Mafia And Me

Mafia And Me
DUA INSAN YANG BODOH DALAM PERASAAN!



"TORRR!!!!!"


"Bugh......" Fol jatuh tergeletak di tanah.


"Arghhhhh!!!!" Rintih Fol dengan suara nya yang terdengar sanagt berat.


Ria baru menyadari akan hal itu, dan ia menoleh kebelakang, ternyata dia adalah Evans.


Ya, Evans yang telah menancap kan peluru tersebut pada Fol.


" Tuan..." Gumam Ria yang juga bersamaan dengan Erdo.


" Tuan muda!" Erdo memejamkan mata nya sesaat.


"Terimakasih tuan muda!!" Erdo tidak dapat mengucapkan kata apa lagi, selain kata tersebut.


Evans hanya mengangguk saja dan dan mendekat ke arah mereka berdua.


" Urus dia!!" Titah Evans pada orang suruhan nya.


"Terlaksanakan!!!" Sahut mereka semua bersamaan dan segera melakukan perintah sang bos.


Ria hanya diam menganga, lidahnya seakan keluh untuk berbicara, bahkan ia tidak menyangka bahwa Evans dan Erdo bisa secepat itu melakukan hal yang sangat tidak dapat terpikirkan oleh nya.


Tanpa sadar Ria meneteskan air mata nya, dan bahkan ia langsung berhambur memeluk Erdo.


Erdo terkesiap atas perlakuan Ria saat ini,ia hanya diam saja tidak membalas dan tidak menolak.


"Hiksss....hikssss... makasih! makasih banyak telah menolongku dari pria itu!!! aku sangat berterima kasih atas semua nya hikss.s...." Ungkap Ria dalam pelukan Erdo.


Ini untuk pertama kali nya Ria merasakan begitu dalam nya kenyamanan dan ketenangan dalam dekapan seorang pria, dan begitu juga sebalik nya, Erdo juga merasakan hal yang sama.


Untuk pertama kalinya Erdo mendapat kan sensasi luar biasa dari sosok seorang gadis, ssumur hidup nya tidak pernah ada satu orang gadis pun yang berani untuk memeluk nya seperti perlakuan Ria saat ini.


Ria semakin mempererat pelukan nya, ia tidak tau rasa apa yang telah terjadi pada diri nya sekarang ini,jantung nya berdegup dengan kencang tak beraturan, dan ia juga dapat mendengar degupan jantung Erdo yang seakan sama seperti dirinya.


"Maaf jika aku lancang!" Ria menjadi salah tingkah sendiri dan langsung melepaskan pelukan nya.


Awal nya Erdo juga bersikap aneh seperti Ria, namun siapa sangka, Erdo bisa berubah hanya dalam satu detik saja.


" Maaf tuan muda!" Erdo menunduk.


Evans tersenyum miring. " Tidak masalah! kalian berdua bisa dimabuk cinta, tapi lihat dulu situasi!" Ejek Evans.


' Cukup membuktikan, bahwa kau telah ada hati pada dia, Do!!' Batin Evans.


" Baik tuan muda!" Erdo mengangguk mengerti.


Ria bersemu malu jadinya, dan ia pun berusaha menutupi rasa gugup dan canggung nya.


Evans melangkah keluar, dan menoleh lagi kebelakang. " Apa kalian ingin menghabiskan sisa hidup kalian di tempat ini?" Seru Evans.


Dengan segera Erdo dan Ria pun berjalan beriringan di belakang Evans.


' Aku tidak tau perasaan apa yang terjadi pada diriku ini!! oh tuhan, beri aku penjelasan! apa ini hanya lah sensasi sesaat saja atau malah sebaliknya?' Batin Ria.


' Entah aku yang terlalu berharap atau bagaimana, tapi yang jelas aku seperti takut kehilangan dia tadi! semoga perasaan ku ini tidak salah!' Batin Erdo.


' Ckkk!!! Do, kau memang sangat bodoh dalam perasaan, jelas tadi aku menyaksikan sendiri bagaimana reaksi mu ketika dia menyuruh kau pergi!! dua insan yang bodoh dalam perasaan!' Batin Evans.


***


HALLO READERS KU SAYANG:)


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE OK:)


TERUS DUKUNG AUTHOR OK:^