
Sebelumnya...
“Kau sudah berada di sini? Kau kenapa?”
“Ia hanya kelelahan saja,” ujar Romeo pada Mika.
“Baiklah tournya sudah selesai dan ini dapurnya, kau bisa makan sesukamu di dapur ini dan tentunya kau menyiapkan segalanya di sini.
"Kau sudah baikan? Bagaimana jika kita lanjutkan kembali tugasmu, karena tugasmu bukan hanya sekedar mengurusi peliharan Tuan bersama Romeo tetapi kau punya tanggung jawab sendiri di sini, akan tugasmu yang satunya.”
Alea mengangguk pasrah, wajahnya yang masih pucat dan masih lemas kini bangkit berdiri dari duduknya dan mengikuti langkah kaki wanita dingin dan cantik itu yang bernama Mika.
Alea berjalan di belakang Mika mengikuti langkah kaki Mika sembari Mika menjelaskan kembali tugas dan peranturanya di mansion ini.
“Selain hewan peliharan Tuan kau harus melayani semua kebutuhan kelima peliharaan Tuan Evans Colliettie yang amat mengerikan dan akan membuatmu kesal sekaligus jengkel.”
Itu adalah sebuah clue dari Mika pada Alea yang tidak terfokus akan ucapan Mika.
“Dan ingat kamu jangan berkeliaran di malam hari apa lagi di taman itu karena dilarang,” tunjuk Mika ke samping kirinya dengan taman yang entah taman apa yang di balik rumput tinggi yang tumbuh subur dan lembat akan daunnya.
Alea melangkahkan kakinya masuk ke dalam sebuah ruangan yang begitu besar bahkan terlihat ruangan itu memillki dua lantai.
Alea masih memandangi sepenjuru ruangan tersebut dan Mika tidak henti memberikan petunjuk padanya.
"Itu kamarmu dan tugasmu sudah jelaskan bukan, yang sudah dijelaskan oleh Romeo kepadamu, Selain binatang peliharaanya kau pun harus mengurusi lima peliharan Tuan Evans Colliettie.
"Dan satu hal lagi mereka kini sudah menjadi tanggung jawabmu dan jangan sampai mereka pergi dari kamarnya jika kau tak mau mendapatkan hukuman.
"bila salah satu peliharaan Tuan keluar dari ruangan ini apa lagi berkeliaran apa lagi yang lebih parahnya kabur dari mansion ini,” ungkap Mika tegas, memberikan kunci ruangan ruangan ini pada Alea.
“Sebenarnya tugasku apa di sini, aku sama sekali tidak mengerti,” gumamnya menatap Mika yang menghela napas.
“Kau akan tahu sendiri nanti,” jawab Mika langsung.
"Siapa wanita itu Mika?” tanya salah satu wanit cantik yang berada di atas sana.
Alea dan juga Mika langsung menoleh ke atas melihat wanita cantik itu menuruni anak tangga.
“Apa dia jalang baru untuk memuaskana Tuan?"
Alea masih terperangah akan kecantikan wanit itu dan otaknya kini kembali mencerna ucapan yang Mika katakan sejak tadi.
Apa lima peliharan Tuan Evans Colliettie itu adalah—wanita cantik ini?
“Bukan! Dia bukan wanit jalang Tuan Evans, tetapi wanitaini akan mengurusi semua kebutuhan kalian di sini,” ujar Mika pada wanita cantik berambut panjang berwarna merah marun.
“Apa dia salah satu saingan kita?” tanya salah satunya. Alea terkejut kini satu wanita cantik berambut pirang kini datang menghampirinya.
“Bukan dia hanya seorang pembantu untuk melayani kita,” ujar salah wanita berambut merah marun.
Mika mendengus malas memutarkan bola matanya tidak suka akan keempat peliharan Tuan yang amat begitu sombong.
“Aku akan memperkenalkan wanita yang duduk di sana, rambut marun itu namanya Ariana, yang rambut pirang itu Clara dan yang coklat itu Kelly dan satunya Juliana lalu mana temanmu satu lagi?” tanya Mika pada keempat wanita yang kini duduk saling berhadapana dan keempatnya kompak menggedikan bahunya tidak tahu.
Sudahlah, Mika pun tidak peduli pasti wanita itu masih berada di dalam kamarnya.
“Masuklah ke dalam kamarmu dan istirahatlah sejenak sebelum kau harus menyiapkan makan malam untuk mereka dan barang-barangmu sudah berada di dalam kamar itu.”
Alea pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya dengan di tatap tajam oleh keempat wanita yang duduk dengan anggun dan tegap di sofa.
"Haahh syukurlah jadi aku tidak ada saiangan lagi." ucap Ariana menatap pembantu itu dengan tak suka.
***
Dapur yang terlihat ramai dengan beberapa orang yang kini sedang sibuk menyiapkan makan malam untuk Tuan dan semua orang.
Alea sudah berada di dapur itu pun langsung menyiapkan makan malam untuk kelima peliharaan Tuannya.
“Haii…kita baru ketemu, kau Alea bukan orang yang baru saja dibawa oleh Tuan?”
Alea mengangguk membantu menyiapkan makanan yang sudah diberitahu oleh seseorang dan melihat beberapa orang yang terlihat sama menyiapkan makan malam.
“Haii aku Byan aku Chef di sini dan ini Jonathan Chef juga di sini.”
“Aku Alea," ucapnya diringi senyum manis.
“Aku Berta,” ucap wanita paru baya yang mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan tidak lupa tersenyum pada Alea.
“Hai semua…”
“Makanlah terlebih dulu sebelum kau melayani para wanita Tuanmu, karena mereka amat sangat menjengkelkan dan menyebalkan.
"Peliharan Tuan tidak akan membiarkanmu istirahat nantinya jadi sebaiknya lekaslah kau makan biar aku yang akan menata semua makan malam untuk wanita jalang itu.”
Alea menggeleng tidak apa, ia bisa makan nanti setelah kelima peliharaan Tuannya sudah makan.
“Nanti saja sudah kelima peliharan Tuan Evans makan, saya belum lapar,” ujar Alea pada Berta.
“Kau butuh tenaga nak, makanlah walau sedikit karena Romeo sudah menceritakan jika sejak tadi kau muntah dan mengeluarkan isi perutmu yang isinya hanya air saja,” ucap Berta, langsung menarik tangan Alea untuk duduk di meja makan dan memberikan beberapa makanan di piringnya.
“Terima kasih Berta.”
“Sama-sama.”
Setelah selesai, Alea mendorong troli yang berisi makanan untuk kelima wanita peliharan Tuannya itu dengan cekatnya, Alea menyiapkan makanan di mejanya dengan beberapa makanan yang sudah menjadi favorite kelima para peliharaan Tuannya.
“Tolong anggurnya,” pinta wanita berambut pirang yang tidak lain Clara.
Alea menuangkan anggurnya ke gelas masing-masing dengan kelimanya yang sedang mengobrolkan tentang Evans Colliettie.
"Tuan pasti akan memanggilku, karena saat ini akulah yang selalu Tuan butuhkan dari pada kalian semua, sebentar lagi aku pasti akan menjadi Nyonya Colliettie," ucap wanita Clara penuh percaya diri.
“Cih. Kau amat sombong sekali Carla, bermimpilah menjadi Nyonya Colliettie!” gumam wanita berambut hitam, Rubby.
Ketiga wanita itu saling berdebat merebutkan sorang Evans Colliettie yang membuat Alea medengarkanya jijik akan obrolan kelima wanita jalangnya.
Pria itu benar-benar menakutkan dan Alea tidak percaya jika mafia itu menyimpan kelima wanita jalangnya di kediamnya apa itu bukan sesuatu hal yang tidak mengerikan?
Beruntung Alea memilih menjadi budaknya walau seumur hidupnya terpenjara di mansion megah ini dari pada hrus menjadi wanita jalang yang memuja pria berhati iblis seperti Evans Colliettie.
Terdengar seseorang membuka pintur ruangan, Alea yang mengeryit bingung akan kelimanya yang terlihat kegirangan akan kehadiran Mika yang memasuki ruangannya, dan berjalan menghampiri mereka di meja makanya dengan tatapan penuh harapan pada wanita dingin tersebut.
"Apa Tuan memanggilku?" tanya Juliana.
"Bukan kau Juliana, Tuan hanya memanggil Clara," jawab Mika dengan menoleh pada Alea yang kini terlihat wanita itu sedang membereskan bekas makan mereka.
"Kau lihat Tuan sangat merindukanku bukan dari pada kalian semua,” ucap Clara angkuh.
“Kau tidak papah?" tanya Mika pada Alea.
"Tidak papah, aku hanya mual dan ingin muntah mendengar ucapan mereka, begitu menjijikan," gerutunya.
Mika menyunggingkan bibirnya dengan dengusan lirih akan tidak suka pada kelima wanita jalang yang begitu murahan itu.
Sudah murahan kelimanya sama-sama sombong dan angkuh hanya perdikat sebagai wanita jalang saja kelima wanita itu bermimpi ingin menjadi Nyonya di mansion ini.
"Kau akan terbiasa nantinya, lekaslah Carla atau Tuan tidak akan jadi memanggilmu dan akan digantikan oleh Ruby?”
“Ohh Mikaku sayang, sebentarlah aku lekas datang,” jawab Carla dengan manja. Mika menatap sinis pada Clara yang begitu menjijikan.
Carla dengan centilnya berjalan manja, melenggak lenggokan tubuhnya dengan menatap keempat temanya yang diiringi melambaikan tanganya dengan tersenyum mengejek lalu pergi menuju pintu keluar yang diikuti oleh Mika dari belakang.
***
23.40 Napoli, Italia.
Malam yang begitu sunyi tidak ada aktifitas kembali di masion megah ini, hanya ada suara desiran ombak yang terdengar di telinganya.
Alea duduk di jendela kacanya memandang langit yang indah dengan sinar cahaya bulan yang menerangi kamarnya yang ia sengaja tidak menyalakan lampu.
Bintang-bintang yang berkelip di langit itu sungguh membuatnya betah menatap ciptakan yang paling indah Tuhan di bumi ini.
Alea merasa bosan berada di dalam kamarnya, rasanya ingin sekali dirinya keluar walau hanya menghirup udara bebas di luar sana.
Dengan diam-diam Alea menyelinap keluar dari kamarnya dan sudah berada di dalam sebuah taman setelah ia mengunci kembali ruangan peliharan Evans.
Entah kenapa langkah kakinya mengarah ke sebuah taman yang sudah diberitahukan oleh Mika untuk tidak ke sana.
Kini rasa penasarannya akan dibalik sebuah berpagar hijau yang menjulang tinggi yang tadi ia lihat tadi siang.
Bukanya sudah dijelaskan oleh Mika jika ia tidak boleh ke sana?
Tetapi bolehkah untuk sekali ini saja ia ingin melihat apa yang ada di balik paggar tersebut?
Alea terkesiap, kedua matanya yang terbuka lebar dengan bibir yang mengatup rapat-rapat ketika ia melihat mawar hitam yang tumbuh subur di depan matanya.
Sama persis akan cerita Ryander kalau Evans Colliettie, The Black Rose memiliki taman mawar sendiri di mansionya.
Alea terkagum melihat mawar hitam yang bemekaran di depan matanya.
"Mawar hitam ini menandakan sang pemilik yang gelap dan kejam, tetapi kenapa ada mawar putih juga? Maksudnya apa?
"Bersih seperti bayi yang terlahir kembali? tetapi bukan itu tidak mungkin secara dia sangat—“
Alea terhenti berbicara sendiri, akan siapa pemilik mansion ini.
“Ah—sudahlah tidak penting juga bukan untuk aku mengungkapkan sang pemilik yang sudah dilambangkan oleh bunga mawar hitam ini.
"Meski aku heran dengan bunga mawar yang bermerkan di sampingnya.”
Alea menatap mawar hitam itu dengan lekat seolah ia merenungi kesalahan dan kebodohanya yang sudah membawa dirinya sejauh ini, berada di mansion seorang mafia kejam.
Ingin sekali pikiranya tak mengingat akan Devil itu dengan Alea mencoba mengenyahkan semua hal-hal tentang Evans Colliettie.
Alea membentangkan kedua tanganya, menghirup udara yang sejuk dengan dinginnya udara di malam ini mengabaikan peraturan yang sudah wanita cantik dingin seperti Tuannya itu akan larangan untuk berada di sini.
'Hanya sebentar saja hingga detik-detik pergantian tahun baru yang akan tiba sebentar lagi,' lirih Alea menyepelekan akan sebuat peraturan.
Alea teringat akan sebuah rencana kedatangannya ke London yang mana sudah ia bayangkan merayakan pergantian tahun bersama dengan kekasihnya Mike Shander dengan cake dan ucapan.
Namun semuanya siran akan kenyaatan pahitnya yang saat ini ia harus merayakan seorang diri di tempat yang cukup jauh dan asing baginya, terpenjara di sebuah mansion megah milik seorang mafia berbahaya yang tak lain Evans Colliettie.
Dwarrr!!!
Dwarrr!!!
Suara kembang api yang terdengar begitu menggelegar yang mana ia pun melihat kembang api di atas sana yang tampak indah.
Alea berdiri tersenyum manis dengan memejamkan kedua matanya untuk berdoa di dalam hatinya.
'Selamat tahun baru dan selama ulang tahun Alea Anjanie,' lirihnya.
“Semoga tahun baru ini, aku bisa terlepas dari masalah besar yang sudah aku buat ini. Semoga Tuhan mengirimkan malaikat yang akan menyelamatkanku dari neraka ini,” gumamnya.
“Selamat ulang tahun Alea Ajanie…”
Bersambung...