Mafia And Me

Mafia And Me
KEJUTAN



♡ Dua Minggu Kemudian ♡


" Hubby... ngapai pakai tutup mata segala?emang kita mau kemana?" Tanya Anyer karena Evans menutup matanya menggunakan kain.


" Sttse... diamlah sayang." Balas Evans seraya menuntun Anyer untuk melangkah keluar dari dalam kamar.


" Aku akan menggendong mu sayang menuruni tangga." Bisik Evans, tanpa aba aba Evans pun langsung menggendong Anyer turun dari atas tangga.


" Kita sebenarnya mau kemana Hubby?" Tanya Anyer lagi.


" Kamu tenang saja Niye... kamu hanya perlu diam saja." Titah Evans yang masih menggendong Anyer.


" Hubby.... turunin aku, kurasa tangga nya sudah habis deh tapi kenalan masih gendong aku?"


" Sstss... sampai pintu depan saja Niye sayang."


' Sebenarnya Hubby mau membawa aku kemana sih? sangat membuat penasaran.'


" Kamu masuk dalam mobil ya Niye..." Evans menduduk kan Anyer di mobil.


" Kita mau pergi kemana sih Hubhy?"


" Jangan banyak tanya sayang, sebentar lagi kita akan sampai." Ucap Evans dan mulai melajukan mobil nya.


****


Kini mobil Evans telah berhenti selama perjalanan yang memalkan waktu lima waktu lima belas menit saja.


' Tunggu dulu... aku seperti nya merasa tidak asing di tempat ini.' Batin Anyer.


Ia seakan merasakan sesuatu gejolak aneh dalam benak nya, walau pun saat ini matanya masih tertup oleh kain yang Evans pakai kan. Namun ia masih tetap bisa merasakan gejolak itu.


' Rasanya tempat ini seperti tempat yang sangat istimewa untuk ku. Ingin sekali rasanya aku membuka kain penghalang ini saat ini juga.'


" Apa kita sudah sampai Hubby?"Tanya Anyer yang kini telah berdiri setelah turun dari mobil. Namun tidak ada jawaban dari Evans.


" Hubby.... Hubby.... apa kamu mendengar ku atau tidak?" Ucap Anyer lagi.


" Hubby....." Anyer kembali berjalan maju lagi ke depan dengan tangan nya yang meraba raba angin.


Namun tiba tiba ia merasakan tangan nya menyentuh sesuatu.


" Hu... Hubby... " Anyer meraba raba yang tersentuh oleh tangan nya.


" Niye...." Evans membuka kain yang menutupi mata Anyer.


"Buka mata mu sayang..."


Perlahan Anyer pun mulai membuka matanya dan...



Sebuah taman indah dengan bunga bunga yang menjalar dan sudah di bentuk hingga menjadi sebuah lengkungan indah, dan memberi kesan yang unik.


Anyer menutup mulut nya tak percaya akan semua nya ini.


" Hubby... bukan kah ini taman kecil yang....."


" Taman kecil yang pernah kamu singgahi sewaktu pulang dari tempat kerja mu. Bukan kah itu benar sayang?" Sela Evans sebelum Anyer menyelesaikan kalimatnya.


" Hubby... dari... dari... mana kamu bisa tahu itu?" Anyer menoleh kepada Evans yang kini berdiri di belakang nya.


" Dariku Nyer..." Suara seseorang yang menjawab.


Anyer kembali membalikkan tubuh nya lagi, dan ternyata suara itu berasal dari Ria.


" Ria...." Anyer menutup mulutnya sangking tak percaya nya.


" Yes my best friends!" Balas Ria seraya melipatkan tangannya di dada.


" KEJUTAN!!!!!!!!" Tampaklah Pram, Iras,Erdo dan juga Nenek Feny yang muncul secara tiba tiba di dalam taman indah itu.


" Ya Tuhan...." Mata Anyer tampak berkaca kaca menyaksikan semua nya itu.


" Nenek.... Daddy... Mommy.... Sekretaris Do..."Anyer tersenyum dengan bahagia, walau air mata nya telah jatuh bercampur menjadi air mata bahagia.


" Kamu masih tak percaya sayang?" Evans berdiri di samping Anyer.


" Hubby... apa semua ini..."


" Ini semua adalah kejutan untuk mu, selamat atas kehamilan mu yang sudah memasuki satu bulan sayang." Ucap Evans sambil tersenyum pada sang istri.


" Hubby...." Anyer tak kuasa lagi, air mata nya jatuh begitu saja dan ia langsung memeluk Evans dengan erat.


" Hiks...hiks... thank you Hubby... kamu telah menyiapkan semua ini dengan sebaik mungkin. Aku tidak menyangka taman kecil yang waktu lalu terlihat sangat kusut dan tidak terurus. Tapi sekarang malah menjadi sangat indah seperti ini, bahkan berubah sangat jauh sekali. Hiks...hiks... aku tidak percaya ini semua Hubby..." Ucap Anyer yang masih memeluk Evans dengan tangis bahagia.


" Semuanya...." Evans melepaskan pelukan nya dengan Anyer, dan menatap semuanya yang kini berdiri di dalam taman.


" Tapi hari ini, saat ini, jam ini, detik ini juga! aku menyatakan bahwa Taman ini yang dulunya terlihat tidak terurus, tapi sekarang menjadi Taman yang sangat indah, akan menjadi saksi. Saksi dimana, bahwa aku.... EVANS SCRITH!! berjanji akan memberi kenangan terindah dan seluruh kebahagiaan akan ku berikan pada istri ku seorang, ANYER!."


" Kenangan yang awal nya selalu tercipta kesan pahit dan menyedihkan, akan tergantikan oleh kebahagian dan kenangan yang takkan terlupakan sampai akhir segala nya. Dan aku juga berjanji, saat ini Niyeku telah mengandung buah cinta kami yang masih berusia satu bulan. Aku berjanji akan menjadi Ayah yang luar biasa untuk kelak kehadiran anak anak kami, dan pastinya akan menjadi Suami yang terbaik bagi istriku." Jelas Evans dengan lantang.


Anyer semakin terharu sekali dengan semua kata kata Evans, tidak dapat terlukis lagi bagaimana bahagianya ia saat ini.


" Aku berjanji sayang...." Ucap Evans pada Anyer lagi.


" Hiks... Hubby... terimakasih untuk semuanya..." Balas Anyer.


" Ingatlah! semua yang aku ucapkan itu adalah janji ku di depan semua keluarga ku."


" Mph...." Evans langsung mengecup sesaat bibir Anyer tanpa rasa malu lagi di depan yang lain nya.


Sedangkan Pram, Iras, Nenek Feny, Erdo, dan Ria menjadi saksi bisu juga diantara kemesraan kedua insan itu.


" Ouh... jadi selama pernikahan kalian di awal, kamu tidak menghargai cucu menantuku?" Nenek Feny menghampiri Evans, dan...


" Nenek...." Keluh Evans, alhasil Nenek Feny menjewer telinga Evans sampai memar.


" Itu adalah hukuman untuk mu! pantas saja tadi pagi kamu tidak menelpon Nenek, untung nya Nenek pintar bisa mengunakan cara muslihat agar Daddy mu mau membawa Nenek. Dan ternyata ini adalah alasan mu!! dasar cucu brengsek!" Maki Nenek Feny dengan penuh kekesalan.


" Bu.. bukan begitu maksud Vans Nek..." Evans berdecak kesal.


" Diam kamu!" Titah Nenek Feny.


" Hahahaha....." Yang lain nya pun tertawa menyaksikan kelucuan yang terjadi antara Nenek dan Cucu nya itu.


" Selamat ya menantu ku, akhirnya sudah satu bulan ternyata ya!" Ucap Iras menghampiri Anyer.


" Iya Mom! heheh" Sahut Anyer.


" Makin nngak sabaran deh Mommy langsung punya Cucu,"


" Heheh... ada waktu nya Mom!"


" Selamat ya Nyer... semoga aku cepat nyusul juga." Ucap Ria sambil tersenyum getir.


" Makasih Ri, kamu yakin aja! kamu pasti bakal berisi."


" Amin..."


" Selamat Nona..." Ucap Erdo.


" Makasih Sekretaris Do!"


" Cucu menantuku sayang, tak sabar nya diriku menantikan cicit ku lahir." Ucap Feny penuh harap.


" Heheh... Nenek, delapan bulan lagi!" Anyer mengedipkan matanya.


" Huf... keburu nanti Nenek jadi keriput." Keluh Nenek Feny.


" Hahahaha Mam, tanpa menunggu Cicit mu lahir pun. Mama memang sudah keriput." Pram membuka suara.


" Dasar anak brengsek!!!!"


" Mam...!!!!" Rintih Pram karena ia harus menerima ganjaran akibat ucapan nya. Feny malah menjewer telinga Pram.


" Hahahahaha.... Sakit kan Dad? kasihan... hahahaha!" Evans tertawa terpingkal pingkal, pasalnya bukan hanya dia yang terjewer, tapi Pram juga.


" Kalian berdua sama saja! Daddy dan anak nya tiada beda nya!"


" Rasain!" Nenek Feny langsung menjewer Evans dan Pram secara bersamaan.


" Mam...!!!!"


" Nenek.....!!!"


" Hahahahahah.... " Anyer, Iras, Ria, Erdo mereka pun tertawa menyaksikan ketiga orang itu.


" Hubby sangat lucu jika kesakitan begitu heheh!" Gumam Anyer.


" Daddy dan Putra nya tiada bedanya!" Gumam Iras.


" Aku sudah bisa tebak ini! mana ada yang berani melawan Nenek Feny. Pertunjukan yang sangat jarang terjadi" Gumam Erdo.


" Aku berharap segera berisi!" Lirih Ria.


****


Like komen dan vote


SALAM ^^