Mafia And Me

Mafia And Me
KEMBALI KE RUMAH



***Tiga Hari Kemudian


Hari ini Anyer sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah. Dan semua nya telah di urus untuk persiapan kembali ke rumah.


" Apa semua sudah beres Hubby?" Tanya Anyer pada Evans yang kini terlihat santai.


" Yes my wife semuanya aman terkendali." Balas Evans santai.


" Ouh... Tuan kecil mana?" Tanya Anyer karena tak kunjung melihat bayi nya.


" Hallo Mommy... Edward disini...." Suara bak seorang anak kecil yang ternyata dia adalah Ria yang menggendong Edward.


" Anak Mommy.... kok bisa sama kamu Ri?"


" Tadi itu si Tuan kecil nangis nangis waktu Tuan Evans gendong. Ya udah aku ambil ahli aja bawa jalan jalan si Tuan kecil heheh..." Jelas Ria sedikit terkekeh.


" Benarkah? berarti Daddy nya nngak pintar jagain jagoan nya Mommy." Sindir Anyer seraya mengambil ahli menggendong Tuan kecil.


" Siapa bilang?" Tukas Evans tak terima.


" Sudah lah Hubby... aku malas debat dengan mu."


" Ckk, masih kecil aja dah berani buat Daddy kesal." Cletuk Evans sedikit jengkel.


Anyer terkikik geli melihat reaksi Evans yang kesal.


" Nona... mobil sudah siap." Erdo memasuki ruang rawat Anyer.


"Baiklah sekretaris Do! kita akan segera berangkat."Sahut Anyer.


" Nyer... sini aku yang gendong Tuan kecil." Ria mengambil ahli menggendong Tuan kecil.


" Makasih Ri."


" Niye... aku akan menggendong mu." Tanpa menunggu jawaban dari Anyer, Evans langsung menggendong Anyer bak seorang princes.


Apa boleh buat, Anyer tak dapat lagi menolak ia pun pasrah saja dan langsung menenggelamkan wajah nya di dada Evans. Rasa malunya sangat besar sekali karena ulah Evans.


Erdo dan Ria tersenyum menyaksikan sepasang suami isteri itu. Bahkan para orang orang yang ada di RS. dan para suster dan Dokter terdiam kagum akan pemandangan langkah itu.


Anyer dapat mengetahui bahwa sorot tatapan mata para orang orang telah tertuju pada mereka. Dengan penuh percaya diri Anyer bersikap seolah olah tidak ada orang yang melihat mereka.


" Jangan terlalu malu, nanti kamu akan ku makan." Bisik Evans pada Anyer.


" Menyebalkan." Cletuk Anyer.


Selang beberapa menit akhirnya sampai lagh mereka di tempat parkiran. Evans langsung menurunkan Anyer di dalam mobil, dan ia ikut duduk di samping Anyer.


Sementara Erdo mengambil ahli menyetir mobil dan Ria menggendong Tuan kecil.


" Ri... sini aku gendong saja baby Edward." Ucap Anyer.


" Tidak usah Nyer, kamu belum seutuhnya pulih. Biar aku saja yang gendong Tuan kecil, tidak susah kok." Sahut Ria meyakinkan.


" Baiklah! tidak merepotkan mu kan?"


" Tidak, Tuan kecil tidur nyenyak kok."


" Sokey."


********


Mobil mereka pun berhenti di perkarangan rumah Evans, dengan segera Erdo pun langsung turun membukakan pintu untuk Anyer dan juga Evans.


Ria langsung turun deluan karena Edward sedikit merengek.


" Kenapa dengan Baby Edward, Ri?" Tanya Anyer yang baru keluar dari dalam mobil.


" Em... cuma sedikit merengek aja! mungkin haus." Balas Ria.


" Oh.. ayo ke dalam biar Baby Edward langsung minum." Anyer dan Ria pun melangkah deluan.


Namun tiba tiba saat mereka hendak masuk ke dalam.......


" WELCOME TUAN KECIL EDWARD......." Sorak Pram, Iras, Bi Tere dan bi Tara, dan juga Feny.


" Aduh... Anyer hampir copot jantung heheh..." Canda Anyer seraya menyentuh dada nya.


" Kamu bisa saja menantuku." Balas Iras.


" Ayo masuk..." Semuanya pun melangkah masuk ke dalam rumah.


*****


LIKE KOMEN DAN VOTE


SALAM ^^