
"Assalamualaikum bee"
"Waalaikumsalam kak"
"Hari ini kakak ke Bandung dua hari. Maaf gak bisa jemput kamu nanti"
"Iya gapapa kak. Kakak hati-hati ya. Kabari kalau sudah sampai"
"Iya sayang. Kamu baik-baik ya. Ada apa-apa kabari kakak"
"Iya kak. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Usai menutup telponnya, seila langsung membereskan barang-barangnya dan segera berangkat menuju kampus. Dia harus segera menemui dosennya agar skripsinya segera selesai.
"Mam, Seila berangkat dulu"
"Gak dijemput atha"
"Gak mam. Kak atha ke bandung dua hari"
"Oh ya sudah kamu hati-hati ya sayang"
"Ya mam. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Seila langsung melajukan mobilnya menuju kampus tercinta. Dalam perjalanan, Seila sempat menerima panggilan telepon dari Gio. Gio ingin bertemu dengan dirinya usai bimbingan nanti.
Seila langsung masuk kedalam ruangan dosen pembibingnya sesampainya tiba di kampus. Tak jauh beda dengan seila, gio juga sedang melakukan pimbibingan dengan dosen yang berbeda. Selesai bimbingan seila duduk didepan ruangan dosen merapikan bawaannya.
"Sel"
"Eh gi. Udah selesai bimbingan loe"
"Udah. Loe gimana"
"Udah kok. Oya ada apa gi. Tadi katanya ada yang mau loe omongin"
"Kita ngomong ditaman aja sel"
"Oh oke yuk"
Gio berjalan didepan seila. Mereka sedang menuju taman kampus yang berada dibelakang. Taman yang tak begitu ramai.
"Duduk bawah pohon sana aja sel"
"Okay"
Mereka berjalan kearah pohon rindang dan duduk dikursi bawah pohon itu. Mereka duduk dengan menjaga jarak agar tidak menjadi fitnah.
"Sel loe bener uda tunangan"
"Iya. Kenapa memangnya"
"Kenapa tiba-tiba sel. Dan loe gak ngasih kabar ke gue"
"Maaf waktu itu gue gak kepikiran buat ngundang teman-teman. Acaranya juga dadakan"
"Dadakan. Jadi loe tunangan karena dipaksa sel"
"Bukan seperti itu gi. Tapi dia datang langsung mengkhitbahku. Loe tau kan dari dulu keinginanku seperti apa gi"
"Apa kamu sudah mengenalnya sel"
"Aku memang belum begitu mengenalnya. Tapi aku yakin dia terbaik gi"
"Mengapa loe seyakin itu dengan pria yang baru saja loe kenal sel. Sedangkan dengan gue, loe selalu nolak"
"Maaf gi kita pernah bahas ini kan. Dan loe tau jawabannya"
"Apa tidak ada sedikitpun hati loe buat gue sel"
"Gi. Loe sahabat gue. Selamanya seperti itu tidak akan berubah"
"Sel. Seki lagi gue tanya ke loe. Loe mau gak nikah sama gue. Dan sekarang gye siap sel"
"Gi. Gue uda tunangan dan dua minggu lagi gue merried. Dan setau gue dalam hukum agama kita. Tidak diperbolehkan seorang pria mengkhitbah wanita yang sudah lebih dulu dikhitbah oranglain"
"Tinggal loe batalin aja sel. Dan gue yang akan maju"
"Maaf gak bisa gi. Gue sudah menerima kak atha sekarang"
"Apa loe tau apa yang dia lakukan semalam"
"Tau. Karena dia selalu memberitahuku apapun yang dilakukannya"
"Apa loe seyakin itu sama dia"
"Iya karena dia tunangan gue"
"Gue yakin semalam loe gak tau kalau dia ke hotel bersama seorang wanita dengan penampilan berbeda dengan loe"
"Loe gak usah membuat cerita yabg sebenarnya gak pernah ada"
"Loe gak percaya sama omongan gue sel"
"Nggak"
"Oke gue punya bukti buat loe. Karena semalam gue ada dihotel itu mengantar sepupu gue"
Gio memperlihatkan foto yang sengaja diambil saat berada di hotel arkmel. Foto dari berbagai sisi yang menampakkan kedekatan atha yang saat itu sedang bersama resya.
"Apa bukti ini masih tetap membuat loe yakin dia pria baik"
"Gak ada yang salah dengan foto ini gi"
"Dimana letak salahnya. Coba loe tunjukkin ke gue"
"Jelas dia salah. Dia sudah tunanhan dengan loe, tapi dia pergi dengan perempuan lain. Bahkan saat dimengantar perempuan itu kembali ke hotel gue juga lihat sel. Apa loe masih percaya dia pria baik-baik"
"Dia pria baik gi. Sangat baik. Dan gue bahagia bisa dapatin pria seperti dia. Gue balik dulu gi"
Seila sudah bwranjak dari duduknya hendak meninggalkan gio. Namun gio kembali berkata kepada seila.
"Dia bukan pria baik-baik sel. Dan gue gak mau loe jadi korban pria semacam ini"
"Asal loe tau gi. Wanita didalam foto itu bernama Resya. Dia sepupu jauh kak atha. Dan dia tinggal di jerman. Assalamuaalakum"
"Waalaikumsalam. Sepupu.."
Seila meninggalkan gio dengan rasa kecewanya. Selama ini seila memang selalu menolak tawaran gio menjalin hubungan. Selain gio sahabatnya, ada satu sifat gio yang seila tak sukai. Gio sangat pembangkang. Dia suka mengatur namun tak suka diatur. Gio memang cukup dekat dengan keluarga seila. Sedangkan dikeluarga gio, seila tak begitu diterima karena seila tidak berasal dari keluarga berada.
Sudah tiga hari baik seila maupun gio tidak saling bertegur sapa. Bahkan jika sedang berkumpul bersama teman satu kelasnya, salah satu dari mereka atau keduanya sama-sama tak mau ikut. Hari ini seila datang ke kampus untuk membagikan undangan pernikahannya dengan atha.
Banyak yang terkejut, terutama para dosen. Mereka tidak menyangka jika salah satu siswa kampus itu adalah calon istri pemilik kampus. Beberapa dosen muda yang mengidolakan atha banyak yang kecewa.
Begitu juga mahasiswi yang sudah pernah bertemu atha. Dengan melihat foto yang dipasang didalam undangan mereka langsung tau jika itu pemilik kampus. Dari sekian banyak ucapan selamat dan bahagia. Lebih banyak yang mencibir dan tidak setuju jika atha menikahi seila.
Seila cuek dengan segala cibiran. Dia sudah terbiasa dicibir orang sejak dulu. Baginya cibiran adalah motivasi untuk terus maju. Hari ini atha menjemput seila ke kampus.
"Sel pulang bareng siapa loe"
"Dijemput"
"Sama kakak loe sel"
"Bukan sama kak atha"
"Cie cie yang uda punya sopir pribadi kemana aja ada yanh jagain"
"Dia bukan sopir ataupun bodyguard gue put"
"Terus"
"Dia calon imamku"
"Ihirrrrrrr romantisnya. Baru kali ini gue dengar kata - kata manis dari mulut seorang seila tentang pria. Ya gak han"
"Iya. Oya gegara undangan loe, abang gue sampai sakit loh sel"
"Loh kok bisa"
"Ya bisalah. Doi kan cinta mati sama loe sel. Tapi loe tolak melulu"
"Gue jadi gak enak han. Terus gimana sekarang kondisi abang loe"
"Dia sih sudah bisa nerima walaupun masih belum move on hahaha"
"Apa perlu gue datang buat minta maaf han"
"Jangan. Loe datang bukan dia sembuh malah semakin parah. Hahaha"
"Tega amat loe sama abang sendiri"
"Biarin aja hahaha"
Mereka berjalan kearah parkiran. Seila akan menumpamg pada hana hingga gerbang depan. Atha akan menjemputnya disana. Saat sudah sampai gerbang depan, seila turun dan dipanggil oleh seseorang.
"Sel"
"Seila. Tunggu"
"Oh loe mad. Ada apa"
"Gio sel. Gio"
"Ada apa sama gio"
"Dia ngamuk dirumahnya. Nyokabnya gak bisa nenangin sel"
"Terus apa hubungannya sama gue"
"Dia terus manggilin nama loe sel. Tolong loe kerumahnya. Bujuk dia sel"
"Gue gak mau mad. Maaf"
"Sel. Please demi persahabatan kalian sel. Bukan demi apa-apa"
"Tapi gue gak mau mad"
"Sel tega amat sih loe sama teman sendiri"
Atha yang menghampiri seila dan rahmad, mendengar pembicaraan mereka berdua.
"Seila akan menjenguk gio"
"Beneran. Thanks bro. Gue duluan"
"Kak. Kok ngomong gitu"
"Dia sahabat kamu sayang. Jangan putus silaturahmi hanya karena masalah sepele. Kakak akan ikut denganmu"
"Baik kak. Makasih"
_______
Gaeesssss othor bawa cerita baru nih...tapi bukan ceo atau orang kayah ya...yang kenal sama markoneng...ini othor bikinin lapak...cuzzz cicipin