Mafia And Me

Mafia And Me
KEMARAHAN RIA



♡ Di dalam Mobil♡


Ria tampak menekuk muka nya dengan penuh kekesalan dan juga kemarahan, ia hanya menatap kearah kaca mobil saja tanpa memperhatikan Erdo.


Namun berbeda dengan Erdo, ia selalu melirik lirik Ria walau hanya sekilas saja.


" Ri.... kamu kenapa? masih ngambek juga?" Erdo kembali melirik Ria sekilas.


' Cih!! apa dia masih nanya juga?! jelas dia tau sendiri bahwa aku sangat marah sekali sekarang. Tapi dia masih melontarkan pertanyaan bodoh itu?!menjijikkan sekali.'


" Ri... kok diem terus?!"


" Gak da!" Balas Ria singkat, namun tidak mengahlikan pandangan nya dari kaca.


" Huf... kamu ngapai masih marah soal di resto tadi? kan sudah jelas kalau aku tidak tertarik pada nya sedikit pun, aku juga membela mu bukan?! Lalu apa lagi yang harus di permasalahkan?"


" Tidak ada! aku tidak bilang aku marah kan?! jadi jangan sok pintar." Ketus Ria.


' Wanita memang sangat sulit di tebak! lalu apa alasan nya sampai muka kayak kebakaran jenggot begitu?'


" Lalu kenapa tidak menatap ku?"


" Erdo brengsek!!!! kau masih ingin aku menatap mu setelah apa yang kau lakukan dengan pelayan murahan itu ha?! kau masih ingin aku berbaik hati padamu iya?! Jelas kamu sendiri yang menyuruh pelayan murahan itu untuk menggoda mu lalu mengapa masih membela ku ha? kenapa tidak membela pelayan murahan itu kenapa. Dasar semua pria itu sama saja sama sama brengsek dan hanya mengambil kesempatan dalam kesempitan. Tidak ada yang baik!tidak ada!" Balas Ria dengan amarah yang sampai ke ubun ubun, ia menatap Erdo dengan tatapan penuh kemarahan yang memuncak.


' Astaga! ternyata jika seorang wanita sedang marah akan menjadi seseram ini. Bahkan lebih menyeramkan dari seoràng harimau yang ingin menerkam mangsanya. Ria bahkan seakan ingin menelan ku hidup hidup sekarang juga. Padahal itu adalah masalah sepele! awal nya aku hanya ingin mengerjai Ria saja, apakah dia marah atau tidak. Tapi ternyata sorotan nya malah tertuju padaku semua nya.'


" Ok!! aku minta maaf! aku salah, fine aku mengalah!" Ucap Erdo dengan tampang frustasi.


" Maaf katamu ha? setelah kau menggoda wanita murahan itu, dan membiarkan nya duduk di pangkuan mu? apakah itu dapat termaafkan? aku saja tidak pernah berbuat seperti yang kau perbuat tadi pada wanita sialan itu. Wanita lain saja sudah duduk di pangkuan mu, padahal aku istri mu saja tidak pernah duduk di pangkuan mu.Apa itu pantas di katakan sebagai seorang suami?" Teriak Ria lagi dengan penuh emosi.


' Kan mengapa menjadi kacau seperti ini lagi? yang di ucapkan Ria ada benar nya, hanya saja itu tidak seperti yang dia pikirkan. Ini semua karena pelayan sialan itu! awas saja akan ku pastikan bokong nya tidak akan ada lagi tempat nya!'Batin Erdo.


" Baiklah!" Erdo memberhentikan mobil di pinggir jalan.


" Aku akan turun! jika masih berhenti aku akan turun dari mobil!" Ancam Ria lagi.


' Arggg!!!! sialan hancur sudah semua nya!'


" Ok! aku akan melajukan mobil!" Erdo pun pasrah dan kembali melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


****


♡ DI hotel ♡


" Lepaskan!!" Ria mengibaskan tangan nya karena Erdo selalu menghalangi nya untuk berjalan masuk ke dalam kamar.


" Ri.... kenapa kamu jadi semarah ini? jangan seperti ini!kita kan honeymoon kenapa kamu malah marah begini? harusnya kita saling bersukacita bukan?"


' What? kembali ke Australia? tidak! itu tidak boleh terjadi, bagaimana mungkin aku membiarkan istri ku pulang sendirian ke Australia!'


" Ri.... stop!!!" Tegas Erdo dan langsung berdiri di depan Ria.


" Enyahlah dari hadapan ku!! aku akan membereskan koperku agar aku bisa segera kembali ke Australia! jadi jangan menghalangi ku!" Ucap Ria dengan sorot mata nya yang sangat tajam menatap Erdo.


' Ria benar benar sudah lepas kendali! mungkin ini yang di namakan termakan api cemburu, ini sudah cukup membuktikan bahwa cinta tidak apa apa!'


" PERGI!!!!!!!" Pekik Ria dan memasukkan beberapa pakaian nya ke dalam koper.


" Ri berhenti!! jangan bertindak konyol seperti ini!" Tegas Erdo.


" Apa ha? konyol katamu? bagus! sangat bagus. Kamu bahkan tidak memikirkan perasaan ku, apa ada seorang istri yang tidak akan marah, apalagi bertindak konyol seperti yang kau katakan ha? apa ada istri yang rela jika suami nya sendiri di goda oleh wanita lain? apa ada? dimana?! jika memang ada, berarti aku bukan lah salah satu nya! paham?" Kini mata Ria tampak berkaca kaca.


' Ya Tuhan! sampai sejauh ini dia bertindak?'


" Jangan pergi! hanya kamu wanita yang ada di hatiku!" Erdo langsung menarik Ria dan masuk dalam pelukan nya.


" Lepaskan aku!! aku mau pergi!" Ria memberontak dalam pelukan Erdo.


" Maaf.... jika karena ulah ku tadi sampai melukai mu sedalam ini! aku tidak bermaksud untuk menyakiti mu Ri.. jujur... hanya kamu wanita yang ada di hatiku! percaya lah akan itu!" Erdo mengusap ucap rambut Ria denganpenuh kasih sayang.


" Aku minta maaf padamu... jika ada yang harus pergi, maka aku lah yang seharusnya pergi! bukan kamu!" Ucap Erdo lagi.


"Maaf... Ri!"


Mendengar penuturan kata yang begitu tulus dan lembut dari Erdo, sehingga membuat Ria pun sadar dan sudah mengerti apa arti cinta yang sesuguhnya.


" STAY WITH ME ER....." Ucap Ria lirih.


" Yes!! itu adalah janjiku pada TUHAN, dan juga padamu!" Balas Erdo.


" Hem...." Ria pun semakin merasakan kehangatan dan ketenagan dalam pelukan Erdo.


****


Hola semua, mungkin banyak nih yg tanya2 dlm hati kan? kenapa beberapa chapter ini isi nya tentang Erdo dan Ria saja? Evans dan Anyer kok tak di ceritain juga thor?


Heheh :) jadi karena selama ini kan sudah kisah Evans dan Anyer yang selalu berjalan, jadi sekarang giliran donk. Kisah Erdo dan Ria dulu yang di bahas, lagi mereka kan sedang honeymoon masa ia author tidaj ceritain kisah honeymoon mereka?:) tapi setelah mereka balek honeymoon pasti bakal kembali ke pameran utama, yaitu Evans dan Anyer;) jadi setia lah terus menanti Up yang akan terus datang ok")


Like komen dan vote


SALAM ^^