RashSya Story

RashSya Story
Ghaydan~Koas



Hari ini seila akan menjalankan tugasnya sebagai koas. Sedari habis subuh seila sudah berkutat di dapur untuk membuat sarapan. Atha sudah meminta tolong kepada Jasmine untuk mencarikan asisten untuk mereka. Dan sementara Atha meminta Oneng untuk membersihkan rumahnya.


"Sayang masak apa hari ini"


"Kak. Ini dikulkas cuma ada cumi dan brokoli. Cuma bikin cah brokoli sama goreng cumi aja. Gimana"


"Alhamdulillah masih bisa sarapan enak sayang. Apapun itu yang penting bersyukur. Kamu udah mandi belum bee"


"Belum kak, bentar habis masak"


"Ya udah kakak tungguin"


"Maksudnya kak"


Atha berjalan mendekat kearah seila yang masih sibuk mengaduk sayurnya diatas kompor lalu memeluknya dari belakang.


"Kita mandi bareng sayang"


"Kakak mandi aja dulu. Seila selesaikan ini dulu"


"Gak mau. Pengen mandi bareng"


"Ya okeh. Tapi lepas dulu tangannya biar cepet selesai masaknya kak"


"Yaya. Kakak siapin air dulu sayang. Ntar kalau udah selesai langsung susul kakak ya"


"Iya kak"


Atha kembali kedalam kamarnya dan menyiapkan air didalam bathtub. Seila masih membersihkan dapur. Setelah semua beres seila menyusul sang suami. Saat masuk kedalam kamar seila tidak melihat sang suami. Karena pintu kamar mandi terbuka, seila mencoba melongo kedalam. Nampak Atha baru mencukur jenggotnya yang mulai tumbuh tipis.


"Kak"


"Sayang masuk sini"


Seila melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi. Dia berjalan kearah bathtub yang sudah terisi air penuh. Seila duduk ditepian bathtub. Walaupun bukan pertama kalinya mereka mandi bersama, namun seila masih saja gugup.


Atha sudah melepas semua pakaiannya dan menghampiri sang istri yang masih duduk membelakanginya dan masih menggunakan dreesnya.


"Sayang kok belum dicopot bajunya. Mau kakak yang lepasin"


"Eh. Gak usah kak. Seila bisa sendiri kok"


"Kenapa nunduk sih. Suami kamu ada disini sayang"


"Hmmm habis kakak gak pake apa-apa seila jadi malu"


"Heh masa malu sama suami sendiri hahaha. Uda tiap hari lihat aja"


"Ya kan masih belajar kak"


"Uda ayo sini kakak bantu bukain sini bajunya"


Atha menarik seila agar berdiri. Seila masih tetap tidak memandang Atha. Atha menarik tali yang mengikat dress sang istri. Sekali tarik dress itu sudah terlepas dan hanya menyisakan underwear nya saja. Atha melepaskan satu persatu underwear seila dan melemparnya kedalam keranjang baju kotor.


"Sayang"


Atha mengarahkan dagu seila agar menghadap kearahnya. Suara Atha sudah sangat berat. Atha langsung melahap daging kenyal mungil milik seila dengan penuh kelembutan. Seila pun sudah mulai bisa membalas setiap perlakuan Atha. Tangan Atha sudah traveling tak tentu arah. Seila pun mengikutinya. Suara desahan terdengar merdu memenuhi ruangan itu.


Perjalanan panjang menggapai puncak kenikmatan sudah mereka mulai. Saling membalas dan memberi kenikmatan. Hingga suara kenikmatan melepaskan segala beban yang ada terdengar dari mulut mereka bersamaan.


"Huh seilaaaa"


"Kakakkkk ahhhh"


Mereka sedang mengatur nafasnya yang tersengal karena acara pendakian gunung dadakan dan setelahnya mereka berlari Marathi yang cukup panjang hingga keringat mengalir deras.


"Mandi yuk"


Atha membimbing sang istri masuk kedalam bathtub. Dia berada dibelakang tubuh seila. Beruntung hari masih pagi. Mereka masih bisa menikmati kebersamaan pagi ini sebelum beraktivitas.


"Sayang kamu mau aku antar atau berangkat sendiri"


"Berangkat sendiri aja kak"


"Ya udah. Ntar kamu bawa mobil sendiri, kakak ngikut dibelakangnya"


"Oke bosque"


"Ingat jangan sampai tertarik sama cowok lain loh. Apalagi pasti banyak dokter muda yang bening-bening"


"Iya seila tau diri kok kak. Mana mungkin seila berani macam-macam"


"Kakak percaya kamu. Cuma gak percaya sama orang yang didekat kamu saat bekerja nanti"


"Insyaallah seila bisa kok Kak menjaga diri"


"Terimakasih sayang. Ya udah bilas dulu yuk sambil menyempurnakan mandi tadi"


"Baik kak"


Mereka beralih dibawah shower dan saling memandikan tanpa melakukan hal lain. Usia mandi mereka berganti pakaian. Dan bersiap untuk sarapan pagi. Saat masih dikamar, mereka mendengar suara yang sangat khas sedang berteriak.


"Mas athaaaa. Bukain pintunya dong. Eneng lelah ini"


"Yuhuuuu eni bodi hom. Eneng won enter"


Seila dan Atha yang mendengar bahasa acak kadul Eneng langsung tertawa.


"Biang rusuh datang sayang"


"Itu kenapa bisa oleng sih kak"


"Gak tau juga yang. Tiap ditanya jawabannya gini. Coba mas Atha tanya emak Eneng bikinnya nungging apa miring"


"Hahahaha sumpah dia omes banget kak"


"Dah yuk turun sebelum dia konser didepan rumah"


Atha menggandeng tangan istrinya dan melepaskan diujung tangga karena Atha akan membuka pintu untuk markoneng.


"Berisik amat sih loe neng. Salam kek malah teriak"


"Eneng udah salam. Dari tadi gak ada yang nyahut. Mas Atha lagi konser apa kok lama amat"


Mereka berbicara sambil berjalan menuju ruang makan. Seila sedang memasukan bekal untuk Atha bawa dan juga dirinya. Serta menyiapkan piring untuk sarapan bersama.


"Itu konser pagi hari"


"Iya apaan"


"Uhhh ahhhh enak ahhhh"


"Hahahaha loe tau banget neng"


Atha tertawa mendengar olokan Eneng berbeda dengan seila yang malah tersipu malu.


"Hari ini gaya apa mas"


"Mau tau apa mau tau banget"


"Bangetttt lahhh biar bisa praktek ma japri"


"Hush manggil suami kok cuma nama doang neng. Gak sopan"


"Ck sekarang kan dia gak denger mas. Kalau dirumah eneng mah manggilnya bebeb"


"Kualat loe neng. Dikutuk jadi panci loe nanti"


"Kualat kenapa sih mas"


"Lah loe manggil lakinya bebek"


"Bebeb. Duh gusti. Ini efek kebanyakan konser pasti. Oh Eneng tau sekarang gaya yang dipakai mas Atha"


"Paan emangnya gaya gue"


"Kayang. Pantes daya dengarnya berkurang"


"Hahaha loe tau aja neng"


"Eh mbk sel. Enak gak pake gaya kayang"


"Paan sih neng. Udah sarapan dulu. Gak usah bahas kayak gituan"


"Ih mbk seila mah gak asyik"


"Hahaha. Sabar ya sayang ini emang oleng orangnya"


"Iya mas Atha eneng selalu sabar kok"


"Woy gue gak ngomong sama loe kali neng"


"Ih nyebelin. Dah ah Eneng mau nyuci baju dulu"


"Eneng gak makan dulu"


"Uda tadi sarapan sama non Jasmine pake fred tos"


"Yaelah timbang roti panggang aja pake sok Inggris neng. Keseleo ntar"


"Kan gaul. Oya mas Atha Minggu depan Den Afnan mau kesini"


"Tumben uwak bule datang"


"Mene ketehek. Ketek loe aja bau hekhek"


"Enak aja. Wangi gini dibilang bau"


"Bay bay Eneng mau ngantor dulu. Biar cepat kelar"


"Sono. Oya neng kalau loe nemu harta karun disaku itu buat loe aja"


"Asyiap. Mayan buat beli lipen stip mas. Udah habis"


Seila dan Atha sudah selesai sarapan dan bersiap berangkat. Eneng sedang berada diterapkan depan menyapu. Tadi setelah memasukan cucian didalam mesin cuci, Eneng langsung menyapu.


"Eneng kita pergi dulu. Nanti kuncinya loe bawa aja. Ntar biar gue ambil atau seila yang ambil dirumah mommy"


"Asyiap"


"Neng diatas meja makan uda cemilan buat kamu makan. Habisin aja atau dibawa pulang pun gapapa"


"Beres mbk sel"


Seila masuk kedalam mobilnya sendiri begitu juga Atha. Sebelum masuk kedalam mobil atha mengecup kening seila setelah seila menyalami Atha.


"Mas Atha yang ini mau dicium juga"


Bukan ciuman yang diberi Atha untuk Eneng, melainkan sentilan dijidat lebarnya yang selebar lapangan bola.


Cetakkkk


"Aduh malah disentil. Bukan dicium malah kdrt"


"Cium sana sama tembok"


Atha langsung masuk kedalam mobilnya begitu juga seila yang sedari tadi tertawa melihat kelakuan Eneng dan suaminya. Atha mengikuti seila dari dari belakang. Hingga didalam parkiran rumah sakit, Atha masih mengikutinya.


Setelah memarkirkan mobilnya, seila mendekat kearah mobil suaminya untuk kembali berpamitan.


"Kak. Aku masuk dulu. Kakak hati-hati dijalan. Jangan lupa makan siang"


"Siap nyonya Atha Septian. Kamu juga jangan lupa makan sayang. Ingat jangan dekat-dekat pria lain"


"Siap bos"


"Assalamualaikum sayang"


"Waalaikumsalam kak"


Setelah melambaikan tangannya, Seila masuk kedalam rumah sakit dan langsung menghadap kebagian kepegawaian menyerahkan surat pengantar koasnya.


_______


Gaeessss makasih banget yakkkk Uda ngasih dukungan di babang rashsya. Viewer nya wow bingit. Walaupun jempolnya gak ada separuhnya hahahaha...thanks ya ..


Jangan lupa jempolnya reader tercintaku ku...


Happy reading