Possessive Love

Possessive Love
IBARAT BUAH KELAPA



Lisa yang berstatus sebagai sekretaris bos di perusahaan itu terlihat tengah berada di ruangan David setelah beberapa menit Aretha keluar dari ruangan tersebut. Perutnya yang membuncit karena tengah hamil tua, seakan membuatnya sesak. Kedatagannya ke ruangan sang bos kali ini bukanlah untuk membicarakan mengenai laporan pekerjaan, melainkan untuk membicarakan mengenai rencananya untuk cuti hamil dengan alasan karena sudah mendekati HPL.


David terlihat sangat bingung untuk menentukan pengganti Lisa, karena ia baru saja terjun di perusahaan milik ayahnya yang pekerjanya pun belum ia kenali satu persatu. Bahkan tugasnya di perusahaan tersebut belum genap satu hari, itulah sebabnya ia sangat kesulitan memilih orang yang tepat untuk menggantikan posisi Lisa sebagai sekretaris.


Setelah beberapa lama mereka berpikir, akhirnya Lisa menemukan seseorang yang menurutnya tepat untuk menggantikannya selama cuti.


"Pak, bagaimana jika selama saya cuti digantikan dulu oleh anak magang?" Seketika ucapan Lisa membuat David terkesiap.


"Kenapa harus anak magang? Apa nantinya tidak akan merepotkan?" David meletakan kedua lengannya di atas meja kerja miliknya. "Bahkan pengalaman pun belum tentu mereka punya!" celanya.


"Saya rasa justru ini akan memberikan pengalaman baru buat mereka dan saya yakin mereka akan senang di beri tugas ini." jelas Lisa


David menganggukkan kepalanya pelan. "Baik, anda memang benar, lantas menurut anda siapa yang pantas untuk memggantikan posisi anda sementara?" tanyanya.


"Kebetulan Rere adalah salah satu mahasiswa berprestasi di kampusnya, dia juga ulet, saya yakin dia mampu mengerjakan pekerjaan ini."


"Rere?"


"Iya, Pak. Aretha yang baru saja keluar dari ruangan ini." jelas Lisa.


"Apa saya gak salah dengar?" David seketika membelalakan matanya. "Bahkan bagaimana caranya disiplin pun dia tidak tahu!" celanya.


"Ini hari pertama dia telat, Pak, dan saya juga tidak tahu kenapa dia bisa telat, sebelumnya dia tidak pernah membuat ulah selama magang di sini." Lisa seolah ingin meyakinkan bahwa pilihannya adalah tepat.


David terlihat berfikir, mempertimbangkan ucapan sekretarisnya itu. "Baiklah, saya ikuti saran anda." ucapnya.


Lisa menganggukkan kepalanya sembari menyeringai, "Baik, Pak. Terima kasih!"


"Segera suruh dia ke ruangan saya!" perintah David.


"Baik, Pak, saya permisi!"


Sedangkan di tempat lain, yang tak lain adalah meja kerja Aretha, terlihat Aretha yang kala itu sedikit frustasi setelah beberapa menit keluar dari ruangan David sehingga membuat Diandra dan Rangga menghampirinya. Meja kerja mereka bertiga memang berdekatan sehingga mudah untuk di jangakau.


"Gimana, Re?" lirih Diandra sedikit berhati-hati dengan ucapannya.


"Sumpah ya, Ra ..., gue tarik omongan gue yang kemarin!" Aretha menempelkan kedua telapak tangannya di atas keningnya, ia menggelengkan kepalanya sejenak.


"Omongan yang mana, Re?" tanya Diandra meyakinkan.


"Sumpah ya, tuh orang jauh banget karakternya sama pak Kris, kagak ada ramah-ramahnya." lirihnya.


"Masa sih?"


"Lo liat kan tadi sikapnya?"


"Bukannya semua bos juga seperti itu ya?" Rangga ikut menimbrung. "Aku lihat dia cukup ramah dan tegas, kok!" imbuhnya.


Aretha berdecak kesal, "Nih ya, kalau ibarat buah, pak David tuh buah kelapa yang jatuh dari pohonnya kena batu!"


"Hancur donk, Re?" polos Diandra membuat rangga terkekeh menahan senyum.


"Ya kagak hancur juga, Ra!" kesal Aretha.


"Terus??"


"Mental ... jauh, jauuuuuh banget pokoknya!" Rangga dan Diandra seketika tertawa.


"Seneng lo berdua!" ketus Aretha.


"Eh, tapi gue kok kayak gak asing ya sama pak Dave?" Diandra berpikir seolah mengingat sesuatu.


"Dia yang nabrak gue kemarin di mall." jelas Aretha, "Lo liat kan bagaimana nyebelinnya dia kemarin?" Diandra seketika membelalakan matanya mengingat kejadian itu.


"Oh ... iya, iya gue inget! Emang bener-bener ya tuh orang, kerennya tingkat dewa!" puji Diandra membuat Aretha berdecih muak.


"Makannya jeng ... kalau sama bos itu hati-hati!" ledek Diandra.


"Masa cuma kesalahan gitu doank, tiba-tiba gue mo di pecat, bahkan sebelum jadi karyawan tetap disini, apa-apaan coba?"


"Emangnya lo kenapa sih bisa telat, Re? Gue jadi penasaran deh!" ucap Diandra penuh keheranan.


Aretha pun menceritakan semua kejadian yang telah menimpanya pada saat perjalanan menuju kantor. Diandra dan Rangga yang kala itu serius mendengarkan cerita Aretha merasa terkejut namun terlihat sedikit terkekeh menahan tawa. Ingin tertawa namun takut dosa, mungkin itu kalimat yang paling tepat untuk mendeskripsikan mereka berdua.


Beberapa menit berlalu, kegiatan mereka pun terhentikan akan kedatangan sekertaris sang atasan yang tak lain adalah Lisa, sontak membuat Diandra dan Rangga berhambur ke tempat kerja masing-masing setelah berbasa-basi untuk menyapa Lisa.


"Re, kamu di panggil pak Dave!" seru Lisa.


"Apa? Saya, Bu?" Aretha sedikit membelalakan matanya, terkejut sedikit takut mungkin itu yang dapat mendeskripsikan perasaannya saat itu.


"Ada apa lagi ini? Gue salah lagi apa ya?" gumamnya.


"Iya, cepetan ya!" Lisa berlalu menuju tempat kerjanya kembali.


"Baik, Bu!" jawab Aretha singkat.


Dag Dig Dug


Ada rasa takut juga ragu saat Aretha hendak melangkahkan kakinya menuju ruangan sang atasan. Namun, dia mencoba menepis semua rasa itu. Di dalam ruangan terlihat David yang tengah fokus dengan laptop yang berada dihadapannya.


"Permisi ...! Bapak, manggil saya?" lirih Aretha yang saat ini telah berdiri didepan meja kerja sang bos.


David mendongakkan kepalanya, "Tolong buatkan saya kopi!" perintah David.


"Oh ... baik, Pak!" Aretha sedikit terkesiap namun segera dia menjalankan apa yang diperintahkan.


Aretha bergegas menuju pantry, sembari mengaduk kopi yang sedang dibuatnya, sssekali Aretha mengumpat.


"Kirain mau apa, ternyata cuma minta dibuatin kopi, bikin spot jantung aja!" umpatnya pelan


Setelah Aretha selesai menjalankan tugasnya, dia kembali keruangan sang bos dengan membawa nampan berisi secangkir kopi hitam. Aretha meletakkan secangkir kopi tersebut di atas meja kerja sang bos. Namun, ketika dia hendak keluar ruangan, tiba-tiba David memanggilnya sehingga dia mengurungkan niatnya untuk berlalu dari ruangan itu.


"Tunggu!" seru David.


Aretha yang sudah sempat membalikkan badannya seketika menoleh ke belakang, "Iya, Pak, apa masih ada yang bapak butuhkan?" tanya Aretha.


"Duduk!" perintah David.


Dengan perlahan tapi pasti, Aretha mendudukan tubuhnya di salah satu kursi yang terletak di depan meja kerja David. David menghentikan kegiatannya dan sedikit menggeserkan posisi laptop yang ada dihadapannya karena sedikit menghalangi pandangan mereka berdua.


"Mulai besok, anda tolong gantikan bu Lisa!" ucap David dengan pandangan yang terpusat ke depan.


"Maksud, Bapak?" tanya Aretha meyakinkan, "Maaf, saya masih belum faham." lanjutnya.


"Beliau sudah mengambil cuti hamil, jadi anda diminta untuk menggantikannya sementara, apa anda bersedia?" jelas David.


Tanpa berpikir panjang, Aretha mengangguk, "Baik Pak, saya bersedia!" ucapnya dengan perasaan gembira.


"Akhirnya ... gue gak jadi tukang fotokopi lagi." gumamnya.


"Baik, mulai besok tolong jaga sikap anda dan ikuti peraturan perusahaan, saya paling tidak suka dengan orang yang tidak disiplin, jadi tolong jangan sampai telat masuk kantor lagi karena saya tidak menerima alasan apapun!" tegas David.


"Baik, Pak. Saya janji akan melaksanakan tugas sebaik mungkin!" ucap Aretha dengan penuh penekanan.


---------__________---------


Hai Readers tercintah,,,


Mohon maaf nih karna author yang receh ini kemarin sempat mengalami mode "Block Writer" jadi updatenya aga sedikit tersendat, semoga kalian tetap setia menunggu update selanjutnya ya.. πŸ˜ŠπŸ€—πŸ€—


Author juga mau ngucapin banyak terima kasih untuk para readers yang sudah sempat mampir mengunjungi karyaku yang bagusnya tak seberapa ini, bahkan mungkin tidak ada bagus-bagusnya sama sekaliπŸ˜”πŸ˜” dan terima kasih juga yang udah bantu like, comment, rate 5, and vote juga πŸ’œ mohon maaf juga jika karyaku ini masih belum sesuai dengan harapan kalian,,, author sangat berharap krisan dari kalian πŸ™πŸ™πŸ™


Jangan lupa LIKE and COMMENT ya readers tercintah😘😘😘😘


TO BE CONTINUE ....


HAPPY READING ...!!!