
"Huh...Asyik bener...hiya terus...Joss pokonya...nikmat mana lagi yang kau dustakan Ini...Huh...mantap bang"
"Loss in aja gak usah ditahan...keluarin semua jangan dipendam...enak kan"
"Iya biar enak kalau ditahan mana enak...puol in aja...losss terus"
"Mantap banget anjir...ini mah surga sebenarnya...terus ayo lanjut"
"Lebih kenceng lagi dong..kalau cuma gitu gak asyik"
"Woy mau pada berhenti gak dikira gue ngapa ngapain si Shanum..lihat noh orang kafe uda penasaran...Ini juga si Sha make nutup mata segala"
"Hahaha...makanya bang Dev lepasin aja tangan Sha biar dia losss gak perlu nahan"
"Loe mau taruh mana muka kita...lihat aj tuh kaki Shanum uda kelonjotan...Bantul pegangin napa...ini badannya ngiler aja kayak uler keket"
RashSya berkata pelan...dijawab teriakan oleh Shanum
"Buka sitik"
"Josss....woyo woyo"
Duo Ghay pun ikut ikutan
"Lepasin Sha...jangan ditahan nikmatin Sha..hok a hok e"
"Ya Allah kalian beneran gk berakhlak ya...liat noh banyak mata ke arah kita...ini juga makin kelonjotan aja...Sha...buka mata loe..woy sadar woy"
"Berisik amat sih loe bang..Loe lepasin gue napa bang susah gerak ini"
"Ogah yang ada loe bikin konser tunggal dikafe orang"
Mereka memang sedang meet up kebetulan Shanum memang liburan ke Jakarta..Dan hari ini pembayaran hutang Ghaisan karena kalah dalam olimpiade bulan lalu
Mirza hari ini memang ingin menemani Malika dikafe milik Malika...saat didepan pintu melihat kehebohan di meja Devin...Mirza langsung mendekat
"Vin kenapa cewek ini...kerasukan ya"
"Hah...buk.."
"Dek cepat ambil air putih biar kakak bacain ayat kursi"
Mirza jongkok didepan badan Shanum bersiap berdoa... RashSya dan Duo Ghay masih diam mengamati...begitu juga Devin yang posisinya memegang tubuh Shanum masih diam tanpa kata
"Audzubillahiminassaitonnirojim... Bismillahirrahmanirrahim...allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ...."
Belum sempat Mirza selesai membacakan ayat kursi...Shanum melotot dan berdiri
"Woy loe kira gue setan apa pake dirukyah segala... walaupun gue gak baik baik amat gue juga tau agama...Asal loe tau setan aja mau deketin gue mikir dua kali"
Mirza menatap kaget kearah cewek didepannya...dia menyelesaikan bacaannya yang belum selesai tadi
ḥifẓuhumā, wa huwal aliyyul-aẓīm.”
Lalu mengusap wajahnya dan Malika datang dengan air putihnya...Mirza membacakan alfatihah pada air minum itu dan memercikan pada muka Shanum
"Pergi loe setan tempat loe bukan disini..balik loe sana"
"Woy loe yang setan...Loe yang pergi... berhenti gak...basah semua muka gue anjir...bege amat sih jadi orang"
Semua sahabat Shanum tertawa terbahak-bahak
"Bagus Za siram sekalian pake selang air...biar sadar tuh orang"
"Bang deviiiinnnn...kampret loe"
Shanum berlari ke belakang badan Ghaisan
"Stop gue normal gak gila kayak loe...siapa sih loe datang datang bikin rusuh"
Devin berdiri dan merangkul sahabatnya Mirza
"Hahaha...Uda Za jangan loe sembur lagi..kasian sahabat gue basah semua"
"Itu tadi kenapa sih kok kelonjotan...Gue nolongin malah di maki gak jelas amat"
"Dia tuh gapapa...hahahaha..biasa dia kayak gitu"
"Hah...maksud loe dia kelainan gitu Dev"
Shanum yang gak terima dikatakan kelainan mendekat kearah Mirza dan kembali marah marah
"Heh loe tuh yang kelainan...otak loe kebanyakan traveling jadi gak bisa mikir loe ya...Gak bisa bedain apa orang waras sama gila gak sih"
"He cewek aneh..Loe dotolongin malah nyolot...sadar gak loe bikin kerusuhan disini hah...Gak tau terimakasih banget jadi orang loe ya"
"Oh loe mau terimakasih dari gue..Ok...terima kasih..Tuan resek"
"Dasar Nona somplak"
Mereka melihat perdebatan itu dengan menikmati makanan yang masih tersisa serasa sedang menonton drama India..nehi...nehi...
Shanum yang masih jengkel pada Mirza langsung duduk diantara Ghaisan dan Arash...bahkan makanan dan minuman mereka berdua dimakannya...jika sedang kesal nafsu makan Shanum sangat mengerikan
"Sha makanan gue kenapa loe makan...diem aja ngapa si Ghai"
"Kumat loe ya...itu minuman Arash loe...kena geplak baru tau rasa"
"Si kembar mah gak pernah main tangan adanya main mulut"
Tanpa peduli teeus memakan habis makanan Ghaisan dan minuman Arash..Arash hanya bisa menghela nafas saja dengan sahabat kecilnya itu
"Dev mereka siapa loe"
Mirza bertanya sambil berbisik... sebenarnya Mirza tau siapa si kembar hanya ingin memastikan saja jadi dia pura pura tidak tau begitu juga Malika...mereka kini ikut bergabung dalam satu meja karena kehebohan Shanum tadi
"Oya gue lupa ngenalin loe"
Devin berdiri mengenalkan Mirza yang juga berdiri
"Gaes kenalin ini sahabat gue namanya Mirza"
Mirza tersenyum dan mengulurkan tangan ke arah si kembar...dilanjut Ghaydan
"Panggil gue Eza"
"Oh hai...Gue Arash..Loe masih inget gue kan"
"Pastilah...satu satunya orang yang bisa jatuhin kesombongan Ghaisan..Haha"
"Haha..Loe bisa aja Za"
Ghaisan tersedak minumannya
uhuk
"Sialan loe Za...dalam amat yak omongan loe setajam golok"
"Kenalin kembaran gue.."
"Gue Arsya"
"Eza"
"Gue Atha...tapi para cunguk ni manggil nama depan gue Ghaydan"
"Ok Tha gue Eza"
Kini giliran Shanum karena masih kesal dan Eza pun juga sama mereka tidak berkenalan dengan normal
"Dan salah satu Princess dikeluarga kami..Namanya Shanum"
"Oh.. panggilan Princess kelakuan minus..Gak cocok"
Mirza berbicara pelan namun masih terdengar oleh Shanum...Shanum pun berdiri gak terima
"Apa loe bilang...masih gak puas loe sama gue...gelud ayo...Gue ladeni"
"Gue gak gelud sama cewek...kecuali gelud dikasur"
"Tampang boleh sholeh loe omes juga ya...Gak ngira gue...ck..ck"
"Napa loe naksir sama gue"
"Cuih dari sekian purnama gak ada niatan gue suka sama loe apalagi naksir...tidur loe kemiringan..lempengan dulu coy"
Mirza berjalan kedepan Shanum...hanya satu cara membuat cewek seperti Shanum bungkam..Dia berbicara tepat didepan muka Shanum
"Loe mau bantuin gue nglempengin...kalau perlu lempengan yang lain gue juga mau kok...gimana"
Shanum diam terkesima...Eh kaget maksudnya..karena mendengar perkataan Mirza sedikit ambigu menurutnya..Karena tepuk tangan para sahabatnya Shanum tersadar
prok...prok
"Woy gila rekor ini ada yang bisa bungkam mulut Miss sawer...salut gue sama loe Za...kita punya pawang baru coy"
"Hahaha...bener Tha...thanks ya Za"
Shanum kembali duduk dengan muka cemberut...dia merangkul lengan Ghaisan...Ghaisan santai saja karena memang Shanum jika kalah debat akan seperti itu nempel pada lengannya dan cemberut
"Kak Ichan"
Sebuah panggilan merdu datang dari samping Ghaisan.. Ghaisan hanya melongo
"Putri...Kok kamu disini Ay"
Semua menoleh kearah Ghaisan karena mendengar sebutan Ay..Namun Ghaisan belum sadar masih ada cicak nemplok di lengannya
"Aku sama teman-teman aku kak...kakak lagi apa"
"Lagi ngumpul sama teman teman nih"
"Oh gitu..boleh Putri gabung"
Putri masih saja melirik Shanum yang masih saja nemplok..Belum sempat menjawab Ghaydan menyahut
"Maaf tempat kami sudah penuh"
"Oh gitu... hmmm kak Ichan mau gabung sama Putri"
"Hm...boleh"
Baru mau beranjak lengannya ditarik Shanum... sebelumnya Shanum mendapat kode dari Arsya..Queen of drama pun bangun
"Heh..Beib...dia siapa kak"
"Oh ini....ini.."
"Gue calon istrinya Ghaisan...Loe siapa"
"Gue pacarnya"
"Pacar...Ya Allah Beib loe belum tobat juga...masih suka PHP-in cewek lain...sadar dong beib...kan kasian mereka"
Ghaisan menelan ludahnya kasar...dia melirik kearah duo saudara kembar sepupunya itu..terlihat senyuman licik dibibir mereka
"Kak bener dia tunangan loe"
"Itu...anu...itu"
"Kenapa beib...anu kamu kenapa...sakit anu kamu"
"Sha"
Ghaisan menggeram pelan karena tangan Shanum keliling dunia fantasi..Putri yang melihat itu langsung ilfiil
"Kak maaf Putri gak tau kalau kak Ichan punya tunangan..Putri juga gak mau jadi pelakor..Kak Ichan kita putus"
Putri pergi meninggalkan kafe dengan menangis...sedangkan Ghaisan hanya bisa pasrah tanpa bisa mengejar
"Uda puas loe bertiga...gue uda jomblo sekarang..semua uda gue putusin kecuali Putri yang mutusin gue...gara gara nyi Lampir satu ni"
"Bodo"
Shanum cuek saja..Devin yang baru tau dari perkataan Ghaisan tadi meminta penjelasan
"Maksud loe...semua cewek loe uda pergi gitu Chan"
"Hmmm.....gara gara gue kalah taruhan ma Trio kadal tuh"
"Sejak kapan loe mutusin semua cewek loe..kok gue baru tau"
"Huh seminggu setelah olimpiade ada empat orang yang langsung putus...gara gara noh dikumpulin sama si Atha jadi satu..gue gak tau gimana dia bisa ngumpulin semua cewek itu"
"Wuih...gila loe bilang apa kemereka Tha"
"Bang Dev lupa gue siapanya Ichan"
"Hahaha..duo Ghay"
"Dan loe pasti tau kelakuan si Atha kalau lagi jadi selir gue"
"Haha...gak kebayang sumpah...bisa muntah gue kalau ingat loe punya selir si Atha"
Mirza yang tak paham bertanya pada mereka... sedangkan Malika hanya menjadi pendengar sedari tadi
"Maksudnya selir apaan"
"Loe mau tau Za"
"Heem"
Eza sambil mengangguk
"Atha mainkan"
Shanum berpindah duduk disamping Arsya.. Ghaydan bpun beraksi
"Sayang..aku lapar nih"
"Ya makanlah"
"Ih gak peka amat sih.. beliin dong"
"Ntar ya kalau ada penjual cilok segede gajah gue beliin satu"
"Jahat ya ayangku ini...aku cium ya"
Tanpa aba aba Ghaydan beneran mencium pipi Ghaisan... Ghaisan pun mengamuk
"Atha...Loe bener bener ya...hish harus dicuci air tujuh kali ini"
"Emang gue nejong sampe segitunya"
Mirza baru paham
"Hahaha...pantes kalian memang cocok jadi duo Ghay...hahaha"
"Ish Za yang lebih parah tiga hari yang lalu..Loe tau kan Soraya..paling susah didapatkan dia"
"Heem trus loe apain bisa diputusin"
"Bukan gue apain tapi tanya noh Miss sawer"
"Loe apain Sha"
flashback
"Sayang aku pengen deh kenal gitu sama orangtua kamu"
"Hmm...nanti ya sayang Papa sama Mama masih dimalaysia nengok Kakek aku disana"
"Oh gitu..Oya kita makan dikafe biasa yuk"
"Ok sayangku...apa sih yang enggak buat kamu"
Ghaisan mencubit mesra hidung Soraya kekasihnya ke... sekiannya..Dan paling susah ditaklukan
Dikafe yang akan dituju oleh Ghaisan dan Soraya...Shanum dan Arsya disana juga bersama Chila...Karena mereka batal pergi ke Bali jadilah Shanum stay di Jakarta menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabatnya
Dari pintu masuk Ghaisan tampak merangkul pundak sang kekasih sambil bercanda...Ghaisan tidak tau jika Chila melihat mereka
"Abang kak Sha..itu bang Ichan kan"
Shanum menunjuk Ghaisan dengan dagunya
"Oh iya Chila itu si Ichan"
"Sha kerjain yuk"
"Siap bos"
Shanum membisikkan sesuatu ke telinga Chila...Chila paham dan langsung menuju meja Ghaisan
"Daddy... Daddy...Chila kangen"
Ghaisan sangat mengenali suara cempreng itu...dan benar dia akan sial hari ini
"Daddy...Kenapa Daddy diam saja"
"Chila kesini sama siapa sayang"
"Sama mommy"
Pikir Ghaisan memang sama aunty Jasmine...Soraya penasaran pun bertanya
"Dia adek kamu sayang kok gumush banget...cantik banget sih..Tapi kok manggilnya Daddy"
"Emang Chila anak Daddy Ghaisan...emang Tante siapa deket deket sama Daddy Chila...hush sana jauh jauh"
"Ini anak kamu Chan "
"Bukan dia sepupu aku"
Chila akting menangis
"Huahhhh...jahat sekali Daddy tidak mengakui Chila...Mommy"
Dari belakang datanglah Shanum entah dari mana asal perut buncitnya itu dengan gaya seperti orang hamil perut beneran dia berjalan memegang pinggangnya
"Anak mommy kenapa menangis"
Shanum membelai lembut rambut Chila... Ghaisan dengan mulut menganga melihat Shanum
"Nih Miss sawer perutnya kenapa jadi cacingan gini...bulu kaki gue berdiri nih kalau dia datang...cuma bisa berkata...sobat ambyar"
Ghaisan menatap Shanum dengan membatin karena penampilan Shanum... Sedangkan Shanum pura pura tidak tau ada Ghaisan
"Loh Daddy ada disini...Mommy kira tadi kekantor Papa"
"Ghaisan jelasin ke gue mereka siapa"
"Sayang kamu jangan salah sangka dulu ya akan aku jelaskan"
"Kok Daddy manggil dia sayang...kau kamu tega sih dad...gak lihat anak kamu uda mau dua..ini bentar lagi juga brojol..kok masih selingkuh sih...hiks hiks..tega kamu dad...tega"
Untung kafe tak begitu rame dan kafe itu milik Bintang jadi para pegawai tau mereka siapa...mereka bahkan tertawa melihat akting ponakan bosnya
"Gue gak nyangka loe bakal sebejad ini Chan...Mbk maaf saya gak tau kalau dia sudah punya anak dan istri...saya permisi"
Sebelum pergi Soraya menampar dan menyiram Ghaisan dengan air minum...saat dia memutuskan keempat ceweknya dan seolah memilih Ghaydan dia hanya mendapat cibiran saja dan tatapan menjijikkan
Setelah kepergian Soraya... Shanum dan Chila bersorak bahagia
flashback off
"Buahahaa...jadi sekarang julukan loe bukan sang casanova lagi Chan...tapi..."
Kompak mereka berteriak
"Casanova Tobat...Hahahaha"
"Sialan punya saudara dan sahabat aja gak ada yang normal...Duh Gusti ampuni hamba"
"Lebay kaya loe waras aja Chan"
______
Awas jangan traveling jauh jauh otaknya ntar nyasar
Jangan lupa like komen rate dan vote seikhlasnya kakak
Happy Reading