
KEDIAMAN EVANS DAN ANYER♡
Anyer kini tengah duduk di depan kolam renang belakang rumah, ia sedang menikmati cemilan dan minuman jus jeruk kesukaan nya di bangku dekat kolam renang tersebut.
Anyer menyalakan ponsel nya, dan ia sadar bahwa semalam ponsel nya lowbat dan tidak bisa digunakan, di tambah lagi saat sampai ke rumah, ia langsung tertidur dan tidak mempedulikan apa apa lagi.
' Mbak Anyer ku sayang, maaf ya mbak! soal nya Endra bawa adek Mbak ke mansion Daddy, itu karena mbak sudah tertidur sehabis pulang dari Rs. kata bang Evans, makanya Endra ambil tindakan deh; nngak mungkin kan Endra gangguin mbak Anyer dari tidur,mana berani Endra! di tambah lagi bang Evans yang sangat cerewet, bisa bisa Endra di omelin kalau ganggu mbak! lagi adek mbak tertidur juga di mobil Endra, jadi Endra pun langsung bawa aja ke mansion Daddy! maaf ya mbak; mbak tenang aja! adek mbak nngak akan Endra apa apain, asal dia tidak melakukan hal hal lain! mbak jaga kesehatan ya, mungkin besok pagi Endra sama yang lain bakal ke ruamah kalian! byee mbak ku sayang!" Isi pesan Endra.
"Astaga! aku baru ingat Key! kenapa aku bisa kelupaan begini? tapi ini juga salah Hubby! mengapa dia tidak memberitahu ku tentang Key! aku menjadi merasa bersalah pada Key!" Gumam Anyer lirih.
" Apa ini karena faktor kehamilan ya? makanya aku jadi pelupa begini, dan aneh nya aku jadi tidak suka dekat dengan Hubby!" Anyer cemberut sendiri.
" Sayang.... apa kamu tidak suka pada Daddy mu makanya kamu tidak ingin Mommy dekat dengan nya?" Anyer mengelus ngelus perut nya dengan lembut, ia seakan bicara pada anak nya.
" Tapi jangan begini juga sayang, kan kasihan kalau Daddy nya terus kena salahin!" Ucap Anyer lagi.
" Niye......" Evans berjalan mendekat kearah Anyer.
' Bumil memang begini, sudah capek cariin di seluruh penjuru rumah, dan alhasil malah di kolam renang duduk santai! syukur lah, kirain entah pergi kemana tadi!'
' Aku harus mencari lebih banyak info tentang Bumil! bagimana tidak? jika begini terus yang ada aku bisa gila! arggg!!!!'
" Niye sayang..... mengapa kamu tidak memberitahu ku bahwa kamu ada disini!" Evans ikut duduk di samping Anyer.
Anyer menatap Evans dengan cemberut . " Mengapa harus memberitahu mu? kamu saja tidak memberitahu tentang adikky!" Balas Anyer kesal.
' Tentang adik seperti apa lagi ini? apa ada yang aku lupakan?'
" Apa maksud mu Niye sayang! kenapa malah balik menyalahkan ku?"
" Tidak usah sok tidak tahu! lihat ini!" Anyer menyerahkan ponsel nya pada Evans.
Evans pun membaca isi pesan dalam ponsel Anyer, dan ia pun tahu apa maksud ucapan Anyer.
" Gawat!!! mengapa aku selalu saja terpojokkan seperti ini? aku mana bisa ingat itu semua? dasar si tawon, sudah ku katakan jangan berkata apa apa pun pada Anyer, dan ia malah mengirim pesan, jika seperti ini terus, yang ada aku akan habis habisan kena omelan oleh Niye! huf.... bumil yang satu ini kenapa menjadi suka protes sekarang? aku harus segera mendapatkan banyak info tentang bumil! harus!!" Bisik hati Evans.
" Maaf kan aku sayang! tadi nya aku ingin mengatakan ini padamu, tapi keburu kamu deluan kasih ponsel kamu!" Jawab Evans sok tidak salah.
" Tidak perlu buat alasan! intinya kamu telah salah!" Anyer tetap pada pendirian nya.
" Sayang, menurut artikel, kalau bumil itu jangan banyak marah marah, karena kalau sering marah, nanti jadi cepat tua!" Ungkap Evans asal.
"Nngak usah sok puitis Hubby! kalau kamu salah tetap salah!!"
" Ayolah sayang, kamu semakin hari semakin cerewet saja!"
" Jadi maksud mu aku jadi tukang cerewet?"
" Tidak! bukan begitu maksud ku Niye sayang!"
" Sudahlah!! kamu memang jahat padaku Hubby!" Mata Anyer berkaca kaca, dan ia langsung beranjak pergi meninggalkan Evans.
" Niye...." Evans sudah pasrah.
" Tidak ada pilihan lain!! aku harus segera mendapatkan info soal bumil!" Gumam Evans.
" Segera cari info tentang bumil!! hari ini juga! waktu mu hanya setengah jam dari sekarang! jika kamu tidak memberikan nya juga, maka gajimu akan ku potong!" Evans mengirim pesan pada Erdo.
***
♡Disisi lain♡
" Ting...." Notif pesan masuk kedalam ponsel Erdo; dengan cepat Erdo langsung membuka nya.
Erdo membaca isi pesan yang Evans kirim kan padanya, ia menahan tawa nya, Ria dapat menyaksikan Erdo yang sangat aneh.
" Kamu kenapa?" Ria menautkan kedua alis nya.
" Hahahaha......" Tawa Erdo pecah seketika, sehingga memekakan telinga Ria.
" Mengapa malah tertawa?" Kesap Ria.
" Lihat ini!" Erdo menyerahkan ponsel nya pada Ria.
Ria membaca pesan tersebut, dan ia hanya bisa menahan tawa nya.
" Tuan Evans lucu sekali! sampai sampai harus mencari artikel tentang bumil hehehe!" Ucap Ria terkekeh.
" Tuan muda memang begitu, dulu sangat cuek tentang wanita, dan sekarang malah ingin punya info lebih banyak!" Balas Erdo di sela tawa nya.
" Segeralah carikan! nanti gajimu di potong!" Ria mengingatkan.
" Hmm!" Erdo baru ingat, dan dengan segera pun mendapatkan info tentang bumil sesuai permintaan Evans.
' Menurut artikel yang saya dapatkan, biasanya bumil akan sering mual, atau biasa di sebut morning sickness, dan juga keinginan yang selalu berbeda beda, jika keinginan nya tidak sesuai dengan realita maka akan sering marah marah {cerewet}' Isi pesan Erdo.
***
KEDIAMAN EVANS DAN ANYER♡
" Ting....." Evans membuka ponsel nya, dan mendapat notif pesan dari Erdo.
Dengan segera Evans membuka nya dan mulai membaca.
"Arggg!!! artikel macam apaan ini? ini namanya artikel yang tidak membantu!! masa ia Niyeku harus terus marah marah padaku! apalagi jika tidur terpisah! yang ada aku cepat stres!!!" Bisik hati Evans.
" Ting nong....." Bel rumah berbunyi.
" Bi bukain pintu!" Titah Evans pada bi Tara dan bi Tere.
"Baik tuan!" Bi Tere membukakan pintu rumah.
" Bang Evans........" Ternyata dia adalah si tawon yang berteriak tidak jelas.
" Ckk!!! situasi sedang tidak baik, mengapa dia harus muncul segala? ini benar benar sangat menjengkelkan!" Gumam Evans.
" Mbak Anyer....." Evans langsung memeluk Anyer.
" Berhenti memeluk meluk istriku!" Ucap Evans sinis, ia langsung menarik Anyer ke dekatnya.
" Ckk!!! tukang cemburu!" Sinis Endra.
" Cucu menantu ku........." Ternyata nenek Feny juga ikut datang.
" Nenek....." Evans hendak memeluk Nenek nya, namun alhasil Nenek Feny malah memeluk Anyer.
" Nenek...." Kesal Evans.
" Mengapa? tidak senang?" Balas Nenek Feny sinis.
" Semua nya sama saja, lebih peduli pada Niye, daripada cucunya sendiri!" Cletuk Evans.
" Cih!!! dulu sewaktu kamu masih kecil, Nenek yang selalu mempedulikan mu, tapi sekarang Nenek juga sudah punya cucu menantu Nenek, apalagi kamu sedang hamil kan nak?" Nenek Feny menatap Anyer dengan lekat.
" Benar Nek!!!" Jawab Anyer sambil tersenyum manis.
" Apa kamu diperlakukan baik oleh suamimu?" Nenek Feny melirik Evans dengan tajam.
" Baik Nek!" Jawab Anyer.
" Jika dia macam macam padamu, beritahu saja nenek, bakal nenek tendang dia sekarang juga!" Ancam Nenek Feny ahli ahli isyarat kepada Evans, Evans hanya bisa menelan saliva nya dengan kasar.
" Hehhe... nenek bisa saja!" Ucap Anyer terkekeh.
" Menantuku....." Iras dan Pram baru masuk kedalam.
" Mommy....."
" Uh.....menantu ku sayang...." Iras langsung memeluk Anyer dengan hangat.
" Mommy...." Anyer melepaskan pelukan mereka.
" Bagaimana keadaan kamu? apa kamu baik baik saja?"
" Baik Mom!"
" Daddy...." Anyer tersenyum kepada Pram.
"Bagaimana keadaan kamu nak? baik kan?" Tanya Pram.
" Baik Dad!"
" Syukurlah!"
" Mengapa kalian tidak ada yang mempedulikan keberadaan ku?" Evans tampak kesal.
" Bang.... abang itu dah habis masa di pedulikan nya, jadi sekarang yang harus di pedulikan itu adalah Mbak Anyer,bukan abang lagi!" Ejek Endra.
" Benar itu Dra!!" Feny menimpali.
" Hahahah......" Mereka semua tertawa pada Evans, terkecuali Evans sendiri.
" Dasar tawon!!" Sinis Evans.
' Arggg!!!ini sangat menjengkelkan!" Batin Evans.
****
LIKE,KOMEN, AND VOTE
SALAM ^^