
Usia si kembar sudah tujuh hari. Hingga saat ini arash dan icha masih merahasiakan nama anak mereka. Afnan masih stay karena ada urusan.
Sore nanti akan diadakan aqiqah untuj si kembar. Keluarga hanya mengundang warga kompleks dan kampung serta anak panti. Seperti biasa halaman belakang menjadi tempat pesta.
"Mom ada yang perlu dibantu"
"Kalian para ibu menyusui duduk santai saja jangan kecapean. Disini banyak kok orangnya"
"Baiklah mommy"
Aretha dan Icha yang berniat membantu namun jasmine melarangnya. Kini keduanya sedang duduk di balkon atas sambil memantau anak-anak mereka yang tidur bersama diruang keluarga lantai atas.
"Kak kenapa kok murung"
"Gapapa kok cha"
"Kak kita ini saudara sekarang. Kalau kakak ada yang dipikirin bisa cerita ke icha. Inget kak busui gak boleh stres berpengaruh sama asi loh"
"Iya cha"
"Cerita kak jangan dipendam"
Aretha mencoba menghela nafasnya dalam. Dan tiba-tiba wajahnya sendu. Nampak ada titik air yang akan menetes. Icha mendekap tubuh retha yang sedikit bergetar.
"Ada apa kak. Jangan seperti ini. Serkan akan merasakan juga"
"Kak Arsya cha"
"Ada apa sama kak arsya"
"Kemarin ada yang ngirim foto ke aku. Difoto kak arsya sedang bersama wanita lain dan aku gak kenal siapa. Dan setelah mengirim foto dia mengirim pesan ke aku kayak gini"
Retha memberikan ponselnya pada Icha. Setelah membuka kunci layarnya, Icha membaca pesan itu.
Kamu boleh bahagia jadi istri arsya sekarang tapi lihat nanti arsya akan menjadi milikku
"Dasar ulet keket"
"Maksud kamu apa cha"
"Manusia pengganggu itu jangan dibiarkan gitu aja kak"
"Tapi.."
"Apa kakak sudah membeeitahu kak arsya masalah ancaman-ancaman ini"
"Belum cha. Kak arsya sibuk akhir-akhir ini. Aku juga gak mau kak arsya kepikiran"
"Harusnya kakak ngoming sama kak arsya. Biar bagaimanapun ini sudah meresahkan. Kakak percaya sama kak arsya kan"
"Saat ini masih percaya dan dia juga gak berubah. Tapi gak tau nantinya"
Aretha kembali terdiam. Sifat aretha sangat sensitif dan lembut.Dia tidak se bar bar Icha dan Chila. Bahkan Aretha lebih sering menangis jika ditindas. Itu sebabnya banyak wanita yang mengincar arsya menggunakan kelemahan Aretha.
"Kayakmya gue harus ngrubah kak retha biar bisa melindungi papinya serkan dari para ulet keket"
"Kak mau icha kasih saran gak"
"Apa"
"Kalau sama makhluk abstral semacam ulet keket kayak gini kita harus garang tapi tetap anggun. Buktikan kalau kita squad malik yang gak mudah ditindas"
"Tapi kakak gak tau gimana caranya"
"Itu mah gampang nanti icha training pelan-pelan. Sekarang apa yang membuat kakak merasa tidak bisa memusnahkan para ulet keket"
"Gak pede dengan aku yang sekarang. Kamu lihat badan aku kayak ikan badut"
"Body mah gampang tinggal diet selesai. Kakak punya wajah dan hati yang baik. Kakak juga cerdas. Gunakan itu semua untuk diperlihatkan kepada semua oramg jika hanya kakak yang pantas menjadi nyonya Arsya Malik"
"Iya kamu benar cha. Tolong bantu aku cha"
"Pasti kak"
Mereka saling tersenyum. Tak lama si kembar bangun satu persatu saatnya mereka untuk meminta jatah makanan. Taman belakang sudah didekorasi dengan cantiknya. Semua meja sudah diisi dengan camilan dan makanan berat.
"Bang ini ada yang kurang lagi gak"
"Udah beres ini Ars tinggal nunggu tamu sama ustadz saja"
"Ya udah gue mandi dulu bang. Gerah banget"
"Iya gue juga sama"
Arsya langsung masuk menuju kamarnya dilantai atas. Saat melintasi ruang tengah dia melihat sang istri tertidur sambil memeluk serkan.
"Mami capek banget ya. Sampai ketiduran"
Arsya ingin mengangkat tubuh sang istri. Namun niatnya diurungkan karena melihat ponsel aretha berdering tapi tanpa nomor tertera disana.
"Siapa ini kok pake disembunyikan nomornya"
Arsya mengangkat panggilan itu. Belum juga arsya mengeluarkan suaranya. Sudah terdengar suara dari arah berlawanan.
Tanpa menunggu jawaban, panggilan itu dimatikan sepihak. Arsya menggeram kesal. Dia langsung membuka roomchat ponsel istrinya.
"Jadi ini yang membuatmu selalu nampak sedih sayang"
Arsya membaca setiap pesan dari nomor berbeda. Dan beberapa panggilan tanpa nomor.
"Sayang aku gak pernah mengkhianati kamu. Aku akan hancurkan orang ini sayang takkan kubiarkan semut pengganggu menghampiri kita"
Arsya mencium berkali-kali wajah sang istri dan putranya. Perlahan tubuh retha dipindahkan ke kamar oleh arsya begitu juga serkan.
Sore menjelang beberapa tamu sudah hadir. Aretha juga sudah lebih ceria dari sebelumnya. Arash ikut menyambut tamu dipintu depan. Sedangkan Icha sedang menyiapkan si kembar.
"Kak twins uda siap belum"
"Udah kok chil"
"Sini chila bantuin gemdong si ganteng"
"Nih biar cepet nular"
"Ih kakak mah suka gitu"
"Lah benerkan. Emang gak mau punya yang kayak gini"
"Mau bangettt"
"Makanya jurus jaran goyang gunain yang bener"
"Ish kakak malu ih"
"Heleh sok malu. Padahal uda ngerasain ubi kayunya bagas ketagihan kan kamu"
"Kakaakak"
Icha tertawa karena berhasil menggoda sang adik ipar. Kini keduanya sudah berjalan menuruni tangga. Arash sudah menunggu dibawah dan mengambil baby boy dari gendongan chila.
Karena mereka sudah siap. Pak ustad membuka acara pengajian. Dan lantunan ayat suci dibacakan oleh chila atas permintaan Icha. Saatnya mereka mengumumkan nama kedua anaknya.
"Pak arash bisa menyebutkan nama putra dan putrinya agar semua tamu bisa memberikan doa terbaik untuk mereka"
"Baik pak ustad"
Arash langsung mengambil alih acara untuk mengumumkan nama kedua anak kembarnya itu.
"Assalamualaikum warrahmatullahiwabarakatu"
"Waalaikumsalam warrahmatullahiwabarakatu"
"Saya Arash Syauqi Malik mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran bapak dan ibu diacara aqiqah putra dan putri saya. Ijinkan saya sebagai seorang ayaj memperkenalkan kedua putra dan putri saya kepada para tamu agar diberikan doa terbaik bagi mereka"
Arash lalu memangku baby girl dan menyebut namanya serta arti nama anaknya tersebut.
"Perkenalkan putri pertama saya Almera Raisya Malik yang memiliki arti putri atau pemimpin yang jujur anugerah sang pencipta"
Semua mengamini setelah arash menyebut nama baby meera. Setelah memberikan meera pada mommynya, kini arash mengambil baby boy.
"Dan ini putra kedua saya yang bernama Almeer Raize Malik yang berarti pemimpin yang jujur dan memiliki ketegasan anugerah sang pencipta"
Kembali para tamu mengamini. Karena nama adalah doa. Doa terbaik diberikan oleh arash dan icha untuk kedua putra dan putrinya. Acara telah usai. Keluarga masih berkumpul. Seperti biasa afnan akan merusuh.
"Ck mbah kung gak terima nama kalian keren banget. Padahal selera kita sama"
Mereka semua tertawa melihat raut wajah kekecewaan afnan. Dari belakang Eneng memanggil baby almeer dengan sebutan nama yang sedang hits.
"Baby al. Ih kamu ganteng banget kayak mas al. Sayangnya baby cewek namanya meera. Coba andin beuh pasti penomenal abis"
"Kok bisa penomenal"
"Iya kan itu sekarang lagi hits pake nama aldebaran sama andine kharisma putri. Terus manggilnya biar hemat aladin"
"Aladin"
"Iya. Neng icha mah gak gaul. Itu loh film kegemaran emak emak jaman now"
"Terus kalau si kembar dipanggil aladin kamu jin lampunya ya neng"
"Wah eneng hebat dong. Bisa ngabulkan permintaan orang"
"Dasar generasi micin"
"Emang"
_______
Micinnya markoneng sama icha beda artian ya...Sudah mulai masuk arsya dikit2 ya
jangan lupa jempol
Happy reading