RashSya Story

RashSya Story
RashSya~Bos Coolkas



"Selamat pagi pak Arash"


"Selamat pagi pak Arash"


Sapaan para karyawan yang berpapasan dengan Arash saat dia tiba dikantor namun tak satupun dijawabnya dia hanya mengangguk kecil bahkan senyum pun tak ada...aura dingin terpendar saat Arash melintas


Arash sudah berada didepan lift...tidak ada lift khusus dikantor Jay semua sama...Arash ikut mengantri sebagian menyingkir dan memberi ruang kepada Arash...walaupun Arash masih cuek..dibarisan para karyawan ada Tiffany bersama kedua temannya.. kebetulan mereka lolos hingga tahap seleksi akhir


"Wah calon masa depan gue tuh"


"Ngayal loe ketinggian Fan"


"Fakta ya...asal loe tau aja bokap dia sama bokap gue itu dekat...sengaja gue magang disini sekalian mengenal lebih jauh calon suami"


Dengan gaya arogan Tiffany menjawab penyangkalan temannya itu...Tiffany memang anak pengusaha dan pernah bekerjasama dengan Jay beberapa tahun yang lalu


Pintu lift terbuka..Arash langsung masuk...saat Tiffany mencoba menyingkirkan beberapa orang dihadapannya agar bisa satu lift dengan Arash...pintu lift sudah lebih dulu tertutup


"Sialan gara-gara kalian gue gak bisa bareng sama calon suami gue"


Teman-teman Tiffany hanya memutar bola mata mereka karena malas mendengar ucapan tak jelas Tiffany..sedangkan didalam lift Arash berdiri diantara karyawannya...ada yang sedang asyik memandangi ciptaan Tuhan yang sempurna itu ada juga yang hanya menunduk


"Hust loe napa nuduk aja"


"Gak enak ada si bos"


"Ya elah biasa aja kali...Loe gak ikutan kayak yang lain gak sadar iler pada netes"


"Bukan muhrim dam...zina mata"


"Rejeki nomplok ditolak dasar Oneng"


Arash mendengar setiap apapun yang dikatakan oleh orang-orang dibelakangnya namun dia cuek... beberapa karyawan yang sudah sampai langsung keluar dari lift...saat ini Arash hanya bersama tiga anak magang...ponsel Arash berbunyi.. panggilan masuk dari princess keluarganya


"Assalamu'alaikum honey ada apa"


"__"


"Oya...jam berapa sampai sayang"


"__"


"Dijemput Iky ya...hari ini Abang padat banget"


"__"


"Iya sayang...see u...Miss u so bad... assalamualaikum"


Percakapan Arash didengar oleh ketiga siswa magang dibelakangnya...dan salah satunya adalah teman Tiffany...bahkan dia sempat merekam sedikit percakapan Arash


Ternyata ketiga siswa magang itu berada satu lantai dengan Arash...Arash keluar lift tetap dengan gaya coolnya...dari arah berlawanan Rizky yang baru keluar dari ruangannya langsung menghampiri Arash


"Assalamu'alaikum bang"


"Waalaikumsalam pak Sutat"


Arash sempat tersenyum yang membuat dua orang dibelakangnya kagum


"Bisa senyum juga toh"


"Bang meeting semua dikantor hari ini"


"Cewek ya"


"Ya begitulah"


"Okay... oya ky...Chila hari ini balik dari Penang tolong jemput ya"


"Wuih princess hati sudah balik nih..jam berapa"


"Jam sepuluh katanya"


"Ya udah sekalian gue jemput Daffa"


"Oiya Daffa juga balik hari ini ya"


"Iya loe tau sendiri singa kecil ngamuk gue bantuin loe..Haha"


"Biarkan saja...dia juga ada Ayah disana"


Mereka berbincang-bincang sambil berjalan menuju ruangan Arash...Daffa memang sedang mengurus balik nama perusahaan milik Mirza yang masih atas nama Keynan


"Gimana sama Keynan Ky"


"Masih keras kepala bahkan dia berencana bikin Mirza"


"Hahaha dasar anak gelo..main hatinya dalam banget"


"Oya gue hari ini gak bisa nemenin loe meeting sama Bu Diana dari Moon Resort"


"Kenapa"


"Eh uda pikun loe ya baru aja nyuruh gue jemput Chila uda lupa"


"Waduh terus gue sama siapa"


"Gue sih kemarin ambil dua anak magang buat jadi asisten Daffa...karena saat interview mereka sangat bagus kualitasnya walaupun salah satunya masih SMA...gimana"


"Cewek apa cowok"


"Cewek sama cowok"


"Oke gue percaya sama loe"


Rizky meninggalkan ruangan Arash dan kembali keruangannya untuk menemui kedua anak magang yang ditempatkan secara khusus untuk membantu Daffa


"Assalamu'alaikum... selamat pagi"


"Waalaikumsalam... pagi pak"


"Perkenalkan nama saya Rizky Maulana... sebenarnya saya buka asisten bapak Arash namun untuk beberapa hari kedepan saya menggantikan Bapak Daffa Dandelion sebagai asisten bapak Arash"


Mereka masih diam memperhatikan Rizky sedang memperkenalkan diri


"Hari pertama kalian disini sewajarnya kita berkenalan terlebih dahulu...dan saya persilahkan dari kalian berdua siapa dulu yang akan memperkenalkan diri"


Salah seorang dari dua anak magang tersebut maju untuk memperkenalkan dirinya


"Perkenalkan nama saya Aditya Herlambang dari Universitas Muslim"


"Oke selanjutnya"


"Saya Annisa Maharani pak dari SMA Tunas Harapan"


"Oke sekarang kita sudah berkenalan...karena sementara pak Daffa tidak ada saya yang akan mengarahkan kalian untuk pekerjaan kalian"


Rizky duduk dan juga mempersilahkan mereka juga duduk dan mengambil map yang harus mereka pelajari karena mereka akan menemani Arash meeting


"Oya sebenarnya kalian hari ini hanya mempelajari tentang perusahaan ini namun karena nanti saya ada keperluan dan pak Arash akan ada meeting...saya meminta bantuan kalian untuk menemani pak Arash meeting...Kalian bisa belajar walaupun masih awal kalian disini"


Mereka sempat kaget karena hari pertama langsung diajak meeting...namun mereka hanya bisa pasrah saja


"Dan for your information...pak Arash paling tidak suka meeting dengan wanita diluar kantor..dan harus ditemani...pak Arash juga tidak suka orang yang lelet dan tidak suka menunda pekerjaan karena beliau tidak ingin karyawannya lembur hanya karena pekerjaan yang tidak bisa mereka selesaikan tepat waktu"


"Roman romanya bos galak ini mah...kuatkan hati hamba ya Allah"


Annisa bermonolog dalam hatinya setelah mendengar beberapa informasi dari Rizky mengenai Arash


"Ini kalian pelajari dahulu...ingat jangan sampai ada kesalahan"


Mereka mengangguk dan berjalan ke meja mereka masing-masing


"Hai kita belum kenalan kan tadi"


"Iya Kak gue Annisa panggil aja Icha"


"Gue aditya..semoga kita bisa selalu kompak ya"


"Iya Kak..untung gue ada temannya kak..kalau gak bingung gue apalagi baru awal diajak meeting"


"Gue juga sama Cha"


"Udah yuk fokus kerja dulu takut nanti bos ngamuk kalau kita salah"


"Hahaha kamu Cha ayak ayak wae"


Mereka fokus membaca berkas yang diberikan oleh Rizky...tak lama Rizky keluar ruangan sambil membawa beberapa map...lalu masuk keruangan Arash yang ada di depan ruangan Rizky


Kebetulan meja Annisa menghadap ke pintu kaca yang juga bisa melihat kearah ruangan Arash... kebiasaan Annisa saat membaca dan mencoba mengingat pasti matanya akan traveling kemana-mana..tanpa sengaja Annisa melihat Arash sedang tertawa dan bercanda dengan Rizky...dia hanya bisa melihat tak bisa mendengar karena ruangan Arash kedap suara


"Bisa juga dia bercanda kayak gitu...padahal mukanya aja datar kayak tembok...auranya kayak kulkas duingiin"


"Aditya.. Annisa saya tinggal dulu jangan lupa lima belas menit lagi kalian siapkan ruangan meeting dan mengingatkan oak Arash"


"Baik pak"


Rizky meninggalkan kantor menuju bandara


"Kak sebaiknya kita langsung siapin tempat aja takut ada kendala kak"


"Iya loe benar Cha apalagi kita pakai proyektor takut eror"


Mereka berdua beranjak meninggalkan ruangan dan langsung menuju ruangan meeting bahkan Annisa juga menyiapkan minuman untuk mereka semua...Annisa sempat bertanya kepada office boy tantang minuman arash


"Kak siapa yang mau nyambut tamu kita hari ini"


"Gue aja loe panggil pak Arash"


"Oke deh gue ke ruangan pak Arash"


"Gue turun ke lobby dulu"


Mereka berjalan beriringan dan berpisah didepan pintu lift...Annisa langsung menuju ruangan Arash


Tok tok


"Masuk"


"Permisi pak..Bu Diana sudah datang"


"Ya"


Arash beranjak berdiri mengambil tabnya dan berjalan menuju pintu namun sial bagi Annisa karena melakukan kesalahan


Dug


"Aduh"


Annisa berbalik setelah mendengar suara orang kesakitan...wajahnya memucat..bahkan dia tak berani menatap Arash


"Mampus loe Icha...tuh kulkas marah...Loe bege banget kenapa juga loe gak nahan tuh pintu"


"Ekhem...Kamu tau apa kesalahan kamu"


"Ma...Maaf pak saya gak sengaja"


"Kamu kira saya patung gitu seenak jidat kamu nutup pintu"


"Tembok kali pak bukan patung"


"Maaf pak saya lupa kalau bapak belum keluar"


"Dasar ceroboh"


Arash berjalan dengan sedikit kesal dan pusing karena jidatnya yang terkena pintu cukup keras...Annisa hanya berjalan dibelakang Arash sedikit jauh sambil menunduk


Arash masuk kedalam ruangan meeting disana sudah ada kliennya menunggu...walaupun sang klien menggunakan hijab namun pakaiannya masih tampak seksi... seperti biasa Arash hanya mengangguk tanpa senyum dihadapan klien wanita


Kemudian asisten Diana maju menjelaskan progres mereka dan maksud meminta bantuan ZM Group dalam pengembangan resort mereka


"Bagaimana pak Arash apa progres kami bisa diterima"


Arash masih membacanya dan mencari beberapa poin yang memang tak sejalan dengan misi ZM Group


"Maaf Bu Diana jika saya menyetujui kerjasama kita apakah Anda sanggup merubah beberapa hal dalam point dalam proposal ini"


"Poin apa saja pak"


Saat Arash akan menjelaskan..Annisa meminta ijin untuk mengambil alih


"Maaf pak ijinkan saya menjelaskan beberapa poin yang tidak sesuai dengan visi misi ZM Group"


"Hmm"


Arash hanya berdehem dan mengangguk...Annisa langsung berdiri dan membaca beberapa poin yang sudah dia catat sebelumnya lengkap dengan penjelasan penolakannya


Arash terkejut mendengar begitu detailnya Annisa menjelaskan bahkan saat dia kembali membaca proposal itu ada satu poin penting yang Arash lewatkan dan beruntung Annisa cermat


"Bagaimana Bu Diana...pegawai saya sudah menjelaskan secara detail dan terperinci"


"Tapi pak itu poin penting resort kami yang menarik bagi pengunjung"


"Kalau hal itu dapat menarik pengunjung mengapa pendapatan resort Anda semakin menurun"


"Karena karyawan saya ada yang korupsi membuat kesediaan dana kami berkurang"


Lagi-lagi Arash dibuat terkejut dengan Annisa...karena Annisa sudah mencari tau latar belakang resort milik Diana...Dengan gamblang Annisa menjelaskan


"Maaf jika saya lancang pak Arash...semua keputusan memang berada ditangan bapak...namun sebaiknya bapak mengkaji ulang kerjasama ini"


"Baik terimakasih"


Diana nampak tak suka dengan Annisa yang secara tidak langsung Annisa meminta Arash untuk menolak kerjasama dengannya...walaupun Diana bukan murni bekerjasama namun ingin mendapatkan hati Arash bahkan dia rela merubah penampilan


"Maaf Bu Diana saya tidak bisa menerima kerjasama ini"


"Kenapa langsung memutuskan tanpa mempertimbangkan keuntungan yang kami berikan"


"Keuntungan kalian akan membawa kami ke dalam neraka"


"Anda memang seperti berita yang saya dengar selalu religius...tapi ini bisnis pak apa anda tidak takut merugi"


"Lebih baik merugi tapi kami tidak merugi nanti dihari akhir...permisi selamat siang"


Arash lalu beranjak pergi diikuti oleh Annisa...sedangkan Diana masih saja jengkel


"Ck...susah banget nembus orang ini"


Diana dan asistennya meninggalkan kantor Arash dengan diantar Aditya sampai ke lobby perusahaan


Annisa masih berjalan dibelakang Arash sambil menunduk dan kembali membatin dalam hatinya


"Huh rasanya dingin banget yak...auranya kutub Utara bingit"


"Hii"


Tanpa sengaja Annisa mengeluarkan suara sambil bergidik ngeri...Arash yang melihat tingkah Annisa hanya geleng kepala saja


"Dasar aneh"


Arash masuk kedalam ruangannya dan Annisa mengikuti tanpa sadar


"Kamu ngapain ngikutin saya"


"Astaghfirullah bapak ngagetin saya"


"Kamu ngapain masuk ruangan saya"


"Loh ini emang ruangan bapak ya"


Arash menatap tajam kearah Annisa


"Eh pak jangan melotot gitu atuh...loncat nanti matanya"


"Keluar"


Arash berkata pelan namun cukup tegas


"Iya pak iya...saya permisi...jangan marah-marah ntar stroke loh pak"


"Keluar"


Annisa langsung berlari menuju ruangannya...didalam sudah ada Aditya dan menatap Annisa heran


"Loe kenapa Cha"


"Ada kulkas ngamuk"


"Hah...ngaco loe Cha"


"Beneran kak...hiii..marah auranya makin dingin...melebihi beruang kutub"


"Hahaha..Cha...Cha..ngomong gak jelas loe ah"


______


Arash yang sabar ya ngadepin Neng Annisa


jempol ya jangan lupa


happy Reading