
Iras dan Pram telah pergi pulang deluan ke rumah, dan tertinggal hanya Anyer, Evans, Key, dan Endra, Erdo dan Ria juga sudah pulang deluan, karena nenek nya juga sendirian di apartement.
" Kamu ikut kakak ya!"Ucap Anyer pada Key.
" Tidak kak! Key nngak mau nyusahin kakak!" Jawab Key lirih.
" Jangan ngomong kegitu Key, kakak sama sekali tidak direpotkan sama kamu, jangan berkecil hati!" Anyer meyakinkan Key.
' Aku sudah terlalu banyak menyakiti mu kak, tapi kenapa kau masih sangat baik padaku? hati mu begitu lembut, apa aku pantas untuk menerima semua kebaikan mu padaku? aku tidak layak untuk itu kak, aku tidak mau menjadi beban bagi mu, aku tidak mau!'
"Kamu ikut kakak ya!" Pinta Anyer lagi.
" Tapi aku takut kak, aku takut di katai sebagai manusia yang tidak tau diri!" Jawab Key dengan mata berkaca kaca.
" Jangan bicara seperti itu Key! tidak akan ada yang berani bicara sperti itu!"
" Kakak baik sekali ke Key, apa Key pantas nerima itu semua?"
" Pantas tidak pantas, semua manusia punya kesempatan untuk menjadi yang terbaik!"
" Tapi Key terlalu hina untuk itu semua kak!"
" Sttss!!! sekalipun kamu adik tiriku, tetap saja kamu adik ku, kita satu Ayah, jadi jangan berkata seperti itu lagi ok!"
" Tapi kak..."
" Sttsss..." Anyer menggeleng.
" Kak aku takut suami kakak membenciku!" Ucap Key lirih seraya melirik Evans yang sedari tadi menyaksikan mereka berdua.
" Tidak perlu khawatir, dia tidak akan membenci mu, percaya pada kakak!" Anyer meyakinkan.
" Hmmm!" Evans berdehem.
" Sudah selesai bicara nya?" Sindir Evans.
" Hubby, apa kamu keberatan jika Key tinggal bersama kita?" Tanya Anyer penuh harap.
Evans memperlihatkan ekspresi datar nya dengan menatap Key dingin. " Tergantung! jika dia bisa berubah, maka aku menyetujui, tapi jika sebaliknya, maka aku tidak bisa pastikan itu!" Imbuhnya dengan tegas.
' Suami mu sangat menakutkan kak, bahkan nyali ku menciut seketika, aku berjanji akan menjadi adik yang baik dan berbakti padamu, itu janjiku!'
" Bagaimana? apa kau bisa pastikan bahwa kau tidak akan mencelakai bahkan menyakiti istriku?" Tanya Evans langsung to the poin.
" Saya berjanji tuan!"Jawab Key gemetaran.
" Jangan mengatakan kata sperti itu lagi, sebagai seorang abang ipar yang baik, maka kamu boleh memanggil ku dengan sebutan yang lebih pantas sebagai seorang keluarga!" Ucap Evans.
" Kakak Ipar!" Sela Anyer langsung.
" Terserah!" Ucap Evans yang biasa saja.
" Thank you Hubby!" Ucap Anyer tampak bahagia.
"Hmmm!"
" Kamu mau kan tinggal sama kakak?" Tanya Anyer lagi.
Key pun mengangguk setuju." Iya kak!"
" Sudah selesai? Endra sudah lapar sekali, tidak bisakah kita langsung pulang?" Endra membuka suara.
" Perut mu memang keroncongan apa? tidak punya malu?" Cletuk Evans.
" Terserah Endra donk! Endra dah lapar, tau gini mending Endra balek sama Daddy dan Mommy tadi!" Cletuk Endra kesal.
" Sudah sudah, kalau begitu ayo kita pulang!" Sela Anyer untuk memberhentikan keributan.
" Tunggu! Tawon kamu bawa mobil kan?" Tanya Evans.
" Ckk!! bawa lah, masa ia anak muda nngak bawa mobil sendiri?" Cletuk Endra.
" Siapa tau kan!"
" Kamu bawa Key ya Dra!" Ucap Anyer seraya melirik mereka berdua bergantian.
" Aman!" Jawab Endra cepat.
"Mbak titip Key ya!" Anyer dan Evans berlalu pergi.
" Hmm!"
" Ayo, mau disini terus?" Endra berjalan deluan.
" I.. iya..." Key pun menyusul Endra dari belakang.
***
LIKE, KOMEN,DAN VOTE OK
SALAM ^^