Mafia And Me

Mafia And Me
MAKAN NASI GORENG PINGGIR JALAN



Evans menepikan mobil nya di pinggir jalan, dimana tempat penjualan nasi goreng yang Anyer minta.


"Yeyyy!!! sampai juga!" Anyer hendak turun dari mobil sebelum Evans membuka kan pintu.


" Jangan langsung keluar!" Bentak Evans, di sela Anyer hendak keluar, ia bukan bermaksud untuk membentak Anyer,hanya saja ia khawatir pada istrinya itu.


Mata Anyer kini kembali berkaca kaca. " Hikss.... mengapa memarahiku?" Tanya nya di sela tangis nya.


' Ckk!! astaga... ada apa lagi ini? itu spontan saja terucapkan ku Niyee!'


" Maaf kan aku sayang! hanya saja aku tidak ingin kamu kenapa napa nanti nya!"


" Tetap saja kamu membentak ku, padahal aku hanya ingin langsung makan nasi goreng saja, hikss....hikss..." Balas Anyer yang masih menangis.


Evans benar benar bingung sekarang ini dengan sikap Anyer yang berubah jauh seperti sekarang ini. " Okey! aku minta maaf, tunggu sebentar biar aku yang buka kan pintu!" Evans keluar dari mobil dan segera membuka kan pintu mobil buat Anyer.


Anyer langsung keluar dari mobil dan berjalan ke arah penjulan nasi goreng tersebut, yang juga di susul oleh Evans dari belakang.


" Hallo Uncle Cio....." Sapa Anyer pada sang penjualan.


" Wah... hallo nak Anyer... lama tidak bertemu lagi!" Balas Uncle Cio.


"Hey... nak Anyer.... makin cantik aja yah, tumben kemari lagi, dah lama nngak pernah kesini lagi nam!" Mbak Ina istri Uncle Cio menghampiri Anyer yang sedang duduk di bangku.


" Hehehe.... maaf yah Mbok, Kang, soal nya Anyer baru punya waktu sekarang, tapi Anyer balek lagi kan? itu karena Anyer rindu masakan Mbak Ina." Jawab Anyer dengan sopan.


" Nak Anyer bisa saja! jadi mau pesan nasi goreng nih? berapa piring nak?" Tanya Mbak Ina.


" Em... Anyer rasanya pengen makan dua piring deh Mbak!" Balas nya.


" Wah... banyak banget nak, tumben kamu beli dua piring, hehehhe!" Ucap Uncle Cio.


" Nngak tau deh Kang, Anyer pengen aja,nngak tau kenapa deh!" Anyer juga merasa bingung pada dirinya sekarang ini.


" Tidak masalah nak! eh sahabat kamu mana?" Mbak Ina mencari cari sosok Ria.


" Ria maksud Mbok?"


" Iya!"


" Anyer datang berdua Mbak, tapi bukan sama Ria! Ria nya lagi urus nenek nya, lagikan sekarang akhir pekan Mbak!" Balas Anyer lembut.


" Mbak juga dah rindu sama si Ria tuh, mulut nya yang suka komat kamit nngak jelas, tapi akhir akhir ini dia jarang mampir kesini nak!"


" Mungkin dia nngak ada waktu Mbak! lain kali Anyer ajak deh!"


" Ya sudah, Mbok buatin dulu yah nasj goreng kesukaan nak Anyer!" Mbak Ina berlalu dan membuatkan nasi goreng yang Anyer pinta.


" Hubby...." Seru Anyer ketika melihat Evans yang kini tengah duduk di depan nya.


" Hmmm!" Balas Evans.


" Kamu tidak ingin pesan juga?"


" Tidak perlu! kamu saja Niye sayang, aku sudah kenyang tadi!"


" Baiklah!" Anyer mangut mangut saja.


Tidak lama kemudian, Mbak Ina dan Uncle Cio kembali membawa nasi goreng dua piring dan juga dua gelas yang berisikan jus jeruk.


"Ini nak Anyer..." Mbak Ina dan Uncle Cio menyilahkan mereka makan.


" Kok ada jus jeruk nya Mbak?" Tanya Anyer ketika melihat jus jeruk yang juga tersedia tanpa ia minta.


Mbak Ina tersenyum ramah." Itu khusus untuk nak Anyer, Mbak dan Uncle Cio sengaja buatin nya!"


" Sama sama!"


" Eh.. nak yang yang satu ini siapa nak Anyer?" Tanya Mbak Ina penasaran yang juga sama penasaran nya dengan Uncle Cio.


" Em... kenalin Mbak, ini suami Anyer!" Ucap Anyer seraya melirik Evans sekilas.


" Ouh... jadi ini suami kamu nak? ya tuhan... awal nyas Mbak dan Uncle Cio nngak nyangka loh nak, kamu itu sudah menikah.


" Hehehe... maaf yah Mbak, Uncle!"


" Tidak mengapa nak!"


" Kamu tampan nak Evans!" Ungkap Mbak Ina.


Karena tidak ada sahutan dari Evans, Anyer menatap Evans dengan tajam, seakan memberi kode.


" Terimakasih Mbak!" Balas Evans sambil mengangguk.


" Yah sudah,kalian nikmati saja yah makan nya! Mbak dan Uncle Cio permisi dulu!" Mbak Ina dan Uncle cio berlalu pergi.


Anyer langsung melahap nasi goreng nya, hanya beberapa sendok saja ia merasa sudah kenyang.


"Mengapa tidak di habiskan sayang?" Tanya Evans heran, pasal nya nasi goreng hanya habis setengah piring saja.


" Aku sudah kenyang Hubby!"


" Tru sisa nya ini gimana?"


" Hhehee... kamu aja yang makan yang Hubby!"Anyer cengengesan.


" What?"Evans membulatkan matanya.


" Kamu tidak mau?" Kini Anyer menatap Evans dengan mata berkaca kaca.


" Tapi aku sudah kenyang sayang!" Evans tetap tidak ingin makan nasi goreng itu.


" Kamu tidak mau?hikss.." Anyer malah kembali menangis.


' Ya tuhan.... ada apa dengan istri ku ini? mengapa air mata cepat sekali jatuh! aku memang berjanji pada diriku untuk tidak membuat air mata nya jatuh lagi karena ulah ku! tapi tidak begini juga!'


" Tapi sayang...."


" Aku membencimu!" Sela Anyer langsung, kini air mata nya semakin banyak mengalir.


" Huff... baiklah akan ku makan!"


" Semua nya ya!" Anyer kembali bahagia.


" What??"


" Hubby...." Anyer menatap Evans dengan sendu.


" Iya iya!!! akan ku turuti!!" Dengan sangat terpaksa seorang presdir terkenal+seorang mafia, kini rela makan makanan di pinggir jalan hanya demi kesenangan sang istri.


Anyer semakin tampak bahagia menyaksikan Evans yang melahap ludes semua nasi goreng di piring.


***


Anyer konyol bukan? :)


LIKE,KOMEN,DAN VOTE ^^


SALAM