
♡Malam hari di rumah♡
"Hubby...." Anyer mendekat kepada Evans, yang kini tengah sibuk mengotak ngatik laptop nya di atas ranjang.
" Yes my wife! what is wrong?"
" Kamu sedang ngapai sampai sefocus itu ke laptop?" Anyer duduk di depan Evans.
" Ada beberapa hal yang harus ku selesaikan Niye sayang!" Balas Evans namun mata nya tetap tertuju pada laptop nya.
" Baiklah! aku mengerti bagaimana sibuk nya orang pekerja! aku ingin tidur saja!" Anyer langsung ngambek begitu saja dan kangsung berbaring di samping Evans dengan posisi membelakangi sang suami.
Evans melirik Anyer yang langsung merajuk begitu saja tanpa sebab.
" Niye..." Evans pun menutup laptop nya dan berusaha untuk menggoda istri nya itu.
Namun Anyer hanya diam saja dan kini ia menutupi tubuh nya dengan selimut termasuk kepala nya juga.
' Ada apa dengan mu sayang?kau semakin aneh sejak pagi tadi!'
" Niye sayang.... apa kamu memang sudah tertidur?" Evans berpikir bahwa Anyer mungkin memang sudah mengantuk, hingga pertanyaan bodoh itu pun di lontarkan oleh nya.
" Menurutmu bagaimana?" Asal suara dari dalam selimut.
" Astaga!" Evans menepuk jidat nya heran akan sikap Anyer.
" Jadi kamu sudah tertidur?" Tanya Evnas lagi.
" Sudah!! jadi jangan ganggu aku lagi! aku sedang mimpi indah." Suara yang kembali berasal dari dalam selimut.
' Sudah tidur tapi mengapa bisa bersuara? aku semakin ingin menerkam mu Niye sayang!'
" Benarkah? jadi siapa yang bersuara tadi? apakah itu roh mu Niye sayang?"
" Mungkin!"
" Hahahahahah!" Kali ini Evans tak dapat menahan tawa nya lagi, Anyer benar benar konyol.
" Mengapa kamu tertawa??" Pekik Anyer yang kini tengah duduk di samping Evans.
" Kamu itu sungguh aneh Niye sayang! katanya sudah tertidur, tapi mengapa bisa menjawab ucapan ku?" Ucap Evans di sela tawa nya.
" Kau menertawakan ku?" Selalu saja mata Anyer langsung berkaca kaca.
Seketika raut wajah Evans berubah seketika setelah melihat Anyer yang hampiri menangis.
" Jadi tadi itu kamu menertawai siapa kalau bukan aku?"
' Ini sangat menjengkelkan!! Niyeee apa yang terjadi padamu?'
" Ckk!! aku tidak menertawakan mu Niye sayang! aku hanya menertawai tembok datar itu saja!" Jawaban terkonyol yang Evans lontarkan.
" Kamu yakin?"
" Iya sayang! percaya padaku!"
Raut wajah Anyer pun kembali seperti semula, ia kembali bahagia.
' Sayang, apa sekarang kau telah menjadi tukang sulap? sebentar hampir menangis, dan setelah itu bahagia kembali! aku semakin bingung padamu!'
" Aku ingin tidur! jadi kamu bisa bekerja lagi pakai laptop mu,ingat jangan ganggu aku lagi Hubby!" Titah Anyer dan kembali lagi masuk ke dalam selimut nya.
" Sayang... tapi aku ingin...."
" NO!!!!" Sela Anyer dengan cepat sebelum Evans melanjutkan ucapan nya.
" Apa maksud mu Niye sayang?" Evans tidak terima.
" Malam ini kamu focus saja pada laptop mu! dan ingat, jangan menyentuh ku apalagi menganggu waktu tidur ku Hubby!" Ungkap Anyer penuh penekanan.
" Maksud mu aku....."
" Kamu mungkin sudah mengerti Hubby! malam ini kamu tidak perlu mengabsen!" Sela Anyer langsung.
" Tapi....."
" Good night Hubby!" Anyer langsung memejamkan matanya agar segera terlelap.
" Argggg!!!" Evans berteriak frustasi.
' Aku tidak menyangka hal ini terjadi!!!! lalu bagaimana dengan keadaan yang satu ini? argggg!!!!! aku benci situasi seperti ini!'
***
Like, komen, dan Vote ^^
SALAM ^^