Mafia And Me

Mafia And Me
APA KAMU MAU MENIKAH DENGANKU?



♡ E. SCRITH GROUP ♡


"Permisi..." Ria masuk kedalam ruangan Presdir, dimana kini Erdo tengah duduk di sofa dalam ruangan tersebut, ia tidak akan berani duduk di kursi singgahsana sang presdir itu.


" Ini buatmu!" Ria meletakkan secangkir kopi creme latte di meja depan Erdo.


Erdo melirik Ria sekilas seraya tersenyum kecil. " Thanks!" Imbuhnya.


" Apa pekerjaan mu setiap hari memang sebanyak ini?" Tanya Ria prihatin.


Ia dapat melihat Erdo benar benar sangat sibuk sekali, bahkan mulai mereka sampai, Erdo bahkan tidak berpaling dari laptop di depan nya.


" Em...Bisa dikatakan seperti itu!"Jawab Erdo seraya menyeruput kopi nya.


Ria menatap Erdo dengan sangat dekat. " Kamu sangat profesional, bahkan kamu tidak mempedulikan yang lain selain pekerjaan yang di timpakan tuan Evans padamu!" Imbuhnya.


Erdo berpaling dari laptop nya dan menghadap ke arah Ria."Apa kamu sangat peduli padaku?" Erdo mendekatkan wajah nya lebih dekat lagi dengan Ria.


Kini Ria menjadi gelagapan, dan ia dapat merasakan hembusan nafas Erdo yang sangat lembut di wajah nya." Bu...bukan begitu maksud ku! hanya saja aku kagum padamu, apa itu salah?" Balas Ria gugup.


Erdo tau mengapa Ria berkata seperti itu padanya. " Baiklah! aku tidak menuntut agar kamu jujur soal perasaan mu padaku, aku akan menunggu sampai kamu benar benar siap mengungkapkan nya dengan caramu sendiri! dan satu hal yang perlu kamu ketahui." Erdo semakin mendekat kan wajah nya, dan ia mulai berbisik di telinga Ria. " Bahwa aku mencintaimu!" Bisik nya dengan lembut, Erdo menggigit telinga Ria dengan lembut.


Ria dapat merasakan, geli dan bulu kuduk nya yang merinding akibat ulah Erdo sekarang ini, ia tidak tau sensasi apa yang telah terjadi pada diri nya sendiri." Do..... " Ria bergeliat geli.


" Hm..." Erdo kembali menggigit telinga Ria.


" Jangan seperti ini Do... ingat kamu masih punya pekerjaan!" Ucap Ria dengan gugup, ia semakin terbuai akibat ulah Erdo.


" Em.. kamu bilang aku terlalu focus pada pekerjaan ku, tapi pekerjaan ku hampir selesai,jadi kamu tidak perlu khawatir!" Bals Erdo dan kini berahli ke pundak Ria, dan menggigit pundak Ria cukup kuat.


" Ah.... Do....Do... ku mohon berhenti lah! kalau ada lihat bagaimana? pintu masih terbuka!" Ria masih punya akal sehat.


" Ckk!! bodoh! sekali lagi kalau masuk tutup pintu!" Erdo mengambil remote di meja dan menekan tombol, hingga pintu pun tertutup dengan mudah, dan Erdo kembali pada aksi nya lagi.


" A...apa... semudah itu?" Ria semakin bergeliat geli.


" Hmm!!" Erdo berahli lagi ke leher Ria.


" Mmmm...." Ria mengigit bibir bawah nya, agar suara nya tidak keluar begitu saja.


" Keluar kan saja!" Erdo menggigit leher Ria, dan karena ulahnya sehingga menimbulkan kiss ma*k di leher Ria.


" Do...." Ria berusaha untuk tenang agar tidak terbuai akibat ulah Erdo.


" Hm...nikmati saja!" Kini Erdo berahli ke bibir Ria, dan dengan segera..


" Hmpppp!" Erdo melahap bibir merah Ria, awal nya Ria memberontak agar tidak terbuai, namun gejolak yang ia rasakan membuat nya tak bisa apa apa dan hanya bisa membalas perlakuan Erdo.


Erdo semakin rakus melahap bibir Ria yang membuat nya tak ingin melepaskan.


"Mpphh!" Ria kini mengalungkan tangan nya di leher Erdo.


Kini Erdo tidak tau sensasi apa yang telah terjadi pada diri nya, dan ia seakan menginginkan sebuah hal yang lebih, awal nya ia hanya ingin menggoda bermain main saja pada Ria, namun malah terbuai akibat ulahnya sendiri, entah bisikan dari mana, akal sehat nya kembali bekerja.


" Maaff!" Erdo berhenti dari aksi nya, dan ia penuh dengan rasa bersalah sekarang pada Ria.


" Apa kamu tidak marah padaku?" Tanya Erdo ragu ragu.


Ria tersenyum kecil, seraya menggeleng gelengkan kepala nya. " Tidak! aku tidak marah padamu, bahkan aku juga ikut bersalah pada diriku sendiri, jika kamu tidak berhenti tadi, mungkin aku adalah orang paling bodoh, kamu tau? dan aku bersyukur ternyata kamu masih punya akal sehat yang bekerja!" Ucap Ria seraya menatap Erdo dengan penuh keyakinan.


" Tapi tetap saja aku bersalah! jika kamu marah padaku, maka aku akan melepaskan mu! aku tau perlakukan ku telah merugikan mu tadi!" Ucap Erdo lirih.


" Tidak!! aku bahkan tidak rugi sedikit pun! karena kamu adalah orang pertama yang telah mengambil ciuman pertama ku! dan aku bangga akan hal itu, karena apa? karena aku juga telah jatuh cinta padamu!" Ria malu sendiri akan ucapan nya dan ia langsung menyembunyikan wajah nya di dada bidang Erdo.


Entah Erdo harus senang atau bagaimana, intinya ia berjanji tidak akan melakukan hal seperti itu lagi pada Ria, tanpa terkecuali, jika mereka telah terikat dalam tali pernikahan.


" Ri..." Erdo mengangkat dagu Ria dan menatap nya dengan lekat.


" What?"


" Apa kamu mau menikah dengan ku?" Tanya Erdo langsung.


Ria menelan saliva nya dengan kasar, dan ia tidak tau jawaban apa yang harus ia ungkapkan.


" Apa kamu mau menikah dengan ku Ria?" Tanya Erdo lagi, kini ia menjadi tidak percaya diri karena Ria hanya diam saja tidak menjawab ucapan nya.


Ria tetap saja diam tidak menyahut sama sekali.


" Baiklah! aku menyerah!" Erdo frustasi.


" Siapa bilang kamu menyerah? kamu belum lagi mendapatkan jawaban dariku,kenapa malah langsung menyerah?" Cletuk Ria.


" Aku kalah! aku akan melepaskan mu, aku tau pasti kamu tidak akan menerima ku kan?"


" Jika aku bilang aku menolak apa kamu akan terima?"


"Tidak!" Jawab Erdo cepat.


" Berarti kamu sudah tau apa jawaban ku! aku akan membuatmu menerima jawaban ku, dan kamu tau? jawaban ku adalah dimana kamu menerima nya!"


Erdo menatap Ria dengan lekat. "Apa kamu menerima ku?" Tanya Erdo dan dibalas anggukan oleh Ria.


" Benarkah?"


" Yes!! aku kan sudah bilang, jawaban ku adalah dimana kamu menerima nya, dan itu jawaban ku! bahwa aku mau menikah denganmu!"


Dengan penuh kebahagian, Erdo langsung memeluk Ria dengan erat, dan ia berjanji tidak akan melepaskan Ria apa pun alasan nya.


" I LOVE YOU!" Ucap Erdo.


" I LOVE YOU TOO!" Balas Ria.


****


LIKE, KOMEN,& VOTE


...SALAM ^^...