
Malam ini resepsi besar kembali dilakukan dihotel milik keluarga Malik. Tamu VIP sudah berdatangan. Sang pengantin baru masih mempersiapkan diri. Chila terus saja menggoda sang suami. Semenjak kejadian kunti jadi-jadian tak hentinya Chila menggoda sang suami.
"Sayang pipis dulu nanti kan lama berdirinya"
"Emang aku bocah apa"
"Emang iya"
"Itu semua gara-gara kamu baby. Kenapa harus jadi kunti"
"Kok aku. Siapa suruh pake lupa punya istri"
"Aku kira kamu belum ganti baju. Dan kamu juga kenapa pake gamis putih semua udah gitu wajah dipakein sheet mask"
"Dasar kamunya aja yang penakut sayang. Dan sekarang aku tau kalau kamu takut hantu juga kodok. Hahaha"
"Awas kamu baby malam ini aku balas kamu. Besok aku pastikan kamu gak bisa jalan normal. Lihat saja"
"Auuuu tatut"
Para perias wajah yang mendengar perdebatan sepasang pengantin baru itu hanya bisa terkikik pelan. Karena mereka takut kehilangan pekerjaan seperti ancaman Bagas.
"Sayang kalian sudah siap"
"Sudah mom"
"Yuk kita turun. Para tamu undangan sudah datang tinggal menunggu bintang utamanya saja"
"Iya mom"
Chila berdiri dan para perias wajah membantu membenarkan letak ekor gaunnya yang menjuntai indah. Chila mengapit lengan sang suami. Berjalan dengan senyum bahagia mengembang.
Memasuki ballroom para tamu undangan langsung memandang mereka. Bahkan telah hadir teman-teman chila dan bagas semasa kecil. Mereka tak menyangka jika musuh abadi itu akan berjodoh seperti saat ini.
"Gak nyangka mereka benar-benar berjodoh"
"Pasangan unik"
"Pantes dari dulu bagas gak suka kalau kita dekati chila. Jadi udah diincar dia"
Pasangan pengantin baru sudah berada dipelaminan. Musik juga sudah terdengar. Para tamu undangan satu persatu mengucapkan selamat dan memberi hadiah. Saat giliran teman-teman bagas dan chila memberi ucapan selamat, kegaduhan diatas pelaminan terjadi. Karena mereka memberikan hadiah yang diluar kewajaran.
"Gas gue kasih lie ini. Karena gue yakin loe gak pernag makan kayak ginian"
Seorang teman yang membawa mie instan rebus sebanyak lima bungkus diletakkan didepan Bagas dan Chila.
"Ini dari gue biar loe betah melek sampai pagi"
Datang teman lainnya membawa kopi hitam satu renceng dan dikalungkan dileher bagas. Chila hanya bisa tertawa melihat tingkah para teman lamanya itu.
"Ini hadiah dari gue. Jangan diluhat harganya tapi lihat manfaatnya. Kan pengantin baru pasti sering keramas. Ya nggak"
Teman lainnya yang membawa shampo saset satu renceng dan diletakkan dipundak bagas.
"Ini dari gue. Walaupun cuma sabun biasa manfaatnya buanyak loh gas"
Datang lagi membawa sabun batangan sebanyak tujuh bungkus. Gelak tawa tak bisa lagi terelakkan. Keluarga kedua mempelai pun juga ikut tertawa. Kegilaan mereka diakhiri dengan berfoto bersama.
Bersyukur malam ini keluarga mereka tidak melakukan kegilaan dengan bernyanyi dan berjoged. Malam ini mereka benar-benar anteng.
Pesta sudah usai. Pengantin baru akan menginap dihotel selama satu minggu lamanya. Dan keluarga memilih kembali ke rumah. Apalagi Icha yang sudah sangat susah bergerak membuat Arash ekstra menjaganya.
"Mom. Mom"
"Apa sayang"
"Chila mau minta tolong"
"Apa sayang"
Chila membisikkan sesuatu kepada sang ibunda. Sang ibunda sedikit kaget namun langsung menuruti keinginan sang putri. Bagas yang berada disampingnya langsung bertanya ada apa dengan sang istri karena terlihat seperti menahan sesuatu.
"Ada apa baby. Kamu lelah"
"Iya aku lelah sekali hon"
"Kita istirahat saja bagaimana"
"Tunggu mommy dulu"
"Tunggu di jamar saja sayang"
"Baiklah"
Bagas dan chila berpamitan kepada seluruh keluarganya karena memang mereka sudah sangat lelah. Sesampainya dikamar, Bagas langsung merebahkan diri diatas ranjang.
"Baby. Sudah siap untuk malam ini"
"Bolehkah ditunda"
"Tidak boleh"
"Tapi.."
tok tok tok
"Itu pasti mommy. Aku buka dulu ya hon"
"Baiklah"
Chila berjalan membukakan pintu untuk sang mommy membawakan pesanannya.
"Mom"
"Ini sayang. Semoga suamimu gak frustasi ya hahaha"
"Mommmyyy"
Jasmine meninggalkan sang putri setelah menyerahkan sesuatu yang sedang dibutuhkan disaat yang tidak tepat.
"Apa itu sayang"
"Sesuatu. Aku bersih bersih dulu"
Chila masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.
"Semoga kamu gak marah ya honey. Hehehe"
Bagas sedang membalas pesan teman-temannya yang mengucapkan salah. Bahkan diakun sosmednya para temannya memberi tanggar hari patah hati sedunia.
Ceklek
"Kamu sudah selesai sayang"
"Sudah. Kamu sana gantian bersihin badan"
"Iya biar kamu gak kebauan nanti. Kan kita akan melakukan perjalanan panjang malam ini baby"
"Hehehe"
Bagas masuk ke dalam toilet untuk membersihkan diri dan memberikan penampilan terbaiknya untuk sang istri.
"Ini pertama buat kita baby. Dan aku akan memberikan kesan terbaik untukmu. Jack kau harus menunjukkan pesonamu malam ini. Jangan mengecewakan aku. Ini debut pertamamu jack berjuanglah"
Bagas berbicara pada sesuatu yang masih terkulai lemas dibawah sana. Setelah siap dengan piamanya, Bagas pun langsung mendekati sang istri.
"Hon. Kita sholat dulu yuk biar afdol"
"Gak bisa hon"
"Kenapa gak bisa"
"Tamu aku datang"
"Siapa yang datang sayang. Laki apa perempuan. Gak tau apa ini malam kita. Ganggu aja"
"Bukan tamu kayak gitu honey"
"Terus"
"Tamu bulanan"
"Maksud kamu menstruasi baby"
"Heem"
"Kamu ngeprank kan sayang"
"Nggaklah ngapain ngeprank juga"
"Gak lah gak ada kerjaan.
Tangang bagas merayap ke paha chila menuju ke semak hutan rimba. Bagas merasakan memang ada yang mengganjal disana.
" Sejak kapan kamu pasang red carpet ini kamu pasang baby"
"Tadi habis mommy belikan"
"Jadi mommy kesini nganterin red carpet kamu"
"Iya. Hehe"
"Huh jack. Sabar ya harusnya kamu yang harusnya tampil perdana harus tertunda"
"Hahaha jangan marah"
"Berapa lama biasanya dia datang"
"Sepuluh hari"
"Gak sekalian dua minggu sayang"
"Mau gitu"
"Terimakasih sudah membuat kepalaku kembali pening sayang"
"Maafkan aku sayang"
"Bisa gak dikorting"
"Gak lah sayang"
"Menyebalkan sekali. Pusing pusing"
Bagas beranjak keatas ranjang dan menarik selimutnya. Chila hanya cekikikan melihat kekesalan sang suami. Namun bagas tetap memeluknya saat tidur dan berusaha menahan hasratnya.
Pagi hari Bagas ikut berkumpul dengan saudara chila di lounge hotel untuk sarapan. Mereka menggoda Bagas karena rambutnya yang lembab.
"Cie cie uda gol kayaknya ini"
"Berapa ronde gas"
"Banyak"
"Wuih gila-gila. Tapi chila jalannya biasa aja kayak masih perawan kemarin"
"Huh kalain gak tau aja red carpet terbentang lebar"
"Wuih loe malam pertama pake red carpet daebak banget gas"
"Gue juga mau ah kayak bagas besok kalau merried biar bini gue merasa spesial banget"
"Yakin mau kayak gue bang atha"
"Jelaslah kan kamu memberi ide yang brilliant membuat kesan pertama lebih mendalam tak terlupakan"
"Iya red carpet spesial selai strawberry"
________
Sabar ya gas. Orang ganteng sabar disayang othor...😅😅😅😅😅M
Jangan lupa jempolnya ya
Happy reading