
"Brumm..." Suara mobil yang berhenti di depan rumah.
Erdo segera membukakan pintu untuk Evans dengan cekatan, kemudian Evans pun keluar.
Ia dapat melihat Ria dan juga nenek nya yang baru sampai seperti nya.
" Bawa mereka berdua masuk!" Titah Evans pada Erdo seraya melirik Ria dan nenek tua itu.
" Baik tuan muda!" Sahut Erdo.
Evans segera berjalan masuk ke dalam rumah tanpa membunyikan bel.
" Ceklekk...." Pintu terbuka, dan Evans dapat melihat sang istri yang baru saja turun dari atas.
Terlihat jelas raut kebahagiaan di wajah Anyer setelah melihat wajah sang suami.
" Hubbby!!!" Anyer langsung berlari dan langsung memeluk Evans dengan erat.
Evans membalas pelukan Anyer dan juga memberi kecupan di kening Anyer dengan penuh kasih sayang yang sangat dalam.
" Mengapa kalian lama sekali?" Anyer melirik ruang tamu. " Dimana Ria?" Anyer mencari cari sosok sahabat nya, namun tidak juga kelihatan batang hidung nya.
Dan di saat bersamaan......
" Ceklek....." Pintu terbuka kembali dan kini wujud yang terlihat masih Erdo saja.
Anyer semakin curiga dan terus melirik kearah pintu rumah, dan setelah Erdo masuk ke dalam rumah, barulah sosok yang ia cari kini telah berdiri di depan pintu rumah.
Anyer tak sanggup berkata kata, ia langsung berlari,dan... " Ria.... aku senang banget akhirnya kamu bisa lagi kembali kesini!"Anyer Langsung memeluk Ria dengan hangat.
" Kamu jahat Ri!! kamu tega sembuyiin hal sebesar itu, dan setelah semua nya terjadi baru kamu beritahu aku, seharus nya kamu curhat ke aku, karena itulah artinya seorang sahabat, sebagai ruang untuk berteduh, sebagai penopang ketika dalam keadaan tak mampu! kali ini aku memaafkan mu, tapi tidak dengan setelah ini!" Sahut Anyer yang walau sebenarnya ia juga tidak terima karena kebohongan Ria ini, namun biarlah itu menjadi yang pertama dan terakhir kali nya.
Ria menatap Anyer dengan dalam. " Makasih banyak Nyer! aku berjanji akan selalu berkata jujur setiap ada masalah yang terjadi padaku, tapi tanpa terkecuali!" Imbuhnya.
" Janji? kamu janji akan selalu terbuka padaku dan ini adalah yang terakhir kali nya hal ini terjadi, janji?" Anyer mengacungkan jari kelingking nya.
Ria membalas acungan jari Anyer. " yah!! aku berjanji!!" Ria tersenyum manis dan begitu juga dengan Anyer, mereka berdua kembali berpelukan.
" Nenek...." Anyer baru menyadari sosok nenek nya Ria, ia pun meregangakan pelukan mereka berdua.
" Selamat datang nek, maaf tadi Anyer tidak melihat nenek!" Anyer merasa tidak enak hati pada nenek itu.
Nenek Luna, yah namanya adalah Luna! nenek itu hanya tersenyum saya. " Tidak nak, nenek tau apa yang kalian berdua rasakan, kalian itu memang sahabat sejati!" Sahut Nenek Luna.
Anyer hanya tersenyum saja dan mengangguk.
" Ayo nek, kita duduk!" Anyer mempersilahkan mereka semua duduk, karena tadi memang tidak ada seorang pun yang duduk.
Bi Tara dan bi Tere pun menghidangkan makanan dan minuman di meja makan, karena sudah waktu nya untuk makan malam.
**
Like,komen,dan vote ♡
SALAM^^