
♡ Sore Hari ♡
" Aku lapar Er.... kita cari makan yok!" Ajak Ria ketika mereka sudah berada dalam mobil hendak kembali ke hotel.
" Ok!" Erdo melajukan mobil dengan kecepatan sedang agar dapat menemukan restoran yabg dekat dengan hotel.
" Apa kamu tidak akan di pecat tuan Evans karena sampai seminggu tidak masuk ke kantor?" Tanya Ria dengan ragu ragu.
" Apa kamu begitu mengkhawatirkan ku Ri?"
" Em.... apa salah jika aku peduli padamu?"
"Jangan terlalu peduli, nanti aku jadi lupa diri!" Balas Erdo dengan bangga nya.
' Sial! Er menjadi puitis begini!! arggg!!!'
" Ckk!! ucapan apa itu?" Sinis Ria.
" Nnth!" Erdo mengangkat bahu nya.
" Kamu menyebalkan!"
" Set......." Mobil berhenti.
" Sudah sampai! apa kamu akan selalu ngambek seperti itu sayang?" Goda Erdo seraya mendekatkan wajah nya kepada Ria.
" Diam!!!" Pekik Ria yang semakim merona.
' Sial!! Er semakin lama semakin pintar sekali menggodaku argg!!! aku memang suka di gombalin, tapi mengapa aku jadi malu begini di goda oleh Er...... aku benci situasi ini!!!!!'
" Sayang..... akan kah kamu terus melamun dengan wajah merona seperti ini?" Goda Erdo lagi.
" Berhenti menggoda ku Er!!!!!!!" Pekik Ria yang semakin kesal bercampur aduk dengan rasa malu nya.
" Turunlah!" Kini tampang Erdo kembali datar.
' Mengapa tampang nya kembali datar begitu? maaf Er.... aku bukan bermaksud untuk membentak mu!' Batin Ria.
Ria pun turunn dari mobil dan masuk ke dalam restoran menyusul Erdo.
" Selamat datang Tuan..... Nona.... ingin pesan makanan apa?" Pelayan restoran menghampiri meja Erdo dan Ria sekarang ini.
" Saya pesan: Nasi ayam kedewatan Bali, ikan asap sambal matah Bali, lalu satu lagi sate lilit Bali." Pesan Ria dengan penuh bahagia.
" Lalu minum nya Nona?"
" Em.. Teh es saja!"
" Baik Nona! tuan pesan makan apa?" Tanya pelayan tersebut pada Erdo.
' Ya tuhan... betapa tampan nya pria ini!!! auh.... aku baru sadar ternyata dia sekretaris nya tuan Evans yang ada di Australia, uh..... nengapa aku baru menyadarinya sekarang?! aku menyukai nya, aku terpesona pada nya. Dulu hanya berharap bertemu di mimpi, dan ternyata sekarang bertemu dalam keadaan nyata! aku tidak bermimpi kan?. tidak!! ini memang nyata!!!uh.... tampan nya......' Batin Pelayan itu.
" Hey... apa anda tidak mendengar kan saya dari tadi?" Erdo menatap pelayan itu dengan tajam.
" Em... ek.... maaf tuan .... maaf! anda pesan apa tuan?" Balas pelayan itu dengan gugup.
" Ayam begitu Bali, Nasi campur Bali, jukut urap Bali!"
" Baik tuan... terimakasih sudah datang ke Resto kami! makanan akan segera datang."Ucap Pelayan itu dengan sok lembut, ia berjalan berlengak lenggok sok mentel agar di lihat oleh Erdo.
" Cih!! terlihat murahan sekali!"Gumam Erdo dengan tatapan jijik.
" Kamu kenapa?" Tanya Ria.
" Tidak ada!" Balas Erdo dengan datar.
" Maaf... aku akui, tadi itu aku memang salah karena berteriak di depan mu. Tapi itu spontan saja karena kamu selalu menggoda ku, jadi aku berteriak saja agar kamu berhenti menggoda ku! maaf....." Lirih Ria.
' Ternyata dia berfikir seperti itu? andai aku bisa tertawa sekarang,ingin rasanya aku tertawa sekeras nya. padahal aku hanya berpura pura saja bersikap cuek dan dingin pada Ria.' Batin Erdo.
" Hmm....!" Erdo hanya berdehem saja.
" Ck!! apa kamu tidak memaafkan ku?"
" Sudah di maafkan!"
" Tapi mengapa kamu masih bersikap dingin begitu padaku?" Tanya Ria dengan sendu.
' Aku takut dia hanya terpaksa saja memaafkan ku!' Bisik hati Ria.
" Aku su...."
" Silahkan di dikmati tuan...."Pelayan tadi datang membawa makanan dan meletakkan makanan di meja mereka.
" Hmm...." Erdo menatap pelayan itu dengan sinis.
" Tuan.... saya tadi lupa menanyakan anda minum apa?" Tanya pelayan itu dengan mentel.
" Es kosong!" Balas Erdo singkat.
" Saya permisi tuan..." Pelayan itu berjalan manja berjalan meninggalkan Erdo dan Ria.
"Cih.... jelas sekali tidak ada yang menarik daro dirinya, tapi masih pede sekali memperlihatkan bentuk tubuh nya!" Erdo terlihat jijik pada pelayan tadi.
" Mungkin dia suka padamu Er..." Lirih Ria.
" Lalu kamu cemburu?"
" Menurutmu?!" Ketus Ria kesal.
' Sudah tau cemburu,tapi masih bertanya juga! sangat menyebalkan!!! pelayan..... awas kau!! berani nya kamu menggoda suamiku!' Batin Ria.
" Baiklah!! kalau kamu tidak cemburu, aku akan menerima cinta nya!" Balas Erdo santai.
' Ku lihat, apa reaksi mu ri!'
" Cih!!! terserah mu!"
" Baiklah!itu mau mu ya!"
" Ini tuan minum nya...." Pelayan tadi datang meletakkan es kosong di meja Erdo.
" Apa kamu menyukai ku?" Tanya Erdo seraya melirik Ria sekilas.
" Ek.... em... benar tuan! saya sudah lama jatuh hati pada anda, anda adalah sekretaris dari tuan Evans yang terkenal itu di Australia kan?" Pelayan itu sok malu malu.
' Cih!!! dasar pelayan murahan!awas kau! jika berani bertindak lebih lagi, akan ku pastikan pecah gunung mu itu!'
Ria sudah mengepalkan tangan nya dengan penuh amarah.
" Baiklah, apa kamu bisa menggoda ku? jika kamu berhasil maka aku akan menerima cintamu!" Balas Erdo santai.
' Erdo sialan brengsek!! berani nya dia berkata seperti itu di depan ku!! awas saja! jika nanti sampai di hotel, akan ku pastikan tidur di lantai! dan kau pelayan, kau akan bunuh!!!!!!'
" Benarkah tuan?" Pelayan itu mulai bertindak dan langsung duduk di paha Erdo.
Erdo bersikap biasa saja,sedangakan pelayan itu melakukan aksi nya untuk membuat Erdo tergoda.
" PELAYAN MURAHAN!!!!!!!!" Teriak Ria dengan penuh emosi.
Sontak semua mata pun tertuju pada mereka bertiga.
" Kurang ajar! berani nya kamu berteriak di depan tuan ini dan mengutuki ku!!" Pelayan itu bangkit berdiri dan langsung mendekat kepada Ria.
" Apa ha? kenapa? kamu tidak terima?" Tantang Ria dengan penug amarah.
" Apa hak mu berteriak disini ha?" Pelayan itu menantang Ria dengan penuh kebencian.
" Emang benar, kamu itu adalah pelayan murahan!!!" Tegas Ria.
"Perhatian SEMUA, buat para pengunjung disini, kalian liaht ya! pelayan ini adalah pelayan murahan yang berani menggoda suami orang!! dia berani berani nya duduk di pangkuan suami saya, padahal jelas saya istri nya duduk di dekat suami saya!" Ucap Ria dengan lantang di hadapan para pengunjung.
" HU..... DASAR PELAYAN MURAHAN!!!!" Teriakan para pengunjung pada pelayan tersebut.
" Kau....berani nya kau merusak nama baik ku?!!!!"
" Kau harus menerima ganjaran akibat ulah mu ini!" Pelayan itu hendak melayangkan tamparan pada Ria, namun....
" Jangan berani berani nya menyentuh istriku seujung kuku nya pun!!! Kau paham!!!!" Erdo menahan tangan Pelayan wanita itu.
" Jadi dia memang istrimu?"
" Iya!! mungkin kau ketertinggalan informasi!! coba kau lihat berita terbaru di TV daj juga sosmed!" Ucap Erdo Erdo tegas.
" HU.... DASAR PELAKORRRR!!! PELAKORRR!!!!!" Teriakan pada pengujung.
" Panggil Bos mu!" Titah Erdo.
" Ba... baik tuan..." Pelayan itu sudah gemetaran sekali.
" Ada apa tuan? maaf atas kekacauan ini! saya akan memecat dia!" Pengurus Resto itu menghampiri Erdo.
" Mengapa anda memecat saya tuan?" Tanya pelayan itu dengan gemetaran.
" Bodoh!! kamu tidak tau Susi? tuan ini adalah tangan kanan pemilik Resto ini!! jadi dia berhak jika menutup atau membuka resto ini!!' Pengurus Resto itu menjelaskan.
" Maaf tuan!! maafkan saya..." Pelayan itu berlutut di depan Erdo.
" Saya tidak butuh maaf anda!" Erdo langsung menarik tangan Ria dan berjalan meninggalkan Resto itu.
****
LIKE KOMEN DAN VOTE
SALAM ^^