
Mumpung ingat. Saya meminta maaf kepada author lain yang numpang promo dilapak saya. Saya mengijinkan kita sama-sama memberi dukungan. Tetapi saya baru tau kebijakan baru dari NT, jika promo kalian di komen itu langsung terhapus. Saya beberapa kali mencoba mencari komen para author untuk saya feedback tapi ternyata sudah terhapus. Silahkan chat saja jika ingin promo. Mungkin akan aman. Saya juga belum mencoba. Atau mau via Fb saya juga gapapa. Alamat fb Nada Nadhifah. email nnadhifah272@gmail.com. Sekali lagi saya minta maaf, saya tidak bermaksud sombong memberikan feedback tapi memang saya kehilangan jejak kalian. Maafken ya🙏🙏🙏🙏
_________
Pesta Arash dan Icha berakhir hingga larut dan diluar prediksi. Bahkan pelaminan yang harusnya memajang raja dan ratu sehari beralih fungsi menjadi booth photo. Bahkan Arash meminta salah satu karyawan hotelnya untuk membelikan sepatu untuk sang istri.
Pesta pernikahan Arash berubah menjadi pesta dangdut. Bahkan Jay dan Afnan yang sedari awal berusaha tidak terprovokasi ikut larut juga. Alex dan Arka pun sama. Dengan biduan duet maut. Shanum dan Eneng. Icha yang ingin ikut bergabung ditahan oleh Arash.
"Mas ayolah Icha pengen ikut gak seru kalau cuma nonton"
"Duduk yang anteng sayang. Kamu itu dari tadi kayak cacing kepanasan aja sayang"
"Oya mumpung ingat"
"Apa"
"Makasih ya sayang hadiah terindahnya"
"Emang apa"
"Tadi ada Suju. I love u so much"
"Heleh bilang I love ke suami tapi mata ke arah para cowok sipit"
Mata Arash tertuju pada tangan Icha yang mengusap - usap perutnya perlahan dengan gerakan naik turun. Arash khawatir jika Icha sakit.
"Perut kamu kenapa sayang. Sakit"
"Nggak"
"Terus kenapa. Lapar"
"Nggak"
"Sayang kamu kenapa jangan bikin mas khawatir dong. Sayang lihat mas jangan lihat rombongan cowok itu"
Memang mata Icha terus menatap para member boyband negeri gingseng yang ternyata ikut menikmati pesta.
"Berisik banget sih mas. Ganggu konsentrasi Icha aja"
"Oh kamu pengen pup sayang"
"Nggak masku sayang. Icha itu lagi berdoa semoga nanti anak kita wajahnya kayak Siwon ganteng banget"
"Apa tawon"
"Siwon mas siwon"
"Apalah itu mas gak setuju"
"Kok gitu"
"Ya jelas mas gak setuju. Yang berkebon dan nunggang kuda mas juga. Yang terpenting itu mayones juga dari mas bisa-bisanya ngarep anaknya mirip dia"
"Mas pernah dengar gak kalau orang yang lagi hamil anaknya akan mirip seseorang yang kita benci. Jadi nanti kalau icha hamil mau benci sama Siwon aja"
"Mitos mitos. Siapa yang nyetak itu yang akan menentukan kemiripan siapa nantinya"
"Sekali-kali lah dapat wajah import gitu"
"Emang mas gak impor sayang"
"Ck. Pokoknya Siwon"
"Tawon aja disenengin"
"Syirik aja sih mas. Nyebelin"
"Ih gak sadar diri. Kamu itu lebih nyebelin"
Icha beranjak meninggalkan meja Arash untuk mengambil air minum. Arash pun sama dia bergabung dengan sahabatnya. Perdebatan pengantin baru itu selalu menjadi bahan taruhan para sahabatnya.
Acara berangsur selesai. Para ibu sedang menyiapkan minuman khusus untuk suami serta pengantin baru. Mereka menguasai dapur hotel.
"Jangan lupa pengantin baru ekstra telur biar strong. Hahaha"
"Mama mel paling bisa"
"Jelas dong. Itu rahasia leluhur harus kita lestarikan"
Mereka membuat jamu untuk menjaga stamina para suami. Maklum sudah berumur. Mereka takut acara malam ini akan membuat mereka kelelahan dan sakit esok pagi.
"Iya mah"
Jasmine keluar diikuti para istri yang lainnya membawa minuman spesial untuk para suami. Dan kebetulan para lelaki sedang duduk kelelahan.
"Ayo minum dulu agar kalian fresh"
Jasmine meletakkan minuman dimeja dekat para pria mereka berada. Jasmine membantu Aretha yang sedang hamil besar untuk ke kamar. Karena Arsya sedang ke toilet. Aretha mengeluh pegal.
Para emak lupa jika salah satu minuman itu spesial untuk pengantin pria. Para pria tak ingin ratunya kecewa, langsung mengambil gelas yang ada dan meminumnya. Menurut mereka isinya sama jadi mereka tak menanyakan gelas siapa yang mereka minum. Sekembalinya Jasmine dia merasa ada yang salah.
"Siapa yang minum gelas yang ada gambarnya"
Mereka mengamati gelas masing-masing. Dan Jasmine langsung tepuk jidat. Karena gelas itu ada ditangan dua orang yang salah satunya sedang menghabiskan sisanya.
"Mom Nana bersiaplah. Bantengmu akan beraksi"
Jasmine berbisik kepada Istri Alex Begitu juga Nana menjawab perkataan menantu keluarga Malik itu.
"Kamu sama siapkan mentalmu menghadapi auman raja singa diatas ranjang"
Mereka menghela nafas bersamaan. Membuat semua penasaran. Melany ikut kaget setelah melihat sesuatu yang memang salah. Sedangkan sang pengantin baru sudah pergi meninggalkan ballroom karena lelah.
"Dasar pengantin lawas gak mau kalah sama pengantin baru"
"Emang itu beda sama yang gelas lainnya mah"
"Beda itu jamu khusus Arash. Kalau kalian minum pasti kalian tau maksud mama kan jay"
Alex dan Jay saling pandang. Mereka kompak melihat kearah istri-istri mereka. Mendapat tatapan mematikan dari sang nyonya mereka kompak nyengir dan menggaruk pelipis.
Jay mendekati Jasmine agar mau menolongnya nanti jika efek jamu dari mamanya bereaksi. Begitu juga Alex.
"Mommy kan istri sholehah. Tau kan tugas istri sholehah jika suaminya sedang dalam kesusahan"
"Mandi air dingin. Makanya jangan asal comot"
Jasmine berkata sambil beranjak meninggalkan sang suami karena jengkel. Tak jauh beda dengan nasib Alex. Afnan langsung menjahili Jay.
"Sabun nganggur bro. Atau mau pake lotion"
"Jangan panggil gue jay. Kalau gak bisa naklukin singa betina gue. Gue mau ke kamar bang. Saatnya junior beraksi. Ah membayangkan malam indah ini. Ah pasti nikmat sekali"
"Dasar semprul"
"Bang kalau butuh sabun, bilang ke room boy aja"
"Tengillll"
Seperti biasa Jay tak akan bisa dijajah oleh Afnan. Jay melenggang dengan siulan di bibirnya membayangkan malam panjang bak pengantin baru.
Sedangkan pasangan pengantin baru sudah merasa lelah. Mereka sedang bergantian mandi agar lebih nyaman saat tidur.
Ceklek
"Mas sana mandi dulu. Icha ngantuk banget"
"Iya sayang kamu tidur aja. Nanti mas susul"
Arash mandi singkat saja. Karena malam semakin larut dan badannya sudah sangat lelah. Icha sudah merebahkan badannya diatas ranjang. Matanya masih sayup terbuka perlahan. Dia tak ingin meninggalkan arash tidur.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka. Arash keluar hanya mengenakan handuk karena lupa membawa baju. Sayup - sayup dalam pandangan Icha tubuh indah sang suami. Entah karena sadar atau tidak, Icha tanpa sengaja menarik handuk Arash. Terpampang jelas pusaka indah Arash tanpa tertutup kain.
Arash yang masih mengusap kepalanya dengan handuk kecil, kaget dan langsung melotot. Spontan tangannya menutupi area pribadinya itu. Arash berfikir jika Icha akan berteriak atau malah menendangnya. Dan semua kembali diluar dugaan Arash. Icha yang sayup - sayup melihat pusaka Arash sebelum Arash menutupinya dengan telapak tangan, bergumam lalu terlelap. Sedangkan Arash yang mendengar gumaman Icha hanya melotot tak percaya.
"Sosis goreng dingin"
"Hah"
________
Ini belum MP ya... bingung mau hot takut banyak yang dibanned kata-katanya. Tapi emang othor gak bisa bikin kata panas takut dosa
Jangan lupa jempol
Happy Reading