Mafia And Me

Mafia And Me
ERDO & NENEK LUNA



Di lain tempat, seorang gadis baru saja terbangun, dia adalah Ria.


" Nngak kerasa banget, pagi cepat banget datang nya!" Ria merengangkan otot otot tangan nya.


" Harus segera siap siap nih,huf..." Ria langsung beranjak turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.


**


" Pagi Nek..." Sapa Erdo ketika masuk ke dalam apartement.


" Ouh... pagi...! ada urusan apa yah nak kemari?"Nenek Luna bertanya pada Erdo yang baru saja sampai di apartement tempat Ria dan nenek Luna berada.


" Em.. itu Nek, mau bawa cucu Nenek! Cucu nenek belum bangun ?" Tanya Erdo basa basi dulu, tutur kata yang terdengar begitu sopan dan ramah selalu ia lontarkan pada nenek Luna.


Luna tersenyum sambil menatap Erdo dengan dalam. " Mungkin sedang siap siap nak!"


" Kamu sangat baik nak, nenek lupa siapa nama kamu?" Imbuhnya lagi.


" Nama saya Erdo, Nek!" Sahut Erdo sopan.


Luna hanya mangut mangut mengerti. " Ouh... nak Erdo! nama yang bagus, cocok untuk sang pemilik nama!" Gurau nya.


Erdo tersenyum tipis mendegar ucapan Nenek Luna barusan.


" Apa kamu dengan cucu Nenek, sedang dekat?" Tebak Luna.


Ia seperti merasa bahwa Erdo dan juga Ria seakan mempunyai hubungan khusus, yah tak dapat di pungkiri, nenek Luna cukup pandai juga dalam masalah anak muda, dan juga ia sangat suka bercanda, apalagi dengan seseorang yang baik dan ramah.


Erdo terdiam sesaat, apa dia harus jujur tentang tantangan diantara dia dengan Ria waktu itu? entahlah, ia juga bingung mau jawab apa.


" Em... kami.... kami....."


" Kami berdua cuma teman doank kok Nek!" Suara yang berasal dari atas tangga, dan suara itu berasal dari Ria sendiri.


Ria mengedipkan sebelah matanya, ahli ahli menuju pada Erdo.


Nenek Luna tampak bingung sesaat, dan kemudian ia kembali biasa saja sambil melirik Ria dan Erdo bergantian. " Baiklah! sebagai temanan itu tidak masalah, tapi akan lebih baik jika pertemanan itu membuahkan sebuah hal yang sangat terbaik!" Imbuhnya.


Ria dan Erdo tampak bingung dengan ucapan Luna barusan, apa maksud Nenek Luna, Ria dan Erdo mempunyai hubungan?atau bagaimana.


" Maksud Nenek apa ya?" Ria kurang loading.


"Tidak ada!! ya sudah, kalian berdua pergilah!" Nenek Luna tersenyum ramah.


Ria dan Erdo saling menatap untuk sesaat, namun mereka berdua sama sama mengangkat bahu, pertanda bahwa mereka tidak mengerti.


" Tapi, apa nenek tidak mau ikut dengan kita?" Ria tampak ragu ragu untuk meninggalkan nenek nya seorang di apartement sebesar itu.


Luna tersenyum sambil menganguk untuk meyakinkan sang cucu. " Tidak mengapa, Nenek akan baik baik saja disini, dan kalian juga bilangkan, kalau ada asisten nantinya kemari? jadi kalian berdua tidak perlu khawatir pada nenek, nenek tidak seorang diri lagi! karena asisten itu nanti jadi teman nenek, kalian pergilah!" Luna meyakinkan mereka berdua, terlebih cucu nya itu.


Namun Ria masih kurang yakin, dan ia takut ada orang jahat lagi yang ingin mencelakai nenek nya, namun Erdo seakan tahu apa yang dirasakan oleh Ria, sehingga Erdo mengangguk saja agar Ria tidak perlu cemas.


" Huf...! Baiklah Nek, kami berangkat yah!" Ria mencium punggung tangan nenek nya, dan disusul oleh Erdo juga.


" Kami berangkat Nek!"Ucap Erdo sopan.


" Kalian hati hati...." Pesan Luna seraya melambaikan tangan nya.


Erdo dan Ria berjalan keluar dan segera masuk ke dalam mobil, ketika tengah berada di dalam mobil, Erdo merogoh saku jas nya.


" Lakukan penjagaan yang ketat, sekeliling apartement itu! paham!" Isi pesan Erdo pada orang suruhan.


Setelah itu ia pun mulai melajukan mobil nya meninggalkan pekarangan apartement tersebut.


**


Like,komen,dan vote:^


SALAM