
Hari ini jadwal Arash dari pagi hingga sore penuh dengan meeting diluar kantor dan sialnya bagi annisa hari ini status palsu harus selalu terucapkan karena hampir semua klien Arash hari ini perempuan dan ada yang pria sengaja membawa putrinya rapat agar bisa dijodohkan dengan Arash
"Maaf saya tidak bisa menerima tawaran A1 pak...sebaiknya kita kerjasama saja tanpa embel-embel apapun...dan saya sudah memiliki kekasih"
"Benarkah...tapi saya belum pernah mendengar berita mengenai asmara Anda nak Arash"
"Karena itu privasi saya...dan mungkin saatnya saya perkenalkan kepada bapak calon istri saya... Annisa Maharani"
Annisa kembali menampakkan senyum palsunya...ini sudah keempat kali Arash mengenalkan dia sebagai calon istri didepan kliennya
"Ya Allah maafkan hamba karena sehati ini sudah empat kali membohongi orangtua...icha takut kualat ya Allah"
Icha bermonolog dalam hati lalu menghembuskan nafasnya kasar agar dia bisa lebih tenang dalam berperan...akhirnya meeting keempat usai sudah...mereka beristirahat untuk melaksanakan kewajiban seorang hamba dimasjid terdekat
"Kamu kenapa cha mukanya ditekuk gitu"
"Bapak sadar gak sih uda empat orangtua kita bohongi"
"Maksudnya gimana Cha"
"Status palsu kita bapak"
"Oh itu...kenapa memangnya"
"Icha takut kualat aja pak bohong sama orangtua..kenapa bapak gak cari calon istri beneran sih"
"Lah emang kamu bohongan apa..kan kamu beneran manusia Cha"
"Maksudnya status asli bukan palsu bapak Arash"
"Oh itu... kelamaan ntar mereka keburu ngajuin lamaran lagi"
"Terus kenapa saya jadi korban pak"
"Ya karena cuma kamu yang ada disamping saya saat ini"
"Kalau misal itu pak Daffa sama kuga gitu pak"
"Ya nggaklah Cha saya masih normal belum belok"
"Ish yang bilang bapak belok siapa...saya cuma gak pengen bohong terus pak...ini yang terakhir ya pak"
"Hemmm..."
Tak ada pembicaraan lagi diantara mereka berdua dan tak terasa mereka sudah tiba di resort milik Arash...karena memang kliennya menginap disana jadi Arash tak masalah jika bertemu disana...namun Arash melupakan sesuatu jika hari ini Arsya dan Aretha beserta keluarga Arsya sedang melihat lokasi mereka menggelar pernikahan...mereka membatalkan pertunangan dan mengganti dengan pernikahan atas saran Louis
"Kita meeting disini pak"
"Iya dan kita sudah ditunggu direstauran...dan nanti kita sekalian lunch disini"
Mereka masuk kedalam resort...diresto yang sama keluarga Arash sedang duduk membahas masalah catering...Arka yang sedang melihat ke pintu masuk langsung tersenyum melihat cucunya bersama asisten perempuannya
"Gaes...mau ketemu bintang berita heboh yang Opa sama Oma ceritain gak"
"Siapa Opa"
"Itu cewek yang bisa ngimbangi sikulkas"
"Emang siapa sih Pah...gosip aja"
"Papa gak pernah gosip Jay tapi pakta..coba kalian lihat ke meja sebelah kanan ada siapa"
Mereka menengok dan kebetulan sekali Arash sedang merangkul pundak Annisa
"Aw..aw Alhamdulillah Arash masih normal"
Jay berkata sambil tersenyum sumringah melihat sang putra masijmh normal
"Daddy kok gitu banget sih ngomongnya...memang si Abang selama ini gak normal"
"Bukan begitu bidadari hatiku...Daddy takut sejak putus sama Malika Abang sama sekali tidak tertarik dekat dengan wanita"
"Tidak tertarik bukan berarti tidak mau kan dad..tuh nyatanya tangannya sedang tamasya dipundak cewek"
Mereka tertawa melihat reaksi Jasmine yang tak begitu suka Arash sembarangan memegang perempuan tanpa status yang jelas
"Sudah-sudah kita lihat saja seperti apa wanita yang bisa mengimbangi pangeran kulkas kita"
Mereka berbalik melihat Annisa seperti sedang berdebat dan Arash hanya diam memperhatikan...Arsya dan Ghaydan yang memang sudah mendengar sedikit cerita tentang Annisa dari Daffa mencoba menjelaskan kepada keluarga mereka yang sedang penasaran
"Sedikit informasi tentang Annisa Maharani alias Icha yang sekarang menjadi asisten pribadi Arash...jadi Icha itu memiliki kecerdasan intelektual diatas rata-rata. Dia memang masih remaja namun kemampuan dia menjadi hacker sangat diakui. Selama ini kita jarang bisa menggali informasi lebih dalam dari calon klien kita...nah berkat si gadis amoeba itu sekarang kita mampu mencari info lebih detail lagi"
"Arsya kenapa kamu memanggilnya gadis amoeba"
Arsya menceritakan kejadian saat Annisa salah orang saat di kantin bersama Rizky dan Aretha...bahkan Ghaydan ikut bercerita saat awal bertemu Annisa dan membuat perutnya kram karena ulah kecerobohannya
"Hahaha dia memang pantas mendampingi Arash...selain sifat ceria dan cerobohnya..dia memiliki sisi yang kuat yang bisa melindungi Arash...Arash memang membutuhkan wanita yang kuat bukan hanya cerdas"
"Iya Jay setuju Pah...apapun latar belakang gadis itu bagi Jay tak masalah asal dibatas wajar...karakter gadis itu sudah cukup mengimbangi Arash"
Mereka masih memperhatikan setiap gerakan Annisa dalam menjelaskan bahkan senyum tetap terukir lembut
"Pah Jay rasa dia sekarakter dengan mommynya Arash"
"Kamu benar Jay"
Meeting Arash telah selesai walaupun alot namun sudah mendapatkan kesepakatan terbaik..dan kembali Arash mengenalkan Annisa sebagai calon istrinya..annisa hanya bisa pasrah
Sebelum Arash memesan makan siang...datang seorang pelayan menyuruhnya untuk bergabung dengan keluarganya....Arash baru ingat kalau mereka akan kesini hari ini
"Aduh kenapa gue bisa lupa sih kalau mereka kumpul disini...mana gue bawa Icha bukan Daffa...selamat menikmati Arash"
Arash bermonolog didalam hatinya sambil melihat kearah meja keluarganya yang sudah melambai dan tersenyum dengan maksud tersembunyi
"Oh begitu...suatu kesempatan yang langka bisa bertemu keluarga Malik..setidaknya ijinkan saya berkenalan dengan mereka"
"Oh silahkan anda mampir ke meja kami jika anda sudah selesai nanti"
"Pasti saya akan mampir"
Arash menggandeng tangan Annisa dan menemui keluarganya...setiap gerakan Annisa diperhatikan oleh tuan nazar
"Saya masih tak yakin mereka adalah pasangan...saya akan terus berusaha menjodohkan anak saya kepada keluarga Malik ini"
Arash disambut hangat oleh keluarganyab bahkan Annisa juga mendapatkan perlakuan yang sama
"Abang Daddy baru tau kalau kamu sudah bisa nyaman jalan dengan seorang wanita"
"Terpaksa dad...daffa sedang sibuk sekali akhir-akhir ini"
"Ouh...gitu...oya nak annisa makan yang banyak gak perlu sungkan"
"Baik pak"
"Gak usah formal gitu panggil saya daddy seperti teman-teman arash yang lain"
"Hah...apa boleh begitu pak bos"
"Sesuai perintah paduka raja saja"
"Oh jadi daddynya pak bos itu seorang raja ya...dari kerajaan mana pak"
Mendengar celotehan annisa yang spontan membuat semua orang menahan tawa..arsya berniat mengerjainya
"Kerajaan antah berantah nun jauh disana"
"Oya...kok icha belum pernah dengar namanya"
Jay pun memotong pembicaraan itu agar tak berkepanjangan
"Sudah jangan dengarkan Arsya dia memang jahil"
"Jadi Icha dibohongin...kan benar kena tula pak bos ngeyel sih"
Arka menjadi penasaran dengan perkataan Annisa dan raut wajahnya berubah sedih...sedangkan Arash masih santai dan terus makan
"Apa maksud kamu Kakek pengen tau"
"Jadi gini kek...pak bos ini selalu mengaku kalau Icha itu tunangan pak bos.. padahal kan bukan..terus kata pak bos dia bohong karena gak mau dikejar-kejar perempuan ataupun kliennya yang berniat mengajukan perjodohan.. sok ganteng banget kan kek...padahal ya orangnya kayak kulkas datar kayak tembok ..teruskan kek sehari ini uda Lina orang tua Icha bohongi....sekarang Icha kena tula diboongin balik...ampuni Icha ya Allah gak lagi-lagi ikutin pak bos yang suka bohong"
"Loh kan itu bohong untuk kebaikan gapapa Icha"
"Baik darimananya sih kek.. wong kita gak ada hubungan apapun...adanya cuma status palsu aja...sekali boong tetap boong dan dapat dosa kek...icha kan takut"
"Ya uda kalau kamu takut dosa boongnya diganti beneran aja gimana"
"Ish Kakek suka ngada-ngada deh...boong aja Icha uda sesak nafas apalagi beneran"
"Kok bisa sesak nafas"
"Nih ya kek Icha jelaskan boong aja pak bos masih kaku kayak papan gilasan baju...apalagi beneran...masa nanti kalau kita nikah beneran Icha hidup sama papan gilasan baju yang sedingin kutub Utara kek...ogah Icha mah"
"Tapi kan dia ganteng Cha"
"Ganteng kalau datar gak ada gunanya kek...ntar ya kalau uda nikah pas pak bis pulang Icha nanya gini nih....Mas uda pulang kerja...eh pasti jawabnya hem...terus pas Icha nawarin makan entar juga jawabnya hem... apa-apa hem...lama- lama jadi penyanyi religi kaya yang itu lagunya kan gini..heem emmm...heeem em..gitu kek"
Semua yang ada disitu tertawa kecuali Arash yang menatap Icha tajam karena selalu saja tak bisa mengerem omongannya jika sudah dijebak permainan kata...Annisa sadar mendapat tatapan tajam Arash dia langsung sadar
"Ya Allah pak bos maafkan Icha yang kelepasan..dasar ini mulut ya nyebelin...jangan melotot gitu dong pak kan jadi takut ichanya"
Mereka kembali menertawakan Arash dan Icha
"Bahagia banget ya kalian"
"Jelas karena baru kali ini ada gadis tak tertarik sama kamu Rash dan selalu menghina kamu...Daddy bahagia"
"Jay bagaimana menurutmu"
"Kita sih yes Pah...Papa sendiri gimana"
"Jelas yes dong...tinggal nunggu Arash nih... gimana bang"
"Ish kalian ini kenapa sih...kaya acara vote musik aja"
"Gak usah gengsi kenapa bang"
"Siapa yang gengsi...ngasal aja kalian ini"
"Icha pilih yes apa no"
"Yes Daddy tapi untuk apa dulu"
"Senang-senang aja"
Arash hanya terdiam tak mau berkata-kata lagi..entah mengapa keluarganya begitu cepat menerima kehadiran Annisa. padahal dulu hubungannya sulit mendapat restu
________
Si Eneng bisa dihajar sama bos kulkas nih
jangan lupa jempolnya kakak
happy Reading