Possessive Love

Possessive Love
Magang



"Hal yang paling menyebalkan adalah ketika realita tak semanis ekspektasi"


💜☆☆☆☆☆☆☆💜


Beberapa tahun kemudia.


Waktu terus berlau, tidak banyak yang berubah, hanya saja Aretha tumbuh menjadi gadis yang cukup dewasa, setelah memasuki dunia perkuliahan.


Semenjak kelulusan sekolah, Aretha melanjutkan kuliah di salah satu Universitas Negeri di kotanya. Aretha dan ketiga sahabatnya melanjutkan sekolah di kampus yang sama, meskipun dari mereka hanya Diandra lah yang mengambil jurusan yang sama dengannya, yaitu jurusan Manajemen Bisnis.


Sementara Tania mengambil jurusan Kedokteran mengikuti jejak sang ayah dan Deasy mengambil jurusan Seni dan Desain. Namun, kendatipun begitu, mereka tetap meluangkan waktu untuk berkumpul bersama baik di kampus maupun di luar kampus.


Perpisahannya dengan Richard dua tahun yang lalu, membuat hidup gadis itu sangat terpuruk. Rasa sakit dihatinya tidak dengan mudah hilang begitu saja sehingga ia harus menenangkan pikiran dengan pergi berlibur ke rumah neneknya yang berada di luar kota selama sebulan, sebelum masuk jadwal perkuliahan.


Melupakan orang yang sangat dicintai bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi Richard adalah cinta pertama bagi Aretha. Beruntunglah gadis itu karena dikelilingi oleh orang-orang yang selalu setia menghibur dan memberikan dukungan kepadanya.


Satu tahun pertama, gadis itu sudah mulai bisa melupakan kenangannya bersama Richard, meskipun belum bisa sepenuhnya. Ternyata benar kata orang bahwa cinta pertamalah yang sulit untuk dilupakan.


Meskipun Aretha sudah bisa hidup normal kembali seperti sebelumnya, tetap saja terkadang membuatnya teringat akan rasa sakit yang seakan terus bergerilya dihatinya. Hal itulah yang membuat Aretha enggan membuka hatinya untuk pria lain.


Tidak sedikit pria yang mencoba mendekatinya. Namun, selalu disikapi dengan dingin, tak pernah sedikit pun ia menggubris perasaan itu.


Bahkan, ada salah satu pria yang selalu mengejarnya. Kala itu mereka dipertemukan, ketika kegiatan masa OSPEK. Itulah hari pertama gadis itu dipertemukan dengannya. Pria itu bernama Samuel, yang tak lain adalah teman satu kelas Aretha dan Diandra.


Namun, lagi-lagi Aretha tak menggubris, meskipun Samuel selalu memperlakukannya dengan baik dan mereka kerap kali melakukan kegiatan bersama. Namun, nyatanya itu semua tidak merubah apapun, terlebih lagi perasaan Aretha.


Sepertinya gadis itu sangat menikmati hidup tanpa adanya seorang kekasih. Lain lagi dengan Deasy dan Tania, yang kini telah menemukan tambatan hati masing-masing yang tak lain adalah mahasiswa di kampus yang sama. Namun, tidak dengan Diandra yang kala itu masih bertahan dengan statusnya sebagai JONES alias Jomblo Ngenes.


*****


Pada jam istirahat makan siang, Aretha dan Diandra tengah berada di kantin sebuah perusahaan dimana mereka magang. Aretha dan Diandra memang telah mendekati semester akhir, dimana di semester itu mereka diwajibkan untuk magang sebagai salah satu syarat kelulusan.


Setelah berkutat dengan tugas yang diberikan oleh beberapa karyawan, memang sedikit menguras energi mereka sebagai mahasiswa magang. Harus bolak-balik fotokopi berkas yang begitu menumpuk, bukanlah hal yang tidak melelahkan bagi mereka. Belum lagi ada karyawan yang seenaknya minta dibuatkan kopi, membuat mereka sedikit geram dengan tugas yang diterimanya selama satu minggu itu.


"Akhirnya ... bisa isi amunisi juga gue! Sungguh hari yang sangat melelahkan!" gerutu Diandra.


"Jangan sampe deh selesai magang gue cuma bisa fotokofi sama bikin kopi saja!" timpal Aretha.


"Iya, Re, masa kita cuma dikasih tugas itu-itu mulu, sih? Memang bener-bener ya karyawan dibsini, ramah sih ... tapi pasti karena ada maunya, huft!" cerocos Diandra seraya mengembuskan napasnya kasar. "Mereka pikir kita ini OB, apa?"


Bisa magang di perusahaan Bonafide milik KW Group merupakan suatu kebanggaan bagi Aretha dan Diandra. Beruntung sekali mereka bisa magang di perusahaan yang sama. Selain akan menambah ilmu dan pengalaman, mereka juga sangat senang karena pekerja di kantor tersebut sangatlah ramah-ramah, bahkan termasuk pimpinan perusaahaannya, meskipun terkadang ada beberapa karyawan yang suka seenaknya memberi tugas kepada mereka, tetapi apa boleh buat? Ternyata magang di perusahaan bonafide tidak semenyenangkan yang mereka bayangkan.


"Re, lo tahu gak? Katanya bos kita akan di ganti lho ...," seru Diandra.


"Oh, ya?" tnya Aretha seolah tidak percaya dengan kabar yang baru saja didengarnya.


"Menurut yang gue dengar sih, begitu, Re."


Di tengah aktivitas mereka, tiba-tiba seseorang yang bernama Rangga menghampiri dan mendudukkan tubuhnya di samping Aretha setelah mendapat izin.


"Kak, apa benar Pak Kris mau digantikan?" tanya Diandra kepada Rangga.


Rangga terdiam sejenak seraya menelan makanan yang terlanjur dilahapnya. "Menurut infonya sih ... begitu." jawab Rangga sedikit mendongakkan kepalanya.


"Kenapa harus diganti, ya?" pikir Diandra. "Apa mungkin beliau dipecat???" imbuhnya.


"Enggak lah, Ra!" jawab Rangga. "Menurut informasi yang aku dapet nih ya. Jadi ... selain pimpinan di perusahaan ini, Pak Kris juga merupakan owner perusahaan yang saat ini perusahaannya sudah memiliki beberapa cabang di luar kota. Bahkan, ada salah satu perusahaan yang didirikannya di luar negeri juga. Kalau gak salah sih, di London!" jelas Rangga seketika menghentikan ucapannya.


"Nah, jadi alasan Pak Kris mengalihkan jabatannya disini karena memang beliau akan mengelola salah satu perusahaannya yang di luar kota, begitu!" lanjut pria itu panjang lebar.


"Oh ... begitu!" Diandra tampak manggut-manggut seolah mengerti apa yang diucapkan oleh Rangga, sedangkan Aretha hanya menyimak obrolan mereka sambil menikmati makanan yang ada di hadapannya.


"Mm ..., nanti bos yang baru kayak gimana ya?" lirih Diandra sembari menopang dagu seraya memikirkan sesuatu.


"Gimana apanya?" tanya Aretha.


"Ya, orangnya, Re! Apa beliau itu baik kayak bos yang sekarang, atau ... malah sebaliknya?"


"Kalo menurut info dari bu Lisa, bos kita yang sekarang itu akan digantikan sementara oleh anaknya yang baru pulang dari London, aku juga gak tahu sih orangnya kayak gimana," ucap Rangga yang sepertinya tidak terlalu peduli siapapun yang akan menjadi pimpinan perusahaan.


"Oh ... anaknya, baguslah!" Aretha menanggapi.


"Bagus gimana, Re?"


"Ya bagus, Ra, Like Father Like Son!" Jawab Aretha." Kalau kata pepatah nih ya, buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Jadi, kalau bapaknya baik, anaknya juga pasti baik!" jelasnya.


"Iya sih, semoga saja begitu ya, Re! Semoga selain baik, bos baru nanti juga ganteng ya, single lagi!" ucap Diandra polos.


"Lah, pan jadi minta lebih gitu!!?" celetuk Rangga terkekeh.


"Ya ... kan biar tambah semangat kerjanya, hehe!!" jawab Diandra menyeringai, sedangkan Rangga dan Aretha hanya menggelengkan kepala.


"Siap siap saja, kabarnya bos baru kita mulai bekerja besok!" ujar Rangga memberi tahu yang sontak membuat Diandra mengerjap kaget.


"Apa? Besok??" Diandra sedikit terlonjak. "Kok cepet banget, ya?" imbuhnya.


"Memangnya kenapa kalau besok, Ra?" tanya Aretha.


"Kok, gue deg-degan ya, Re!"


 


Pantau terus episode selanjutnya ya....


Jangan lupa like and comment


Happy Reading....!!!