
♡ Bali waktu setempat ♡
Pesawat yang di tumpangi Erdo dan Ria lepas landas dengan sempurna di Bali.
Penerbangan dari Australia ke Bali, mencapai maksimal lima jama dalam penerbangan, sehingga Erdo dan Ria dapat sampai di Bali pada siang hari berkisar pukul. 11.10, karena perbedaan waktu dari Australia dengan bali berbeda tiga jam, Australia lebih cepat tiga jam dari Bali.
Kini Erdo dan Ria baru saja sampai di hotel yang sudah di booking oleh Evans sebelum mereka berangkat.
' Terimakasih Tuhan, akhirnya penerbangan ini berjalan dengan baik, kami tidak kekurangan suatu apapun, semoga hari hari kami berjalan dengan indah di Bali ini, Amin.' Batin Ria.
" Halo Nek! kami sudah sampai ya di Bali!" Ria menelepon Nenek Luna, karena Nenek Luna lebih memilih untuk tinggal di apartement saja katanya.
" Syukurlah, semoga kalian sehat sehat ya di sana." Jawab Nenek Luna dari seberang sana.
" Amin Nek, Nenek juga jaga kesehatan ya di sana, kalau ada butuh sesuatu Nenek langsung minta aja di temani para pelayan yang ada di apartement Erdo!"~Ria.
" Iya cucu ku sayang, Nenek bakal jaga kesehatan kok! kalian tenang saja, baik baik lah di sana. Dan segera beri Nenek cucu ya hehhe."~ Nenek Luna.
" Nenek ada ada aja deh!"~Ria.
" Ya sudah, kalian istirahat saja ya!"~Nenek Luna.
"Iya Nek!" Kali ini Erdo yang menjawab.
" Jaga cucu Nenek ya, nak Erdo!"~Nenek Luna.
" Itu pasti Nek!"~Erdo.
" Baiklah, matikan saja telfon nya!"~ Nenek Luna.
" Da Nek...."
" Tut...."
" Mungkin kita lebih baik langsung istirahat saja dulu, karena sekarang masih siang!" Ungkap Erdo seraya merangkul pinggang Ria dan ikut masuk ke dalam kamar.
" Aku mandi dulu ya!rasanya gerah banget!" Ria mengambil pakaian yang sudah tersedia di dalam lemari, awal nya ia terkejut. Mengapa secepat itu tersedia macam pakaian mereka berdua,namun kemudian ia mengerti, pasti semuanya sudah Erdo siapkan, yang pastinya dengan bantuan Evans boss Erdo.
" Aku ikut!" Pinta Erdo penuh harap.
' Astaga! ternyata dia bisa bersikap manja juga? padahal dulu macam robot!' Batin Ria.
"No!! aku tau apa maksud mu Er....! aku sedang lelah selama penerbangan, jadi ku mohon jangan mengusik ku dulu!" Tegas Ria yang tau maksud niat Erdo.
' Da punya istri, tapi tetap saja berasa nngak punya! apa salah nya jika di kasih sekali saja dulu, sekalian juga! menjengkelkan, untung nya masih bisa di tahan!'Batin Erdo.
****
Sementara di lain tempat, dimana kini Anyer sedang merajuk sendiri, dan duduk di atas ranjang dengan muka di tekuk.
' Hubby sangat menyebalkan! padahal siomay itu sangat enak, sudah bela belain sampai nyuruh bi Tara yang beliin biar nngak ketahuan, tapi tetap saja! malah di buang lagi, sungguh menyebalkan!!!!! aku benci kamu Hubby, tau gitu, mending aku beli sendiri aja, dan langsung lahap di tempat tukang jual nya, hiks....hiks....' Batin Anyer yang seakan menangis.
Tadi itu memang, sewaktu mereka pulang dari bandara, tidak sengaja Anyer melihat tukang jualan siomay di pinggir jalan, jika minta izin dari Evans pasti evans tidak akan mau.Jadi nya Anyer minta tolong pada bi Tara, namun malah ketahuan pada Evans, sehingga Evans langsung membuang siomay itu.
" Nak, Daddy sangat jahat pada Mommy! ia tidak membiarkan Mommy makan siomay yang enak itu, makanya Mommy jadi kesal pada Daddy mu. Biar malam ini kita tidur saja berdua di kamar, biar Daddy mu tidur di luar, atau di kamar sebelah, biar dia tau rasa!" Anyer menyentuh perut nya sambil berbicara sendiri.
" Hubby, biar kamu tidur sendirian! ehehehe... biar kamu kapok marahin aku!" Gumam Anyer bahagia, dan saat bersamaan di luar pintu kamar ada suara.
" Niye.... buka pintu nya sayang!" Suara Evans dari luar sana.
" Tidak akan!malam ini kamu tidur di kamar sebelah Hubby, biar kamu tahu rasa! kamu sangat menyebalkan!" Balas Anyer dari dalam kamar.
" Niye sayang.... jangan seperti ini, masa ia kamu tega biarin suamimu tidur sendirian?"
" Tauk!!! suka kamu saja Hubby!"
" Trus kalau aku tidur sendiri, aku peluk siapa donk?"
" Peluk guling sono! nngak ada peluk peluk malam ini!"
" Aku mana bisa tidur seperti itu!"
" Serah! sudah ya, kamu pergi saja Hubby, aku mau tidur, karena aku lagi malas debat!"
" Niye.... sayang bukain donk!"
" Kalau kamu masih ribut lagi di luar, hukuman nya aku tambah jadi dua malam!" Ancam Anyer.
" Ckk!!! baiklah, aku pasrah!"
Dengan sangat terpaksa Evans pun beranjak pergi dan masuk ke kamar sebelah, dimana kamar Anyer sewaktu mereka belum bersatu.
" Cih!!! apa apan ini? punya istri tapi tidak bisa minta di sayang, sial!!! ini semua karena siomay sialan itu, awas saja jika besok aku masih melihat tukang siomay jualan, aku pastikan akan membunuh semua tukang siomay!" Gerutu Evans dengan penuh kekesalan.
****
LIKE, KOMEN,DAN VOTE OK
SALAM ^^