Mafia And Me

Mafia And Me
KEBAHAGIAAN



"Ceklek....."Tampaklah Anyer dan juga Evans keluar dari ruangan tersebut.


" Bagaimana keadaan mu nak? apa kami baik baik saja?" Perhatian yang Iras berikan seraya menyentuh pipi dan jiga tubuh Anyer untuk memastikan apakah Anyer baik baik saja atau tidak.


Anyer tersenyum manis dan langsung memeluk mertua nya. "Anyer baik baik saja Mom!" Imbuhnya dengan lembut.


" Benarkah? kamu yakin tidak kenapa napa? atau kamu skait kepala atau yang lain gitu?" Iras masih kurang percaya.


" Anyer baik baik saja Mom!"


" Kamu yakin Nyer? nngak bohong kan?" Ucap Ria juga.


" Aku yakin!" Balas Anyer dengan penuh senyum.


" Kamu kok senyum saja dari tadi nak?" Iras tampak curiga, begitu juga dengan Ria.


Sedangkan Evans dan Erdo, kedua nya hanya berdiri santai saja.


" Apa salah ya Mom, kalau Anyer senyum terus?" Tanya Anyer.


"Tidak! bahkan itu sangat baik!"


" Sebenarnya Anyer....."


" Mommy akan segera punya cucu!" Sela Evans dengan cepat.


Mulut Iras dan Ria menganga mendegar ucapan Evans barusan.


" Apa Mommy tidak salah dengar?" Iras ingin memastikan.


" Mommy meragukan putra mu ini?" Evans tersenyum penuh kebanggaan.


" Kamu tidak bercanda kan Boy?" Pram membuka suara.


" Dari ekspresi ku apa aku terlihat bercanda?" Evans berkata dengan datar.


" Jadi kamu benar benar hamil nak?" Iras penuh kebahagian, dan di balas anggukan oleh Anyer.


" Ya tuhan... akhirnya!" Iras sangat terharu sekali tanpa sadar air mata keluar yang berarti tangis bahagia.


" Selamat ya nak!" Iras memeluk hangat menantu nya itu.


" Makasih Mom!" Anyer seakan melupakan kejadian yang menimpanya tadi atas kehilangan sosok Ayah, dan kini tuhan baik padanya, kesedihan nya di ganti dengan kebahagiaan yang tiada dua nya.


" Mommy bahagia sekali nak!" Iras melepaskan pelukan mereka.


" Anyer.... selamat ya!" Ria juga terharu sekali dan ia langsung memeluk sahabatnya itu.


" Thanks you Ria sayang!" Anyer membalas pelukan Ria.


" Akhirnya ya, aku bakal punya keponakan lagi!" Ucap Ria seraya melepaskan pelukan mereka.


" Hu um!" Anyer menangguk.


" Nona, selamat ya nona!" Seru Erdo yang juga ikut bahagia.


" Makasih sekretaris Erdo!"


" Nak, selamat ya! semoga Daddy langsung menggendong cucu, kalau suami mu ini menyusahkan mu, kamu datang saja ke rumah, biar dia sendiri tidak ada yang urus!" Cletuk Prams ahli ahli kepada Evans.


" Tidak boleh! Niyeku harus tetap di sisi ku!" Bantah Evans.


" Tetap saja kamu tidak boleh sesuka mu padanya!" Ucap Pram lagi.


" Tidak akan! aku akan melakukan apa yang Niyeku minta!" Evans merangkul pinggang Anyer dengan penuh kemesraan.


" Ckk!! kamu akan menjadi seorang Ayah, tapi sifat mu tidak ingin mengalah, bisa bisa nantinya anak mu akan minta dicarikan Ayah yang baru!" Umpat Pram.


" Hahahahhahha!" Mereka semua tertawa terkecuali Evans yang terpojok kan.


" Itu tidak akan terjadi Dad! apa pun yang anak ku minta kelak akan ku turuti semua nya!"


" Ck! terserah kau saja Boy!" Pram mengalah.


"MBAK ANYERRRRR!!!"


Suara si cempreng pun akhirnya tiba kembali, siapa lagi kalau bukan si tawon alias si Endra.


" Sudah kuduga!" Gumam Evans kesal.


" Endra!"Sahut Anyer lembut.


" Mbak!!!!" Endra hendak memeluk Anyer, namun dengan sigap Evans menarik Anyer sehingga Endra pun memeluk angin saja.


" BANG EVANS!!!!!!!" Pekik Endra dengan penuh kekesalan.


"Apa?" Jawab nya santai.


" Mengapa menarik Mbak Anyer?" Endra menatap Evans dengan tajam.


" Suka suka saya donk! dia istri saya, jadi terserah saya, saya tidak rela istri saya di peluk peluk sama orang seperti kamu!" Jawab Evans sinis.


" Argggg!!!! kamu sangat pencemburu sekali bang!! dia juga Mbak Endra, jadi Endra juga punya hak!" Balas Endra tak mau kalah.


" Dari mana kamu punya hak? jelas dia itu hak saya! jadi jangan asal bicara."


" Cih!! tunggu Endra punya istri, bakal Endra peluk peluk setiap saat!"


" Hehehe Daddy bisa aja!" Endra terkekeh garing.


" Jadi kenapa sampai bilang soal istri?"


" Hehehe kan ujung nya Endra juga bakal punya istri Dad!"


" Siapa yang ingin di jadikan istri olehmu?" Cletuk Evans sinis.


" Mommy, lihat deh bang Evans, suka banget ejek Endra!" Adunya pada Iras.


" Bagimana kamu mau punya istri, kalau sikap mu seperti anak anak?" Ucap Evans lagi.


" Bang Evansss!!!!" Pekik Endra.


" Sudah sudah! kalian berdua ya masih sempat sempat nya bertengkar!" Ujar Iras.


" Abang tu!"


" Sudah!!" Titah Iras.


" Kamu belum tahu kabar baru kan?"


" Kabar baru apa maksud nya?" Endra tak mengerti.


" Mbak mu sedang mengandung!" Ucap Iras langsung.


" Benarkah?" Endra tak percaya.


"Hu um!"


" Yeyyyy akhirnya Evans bakal punya keponakan!" Endra bahagia sekali.


" Selamat ya Mbak ku sayang!" Endra langsung memeluk Anyer.


" Makasih ya Endra!" Jawab Anyer.


" Lepasin!" Evans tidak terima kalau Endra memeluk Anyer.


" Ckk!! tukang cemburu!" Cletuk Endra seraya melepaskan pelukan nya.


" Suka!" Balas Evans datar.


" Kamu jangan begitu Hubby!" Ucap Anyer merasa tak enak hati pada Endra.


" Biarin!"


" Nenek mu pasti akan kegirangan tiada main kalau tau kabar ini Boy!" Ucap Pram.


" Benar tu! secara nenek mu selalu meminta agar segera punya cicit!" Iras menimpali.


" Nanti akan Mommy sampaikan pada nenek mu!"


" Emang nenek dimana sekarang?"


" Nenek mu..."


" Drttt....drt...." Ponsel Pram berbunyi.


" Halo mam!" Pram mengangkat sambungan telfon.


" DASAR ANAK JAHAT!! TEGA TEGA KAMU MENINGGALKAN MAMA MU DI RUMAH MU SENDIRIAN, KAMU PIKIR AKU MAU JADI APA DISINI? KENAPA LAMA SEKALI?" Teriakan dari seberang terlfon yang ternyata dari nenek Fina, yaitu nenek Evans.


" Iya Mam! iya, Pram akan pulang!" Pram langsung mematikan sambungan telfon mereka.


" Pasti mama kan?" Tanya Iras.


" Iya!" Pram tampak kesal.


" Hahahahahah, Daddy kalau marah pasti sangat lucu!" Ejek Evans.


" Diam kamu!" Titah Pram.


Tanpa mereka sadari ternyata sedari tadi ada seseorang yang menyaksikan kebahagiaan diantara mereka semua, dia adalah Key.


" Key..." Endra baru sadar kalau ia datang bersama Key.


" Em... ya!" Balas nya sambil tersenyum terpaksa.


" Key..." Anyer berlari dan langsung memeluk Key.


" Kamu mengapa diam saja dari tadi Key?" Anyer melepaskan pelukan mereka.


" Tidak! hanya saja Key merasa kurang pantas untuk bergabung kak!" Jawab nya lirih.


" Jangan berbicara seperti itu!"


" Tidak! selamat ya kak, sebentar lagi kakak bakal jadi seorang ibu!" Ucap Key merasa ikut bahagia.


"Makasih Key!"


***


LIKE,KOMEN,DAN VOTE OK


SALAM ^^