
Lantunan lagu itu masih terdengar syahdu di udara. Aretha yang sedari tadi memerhatikannya tampak semakin terpaku akan pesona pria tampan yang tengah menyanyikan lagu spesial untuknya itu.
Suara yang memecah disertai ekspresi yang ditunjukkan oleh David cukup membuat setiap yang melihat dan mendengarnya ikut terbawa suasana akan setiap lirik yang dilantunkan.
Malam itu, seketika sikap David berubah terbalik hampir 360 derajat dari sebelumnya. Dimana ia yang selama ini terkenal dingin, cuek dan sedikit kaku terhadap wanita, tiba-tiba berubah menjadi makhluk yang romantis hanya karena seorang Aretha.
Aretha masih diam termangu disertai debaran jantung yang semakin lama semakin menggebu seolah ingin keluar dari tempatnya bersemayam.
Mas David, aku tidak tahu apa maksud dari semua ini, yang jelas malam ini aku bahagia untuk perlakuanmu terhadapku. Entah itu karena apa, aku pun masih bertanya pada diriku sendiri. Aku harap, malam ini aku menemukan jawaban atas pertanyaanku selama ini.
Beberapa pertanyaan nampaknya tengah menggelayuti otak gadis itu.
Izinkan aku membuktikan
Inilah kesungguhan rasa
Izinkan aku menyayangimu
Sayangku
Dengarkanlah isi hatiku
Cintaku
Dengarkanlah isi hatiku
Deg!
Lagi-lagi suara David saat menyanyikan lirik-lirik selanjutnya membuat degup jantung gadis itu semakin meronta-ronta. Entah kenapa ia merasa bahwa lagu itu sebagai ungkapan isi hati David selama ini terhadapnya.
Namun, apakah mungkin seorang David Wijaya, CEO dingin yang memiliki kesulitan untuk tertarik kepada seorang wanita itu benar-benar memiliki perasaan yang demikian terhadapnya? Pikir Aretha.
Meski ia tahu bahwa David secara tidak langsung telah menerima perjodohan itu, tetapi itu tak lantas membuat Aretha percaya begitu saja bahwa pria itu benar-benar menyetujuinya karena rasa cinta terhadapnya.
Bisa saja jika ternyata perlakuan baik David selama ini hanya karena pria itu sedang memperlancar rencananya untuk mengerjai gadis itu Atau bahkan karena balas dendam atas perlakuan Aretha yang kala itu sempat memakinya, ketika pertama kali bertemu. Bahkan, setelah Aretha tahu bahwa pria itu adalah atasannya.
Benar apa kata pepatah bahwa cinta dan benci itu berbeda tipis hingga membuat gadis itu sukar untuk membedakan keduanya. Terlebih lagi tentang apa yang berhubungan dengan David.
Izinkan 'ku membuktikan
Kesungguhan cintaku
Bila cinta tak menyatukan kita
Bila kita tak mungkin bersama
Izinkan aku tetap menyayangimu
Beberapa lirik lagi masih memecah dari lantunan merdu pria itu. Cukup menggetarkan. Tidak hanya Aretha, melainkan semua yang mendengarnya kala itu.
Sebagian ada yang berbisik kepada temannya, merasa kagum akan suara merdu seorang David Wijaya. Sebagian lagi tampak lebih kagum akan keberanian David untuk melakukan itu semua demi Aretha yang sontak membuat iri setiap anak muda yang hadir bersama masing-masing pasangannya itu.
David masih berdiri di tempat itu, tidak langsung menghampiri Aretha kembali ke tempatnya. Entah apalagi yang akan ia lakukan setelahnya, yang jelas Aretha menunggu. Menunggu pria itu untuk duduk di hadapannya, lalu menjawab atas apa yang akan ia tanyakan.
"Aretha," panggil David yang sontak membuat Aretha yang kala itu tidak mengalihkan pandangan darinya sedikit terlonjak. Aretha tampak memerhatikan dan memasang telinganya baik-baik agar bisa mendengar apa yang akan di sampaikan pria itu kepadanya.
"Aku harap ini tidak terlalu cepat dan mengejutkan bagimu. Aku memohon ijin untuk mengungkapkan perasaan yang selama ini belum sempat aku nyatakan."
David masih tampak memegang mikrofon itu sehingga suaranya terdengar dengan begitu jelas melalui pengeras suara yang sontak membuat Aretha menjadi salah tingkah. Wajahnya memerah tak kuasa membendung rasa malu yang seketika menghantamnya.
"Entah kenapa setiap kali di dekatmu, terkadang membuat napasku seketika terhenti hingga aku tidak bisa bersuara, sekadar menyatakan apa yang selama ini aku pendam," sesalnya kemudian. Menyesal karena begitu sulit untuk mengungkapkan itu kepada Aretha.
"Dan malam ini, di tempat ini, tepat di hadapan semuanya, aku mengumpulkan segenap keberanianku untuk membuktikan apa yang selama ini aku rasa. Meski aku harus mempermalukan diriku di hadapan mereka, aku rela," imbuhnya yang seketika membuat Aretha merasa terharu. Matanya mulai berkaca-kaca tidak menyangka jika David rela melakukan semua itu demi dirinya.
"So sweet!" Teriakan pengunjung lain semakin memecah. Mereka tampak terkagum-kagum akan keromantisan yang dibuat oleh pria itu. Aretha menoleh ke arah mereka sejenak, lalu memfokuskan kembali pandangannya kepada pria di depan sana.
"Setiap hari. Bahkan, setiap detik aku selalu berharap bahwa kamu memiliki perasaan yang sama, meski kutahu itu sangatlah sulit bagimu menerima orang seperti aku."
Mungkin bagi sebagian laki-laki itu adalah hal yang biasa, tetapi tidak untuk David. Bahkan, David sudah memutus urat malunya sendiri demi sebuah mimpi yang selama ini terpendam. Ia tidak peduli dengan cibiran orang-orang terhadapnya karena yang paling penting bagi dirinya saat itu adalah bisa mengungkapkan semua perasaan yang selama ini disembunyikannya.
"Namun, aku yakin pertemuan kita yang tak disengaja itu bukanlah sekadar kebetulan, melainkan sebuah takdir Tuhan. Mungkin kebersamaan kita selama ini tidak begitu penting bagimu, tetapi perlu kamu tahu satu hal. Sejak saat itu, untuk pertama kalinya aku tidak perlu bersusah payah mencari kebahagiaanku, karena saat bersamamu bahagia itu telah terjadi dengan sendirinya tanpa direncanakan." David mulai melangkahkan kakinya menghampiri Aretha.
Pria itu berjalan dengan ritme yang sangat dinamis tanpa melepaskan mikrofon itu dari genggamannya. Ia menatap lekat gadis yang duduk beberapa meter di hadapannya.
Melihat aksi David kala itu membuat Aretha tidak kuasa untuk membendung lagi hasratnyaa. Jantungnya berdebar semakin kencang seolah memacu adrenalinnya untuk menghampiri pria itu, lalu memeluknya dengan erat. Namun, ia masih cukup sadar untuk tidak melakukan itu, terlebih lagi di depan orang banyak.
Aretha semakin terkejut, ketika David bertekuk lutut di hadapannya sehingga membuatnya sedikit tercengang melihat aksi David yang semakin menjadi. Pria itu sedikit mendongak, menatap lekat gadis di hadapannya. Pun dengan Aretha yang tampak sedikit menekuk lehernya, membalas tatapan itu.
David tampak tertawa kecil. "Mungkin bagi kamu ini adalah sebuah lelucon, tetapi semua ini benar adanya bahwa aku selalu membayangkan betapa indahnya jika suatu saat kita bisa hidup dan melangkah bersama selamanya. Itu adalah mimpiku selama ini. Dan aku mohon, kamu jangan hancurkan mimpi indahku dengan penolakanmu, sebab aku tak rela jika harus melihatmu hidup dengan pria lain, selain aku," ungkapnya seolah memaksa yang sontak membuat Aretha seketika mengerjap.
"Ini orang mau mengungkapkan perasaannya atau mau memaksaku, sih?" gerutu Aretha dalam hati seraya membulatkan matanya.
"Jika hidup bersamamu adalah sebuah pilihan, maka mencintaimu sungguh di luar kendaliku. Aku tak bisa untuk menolak perasaan yang tumbuh sempurna di lubuk hatiku yang paling dalam. Aku tahu bahwa aku adalah orang yang sempurna, tetapi kesempurnaan itu tidak ada artinya jika tanpa kamu. Kamu adalah alasan dimana aku bisa percaya kembali akan kesucian cinta," lirih David.
Haiish, bagaimana bisa dia berkata bahwa dirinya sempurna. Dalam situasi seperti ini, masih saja kepedean. Dasar beruang kutub!
David tampak merogoh saku tuxedo-nya, mengeluarkan sebuah kotak merah berbentuk hati. David pun membuka kotak itu.
Tampak sebuah kalung emas putih berbandul kunci yang begitu indah dan membuat Aretha semakin membeliak, masih tidak percaya akan apa yang terjadi malam itu. Itu seperti mimpi baginya. Namun, ia sadar bahwa itu adalah nyata.
"You are the reason for my happiness all this time. I cannot throw you away from my brain and Let my dreams come true. So, will you be mine?"
____________
Gimana readers, terima atau jangan, nih?
HAPPY READING!