Mafia And Me

Mafia And Me
MAFIA AND ME 2 EPS 31



Kilau mentari pagi yang indah menyapa hangat pori pori kulit seorang gadis yang tak lain adalah Lea. Pelan tapi pasti Lea mencoba membuka kelopak matanya, butuh kekuatan akhirnya ia berhasil membuka mata dan menatap sekeliling. Baru saja matanya mencoba untuk menyapu sekelilingnya namun sesuatu yang paling utama ia temukan adalah Hansel.


Hansel tertidur pulas di sisi kasur Lea saat ini, ia mengusap lembut kepala Hansel penuh kasih sayang. Namun ia sendiri masih tidak sadar bahwa dirinya berada dalam rumah sakit dan dalam bantuan alat alat oksigen.


' Hansel, dia adalah anakku tapi mengapa aku seakan merindukan dirinya? padahal setiap hari bertemu seakan tidak melihat wajahnya berhari hari.' Batin Lea.


Ia terus mengusap kepala Hansel dengan lembut,namun tiba tiba ia ingin buang air kecil dan disaat ia hendak duduk Lea baru sadar bahwa dirinya dalam keadaan di infus dan jarum yang melekat di tangannya dan juga oksigen pernapasan di hidung dan mulut.


' Tuhan,,, jadi aku di RS? pantas saja aku seakan asing dengan tempat ini ternyata di kamar inap. Berarti Hansel? berarti Hansel yang menjagaku?dan___'


" Aaa, aku ingin buang air kecil sekali." Lea semakin tidak tahan lagi lebih lama. Ia terus mencoba untuk duduk dan dengan berapa kali usaha akhirnya ia pun berhasil duduk. Saat bersamaan Hansel terbangun, membuka mata seakan tak percaya akan apa yang ia lihat.


" Mommy,,,,," Hansel masih berpikir bahwa ia sedang bermimpi dan belum sepenuhnya sadar. Namun semakin ia lihat lebih dekat ternyata benar benar Mommy nya. Hansel mengucek matanya berkali kali untuk memastikan kembali hingga akhirnya ia yakin bahwa itu adalah Lea.


" Mommy,,," mata Hansel berbinar bahagia bersamaan dengan mata berkaca-kaca yang tak ia bendung.


" Hans,,," balas Lea sambil menyunggingkan senyum manis.


" Ini benar benar Mommy kan?" Tanya Hansel yang masih ragu, Lea mengangguk. Hansel pun langsung memeluk Lea dengan rasa rindu yang amat dalam pada sang Mommy.


" Hans rindu Mommy, Hans pikir Mommy bakal pergi tinggalkan Hans dan Daddy tapi ternyata Mommy udah sadar. Hans sayang sekali sama Mommy." Ungkap Hansel penuh makna. Lea tak menyangka betapa besarnya rasa rindunya Hansel pada Lea, bahkan ia sendiri pun tahu bahwa dirinya juga seperti itu.


" Mommy kan udah janji bakal terus ada disisi Hans, Mommy minta maaf ya karena Mommy Hans jadi kegini." Lirih Lea seraya melepas pelukannya.


" Mommy itu udah tiga hari gak sadarkan diri dan Dokter juga bilang kalau Mommy udah koma. Hans terus nangis dan berdoa untuk Mommy dan ternyata Tuhan baik hingga kini Mommy sudah sadar dari koma. Mommy lain kali hati hati ya Mom kalau jalan, Hans gak mau lihat Mommy kegini lagi nantinya. Hans belum siap kehilangan malaikat pelindung seperti Mommy." Ucap Hansel dengan lirih.


' Jadi aku koma selama tiga hari? dan hanya dipastikan selamat karena bantuan alat alat ini? sangat tidak terbayangkan. Jadi semuanya ini karena kejadian itu? dan bagaimana dengan? Manager Cio?' Batin Lea.


" Hans tidak bohong?" Tanya Lea sedikit heran.


" Iya Mom, untungnya ada Daddy yang bawa Mommy ke RS yang besar seperti ini. Dan Daddy juga yang biayain semua dari makan dsn minum Hans dan juga perobatan Mommy. Daddy selalu setia menemani Hans dan menunggu Mommy sampai sadar, dan pagi tadi subuh subuh Daddy bilang ada urusan sebentar makanya hanya Hans seorang yang temani Mommy." Jelas Hansel bahagia.


" Daddy?" Lea sedikit ragu. Hansel mengangguk bahagia sambil tersenyum manis.


" Iya Mom, Daddy benar benar menyayangi Hans dan Mommy buktinya Daddy rela pulang pergi demi cek kondisi Mommy."


' Pria brengsek itu? dia mencoba mengelabui anakku dengan bersikap sok manis seperti itu? sayangnya tidak akan mempan dengan ku. Kamu tetap saja Pria brengsek yang tidak punya hati, seberapapun besarnya yang kau perbuat tetap tidak akan dapat menembus segalanya yang terjadi lima tahun yang lalu. Kamu bisa saja mengambil hati anakku dan mendekatkan diri padanya, tapi tidak denganku.'


Lea hanya ber-o- Riau sambil mengangguk tidak tahu lagi memberi jawaban apa. Lea kembali teringat akan dirinya yang sudah kebelet untuk buang air kecil.


' Astaga, sudah tak tahan lagi. Jika meminta pertolongan dari Hans pasti sangat tidak mungkin lalu aku harus melangkah sendirian ke toilet?tapi tunggu dulu. Toiletnya bukan kah itu?'


Lea melirik toilet yang berada dalam kamar inapnya juga, tapi tetap saja ia tidak mampu untuk melangkah sendiri tanpa bantuan orang.


" Mommy kenapa?" Tanya Hansel dengan polosnya karena melihat Lea yang menungging.


" Nngak!Mommy gak ada apa apa." Tukas Lea padahal ia sudah kebelet sekali.


Saat bersamaan pintu kamar terbuka, tampaklah Edward datang membawa makanan di kantong kresek.


Mata Lea bertemu tepat dengan tatapan Edward yang mendekat kepada mereka. Edward menatap lekat manik mata coklat milik Lea, tak tahu mengapa senyuman kecil terbit begitu saja. Namun berbeda dengan Lea yang sadar dan langsung mengahlihkan pandangan.


" Kamu sudah sadar sayang?" Ucap Edward sembari meletakkan makanan di meja.


" Iya Dad, Mommy sudah sadar." Malah Hansel yang menjawab dengan bahagia.


" Wau, itu kabar gembira, Daddy senang mendengarnya." Kata Edward sambil tersenyum miring.


Lea semakin merasa jijik melihat senyuman dan setiap kata yang Edward ucapkan, baginya itu hanya sebuah kutuk yang datang baginya.


"Bagaimana kabarmu sayang? sudah lumayan membaik?" Edward mendekat kepada Lea sambil menaik turunkan alisnya.


" Cih!!" Lea bergumam pelan. ia kembali lagi merasakan kebelet yang hampir saja di ujung tanduk.


Edward sedikit aneh akan tingkah Lea yang berbeda, berulang kali Lea menungging menahan kebelet namun tetap saja sama.


" Ada apa denganmu sayang? seperti ada suatu hal." Tanya Edward keheranan.


' Brengsek! masih berani bertanya? aku bahkan ingin menendangmu saat ini juga.' Batin Lea.


" Mommy Mommy kenapa?" Hansel juga jadi keheranan.


" Mommy, Mommy hanya ingin buang air kecil saja." Jawab Lea, ia mencoba untuk turun dari kasur namun alhasil ia bahkan tak kuat untuk berdiri lebih lama.


" Auuu,,," Rintihnya.


Edward tersenyum miring bersikap santai, sedangkan Hansel sudah prihatin sekali pada Lea.


' Brengsek! aku tidak mungkin minta pertolongan dari dia kan? itu sangat memalukan.'


" Daddy ayo bantu Mommy, kasihan Mommy." Pinta Hansel.


" Benarkah? sayang, apa kamu butuh bantuan ku?" Goda Edward lagi.


' Kurang ajar! aaaa, ini adalah jalan keluar utama, aku harus menerima tawarannya.'


Dengan berat hati Lea pun mengangguk, hal itu membuat Edward penuh kemenangan dan tersenyum miring.


" Baiklah, ayo sayang." Edward langsung menggendong Lea dan membawa masuk kedalam toilet dalam kamar inap Lea.


' *Brengsek! aaaaa, kali ini kamu menang karena aku tidak ada pilihan lain tapi ku pastikan hari esok ini tidak akan terjadi lagi.' Batin Lea.


' Aku mengerti Lea, untuk saat ini kamu boleh saja bersikap dingin dan datar padaku. Tapi tidak untuk seterusnya, aku jamin kamu akan diabetes karena semua godaan ku padamu.' Bagian Edward*.


_______


***HAPPY NEW YEAR SEMUANYA;) SEMOGA DI TAHUN 2021 INI KITA DIBERKAHI BANYAK KEBAIKAN DAN BERKAT YANG MELIMPAH YA. DAN SEMOGA SEMUANYA BERJALAN DENGAN BAIK DI TAHUN INI, WELCOME 2021:)


NB: THR KALIAN KASIH KE CERIRA EDWARD DAN LEA DONK DENGAN CARA VOTE POIN/KOIN OK***^^


***Like komen dan vote jgn pelit.


SALAM***^^