Possessive Love

Possessive Love
Ilustrasi



Setelah melewati hari-hari yang penuh haru, Aretha dan suaminya bisa kembali menjalankan aktivitas seperti biasanya dan kembali ke rumahnya, meski sebelumnya ia dan suaminya memilih untuk tinggal di rumah sang mami cukup lama, karena rasa khawatir jika ditinggal sendirian saja.


Pada akhirnya, sekeras apapun mereka memaksa maminya untuk tinggal bersama, tetap saja sang mami tidak ingin meninggalkan rumahnya yang memang penuh sekali dengan kenangan. Aretha sangat memahami itu.


Aretha tampak menempelkan sebuah ponsel berwarna silver di telinganya. Kala itu ia berniat untuk menghubungi sang mami sekadar untuk menanyakan kabarnya.


"Hallo, Mi ...."


"Hallo, Sayang. Ada apa?" Suara di seberang sana.


"Mami baik-baik saja?" tanya Aretha khawatir.


Ya, setelah kepergian papinya, Aretha selalu berusaha memantau keadaan maminya, meski melalui jarak jauh.


"Kamu ini, setiap hari menanyakan kabar mami. Mami itu sudah tua, Nak. Kalau ada apa-apa, mau lari sama siapa lagi kalau bukan sama kamu yang hanya satu-satunya mami miliki di kota ini. Jangan terlalu mengkhawatirkan mami seperti itu. Pikirkan kuliahmu dan segera selesaikan," jawab maminya.


"Aku hanya tidak ingin mami kenapa-kenapa. Hanya ini yang bisa aku lakukan, Mi," balas Aretha.


"Besok malam mami akan menginap di rumah kalian. Mami sudah kangen dengan si kembar," ujar Carmila yang sontak membuat Aretha merasa senang.


"Benarkah, Mi?" tanya Aretha seraya tersenyum semringah.


"Iya" singkat maminya.


"Baiklah, akan kutunggu. Jangan sampai lupa," balas Aretha.


Aretha segera mengakhiri obrolannya, tepat ketika David baru saja pulang dari kantor.


"Mas, kamu sudah pulang?" Aretha tampak mencium tangan suaminya.


"Anak-anak ke mana? Rumah kok sepi sekali?" tanya David yang sedari tadi tidak melihat dan mendengar suara Arkana dan Aruna yang biasanya selalu berhamburan menghampirinya, ketika ia pulang kerja. Namun, tidak dengan hari itu.


"Mereka sedang bermain di taman dengan suster, Mas," jawab Aretha.


David tampak menganggukkan kepalanya, tanpa berkomentar banyak.


"Mas, kamu mau langsung mandi?" tanya Aretha, setelah menggantungkan tuxedo berwarna navy yang baru saja ia lepas dari tubuh suaminya.


"Aku istirahat dulu, Sayang," jawab David seraya membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. "Aku lelah sekali hari ini," keluhnya. Aretha tampak tersenyum melihatnya.


"Baiklah, aku tinggal sebentar," ujar Aretha yang langsung beranjak dari kamarnya menuju dapur. Namun, seketika langkahnya terhenti, ketika mendapati Arkana dan perawatnya baru saja pulang.


"Arka pulang ...," ucap Arkana.


Aretha segera menghampiri putranya sembari mengedarkan pandangan ke beberapa arah. "Lho, Arunanya mana, Sayang? Kok, tidak kelihatan?" tanya Aretha yang tidak melihat Aruna. "Atau dia masih di depan?" imbuhnya menduga.


"Aruna ikut sama om Richard, Ma," jawab Arkana.


"Om Richard?" Aretha sedikit terlonjak. Tak ayal suranya sampai ke telinga David yang kala itu baru saja akan memejamkan matanya, sehingga pria itu mengurungkan niatnya dan memilih untuk beranjak dari tempat tidur, lalu menghampiri istri dan putranya.


"Kamu bilang apa? Aruna ikut dengan om Richard?" tanya David dari ambang pintu kamarnya, sontak membuat Aretha dan Arkana tampak menoleh ke arahnya.


"Iya, Pa," jawab Arkana.


"Kok bisa, Sus?" Aretha mengalihkan fokusnya kepada perawat yang menemani anak-anaknya bermain di taman.


"Iya, Mbak, tadi kami tidak sengaja bertemu dengan mas Richard di jalan, lalu non Aruna diajak main entah ke mana dan non Arunanya mau, padahal saya sudah melarangnya, tetapi non Aruna memaksa. Saya pun tidak bisa berbuat banyak. Mas Richard juga berpesan untuk menyampaikan hal ini, agar tidak ada yang khawatir," jelas Ratna.


"Ck! Anak itu!" kesal David seraya melengos.


"Baiklah, Suster boleh pergi," ucap Aretha kepada Ratna.


Perawat itu pun segera pergi dari hadapan mereka.


"Kamu tidak diajak main juga oleh om Richard?" tanya Aretha seraya menatap wajah Arkana.


"Arka diajak, tapi Arka tidak mau," jawab Arka yang langsung mendapat anggukkan kepala dari mamanya.


"Ya sudah, Arka masuk kamar, ya," titah Aretha.


"Baik, Ma," singkat Arkana.


"Dia itu selalu saja membuat ulah," gerutu David, lalu masuk kembali ke dalam kamarnya.


Aretha yang menyadari kekesalan David pun segera menghampiri pria itu. Tampak David yang kala itu tengah merogoh saku celananya, mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam sana.


Secepat mungkin ia melakukan panggilan suara ke nomor Richard. Entah kenapa ia selalu khawatir jika putrinya terlalu dekat dengan pria itu.


"Ah, sial!" geramnya, ketika panggilannya tidak mendapat jawaban dari pemilik nomor kontak tersebut.


"Bisa-bisanya kamu tidak khawatir, ketika putrimu sedang bermain dengan orang lain!" bentak David yang seketika membuat Aretha terlonjak.


"Kita sudah mengenal kak Richard, Mas. Jadi, tidak perlu berlebihan seperti itu lah ...," ujar Aretha mengingatkan.


"Mengenal luarnya saja, kan? Hatinya siapa yang tahu?"


"Astaghfirullah, Mas. Dia teman dekat kamu, lho. Bisa-bisanya kamu punya pikiran seburuk itu sama dia," kesal Aretha yang tak habis pikir jika suaminya masih saja punya pikiran negatif seperti itu.


"Dia teman aku, tapi dia juga mantan kamu. Bisa-bisanya kamu tenang saat putri kita pergi sama mantan kamu. Kalau nanti Richard berbuat macam-macam gimana?" David semakin dibuat naik pitam.


"Ya ampun, Mas ... kak Richard bukan pedofil, mana mungkin dia berbuat macam-macam sama anak di bawah umur. Kamu ini ada-ada saja!"


"Terserah! Pokoknya aku harus menghubungi dia secepatnya."


David kembali melakukan panggilan suara ke nomor kontak Richard.


"Gue cuma mau bawa Aruna dinner. Lo tidak usah khawatir!" serang Richard di seberang sana yang seolah sudah mengetahui kekhawatiran David. Bahkan, sebelum David menyapanya, pria itu telah mencuri start terlebih dahulu.


"Astaga ... Lo mau bawa anak gue ke mana, ha?" geram David seraya membelalakkan matanya, pertanda sedang marah. "Yang benar saja lo. Masa dinner yang dibawa anak kecil? Share loc sekarang juga!" imbuhnya semakin meradang.


"NOWAY! Lo akan ganggu acara gue kalau sampai lo datang kemari," tolak Richard.


"Astaga, Richard ... bahkan ini baru jam berapa? Ini masih sore, dinner itu nanti malam, kasihan anak gue. Cepat bawa dia pulang!"


"Gue mau bawa putri lo ke salon, lalu ke butik buat cari gaun yang pas, setelah itu baru kita akan dinner bersama, puas lo! Bye, Haha."


"RICHARD!" teriak David, tetapi sayang sekali Richard telah lebih dulu menutup teleponnya. "Ah, sial!" umpatnya seraya mengacak rambutnya sendiri.


"Lihat tuh, kelakuan mantan kamu!" racau David seraya menatap tajam wajah Aretha.


"Dia bilang apa, Mas?" tanya Aretha.


David pun menceritakan apa yang Richard katakan kepada Aretha sontak membuat Aretha juga ikut terkejut.


"Apa? Dinner?" Aretha tampak membulatkan matanya. "Kok aku jadi takut ya, Mas," imbuhnya mulai berpikiran negatif.


"Baru sadar kamu!" ketus David.


"Mas ... gimana dong, kalau ternyata kak Richard benar-benar menginginkan Aruna, lalu nasib putri kita sama seperti Qisya?" rengek Aretha memasang wajah ketakutan.


Seketika David mengangkat sebelah alisnya. "Qisya? Siapa dia?" tanyanya dengan tatapan penuh selidik.


"Itu loh, Mas ... Qisya Anastasya yang menikah dengan pria bernama Abymana Wijaya Raharja yang usianya dua belas tahun lebih tua darinya. Kalau tidak salah suaminya itu Seorang pengusaha properti nomor satu di Indonesia deh, Mas," jelas Aretha yang semakin membuat suaminya kebingungan.


"Pengusaha properti nomor satu?" David tampak berpikir sejenak. "Sayang sepertinya aku tidak kenal dengan pengusaha bernama Abymana itu. Dan setahu aku, perusahaan property nomor satu di Indonesia itu, ya perusahaan Richard. Bahkan, dia sudah memiliki beberapa cabang di berbagai belahan dunia, Jepang, Belanda, Inggris, Amerika, dan masih banyak lagi yang lainnya," ungkap David seraya mengabsen satu-persatu Negara yang sudah dijelajah oleh perusahaan yang saat itu tengah dipimpin oleh Richard yang juga berkedudukan sebagai owner.


"Nah, persis seperti Abymana," komentar Aretha.


"Mana mungkin aku tidak mengenal pengusaha terkenal, Sayang. Kamu merendahkanku?" celetuk David. "Bahkan, kamu tahu harta kekayaan yang dimiliki keluarga Richard? Itu jumlahnya trilyunan. Dan apa yang mereka tidak punya? Jet pribadi? Helikopter? Bahkan, Helipad pribadi saja mereka punya. Lalu, kamu masih mau meragukan bahwa Richard pengusaha properti nomor satu di Negara ini?" tanyanya.


"Ya ampun ... ini persis sekali dengan kisah Qisya dan Abymana," seru Aretha. "Bagaimana kalau itu terjadi dengan anak kita, Mas. Tapi, Qisya dan Abymana hidup bahagia sih, Mas," imbuhnya memberi tahu.


"Dari mana kamu tahu kalau mereka hidup bahagia?" tanya David kemudian.


"Dari novel yang aku baca, Mas. Itu karyanya penulis Dianning yang berjudul Over Posesif," jawab Aretha polos.


"Astaga, Rere ... Heuuuh, kamu ini!" David tampak mengeratkan giginya sembari mengepalkan kedua tangannya di hadapan sang istri. Ingin rasanya ia memaki istrinya saat itu juga. Namun, terpaksa ia tahan.


"Lho, kenapa, Mas?" tanya Aretha masih dengan ekspresi tanpa dosa. "Aku hanya berusaha mengilustrasikan, lho. Bahkan, novel yang menceritakan kisah perjalanan cinta seorang Abymana Wijaya Raharja dan Qisya Anastasya sudah menjadi best seller lho, Mas," imbuhnya mencari alasan.


"Bahkan, dalam situasi panik seperti ini, kamu masih sempat-sempatnya bahas cerita novel-novel kamu itu?" David membelalakkan matanya hingga nyaris keluar. "Ya, Tuhan, dosa apa aku ini, Arrgh!" erangnya lagi-lagi mengacak rambutnya sendiri.


_____________________


Asslamu'alaikum Readers.


Apa kabar? Semoga kalian tetap sehat walafiat. Aamiin.


Bulan ini, Insya Allah Novel Possessive Love aka segera tamat, ya. Jadi, mohon bantu dukungannya dengan Like and Comment di detik² terakhir ini 🤭 Tetapi, jika memang keberatan, tidak apa-apa, saya tidak akan memaksa. 🙃


Oh iya, sedikit cerita tentang kisah perjalanan cinta seorang Abymana dan Qisya Anastasya, itu memang benar ada novelnya. Jika kalian ingin membaca, silakan dicari di kolom pencarian, novelnya terbit di Noveltoon dan pastinya seru banget. Dijamin halal 100% 😅 Mungkin sebagian dari kalian juga sudah ada yang pernah membacanya 🤭


Semoga kalian suka.


Happy reading


TBC