RashSya Story

RashSya Story
RashSya~ Akhirnya...



Hari lamaran pun tiba. Rumah Annisa dipenuhi rombongan mobil mewah. Niat Arash hanya keluarga saja namun diluar dugaan. Adrian datang dari Bali dan ikut begitu juga keluarga Shanum serta keluarga Mirza


Tetangga dan keluarga Annisa hanya melongo melihat deretan mobil mewah dan juga rombongan cowok ganteng dengan pasangan mereka kecuali yang belum memiliki pasangan


Ali asisten pribadi Atuk Syakir meminta ijin memasang layar lebar untuk melakukan sambungan livestreaming dengan Arka dan Melany yang berada di Jerman. Bahkan Louis juga ikut dalam sambungan video itu untuk menyaksikan acara penting ini


"Assalamu'alaikum warrahmatullahiwabarakatu perkenalkan nama saya Syakir Mahendra Kakek dari Arash Syauqi Malik. Saya disini mewakili keluarga Malik dan Alfatir untuk meminang putri keluarga almarhum bapak Yuraidal Safitra untuk cucu kami Arash Syauqi Malik"


"Waalaikumsalam warrahmatullahiwabarakatu . Saya sebagai paman kandung dari Annisa Maharani Safitra menerima niat baik dari keluarga Alfatir untuk meminang putri kami. Akan tetapi kami tidak bisa memutuskan karena semua keputusan ada pada Annisa sendiri"


Tak lama Annisa dibawa masuk oleh sepupunya dan duduk diantara paman dan ibunya. Arash langsung mengambil alih prosesi itu. Arash begitu gugup apalagi ini benar-benar pengalaman pertamanya. Setelah mengatur nafas Arash langsung meminang Annisa didepan kedua keluarga besar mereka


"Assalamu'alaikum warrahmatullahiwabarakatu. Saya Arash Syauqi Malik Alfatir dengan kesungguhan hati dan berniat ibadah berdiri disini meminta ijin kepada paman dan ibu serta Aa Alif untuk meminang Annisa Maharani Safitra menjadi calon istri saya"


Arash melihat ke sekitar dan sambil menghela nafasnya dan kembali menatap Annisa lalu melanjutkan ucapannya


"Dengan berucap bismillahhirohmannirohim Annisa Maharani Safitra mau kah kamu menerima pinangan saya dan menjadi calon istri saya hingga nanti saya menghalalkanmu didepan keluarga dan membuat janji suci di depan Allah"


Mantap Arash mengatakan itu tanpa jeda sama sekali. Annisa menatap dengan senyuman dan rona wajahnya pun mulai nampak


"Bismillahirrahmanirrahim. Saya Annisa Maharani Safitra menerima pinangan dari Arash Syauqi Malik"


Alhamdulillah


Suara syukur dan tepuk tangan riuh terdengar didalam ruangan yang tak begitu luas itu. Dilayar yang terpasang juga nampak Melany meneteskan air matanya karena tidak bisa hadir didekat mereka


Jasmine memberikan sepasang cincin berbahan perak untuk mereka berdua agar Arash bisa menggunakan setiap saat dan kalung emas dengan insial nama mereka berdua. Acara dilanjutkan dengan beramah tamah. Dan saat itu Paman Annisa baru tau jika dia selama ini bekerja disalah satu anak cabang resort yang dipimpin oleh Arash.


"Dek kenalin ini sepupu sekaligus sahabat mas"


Shanum orang pertama yang langsung menggoda panggilan sayang Arash dan Annisa


"Au au mas. Kok gumush sih dengernya. Mas oh mas oh"


Mirza yang ada didekat Shanum langsung menyentil dahi tunangannya itu karena mengeluarkan suara seksinya sembarangan


Cetak


"Au baby sakit tau. KDRT ini namanya"


"Kalau mau mendesah nanti dikamar sama aku aja baby jangan didepan umum"


"Siapa yang mendesah sih"


"Apa tadi ah oh ah oh. Bikin orang galfok aja. Mau apa praktek disini langsung"


"Dasar Omes. Kapan sih tobatnya tunangan gue ini"


Arash hanya tersenyum tipis. Sedangkan Annisa hanya cengar-cengir karena merasa aneh sama mereka


"Kenalkan pasangan gak waras. Shanum dan Mirza. Yang sebelahnya Bang Devan masih betah jomblo. Sebelahnya lagi Ghaisan sama tunangannya Malika. Kalau mereka bertiga uda tau kan dek"


"Heem. Salam kenal kak. Panggi gue Icha aja"


Mereka masih penasaran karena tidak pernah mendengar Arash dekat dengan perempuan dan tiba-tiba langsung melamar anak gadis orang


"Rash loe jelasin ke kita. Sejak kapan kalian menjalin hubungan dan kenapa kita gak ada yang tau"


"Maaf bang bukannya gak ngasi tau. Tapi emang sengaja buat kejutan kalian"


"Sumpah gue kira loe uda gak doyan cewek Rash. Hahaha"


"Serah kalian ngomong apa"


"Cha pesen dari kita loe yang sabar ngadepin dia ya. Taukan kalau dia itu dingin kayak kulkas"


"Iya Kak. Icha uda biasa kok sama sikap dia yang kayak kulkas muka sebelas dua belas sama kanebo kering. Uda gak kaget Icha mah kak. Tapi kalau dia senyum baru Icha shock kak"


"Kok gitu, bukannya malah bagus dia senyum Cha"


"Iya karena tidak pernah senyum makanya menurut Icha itu sangat menakutkan kak. Icha pernah ngimpiin mas Arash pas senyum, saking kagetnya Icha sampe jatuh dari tempat tidur kak. Kan gigi taring dia dominan banget kak jadi Icha kira vampire masuk mimpi icha"


"Edward Cullen dong Cha"


"Ya nggak sebanding kak, gantengan Edward Cullen jauh


"Menurut loe Arash gak ganteng Cha"


Semua teman-teman Arash tertawa karena ulah Icha yang dengan santainya menghina Arash tanpa rasa sakit. Sedangkan Arash hanya bisa menghela nafasnya saja. Malika yang melihat interaksi arash cuma bisa tersenyum hambar. Didalam lubuk hatinya dia iri dengan Annisa. Dia belum pernah mendapat perlakuan istimewa dari Arash saat jadian dulu


"Jadi kalian besok LDR"


"Iya Kak, Icha lanjut kuliah di UGM"


"Wah kuat loe Rash"


"Jogja Jakarta gak butuh waktu sampai semalaman kan"


Arsya yang sedari tadi sibuk menggoda Aretha akhirnya angkat bicara


"Calon kakak ipar siapakan hatimu dengan sikap abangku saat kalian LDR"


"Emang kenapa kak"


"Kamu akan tau sendiri nanti. Lagian kenapa kalian gak nikah aja sih sekalian"


"Icha belum cukup umur kak. Kan aturannya harus sembilan belas tahun. Icha baru jalan delapan belas tahun"


Teman-teman Arash yang baru tahu fakta usia Annisa sebenarnya langsung heboh


"Wow amazing. Daun muda coy"


"Pucuk. Pucuk"


"Kampret kalian"


"Hahaha Rash gak nyangka gue loe doyan yang muda-muda"


"Tapi masalah umur kan bisalah dimanipulasi biar barengan ma Arsya. Lagian loe gak masalah dilompati Arsya"


"Gue gak merasa dilompati Arsya toh usia kita cuma beda lima menit aja. Dan Aretha harus segera menikah sama Arsya biar status warga Indonesia dia sah. Kalau gak bulan depan dia harus balik Jerman buat perpanjang visa belajar"


"Iya juga ya. Aretha kan penyusup. Hahaha"


"Gue lakban mulut loe Tha ngatain calon gue penyusup"


"Hahaha, dasar dua-duanya anak singa semua galak banget. Kalian yang jadi pendampingnya sabar ya"


Mereka terus berbincang hingga hampir pukul sebelas malam. Keluarga Malik berpamitan pulang beserta rombongan konvoinya. Icha mengantar Arash sampai kedekat mobilnya


"Sudah malam, langsung bobok ya gak usah begadang"


"Paling baca buku bentar mas, dari tadi belum bisa nyentuh buku"


"Besok mas antar sekolah, ujian terakhir kan besok"


"Iya mas"


"Mau jalan-jalan. Hilangin penat"


"Hmmm boleh"


Rizky yang satu mobil dengan Arash membuka jendelanya dan menyuruh Arash masuk


"Abang awas yang ketiga setan. Pulang uda malam"


Annisa menjawab perkataan Rizky


"Lah kan kak Rizky yang ketiga"


"Uda pokoknya pulang"


Arash melepas tautan tangannya dan langsung masuk mobil dan melambaikan tangan kepada Annisa. Annisa masuk rumah masih diberondong pertanyaan karena keluarganya masih belum percaya jika Icha calon menantu sultan.


_______


Ini uda tunangan...nanti saat mereka LDR akan disisipi cerita Arsya dan Aretha


Jangan lupa jempolnya kakak


Happy Reading