RashSya Story

RashSya Story
Ghaydan~ Oo siapa dia



"Dasar menyebalkan. Bikin kesel"


"Loe kenapa si han datang-datang ngamuk"


"Gue kesel sel. Tadi mau disanggar gue ketemu cowok tampan tapi ngeselin. Mesum lagi"


"Loe diapain emangnya"


Hana menceritakan kejadian dia bertemu dengan atha. Seila menertawakan sahabatnya itu. Jelas-jelas dia juga salah masih tidak mau mengakui.


"Loe ketawa melulu sel"


"Habis loe juga aneh han. Jelas tuh cowok gak salah. Yang salah kenapa tuh toilet gak ada keterangan buat cewek apa cowok. Gue malah kasian sama tuh cowok. Pasti mukanya lebam".


"Iya juga sih. Tapi tetapa aja gue kesel. Untung gue belum lepas jilbab. Padahal niatnya gue mau ganti baju"


"Itu namanya peringatan. Loe harus lebih waspada lagi"


"Hehehe"


"Loe kesini diantar siapa"


"Abang gue yang ngeselin"


"Oh kirain ngojeg"


"Oya abang gue nitip salam buat loe sel"


"Waalaikumsalam"


"Uda gitu doang sel"


"Iya emang gimana"


"Gak salam balik atau salam kangen gitu"


"Mau gue suntik mati loe"


"Ampun bu dokter. Gue juga ogah iparan sama loe. Haha"


Mereka sedang mengerjakan tugas dikafe milik kakak Seila. Kafe yang terletak diantara perusahaan ternama dan juga beberapa kampus.


"Han. Besok loe ada seminar kan"


"Iya. Yang ngisi pemilik yayasan. Sebenarnya gue males. Tapi seminar kali ini masuk nilai"


"Ya udah datang aja. Sayangkan kalau harus ngulang"


"Iya males juga sama dosennya. Cadas banget. Bikin mati kutu"


"Makanya jangan suka bolos"


"Siap bu dokter. Oya gimana kabar pasangan blind date loe sel"


"Gak tau. Itu urusan karina. Gue gak tau menau"


"Loe gak takut kalau identitas karina terbongkar"


"Ngapain harus takut. Palingan juga mama yang ngamuk"


"Lagian kenapa loe gak coba aja sih buat ketemu langsung"


"Kan loe tau han gue gak suka cowok pecicilan. Dari cerita karina dia tipe cowok pecicilan kayak dia"


"Loe kan cuma dengar cerita gak buktiin sendiri. Kalau menurutku sih bisa aja yang datang bukan dia"


"Maksud loe dia juga kayak gue pake pemeran pengganti"


"Bisa aja kan"


"Tau ah. Pokoknya jangan sampe gue sama dia aja"


"Serah deh. Ingat kalau dia memang jodoh loe, mau loe nolak kayak apapun tetap akan berjodoh sama loe"


"Itu urusan nanti han. Dah ah gue mau balik dulu keburu maghrib. Mama ngomel"


"Ya udah gue juga mau balik"


Seila meninggalkan kafe milik kakaknya setelah mengalihkan tugasnya kepada asisten kakaknya. Seila melajukan mobilnya perlahan. Karena terjebak macet, mau tak mau seila harus mencari masjid terdekat karena dia tak mau tertinggal waktu beribadah tepat waktu.


Setelah memarkirkan mobilnya dihalaman masjid, Seila bergegas masuk dan mengambil air wudhu. Dia sudah terlambat satu rakaat. Seila menyusul dirakaat berikutnya. Suara merdu sang imam sempat menggoyahkan konsentrasinya.


Usai sholat, seila bergegas meninggalkan masjid karena dia takut kemalaman. Diteras masjid saat akan menggunakan sepatu. Tak sengaja dia mendengar percakapan seseorang.


"Wah suaranya masih tetap merdu ya nak. Bapak kangen dengar kamu adzan lagi hahaha"


"Hah bapak bisa aja. Suara atha aja gak bagus kok dibilang merdu"


"Gak benar itu. Malah tadi waktu jadi imam rasanya cepat sekali. Sakung terlena dengan suara merdunya"


"Alhamdulillah"


Seila sempat menoleh kesamping untuk melihat wajah sang imam yang juga membuatnya penasaran itu.


"Oh jadi dia imam tadi. Masih muda. Cakep lagi eh astaghfirullah sel"


Seila bergegas meninggalkan masjid. Namun karena terburu-buru seila terpleset dan tanpa sengaja menarik kaki atha. Atha ikut terjatuh.


"Innalillahi. Maafkan saya kak. Maaf"


"Ya Allah mbk pelan-pelan saja jalannya. Lantainya licin lagi hujan"


"Iya saya minta maaf"


"Kamu gapapa kan"


"Saya gapapa kok. Sekali lagi maaf"


"Iya gapapa. Syukurlah kalau gapapa. Saya carikan bantuan dulu ya. Karena saya gak mungkin nyentuh kamu"


"Gak papa kok. Saya masih bisa berdiri"


"Oh ya sudah kalau begitu. Kamu bawa kendaraan sendiri atau naik taksi"


"Saya gak bisa antar kamu ya. Jadi hati-hati jalannya. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam kak"


Ghaydan pergi dengan menahan rasa ngilu dikakinya. Baru sekali ini ghaydan bisa berbicara sedikit lama dengan makhluk bernama perempuan.


"Siapa dia. Matanya indah. Suaranya juga lembut"


Ghaydan mulai memikirkan kembali wanita yang baru saja ditemuinya itu. Secepat kilat ghaydan menyadarkan dirinya sendiri. Larangan mengingat wanita yang masih bukan mukhrim.


Sedangkan seila yang juga sedang perjalanan pulang sempat mengingat pertemuannya dengan ghaydan.


"Muda. Suara merdu. Ganteng. Gak mungkin kan dia masih single. Eh ya allah. Sadar sel sadar bukan mukhrim dosa ingat dosa"


Baik seila maupun ghaydan tak ingin mengingat pertemuan tanpa sengaja itu. Mereka sama-sama fokus membelah padatnya jalanan menuju tempat ternyaman untuk beristirahat.


Pagi sekali keluarga ghaydan sudah bersiap untuk berangkat ke Surabaya. Karena maminya berasal dari kota itu. Sesuai kesepakatan seminar hari ini akan diwakili sony asiatennya. Ghaydan memang jarang tampil diluar publik. Baginya lebih baik dibalik layar dengan hasil yang jelas bisa dipandang. Daripada dipermukaan namun hanya mencari perhatian semata.


Di kampus Alma para mahasiswa manajemen sudah berkumpul didalam aula. Mereka diwajibkan mengikuti seminar karena akan berpengaruh pada nilai. Begitu juga dengan Karina sahabat Seila. Karina yang sangat malas mengikuti acara seperti ini memaksakan diri untuk hadir demi nilai yang akan menghambat kelulusannya.


"Kalian pernah ketemu belum sih sama pemilik yayasan kampus kita"


"Belum. Kenapa emangnya"


"Dengar-dengar orangnya masih muda tetus ganteng gitu"


"Masa sih. Jadi penasaran gue"


Bisik-bisik kursi belakang karina, membuatnya mencebikkan bibir. Karina berfikir jika sang pemilik yayasan adalah orang yang sudah sangat tua.


"Palingan juga uda botak. Perut kayak drum gitu orangnya"


"Sotoy amat sih loe kar"


"Coba fikir berapa usia kampus kita. Gak mungkinkan yang punya juga masih muda"


"Iya juga sih"


"Bisa aja kali kar. Kalu misalnya itu warisan"


"Ya tetap aja udah tua"


"Kita lihat aja sebentar lagi. Bener gak ucapan karina"


Mereka mulai fokus karena sang pembawa acara sudah membuka acara tersebut. Diawali dengan sambutan dari beberapa petinggi yayasan. Dan akhirnya giliran sony yang mengisi acara inti. Dan didalam susunan acara masih menggunakan nama ghaydan atas permintaan ghaydan.


Karina yang melihat sony diatas panggung sempat kaget. Dan dia langsung mengirim pesan kepada seila. Mengatakan jika ghaydan sedang mengisi seminar.


Sony yang sudah selesai mengisi seminar hari ini. Langsung bergegas pergi. Dia harus menggantikan ghaydan dalam pertemuan bisnis setelah seminar. Karina yang melihat sony pergi, dia mencoba mengejarnya. Sony berjalan sedikit cepat. Karina menyusulnya sambil memanggil nama ghaydan.


"Kak ghaydan. Kakak tunggu"


Karena merasa bukan namanya, sony tetap berjalan cepat. Apalagi acara berikutnya segera dimulai. Karina juga masih berusaha mengejar sony.


"Kakak. Kak ghaydan tunggu dulu"


"Kenapa tuh orang belakang gue teriak melulu kayak dihutan"


Sony yang terus berjalan berkata dalam hatinya. Dia tak berniat untuk berhenti atau sekedar menengok. Namun itu semua tak lama karena sebuah timpukan mengenai punggung sony.


Dugh


"Nah kena kan"


"Sialan. Siapa sih tuh orang pake nimpuk segala"


"Makanya kakak berhenti kalau dipanggil"


"Kamu"


"Iya ini aku kar eh seila"


"Kamu kuliah disini juga"


"Gak kak tukang sapu. Uda jelas dandanan kece membahana gini loh"


"Hehe. Oya ada apa manggil sel"


"Nggak cuma mastiin aja tadi beneran kak ghaydan apa bukan. Eh ternyata bener"


"Hehe. Sorry ya sel. Saya masih ada meeting"


"Oh gitu ya kak. Kapan-kapan boleh jalan bareng lagi"


"Oke atur saja waktunya"


"Nomornya mana kak buat atur waktu"


"Oh ya lupa. Sini ponsel kamu"


Seila kawe memberikan ponselnya kepada ghaydan kawe. Setelah menulis sederet angka ponsel itu dikembalikan pada pemiliknya.


"Ini udah ya. Saya balik dulu"


"Oke kak. Nanti seila telpon ya kak"


"Okay"


Sony berlari agar cepat sampai ke parkiran. Karena waktu perjamuan bisnis sudah semakin mepet. Sony memacu mobilnya dengan kencang.


"Yes lumayan dapat pemilik yayasan. Salah sendiri loe gak mau sel. Jadi buat gue aja"


______


Ini ada apa dengan sony dan karina....akankah mereka juga bersama


jangan lupa jempol jempol


Happy reading