
Malam Hari......
Hansel dan Edward tampak sedang duduk di atas kasur Hansel. Hansel tengah belajar karena besok ia akan kembali masuk sekolah seperti biasa.
Sementara Edward tengah sibuk berkutat dengan laptopnya, ia terpaku focus karena ada beberapa laporan dari Sekretaris di Kantor mengenai bagian Perusahaan yang sedikit berkendala.
Hansel sedikit berpaling dari buku seraya menatap Edward yang terlalu focus sekali.
"Daddy,,," ucap Hansel pelan,tetapi Edward tetap tidak menoleh dan semakin focus sekali. Hansel sedikit kesal dengan menatap heran kepada Edward.
" Daddy,,,,," ucapnya lagi, kini lebih keras di telinga Edward. Sontak Edward pun sedikit terkaget, menoleh kepada Hansel dengan tatapan dingin.
Nyali Hansel seketika menciut bukan main, pertama kalinya ia mendapat tatapan dingin dari Edward. Ia menunduk tidak berani mendongak atau menatap Edward lagi.
"Hans,,"Edward seakan bodoh seraya menggaruk kepala.
' Bisa bisanya aku melayangkan tatapan dingin pada hansel, semoga Hansel tidak menjadi jauh padaku nantinya.' Batin Edward.
" Maaf Dad," lirih Hansel, ia tetap tidak berani menatap Edward.
" Hans,, Daddy bukan bermaksud untuk menatap kamu seperti itu hanya saja Daddy sedang sibuk mengurus bagian kerja Daddy. Jadi Hans jangan salah paham ya." Kata Edward agar Hansel mengerti.
" Hans yang minta maaf Dad karena berani memanggil Daddy keras keras padahal Daddy sibuk mengurus bagian pekerjaan Daddy." Balas Hansel sedikit melirik Edward.
" Iya, Hans tidak usah berfikir aneh ya. Daddy cuma sibuk aja, memangnya Hans sudah selesai belajarnya?" Tanya Edward, Hansel mengangguk mengiyakan.
" Hans tidur saja ok! Daddy akan keluar jadi Hans bisa tidur nyenyak." Seru Edward, Hansel mengangguk kemudian Edward pun melangkah keluar dari kamar Hansel.
" Eder,,," Edward sedang menelfon Eder.
" Iya Tuan,,"
" Jelaskan,,,"kata Edward TO THE POIN.
" Perusahaan AF GROUP mengajukan proposal kerja sama antar perusahaan mereka pada perusahaan kita Tuan. Seorang wakil direktur dari AF GROUP yang datang mengajukan proposal secara langsung. Setelah saya rekrut dengan beberapa anggota team A dan B perusahaan mereka cukup lumayan untuk keuntungan yang lebih tinggi bagi perusahaan kita. Dan yang saya kirim ke Email Tuan itu adalah proposal yang mereka ajukan. Apakah anda setuju atau tidak?"~Eder.
" Sudah saya baca, baiklah!karena menurutmu saja itu sudah cukup terekrut lebih dalam, maka saya pun setuju. Siapkan diri karena subuh nanti kita harus segera kesana untuk mengecek langsung lapangan proyek yang mereka ajukan."
" Baik!"
" Bagaimana dengan proyek di Negara A?" Tanya Edward, begitu banyak proyek kerja sama yang harus segera mereka tangani karena waktu untuk mengurus segalanya cukup memakan waktu lebih lama.
" Dari semua informasi, proyek disana cukup mengesankan hanya saja,,,,,"
"Ada apa?" Edward sedikit meninggi berkata.
" Kurang ajar! tapi ini cukup menunjang seberapa besar kekuasaan Keluarga Lang itu. Saya suka, terima saja maka urusan akan berlanjut kesana. Setelah proyek di Perusahaan AF GROUP selesai maka kita langsung ke Negara A."
" Baik Tuan,"
" Ingat, pastikan semuanya sudah beres terkendali dengan baik karena permainan sudah di titik tengah." Edward tampak tersenyum miring membayangkan semua niat yang ia susun sendiri.
" Itu pasti!"
" Tuttt,,,,,,"
Edward kembali duduk di sofa yang sedikit ambruk dengan senyum picik yang terus mengembang dengan sempurna.
Saat bersamaan bunyi pintu kamar terbuka yaitu Lea yang keluar dari kamar. Tetapi Lea tidak mengetahui keberadaan Edward yang kini semakin tersenyum puas.
Dengan ide licik, Edward melangkah diam diam dan,,,, Clup
Edward mematikan stop kontak lampu. Sontak Lea berteriak histeris karena kegelapan.
" Aaaaaa,,," namun suaranya tidak terlalu melengking karena ada tangan yang menutup mulut Lea. Matanya melotot sempurna, pikirannya melayang jauh entah kemana.
" Stssss!!!" Ternyata Edward , ia berbisik lembut di telinga Lea.
Bulu kuduk Lea berinding ketakutan, tubuhnya seakan tersambar petir saat merasakan tangan yang memeluknya dari belakang. Lagi lagi teringat memori lima tahun yang lalu, ingin rasanya Lea pingsan namun sekuat mungkin ia bertahan untuk kuat.
" Menjauh dariku!"Kata kata yang ka ucapkan menjauh satuan diantara ketakutan, kegetiran dan kemarahan.
" Kenapa sayang?" Edward semakin mempererat pelukannya.
" Lepaskan!!!" Lea berusaha memberontak namun tenaga Edward lebih kuat. Tetapi terus berusaha hingga ia pun berhasil lepas dari perlakuan Edward.
" Brengsek!mati saja kau, dasar Pria bejat yang tidak tahu malu. Kau sangat bejat! aku semakin membencimu!" Ucapan nya begitu getir dengan air mata yang berjatuhan. Dengan kasar ia melangkah untuk menghidupkan lampu dan membanting pintu kamar sekeras mungkin.
Edward terpaku, padahal ia berniat agar lebih dekat lagi dengan Lea. Tapi ternyata ia salah, bahkan ucapan Lea beusab seakan menusuk dalam dirinya sendiri. Tak tahu berbuat apalagi, Edward pun melangkah pergi seraya mengacak ngacak rambutnya.
_______
HALLO READERS:( AUTHOR MINTA MAAF YA KARENA BEBRAPA HARI INI TIDAK STABIL DALAM UP DAN JUGA SEMALAM GK UP KARENA AUTHOR ADA MASALAH 😭HP AUTHOR MATI JADI GK BISA LAGI HIDUP. INI PUN UP PAKAI HP ORG:( JADI MOHON YA PENGERTIANNYA.
TETAP DUKUNG AUTHOR, LIKE KOMEN DAN VOTE
SALAM^^