Mafia And Me

Mafia And Me
BERKUNJUNG KE MAKAM IBU



SEMINGGU KEMUDIAN...........


"Hubby....! ayo makan.."Anyer mempersilahkan Evans duduk di bangku meja makan.


"Mengapa tidak bersiap siap dulu?" Anyer tampak bimbang melihat Evans yang tidak mengenakan stelan jas nya seperti biasa.


Evans menaikkan alis nya sambil menatap Anyer dengan lekat.


" Apa kamu sedang amnesia sayang?"Evans malah balik bertanya.


Anyer terdiam sesaat." Tidak! aku tidak amnesia!" Imbuhnya.


" Jadi kamu berarti lupa, hari ini memang hari apa?"


Anyer tampak berfikr sebentar, dan setelah ia berfikir, mata nya membulat dengan sempurna." WHAT??????" Pekik nya.


" Hey... mengapa malah berteriak? apa kamu sudah ingat sekarang hari apa?"


Anyer malah terdiam tidak menyahut Evans.


" Niye... mengapa diam?" Evans yang sekarang menjadi heran pada Anyer.


Anyer menatap Evans dengan aneh. " Hubby..." Imbuhnya dengan nada lirih.


" Ada apa sayang?mengapa kau terlihat aneh?"


" Aku...aku... melupakan sesuatu, Hubby......"Mata Anyer berkaca kaca.


"Mengapa sayang?"


" Hikss....hikss...." Anter malah menangis.


Evans semakin heran pada sikap Anyer. " Niye... mengapa kamu menangis? apa ada yang salag dengan ucapan ku?"


" Tidak!! hanya saja... hikss....hikss.."Anyer semakin menangis menjadi jadi.


" Ada apa?cepat katakan sayang!"


" Hikss... hari ini adalah hari kepergian ibu ku.... hikss...hiks....." Anyer menjelaskan dengan nada getir.


Evans tak percaya akan hal itu, betapa bodoh nya ia bisa melupakan informasi yang pernah di berikan Erdo padanya sewaktu waktu.


' Argghh!!! bodoh nya aku!!mengapa aku bisa melupakan hal itu? ckkk!!! padahal aku ingin membawa Niye ke pemakaman sebelum ia mengingat nya, tapi sekarang malah aku yang terlalu bodoh! huf...' Batin Evans.


" Hubby... ayo kita ke pemakaman ibu... hiks...hiks..." Seru Anyer yang masih berderai air mata.


" Baiklah!!tapi setelah kita makan dulu!!" Kata Evans dengan lembut, dan di balas anggukan oleh Anyer.


" Sudah ya! kita makan dulu ya sayang!" Evans menyeka air mata Anyer dengan begitu lembut.


Setelah merasa cukup tenang, Anyer pun mulai melahap makanan nya, Anyer hanya makan beberapa sendok saja, tidak seperti makan biasa nya.


***


Anyer hanya diam saja sedari tadi tanpa berkutik atau berbicara sedikit pun.


Jujur, Evans tidak pernah suka suasana seperti itu, tapi karena sang istri sendiri, apa boleh buat, hati seperti batu pun bisa menjadi encer seperti air dalam seketika.


Belum lagi mereka sampai di pemakaman ibu nya Anyer, Anyer sudah tidak kuat lagi untuk menopang dirinya.


" Niye.. kalau kamu tidak mampu untuk berjalan lagi, biar aku gendong kamu!"Ungkap Evans dengan raut wajah khawatir.


Anyer berusaha tersenyum manis, walau terlihat jelas bahwa senyum itu adalah sunggingan senyum yang sangat terpaksa.


" Aku tidak mengapa Hubby! aku bisa kok jalan sendiri, percaya padaku!" Anyer meyakinkan Evans dan kembali berjalan melewati setiap makam.


Hingga kini, akhirnya Anyer bisa menemukan makam ibu nya,terlihat jelas bahwa makam itu tidak terurus lagi. Bahkan salib yang bertuliskan nama ibunya pun sudah tidak terlihat lagi dengan jelas.


Untung nya,ada orang khusus yang menjaga tempat pemakaman itu, sehingga tidak terlalu ada rumput rumput yang bertumbuhan.


Anyer berjongkok di samping makam ibunya, air mata kian berderai makin deras sekali.


" Ibu... aku kembali datang ke tempat mu ini, apa ibu sudah bahagia di alam sana? pastinya ibu sudah bahagia kan?" Ungkapan yang terdengar begitu lirih dan begitu getir di telinga Evans.


Evans hanya diam saja seraya mengusap usap punggung Anyer dengan lembut.


" Hikss...hikss... ibu... aku merindukan mu... aku sangat merindukan mu... hikss... hiks... aku ingin belaian mu untuk ku ibu... hikss...hiks..." Anyer terus menangis.


" Dan kali ini aku datang bukan seorang diri, Bu...! aku datang bersama seseorang, mungkin ibu sudah melihat dia dari atas sana. Aku datang bersama dengan suamiku, aku sudah menikah Bu....hiksss... aku minta maaf karena waktu aku menikah, aku tidak datang ke tempat ibu... tapi aku juga tidak menyangka akan ada nya pernikahan mendadak yang di ciptakan oleh ayah, tapi itu sudah berlalu Bu.. dan kini aku telah mendapatkan seorang suami yang baik dan suami yang mencintai ku, dan begitu juga dengan ku, aku sangat mencintai nya, dia sekarang sedang berada di samping ku bu..." Seru Anyer dengan lirih, ia menatap Evans seakan memberikan kode.


" Ibu... aku adalah Evans, suami anak ibu! ini adalah pertama kalinya aku datang berkunjung ke tempat ibu. Aku minta maaf pada ibu, karena awal aku menikahi putri mu, aku tidak pernah mempedulikan keberadaan nya, dan ku harap ibu memberi restu pada kami dari atas sana." Ungkap Evans.


Ia memang tidak pandai dalam hal menyusun setiap kata kata, tapi itu adalah ungkapan tertulus yang telah ia ucapkan.


Anyer melirik Evans sesaat, kemudian ia tersenyum tipis.


" Ibu sudah tau kan? dia sudah mengenalkan dirinya pada ibu jadi ibu tidak perlu khawatir lagi padaku dari alam sana, meski setelah ibu pergi meninggalkan ku, ayah tidak pernah menganggap ku...." Anyer tak sanggup lagi melanjutkan kata kata nya, dan malah air mata nya yang semakin banyak jatuh.


' Aku tau apa yang kau rasakan Niye sayang! pasti kau teringat akan perbuatan ayah mu padamu selama ini! aku sudah tau itu, semua info tentang dirimu dan kehidupan mu, telah aku dapatkan sebelum kita menikah dulu! dan akan aku pastikan mereka bertiga akan bertekuk lutut meminta maaf di hadapan mu! PRADMAA!!! tunggulah waktu mu!' Batin Evans.


" Ibu... aku dan suami ku akan kembali pulang! berbahagialah di alam sana!" Seru Anyer dan kemudian berjalan pergi dan di susul oleh Evans.


**


LIKE, KOMEN, DAN VOTE :^


SALAM:)


UHUYY....SEKARANG SUDAH BULAN NOVEMBER LOH READERS:) TAPI KOK PEMBUKAAN BULAN NOVEMBER AUTHOR BUAT BAB TENTANG PEMAKAMAN YAH?


ATAU JANGAN JANGAN ADA BAB SELANJUTNYA TENTANG PEMAKAMAN JUGA? TAPI SIAPA YANG INGIN DI MAKAM KAN? wkwkwkkw :)


ALLO PENASARAN? MAKANYA TERUS DUKUNG AUTHOR :)


BYE...