Mafia And Me

Mafia And Me
UNGKAPAN KEDUA INSAN



Kini mobil mereka telah berhenti di depan sebuah apartement yang sangat besar dan tampak mewah.


Ria langsung turun dari mobil sebelum Erdo turun deluan, Erdo hanya diam saja dan kemudian keluar dari mobil.


Erdo segera membukakan pintu mobil belakang, dimana nenek Luna yang sudah tertidur pulas dan tanpa ada beban sedikit pun.


"Biar aku bangunin nenek!" Ria mengambil ahli membuka pintu sebelah lagi.


Namun Erdo tidak bergeming dan tidak mengubris ucapan Ria, tanpa menunggu lama, Erdo langsung mengangkat nenek Luna bak seorang princes, kemudian membawa masuk ke dalam apartement.


Ria hanya diam saja menyaksikan perlakuan Erdo yang terlihat tanpa terpaksa sedikit pun, dan hal itu semakin menambah beban dalam hati nya.


' Kau sangat baik sekali, apa aku pantas untuk menerima cinta seorang pria seperti mu? bahkan kau terlihat tanpa beban sedikit pun dalam menolong ku dengan nenek ku. Apa aku siap jatuh kedalam jurang cinta mu?aku takut perasaan ini cuma sesaat, dan aku juga merasa tidak layak untuk bersanding dengan pria nyaris sempurna dalam materi, dan juga kepribadian seperti mu, derajat antara kau denganku sangat lah jauh berbeda. Kau tidak jauh terkenalnya dari bos mu, dan aku juga sudah bisa pastikan itu, pasti bahwa banyak wanita yang tergila gila padamu,itu adalah alasan terkuat yang mengganjal hatiku, aku tidak layak sebagai pendamping mu, aku bahkan berasal dari keluarga tanpa kasih sayang, terkecuali dari nenek ku seorang. Tapi, apa aku bisa menjamin kehidupan nenek ku selamanya?jika dia sudah tiada, aku tidak lah jauh dari kata seorang anak gelandangan yang hidup tanpa taburan kasih sayang dari siapapun. Aku membutuhkan banyak pertimbangan yang harus kupikirkan, tolong jangan terlalu baik sekali kepadaku, hal itu akan semakin membuat rasa hatiku berat untuk semua perlakuan baikmu!' Batin Ria.


Air mata juga bersaman jatuh dengan isi hati nya, Ria pun langsung berjalan masuk kedalam apartement itu seraya menyeka air mata nya.


"Ceklek..." Ria membuka pintu kamar apartement tersebut, dan tampaklah Erdo yang baru selesai membaringkan nenek nya di atas ranjang.


"Terimakasih." Ujar Ria dengan tulus, ia tidak berani lagi untuk menatap wajah Erdo.


Erdo hanya diam dan tidak mengubris ucapan Ria lagi, dengan segera Erdo hendak berjalan keluar dari kamar tersebut, namun dengan cepat Ria menyela langkah Erdo dengan ucapan nya. "Aku minta maaf, maafkan aku!! kurasa aku tidak lah pantas untuk menerima cinta dan segala perlakuan mu padaku dan nenek ku, dan mungkin akan lebih baik jika kau menaruh cintamu pada seorang wanita yang lebih sederajat dan selaras dengan mu, maafkan aku! aku sungguh tak layak untuk itu, aku jauh dari kata sempurna, baik dari sudut materi atau pun kehidupan, pria seperti mu layak mendapatkan seorang pendamping yang jauh lebih terbaik daripada aku! maaf..." Ucapan yang terdengar begitu lirih dan begitu getir di telinga Erdo mendengarkan.


" Aku tidak pernah memandang siapa pun dari sudut materi atau pun kehidupan, selama dia layak untuk dikagumi, maka dia layak untuk diterima, jadi jangan pernah mengucapkan kata terkutuk seperti itu lagi!" Balas Erdo tegas sambil membalikkan tubuh nya, walau sejujurnya ia ingin mati saja saat itu juga dengan ucapan Ria tadi.


Mungkin memang benar apa yang di ucapkan oleh Evans, bahwa Erdo memang sudah menaruh hati pada Ria, bahkan mungkin cinta nya sudah tumbuh dengan besar.


Ria menoleh kebelakang seraya berjalan mendekat kearah Erdo, ia menatap Erdo dengan mata yang sudah berkaca kaca. " Jujur, aku juga sudah terlanjur mencintai mu, tapi kau tau? aku ragu dengan perasaan ku!! aku selalu terbebani dengan pikiran ku, seandainya waktu bisa di putar kembali, ingin rasanya aku tidak pernah mengenal mu sampai akhir hidupku, tapi nyatanya? bahkan aku sudah jatuh dalam jurang cinta mu, tapi aku berusaha untuk bangkit dan melupakan rasa itu, karena aku tau, kata tidak layak untuk bersanding dengan mu, selalu tergiang di otak ku, dan itu sangat berat untuk aku rasakan, jadi kuharap carilah wanita yang tepat untuk mu!" Ucap Ria dengan getir, buliran bening yang sudah tertahan sedari tadi, tercurah begitu saja.


Melihat air mata Ria yang jatuh begitu saja, seakan menghilangkan kekuatan Erdo saat itu juga. " Sudah ku bilang, jangan mengatakan kata terkutuk itu!! dan kau juga harus tau, bahwa aku hanya lah orang biasa yang bernasib baik hingga bisa memiliki kehidupan seperti ini, dan satu hal lagi, aku bahkan tidak memiliki keluarga satu orang pun terkecuali keluarga Scrith, yang begitu baik padaku! biar kau tahu itu!!" Ungkap Erdo untuk berusaha kuat.


Ria menggeleng gelengkan kepala nya. " Maafkan aku...." Ria langsung berhambur ke pelukan Erdo, ia tidak menyangka bahwa kehidupan Erdo seperti itu, bahkan tanpa keluarga seorang pun.


" Hikss... maaf kan aku..." Ria menangis dalam dekapan Erdo.


Erdo juga ikut membalas pelukan Ria, dan mencium puncak kepala Ria dengan penuh kasih sayang.


**


LIKE,KOMEN,DAN VOTE OK:^


SALAM