. Untung saja anda wanita yang Tuan Edward tunjukkan.' Batin Eder.


_______


Sesampainya didepan rumah, Lea terburu buru masuk kedalam. Dan alhasil apa yang dia lihat??


" HANSEL!!!"


PENASARAN GAK? YUHU..... PASTINYA DONK HEHEHE. TOLONG JANGAN PELIT² KASIH VOTENYA SAYANG:/


LIKE KOMEN DAN VOTE


SALAM ^^