Mafia And Me

Mafia And Me
MAFIA AND ME 2 (EPS 20)



" Mommy kenapa belum datang juga ya jemput aku, sekarang kan sudah siang." Gumam Hansel, ia tengah duduk di bangku depan gerbang sekolah sembari menunggu kedatangan sang Mommy yang tak kunjung datang sedari tadi.


" Kenapa gak datang juga? Mommy sebenarnya dimana? katanya akan jemput Hans siang ini tapi malah gak datang juga." Lirih Hansel. Ia bukannya takut untuk pulang sendirian, tetapi Lea yang meminta karena takut terjadi apa apa pada Hansel.


Sudah sepuluh menit berlalu namun Lea tak kunjung juga ada tanda tanda kehadirannya. Hansel merasa kehausan apalagi karena sinar matahari yang sudah terik, untungnya masih ada tersisa sedikit lagi air minum yang Hansel bawa dan langsung ia habiskan.


" Mommy kemana sih?" Hansel kembali merasa kehausan karena panas matahari.


Dan saat bersamaan, ada mobil mewah yang berhenti tepat di depan Hansel saat ini.


" Anak siapa ini?" Gumam seorang gadis yang berada dalam mobil mewah itu. Tadi saat mengemudi ia tidak sengaja melihat Hansel makanya ia berhenti tepat di depan Hansel saat ini.


" Mobil siapa ini?" Gumam Hansel.


" Hey adik kecil,," gadis itu turun dari mobil dengan melempar senyum kepada Hansel.


" Hay aunty,," balas Hansel tanpa ras takut.Gadis itu terkejut sangking kagetnya setelah melihat Hansel dari dekat. Matanya melotot sempurna, ia benar benar sangat keheranan sekali. Entah sebuah kebetulan atau hanya halusinasi saja pikirnya.


' Mengapa anak kecil ini mirip sekali dengan,,,,, tidak!! itu tidaklah mungkin. Masa ia Kak Ed punya anak? atau hanya mirip karena kebetulan saja? tapi,,,, anak kecil ini sungguh tiada bedanya dengan Kak Ed. Mengapa aku merasa aneh sekarang ini?' Batin gadis itu.


" Hallo adik kecil, siapa namamu?" Tanya nya sembari ikut duduk dengan Hansel.


" Namaku Hansel aunty," jawab Hansel dengan jujur.


" Ouh, Hay Hansel,,. nama aunty Elena. Panggil aja aunty Ele ok." Ucap Elena pada Hansel.


" Hay juga aunty Ele,"


' Anak kecil itu bahkan tidak ada rasa takut sedikitpun, bahkan ia seperti akrab sekali padaku. Sangat berbeda dari anak kecil pada umumnya.' Batin Elena.


" Hansel, apa Hansel tidak takut pada Aunty?"Elena mencoba menaikkan nada suara nya seraya melototkan mata kepada Hansel. Namun alhasil? Hansel bahkan terkikik geli menyaksikan perbuatan Elena.


" Hehehe, aunty sangat lucu jika seperti itu. Bagaimana Hans bisa takut kalau aunty saja terlihat sangat cantik dan lucu." Kata Hansel sambil terkekeh. Elena frustasi dibuat kekehan Hansel kepadanya, ia sungguh tak mengerti lagi suasana sekarang ini.


" Jadi kamu memang tidak takut dengan aunty?" Tanya Elena lagi.


" Tidak!"


' Matanya, alisnya, tatapan matanya, wajahnya, semuanya sangat mirip sekali dengan Kak Ed. Ya Tuhan,,, ada apa semua nya ini? mengapa aku merasa bahwa anak kecil ini seperti bagian dari keluarga ku?aku ingin pergi tapi seakan ada perasaan tidak ketegaaan pada dia?' Batin Elena.


" Kamu sekolah disini?" Tanya Elena lagi.


" Iya aunty, Hans juga lagi tungguin Mommy jemput aku." Jawab Hansel sedikit lirih.


" Mengapa tidak Daddy kamu saja yang jemput?"


Hansel terdiam tidak menjawab pertanyaan Elena lagi. Elena terheran mengapa Hansel bisa terdiam seketika, pikirnya.


" Hansel, mengapa kamu diam?"


" Hans,,,," tiba tiba ada suara dari seberang sana yang ternyata adalah Lea.


Dan saat bersamaan Handphone Elena berdering sehingga ia tidak memperhatikan siapa yang datang. Ia langsung masuk kedalam mobil setelah selesai mengangkat telfon.


" Mommy,,," Hansel langsung berlari memeluk Lea.


" Iya Mom,,,lagian Hans nngak sendiri kok. Hans sama aunty i,tu,,,,,," Ucapan Hansel terdengar pelan ketika melihat kearah bangku yang sudah kosong.


" Kemana aunty itu?" gumam Hansel keheranan.


Lea memicingkan matanya tampak kebingungan dengan pertanyaan Hansel.


" Siapa Hans?" Tanya Lea penasaran.


" Aunty yang disini tadi. Dia yang temani Hans sebelum Mommy datang." Jelas Hansel.


" Lah, berarti aunty itu dah pergi. Mobil nya dah gak ada lagi." Lirih Hansel.


Lea pikir Hansel hanya berhalusinasi saja, ia pun langsung membawa Hansel masuk ke dalam taxi untuk segera pulang.


____


Disisi Lain....


" Kak Ed,,,,," Elena berlari dan langsung memeluk Edward yang sedang sibuk memeriksa beberapa proposal.


" Ele,,,," jika sudah ada Elena maka Edward pun harus mengahlihkan sejenak perhatian nya.


"Kak Ed kenapa gak kasih tahu kalau Kakak gak di apartemen?" Cletuk Elena penuh kekesalan.


" Ele, kan udah di kasih tahu Eder juga tadi."


Elena menatap Eder sedikit kesal dengan memoyongkan bibirnya.


" Kak Ed sama Kak Eder sama aja selalu bikin Ele kesal." Elena pura pura bersikap ngambek, ya,, sikap manjanya pun kembali tercipta.


Eder dan Edward tersenyum miring kepada Elena Karena berhasil membuat Elena kesal.


" Trus kamu kenapa datang kesini sayang? kan kamu tahu sendiri kalau Kakak sibuk di kantor." Ucap Edward, meskipun berhasil membuat Elena marah namun tetap saja Edward tidak bisa berlama lama melihat kekesalan adik cantik nya itu.


" Ele gak ada jam kuliah siang ini, ya udah Ele insiatif aja datang ketemu Kakak emang salah ya?"


" Tidak, tidak salah sayang. Ele boleh kok kapan saja datang kemari, tapi tumben kamu gak pergi shoping ke mall? biasanya itu saja rutinitas kamu."


" Huff, bosan Kak. Barang barang Ele sudah berlebihan malah di apartemen, makanya Ele gak mood lagi." Kata Elena dengan manja.


" Barang barang Ele sudha berlebihan di apartemen,,," Eder mencoba mengejek Elena dengan mengulangi perkataan Elena.


" Kak Ed, lihatlah Kak Eder selalu saja mengejek Ele." Aduh Elena pada Edward. Eder terkekeh kecil menatap Elena. Sedangkan Edward hanya mengangkat bahu saja.


" Sudahlah, kalian berdua memang sangat menyebalkan." Umpat Elena kesal. Ia langsung melangkah masuk kedalam kamar khusus direktur di ruangan Edward. Edward mengerti itu pasti Elena akan menghabiskan waktu di dalam kamar itu sendirian karena bad mood.


_______


HOLAAA KASIH VOTENYA JGN PELIT YA SAYANG.


LIKE KOMEN DAN VOTE NYA


SALAM ^^