Possessive Love

Possessive Love
Akhir Cerita



"Arka ... Aruna ... ayo cepat, Nak!" teriak Aretha kepada kedua buah hatinya.


Sore itu, Aretha dan David tampak sudah rapi dengan tuxedo dan gaun yang berwarna senada. David tampak mengangkat sebelah tangannya, lagi-lagi melihat arloji yang sudah menunjukkan hampir pukul enam sore.


"Sayang, anak-anak lama sekali, kasihan yang lain jika harus menunggu lama, yang punya acara 'kan kita, masa kita datang terlambat. Memalukan!" gerutu David yang sudah cukup lama menunggu Arkana dan Aruna yang masih belum juga menampakkan diri.


David yang memang selalu disiplin waktu, tidak ingin jika ia terlambat datang ke sebuah restoran yang akan menjadi tempat acara bersejarah untuknya dan Aretha disaat ia sudah mengundang beberapa orang terdekat mereka untuk hadir di sana.


Ya, pasalnya malam itu akan diadakan acara ulang tahun pernikahan mereka yang ke sepuluh. Jadi, mereka sangat ingin jika semua kerabat dan teman terdekat mereka merasakan kebahagiaan yang sedang mereka rasakan.


Setelah melewati beberapa problematika kehidupan yang kerap kali datang silih berganti dalam rumah tangga mereka, nyatanya tidak membuat pasangan itu menyerah begitu saja, hingga mereka bisa melewatinya dengan baik dan tetap bisa menjaga keutuhan rumah tangga mereka sampai sepuluh tahun lamanya, dengan dibuahi sepasang anak kembar yang semakin menambah kebahagiaan di kehidupan mereka.


"Sebentar, Mas, aku panggil mereka dulu," ucap Aretha seraya berjalan menghampiri tangga dan hendak menaikinya.


"Sudah, biarkan mami saja yang panggil mereka, kamu tunggu saja di sini," sela mami Aretha yang kala itu memang sengaja menginap di rumahnya demi bisa berangkat bersama ke acara tersebut.


Carmila yang baru saja keluar dari kamarnya tampak berjalan menaiki anak tangga itu satu-persatu, berniat untuk menghampiri kedua cucunya yang masih berada di kamar mereka masing-masing.


Aretha pun mengurungkan kembali niatnya. "Terima kasih, Mi," ucapnya kepada sang mami.


Tak lama kemudian, mami Aretha telah kembali bersama sepasang anak kembar yang mengenakan tuxedo dan gaun yang sama seperti yang dikenakan oleh kedua orang tuanya. Mereka tampak menuruni anak tangga satu persatu.


"Wah ... putri mama cantik sekali, siapa yang dandanin?" puji Aretha kepada Aruna yang memang terlihat sangat cantik dan menggemaskan mengenakan gaun berwarna abu-abu yang sama persis seperti yang Aretha kenakan. Seketika senyum merekah terbit di wajah gadis kecil itu.


"Iya dong, Ma ... 'kan mamanya juga cantik," puji Aruna balik kepada sang mama. Aku didandanin sama Encus, lho," imbuhnya melirik ke arah Ratna.


"Ish ... cantik? Cantik apanya, Ma? Malah menurutku dia seperti nenek-nenek," ledek Arkana yang tidak menyukai penampilan adiknya saat itu.


"Ish, Arka, dari tadi bisanya cuma ngatur saja!" Lagi-lagi Aruna dibuat kesal oleh saudara kembarnya itu. "Gara-gara kamu juga nih, aku jadi lama!" imbuhnya menyalahkan.


"Aku 'kan sudah bilang, gaya rambut kamu jangan disanggul seperti itu, aku tidak suka. Kamu terlihat seperti orang dewasa, Aruna!" protes Arkana yang mulai menunjukkan sikap posesifnya terhadap sang adik.


"Suka-suka aku. Lagipula kata mama juga cantik. Oma juga bilang cantik. Termasuk Encus juga bilang begitu. Cuma kamu saja yang bilang aku seperti nenek-nenek," ketus Aruna tidak terima dengan pernyataan saudara kembarnya. "Pa, bagaimana menurut Papa? Aruna cantik, kan?" tanyanya seraya mendongak ke arah sang papa.


David mulai mengamati wajah putri kecilnya. "Mm ... cantik, hanya saja terlihat sedikit dewasa seperti yang dikatakan kakakmu, Nak," jawab David yang langsung membuat Aruna seketika cemberut kesal.


"Mama, kenapa semua laki-laki di rumah ini menyebalkan?" tanya Aruna kepada sang mama seolah menuntut pembelaan.


"Karena sifat menyebalkan itu bisa diturunkan juga, Sayang," bisik Aretha yang masih bisa terdengar jelas di telinga David, sontak membuat pria itu seketika membulatkan matanya kepada sang istri, sehingga membuat Aretha dan Aruna terkekeh geli. Pun dengan sang mami yang sedari tadi berada di tengah-tengah mereka.


"Sudah, sudah, kalau kalian debat terus kapan kita mau berangkatnya?" ucap Carmila yang seketika menyadarkan mereka bahwa sudah terlalu lama berdebat hal yang tidak begitu penting.


"Ya sudah, ayo kita berangkat," ajak David.


Mereka segera beranjak meninggalkan rumah mereka menuju sebuah restoran berbintang lima tempat di mana Areth dan David akan melansungkan acara ulang tahun pernikahan mereka yang ke-10, dengan hanya dihadiri kerabat dan sahabat dekat mereka saja.


***


Di depan sebuah restoran, David menghentikan mobilnya. Tampak istri, kedua anak dan mami mertuanya turun dari mobil itu, terakhir disusul olehnya.


Mereka berjalan masuk ke dalam restoran tersebut dan menghampiri tempat yang memang sudah direservasi sebelumnya. Tampak beberapa tamu undangan yang hanya terdiri dari kerabat dekat dan sahabat merka. Ada orang tua David dan juga Rendy dan Clara yang sudah hadir di sana.


Sayang sekali ketiga sahabat Aretha tidak bisa mengikuti acara bahagia untuk Aretha dan suaminya itu, karena mereka memiliki keperluan lain, sehingga mereka hanya bisa berkirim pesan dan berbicara melalui udara untuk sekadar mengucapkan selamat kepada kedua pasangan tersebut.


Acaranya sangat sederhana, mereka hanya akan melakukan makan malam seperti biasanya. Namun, kali ini penuh rasa syukur, setelah sepuluh tahun menjalani rumah tangga, meski penuh dengan duka, tetapi selalu berakhir bahagia. Dan mereka sangat bersyukur akan hal itu.


Sembari menunggu Richard dan keluarganya datang, mereka tampak berbincang berbagai hal. Obrolan yang dipenuhi dengan suka cita yang saling terlontar.


Sebagaimana mereka, si gadis kecil Aruna pun melakukan hal yang sama. Ia tampak mengobrol dengan Zelline dan Arkana. Namun, tentu ia dan Zelline yang paling cerewet, berbeda dengan Arkana yang lebih banyak diam.


Di tengah kegiatannya, seketika fokus Aruna teralihkan, ketika ia mendapati sosok Richard dari kejauhan. Gadis kecil itu pun segera turun dari tempat duduknya, berniat untuk segera menghampiri Richardโ€”om kesayangannya.


"Om Richard!!" teriak Aruna yang memecah di tempat itu, sehingga membuat beberapa pengunjung lain mengalihkan fokus kepadanya. Gadis itu sedikit berlari menghampiri Richard.


Richard yang menyadarinya langsung berjongkok, lalu menangkap tubuh mungil gadis kesayangannya itu. Aruna langsung memeluk pria itu. Tampak wanita yang berdiri di samping Richard tersenyum. Ia adalah Renata.


"Princess-nya om selalu saja paling cantik di dunia," puji Richard yang sontak membuat Aruna tersenyum senang.


"Kan, Omnya juga tampan," balas Aruna sekenanya yang sontak membuat seluruh yang ada di sana tertawa. Namun, tidak dengan David yang selalu dibuat cemburu akan kedekatan mereka.


"Om, tante cantik kenapa tidak ikut kemari? Padahal aku kangen sekali sama tante cantik," tanya Aruna.


"Tante cantik?" Semua yang ada di meja tampak bertanya dan menatap ke arah Richard dan Aruna.


Sungguh pertanyaan Aruna sangat mengejutkan bagi mereka. Mereka tidak tahu dengan sosok yang Aruna sebutkan itu.


Renata tampak berjongkok, karena merasa penasaran dengan orang yang dimaksud Aruna. "Gadis kecil, siapa tante cantik yang kamu maksud, Sayang?" tanyanya, lalu melirik ke arah sang kakak dengan penuh tanya.


Aruna dan Richard tampak beradu pandang sejenak, lalu menoleh ke arah mereka kembali. "RAHASIA," ucapnya kompak yang tentu saja membuat mereka semakin penasaran.


Mereka pun melakukan kegiatan makan malam dengan penuh suka cita dengan dihiasi canda dan tawa.


__________________


Assalamu'alaikum


Apa kabar, Readers? Semoga kalian dalam keadaan sehat walafiat. Aamiin.


Ini adalah ending dari cerita Possessive Love, maka dari itu, author mengucapkan terima kasih banyak atas dukungannya selama ini. Terima kasih sudah mengikuti ceritaku yang recehan ini dari awal sampai akhir. Tak henti-hentinya rasa syukur yang saya panjatkan, karena berkat dukungan dari kalian, saya bisa menyelesaikan novel ini tepat hari ini.


Terima kasih untuk like and comment kalian, meski terkadang sedikit membuat saya meradang, tapi tak apa, saya sangat senang karena karya saya sudah kalian hargai. Semoga Allah membalasnya dengan beribu-ribu kebaikan Aamiin.


Oke, mungkin segitu saja. sekali lagi terima kasih atas dukungannya selama ini.


Bye, sampai ketemu di karya berikutnya


...Yuk, mampir ke ceritaku y lainnya!! ๐Ÿ˜...


...-SAD ๐Ÿ’•...


...-After Met You ๐Ÿ’•...


...Ditunggu ya!! ...


Wassalamu'alaikum


Happy Reading.


.