
Satu Bulan kemudian......
" Mana gadis itu?" Tanya Edward pada Eder. Eder telah memberitahu bahwa orang yang memasuki kawasan Edward sudah diketahui.
" Itu dia Tuan," Eder menunjukkan tepat pada Lea. Ya Lea! Lea yang kini mencium pipi Hansel.
" Dia? apa kamu yakin itu dia?" Tanya Edward dengan datar.
"Benar Tuan, gadis itu yang memiliki liontin yang Tuan ucapkan itu. Dan dari penyelidikan dia juga lah orang baru itu," jelas Eder.
" Lalu,,, anak kecil itu siapa?"
" Dia,, dia adalah anaknya Tuan." Ucap Eder dengan ragu.
" Anak?" Edward membelagakkan matanya.
" Benar Tuan, nama anaknya adalah Hansel."
" Jadi dia anak ku?" Edward masih butuh kepastian.
" Mungkin itu memang benar tuan. Gadis itu adalah orang yang berani memasuki kawasan anda tanpa mengenal anda, dan lebih mengejutkan adalah dia jugalah gadis yang sewaktu di California itu. Dialah gadis yang telah terlukai lima tahun yang lalu." Jelas Eder lagi.
' Betapa bodohnya aku. Ternyata anak itu adalah darah dagingku, dan,,, itu memang benar. Wajahnya bahkan sangat mirip denganku, lalu gadis itu? dia lah yang telah bekerja keras selama lima tahun ini karena perbuatan ku? ' Batin Edward.
Dirinya benar benar dihantui oleh rasa bersalah. Rasa penyesalan dan kebahagiaan seakan bercampur aduk.
" Eder, kamu memang yakin kan bahwa anak itu adalah anak ku?" Tanya Edward lagi.
" Benar Tuan, hanya saja gadis itu menyembunyikan identitasnya mengenai anaknya itu. Gadis itu bernama Lea Carolina, gadis berusia dua puluh dua tahun dan memiliki seorang anak laki laki karena jadian lima tahun yang lalu." Jelas Eder dengan detail.
" Jadi aku memang sudah memiliki seorang anak?"
" Itu benar Tuan, namun tidak ada para Manager dan juga orang lain yang mengetahui bahwa dia memilih anak. Sepertinya dia tidak ingin ada yang mengusik ketenangan dirinya dengan anaknya."
" Aku tidak menyangka bahwa aku telah mempunyai seorang anak dari benih ku sendiri. Kejadian lima tahun lalu ternyata memberiku sedikit jalan untuk menemukan masa depan." Gumam Edward yang sedari tadi tidak berpaling menatap Lea dan Hansel yang masih di depan gerbang sekolah.
" Lalu bagaimana rencana selanjutnya Tuan? akankah ada tahap yang harus dilakukan?" Tanya Eder.
" Eder, selama lima tahun belakangan ini aku sangat terpuruk karena selalu penuh dengan rasa bersalah pada gadis yang aku nodai malam itu. Namun kini, aku telah menemukannya, bahkan gadis itu sudah membawa seorang anak. Tunggu dulu! kamu yakin bahwa gadis itu tidak pernah berhubungan badan dengan Pria lain?"
" Tidak Tuan selain hanya anda seorang."
" Kamu tenang saja, untuk sementara waktu biarkan mereka tenang dulu. Namun orang orang kita harus tetap mengawasi setiap gerak gerik mereka. Jika sudah memasuki kawasan ku maka jangan harap untuk dapat melarikan diri." Edward tersenyum licik penuh dengan kemenangan.
" Berarti anda sendiri yang akan mengurus gadis itu Tuan?"
" Begitulah! dan sekarang yang harus menjadi perhatian ku untuk saat ini adalah membalaskan rasa sakit yang orang orang didekatnya dulu yang tidak menyukai gadis itu. Kalian sudah dapatkan orang itukan?" Tanya Edward dengan meremas jemari tangan nya penuh dengan amarah.
" Sudah Tuan, hanya ada seorang saja yaitu wanita." Jawab Eder dengan tegas.
Edward sudah tak sabaran lagi dan langsung memerintahkan Eder segera melajukan mobil.
_______
Gudang Gelap....
" Siapa kalian?" Teriak seorang gadis yang ternyata adalah Tisa.
Tisa kepala koki sewaktu di tempat Lea bekerja dulu.
" Saya? saya adalah malaikat pencabut nyawa. Apa kamu sudah paham sekarang?" Suara Edward bergelegar memenuhi ruangan gelap itu.
Bulu kuduk Tisa berinding penuh ketakutan, tubuhnya gemetaran sangkut takutnya. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi
" Jangan berteriak didepan saya, atau lidah anda akan segera hilang saat ini jug." Ucap Edward penuh dengan penekanan.
" Apa maksud mu ha? kau mengancamku?"
" Sudah kukatakan jangan berteriak didepan ku!!!!"
" Srekkkkkk" Kedua lengan tangan Tisa sudah tiada lagi.
" Aaargggg!!! hiksss hiksss, mengapa kau melakukan ini padaku hikss hikss aaaa...." Teriak Tisa yang merasakan rasa sakit yang luar biasa hebatnya.
" Tidak perlu tahu siapa saya. Intinya jangan pernah mencari masalah dengan orangku." Tegas Edward.
" Siapa maksudmu? aku tidak pernah menganggu dirimu apalagi orangmu.Bahkan aku tidak mengenali mu."Teriak Tisa penuh dengan Isak tangis.
" Berhenti mencari masalah denganku! ucapkan saja kata sepuas mu sebelum tiba waktunya kematian akan datang." Edward tersenyum miring menatap tajam kepada Tisa.
" Hikss hikss,,,apa mau mu ha?" Isak tangis Tisa tiada henti.
" Anda ingat saja siapa orang yang sampai dipecat karena ide kotor dan licikmu."
Tisa terkesiap, sejenak ia pun berpikir lebih dalam lagi untuk mencerna maksud ucapan Edward.
" Terlalu lama berpikir." Edward hendak menancap peluru pistol ke kepala Tisa, namun.....
" Lea! apa Lea maksdmu?" Ucap Tisa tiba tiba.
" Ternyata otak anda masih bekerja, sudah ingat siapa Lea?"Edward menarik ahli sesaat pistolnya.
" Iya, lalu apa sangkutannya dengan mu?" Teriak Tisa, semakin mengingat Lea semakin membuat nya emosional sendiri.
" Jangan berteriak di depan ku!!!!!!!" Suara Edward bergelegar sekeras mungkin.
" Apa ha?" Tantang Tisa tanpa rasa takut.
" Dorrrr......." Tepat sasaran, peluru pistol Edward menancap sampai membolongi kepala Tisa, dan...
" Bugh,,,," Sudah tiada!
Tisa benar benar menghembus nafas terakhir nya dalam perihnya perlakuan kejam yang ia rasakan.
" Eder, bekukan kedua tangannya itu dan kirim ke Manager Resto yang bodoh itu." Tegas Edward.
" Baik," Eder mengangguk.
" Bawa jasadnya kepada harimauku yang sudah kepalaran, kasihan karena mereka tidak makan tiga hari ini. Berikan mereka makanan yang enak hari ini." Titah Edward pada orang suruhan nya.
" Baik!!!!" Jawab orang orang Edward yang berkisar lima orang khsusus di gudang gelap itu.
" Tahap pertama selesai, tinggal seorang lagi!" Gumam Edward penuh dengan kemarahan.
______
25 DESEMBER 2020
SELAMAT HARI NATAL:)
Like komen dan vote
SALAM ^^